Clock By Blog Tips

Friday, June 24, 2011

Waspadalah.....Jika Sudah Pernah Kena Batu Ginjal Harus Rajin Kontrol


Orang yang pernah mengalami sakit batu ginjal atau batu di saluran kemih harus rajin-rajin kontrol diri ke dokter dan mengendalikan diri. Jika tidak rajin kontrol, batu di saluran kemih kadang bisa timbul kembali meskipun sudah dilakukan tindakan pengangkatan.

"Batu di saluran kemih ini bisa kambuh, dalam satu tahun sekitar 10 persen pasien dengan batu di saluran kemih mengalami kekambuhan," ujar dr Ponco Birowo, SpU, PhD dalam acara konferensi pers Penatalaksanaan Batu Ginjal Tanduk Rusa dengan Luka Operasi Minimal di RS Asri, Jl Duren Tiga Jakarta, Kamis (23/6/2011).

dr Ponco menuturkan ada beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya kekambuhan batu di saluran kemih. Biasanya berasal dari salah satu faktor risiko dari pembentukan batu tersebut.

"Misalnya dari pekerjaan, kalau ia bekerjanya di lapangan, sering terpapar panas seperti juru masak atau di bagian mesin dan jarang minum, maka ada kemungkinan terjadinya kekambuhan," ujar dokter yang juga anggota Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI).

Selain pekerjaan, beberapa hal lainnya juga bisa menjadi faktor risiko dari pembentukan batu saluran kemih yaitu:
  1. Jenis kelamin (laki-laki lebih berisiko dibanding perempuan)
  2. Usia (umumnya terjadi di usia 40-60 tahun)
  3. Ras
  4. Lokasi geografis (negara di daerah khatulistiwa lebih rentan terkena batu saluran kemih)
  5. BMI atau indeks massa tubuh (semakin tinggi nilainya maka risiko makin tinggi)
  6. Cuaca (musim panas lebih meningkatkan risiko)


"Minumnya harus cukup sehingga menghasilkan urine sebanyak 2 liter perhari, dan perhatikan juga kualitas airnya kalau air tanah mengandung kadar kalsium tinggi sebaiknya mengganti sumber airnya," ujar dr Ponco.

Sementara Dr dr Nur Rasyid menuturkan penyebab dari pembentukan batu itu bervariasi, ada yang memang disebabkan oleh asupan kalsium yang tinggi, tapi ada juga yang dipengaruhi oleh penyerapannya misalnya sudah ditahan asupannya tapi penyerapannya tetap tinggi.


"Sebaiknya dilakukan kontrol mulai dari sebulan sekali, lalu 3 bulan sekali, 6 bulan sekali dan dilanjutkan dengan rutin kontrol setahun sekali seumur hidupnya," ujar Dr Nur Rasyid selaku Kepala Departemen Urologi RSCM.

Kontrol yang dilakukan untuk mengetahui apakah ada batu di saluran kemih yang muncul lagi atau tidak bisa dengan melakukan pemeriksaan USG dan juga tes darah di laboratorium.


detik

Thursday, June 23, 2011

Waspadalah.....Yang Perlu Diperhatikan Sebelum dan Sesudah Sunat


Sunat adalah proses memotong sebagian kulit penutup penis atau biasa disebut dengan kulup. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum dan sesudah sunat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sunat biasanya dikenal sebagai salah satu operasi ringan, meski begitu bukan berarti prosedur ini tidak bisa menimbulkan komplikasi atau efek samping. Karena jika cara memotongnya salah bisa memicu terjadinya komplikasi.

Kulit kelamin diketahui kaya akan pembuluh darah sehingga sangat rawan terjadinya perdarahan. Selain itu jika luka dari sunat ini tidak dijaga dengan baik maka bisa menyebabkan infeksi.

"Aman atau tidaknya sunat yang dilakukan tergantung dari orang yang melakukannya apakah sudah biasa atau tidak," ujar dr Ponco Birowo, SpU dari Departemen Urologi FKUI-RSCM, saat dihubungi detikHealth, Selasa (21/6/2011).

dr Ponco menuturkan ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum melakukan sunat yaitu:
  1. Pilihlah lokasi tempat yang sunat baik yaitu klinik atau rumah sakit yang baik dan bersih
  2. Perhatikan bahwa segala peralatan yang digunakan untuk menyunat adalah steril dan bersih
  3. Pilihlah dokter yang berpengalaman atau sudah terampil dalam menggunakan teknik sunat tersebut


"Beberapa teknik ada yang bisa membuat anak langsung pakai celana, tapi rata-rata waktu penyembuhannya 3 hari, untuk bisa lari-lari biasanya di atas 3 hari," ujar dokter yang juga berpraktek di RS Asri Jakarta.

dr Ponco menjelaskan setelah disunat sebaiknya jangan langsung kena air. Hal ini karena air yang digunakan tidak steril sehingga ada kemungkinan mengandung kuman yang bisa menyebabkan kontaminasi terhadap luka sunat tersebut. Kontaminasi yang bisa ditimbulkan salah satunya adalah mengalami infeksi.

Untuk itu biasanya seseorang yang baru disunat akan diberikan cairan khusus yang berfungsi membersihkan luka terutama setelah ia buang air kecil. Dan rata-rata seseorang baru boleh terkena air minimal setelah 3 hari, tapi tergantung pada kondisi lukanya.

Selain itu jika setelah sunat ditemukan beberapa kondisi seperti berikut sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter:


  1. Darah yang tidak berhenti keluar
  2. Ada nanah di sekitar area sunat
  3. Munculnya jaringan hitam di area sunat


Jaringan hitam yang muncul menandakan adanya pembuluh darah yang terputus sehingga membuat jaringan di sekitarnya mati, jika jaringan hitam ini semakin banyak bisa menyebabkan penis putus. Untuk itu jika ada jaringan yang hitam segera konsultasikan dengan dokter agar tidak semakin menyebar.

Karenanya agar tidak menimbulkan komplikasi atau efek samping yang buruk, sebaiknya tetap menjaga daerah alat kelamin tetap kering dan bersih serta menggunakan celana dalam yang agak longgar untuk menghindari gesekan dengan luka sunat.

detik

Monday, June 20, 2011

Waspadalah.....Remaja Jangan Kegemukan Agar Terhindar dari Kanker


Obesitas atau kegemukan dapat menyerang siapa saja yang tidak menjalankan pola hidup sehat. Dan bila pada usia remaja sudah mengalami obesitas, maka risiko terkena kanker menjadi lebih besar.

Studi baru menunjukkan orang yang gemuk di usia 18 tahun akan memiliki peluang 35 persen lebih besar untuk menderita kanker di kemudian hari. Risiko tersebut tidak akan berkurang walaupun si remaja itu nantinya menurunkan berat badan di usia pertengahan. Risiko kanker yang terjadi antara lain paru-paru, ginjal, kulit dan prostat.

"Ini sangat menarik bahwa BMI tinggi pada usia 18 tahun benar-benar mengarah ke risiko lebih besar untuk terkena kanker daripada BMI tinggi pada usia pertengahan," jelas Dr Linsay Gray, peneliti dari Medical Research Council (MRC), seperti dilansir Dailymail, Jumat (17/6/2011).

Menurut Dr Gray yang melakukan studi tersebut pada sekitar 20.000 peserta, pesan dari studi ini sangat jelas yaitu menjaga berat badan sehat sejak usia muda secara signifikan dapat mengurangi kesempatan orang terkena kanker.

"Indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan beberapa kanker, tapi selalu di kemudian hari. Dan temuan ini menunjukkan beban masa depan yang lebih mengkhawatirkan orang untuk terkena kanker," lanjut Dr Gray.

Dalam studi tersebut, peneliti MRC bekerja sama dengan peneliti di University College London dan Harvard School of Public Health, Boston, dengan menganalisis catatan medis 19.593 lulusan pria yang masuk Harvard antara 1916 dan 1950.

Peneliti menemukan bahwa pria dalam studi ini yang memiliki BMI tertinggi pada usia 18 tahun adalah 35 persen lebih mungkin untuk meninggal akibat kanker dibandingkan peserta dengan BMI lebