Clock By Blog Tips

Thursday, November 11, 2010

Hati-hati Selingkuh Hati!

Selingkuh seperti sebuah kecelakaan tak disengaja yang lalu dinikmati efek 'tabrakannya'. Seperti juga mencuri mangga tetangga terasa lebih nikmat daripada beli sendiri. Begitulah kira-kira perumpamannya. Ada rasa takut yang menyelip tetapi nikmat, seperti adrenalin yang berpacu di dalam tubuh.


Lalu, muncul di sesela hati tentang perasaan lain, mulai membeda-bedakan apa yang didapat di dalam rumah dengan yang didapatnya di luar rumah. Ada perasaan hangat teraliri dalam tubuh karena merasa diperhatikan, lalu parahnya timbul perlahan rasa takut kehilangan pada orang yang salah. Aneh? Tidak juga.
Fenomena selingkuh memang sudah makin merajai di kalangan wanita bekerja. Di tengah himpitan beban pekerjaan yang menumpuk, tak lagi intens membuka komunikasi dengan suami dan hanya sebatas membahas hal-hal penting saja, tentang anak atau keperluan rumah tangga, ditengarai sebagai pemicu terjadinya perselingkuhan.

Tak dipungkiri, wanita butuh mengungkapkan perasaan mereka dan curhat menjadi sarana yang tepat. Dimulai dari sekedar makan siang bersama sahabat pria, curhat tentang pekerjaan lalu makin akrab dan tak sadar telah melanggar batas-batas yang ada, menjurus pada persoalan pribadi.
Memang betul pepatah yang mengatakan, terlalu berlebihan itu memang tidak baik. Begitu juga saat curhat, jika dosisnya berlebihan dan terus berkembang ke arah obrolan mesra, berhati-hatilah. 'Bahaya curhat' mengintai saat Anda dan pasangan selingkuh mulai main kucing-kucingan, bertemu dan berkomunikasi di jam-jam yang telah disepakati bersama. Tak dipungkiri makin canggihnya teknologi yang memberi kemudahan komunikasi tanpa batas, baik lewat sms atau chatting di 'kotak pesan', para selingkuhers berlomba-lomba melakukan dosa indah. Acara 'kopi darat' pun jadi semakin lancar jaya.

Kondisi inilah yang lalu memunculkan emotional affair atau dalam istilah umumnya, selingkuh hati. Hal ini terjadi karena kita merasa memiliki 'chemistry' dengan pria selain pasangan. Bukan tentang berbagi kenikmatan bersetubuh saja, tetapi lebih karena hati dan perasaan yang terlibat di dalamnya. Sensasi 'cinta terlarang' yang menggelora itu bahkan sama dengan kenikmatan saat intim. Inilah yang kemudian diistilahkan dengan head sex.

Konon banyak orang mengatakan bahwa pria lebih senang melakukan perselingkuhan tubuh tanpa melibatkan hati (no hard feeling). Sedang wanita sebaliknya, cenderung melibatkan perasaan mereka. Hal ini tentu saja berdampak parah bagi wanita. Saat wanita disibukkan dengan khayalan dibuai 'cinta terlarang', para prianya malah merasa biasa-biasa saja.
Tak dipungkiri juga, saat pria intens membuka komunikasi dengan sahabat perempuannya, para pria itu menyelipkan hidden agenda yaitu curhat berakhir sesi 'get laid' dengan sahabat perempuan. Fatalnya, jika ini sudah terpenuhi maka gairah perselingkuhan itupun tak lagi membara. Sementara di lain sisi, wanita sudah terlanjur melibatkan hati dan emosinya, hingga semakin sulit melepaskan dan timbul rasa ingin memiliki. Gotcha!, inilah akibatnya, para wanita itupun lalu terjebak dalam hubungan tanpa status.

Lalu, jika Anda sudah terlibat selingkuh hati, apakah lebih baik mengakui hal ini kepada pasangan atau lebih baik diam? Jawabannnya, tergantung pada situasi dan niat. Jika ingin tetap mempertahankan cinta terlarang itu, maka perkawinan Anda beresiko bubar jalan. Namun jika memilih mengakui cinta terlarang itu hadir dalam perkawinan Anda dan pasangan, maka konsekuensinya pasangan Anda akan kecewa dan itu tugas Anda untuk menyembuhkan luka hatinya.

Bila Anda memilih mengakhiri 'cinta terlarang' itu, ada baiknya segera hentikan semua bentuk tindakan yang mengarah pada penunjukan rasa sayang, seperti ngobrol mesra atau janji kencan. Bicarakan hal ini dari hati ke hati dengan pasangan. Saat melakukan 'pengakuan dosa', pertimbangkan juga momen yang tepat dan kesiapan mental pasangan, ini mencegah agar tak menimbulkan masalah baru. Dengan kepala dingin, Anda dan pasangan bisa saling instropeksi dan mencari win-win solution.

Selingkuh hati adalah 'alarm pembangun'. Saat mulai terjadi ketidakberesan dalam perkawinan Anda, alarm itu akan berbunyi. Agar alarm peringatan itu tak berbunyi, mulailah ciptakan kebersamaan dan keterbukaan dengan pasangan setiap saat. Sebagai contoh, Anda bisa meluangkan waktu sejenak setelah pulang kantor untuk bermanja-manja dengan pasangan.
Perlu Anda ketahui, selingkuh apapun itu jenisnya adalah bentuk pelarian sesaat. Selingkuh hanyalah milik pengecut yang tidak bisa menerima kenyataan hidup. Sebelum berujung menyakitkan hati Anda, teman selingkuh Anda, dan masing-masing pasangan, segeralah perselingkuhan itu diakhiri. Anda tentu tidak akan mau 'terbakar' kan?, jadi jangan pernah 'bermain api'.

suaramerdeka.com

- - - - - - -

Be careful MOLESTER Heart!

Cheating as a fortuitous accident that then enjoyed the effect of 'tabrakannya'. As well as stealing the neighbor's mango tasted better than buying their own. That's roughly perumpamannya. There are fears that slip but delights, such as adrenaline that raced in the body.


Then, appearing in sesela care about others feelings, begin to distinguish what is gained in the home with what he got outside the house. There teraliri warm feeling in the body because they feel cared for, and severity arise slowly the fear of losing the wrong people. Weird? Not really.
The phenomenon of cheating had been increasingly dominate among working women. Amid the crush load of work piling up, no longer intense and open communication with their husbands only discuss important matters only, about the child or household purposes, is suspected as the trigger of infidelity.

No doubt, women need to express feelings and vent them into the proper facilities. Starting from just having lunch with her man, vent about work and the more familiar and not aware of having violated the limits that exist, leading to personal matters.
It's true the saying, too much that's not good. So also when the vent, if the dose is excessive and growing toward intimate conversation, be careful. 'Danger vent' lurking as you and your partner having an affair begin to play cat and mouse, meet and communicate in the hours that have been agreed. No doubt the more sophisticated the technology which provides ease of communication without borders, either through sms or chat in the 'mailbox', the selingkuhers vying sinning beautiful. Events 'coffee ground' became increasingly fluent victorious.

This is the condition which then led to emotional affair or in general terms, cheating heart. This happens because we feel have the 'chemistry' with a man other than your partner. It's not about sharing pleasure intercourse alone, but rather as the heart and the feelings involved in it. Sensation 'forbidden love' the surge was even the same pleasure as intimate. This is then termed a head sex.

It is said that many people say that men are more happy to do the affair of the body without involving the liver (no hard feeling.) Being a woman on the contrary, tend to engage their feelings. This course severe impact for women. When a woman preoccupied with fantasies lulled 'forbidden love', the men even feel mediocre.
No doubt, too, when a man of intense open communication with his daughter, the man slipped the hidden agenda of the vent end of the session 'get laid' with female companions. Fatal, if it has met the passionate affair and even then no longer burning. While on the other hand, women are already involved the heart and emotions, to the more difficult it arises a sense of release and would like to have. Gotcha!, This is the result, the women rose and trapped in a relationship without status.

Then, if you are already involved cheating heart, is it better to admit this to your partner or better still? Jawabannnya, depending on the situation and intentions. If you want to keep their forbidden love, then your marriage broke up the road at risk. But if you choose to admit the forbidden love present in your marriage and your partner, your partner then the consequences will be disappointed and it's your job to heal the wounds of his heart.

If you chose to end 'forbidden love' that, it's good to immediately stop all forms of action that lead to the appointment of a sense of affection, such as intimate chat or a date. Discuss this heart to heart with your partner. When making a 'confession', consider also the right moment and mental readiness of the couple, this prevents not create new problems. With a cool head, you and your partner can instropeksi each other and seek win-win solution.

Cheating heart is the 'alarm builder'. When you start to happen irregularities in your marriage, it will sound the alarm. In order for the warning alarm was sounded, begin to create unity and openness with your partner at any time. For example, you could take a moment after the home office to be spoiled-spoiled with a partner.
You need to know, any cheating that kind is a form of escape for a moment. Sf property is just a coward who can not accept the reality of life. Prior to culminate hurts your heart, your friend cheating, and each spouse, immediately the affair was ended. You would not want to 'burn' is not it?, So do not ever 'playing with fire'.

No comments:

Post a Comment

Belajar Al-Qur'an Online

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran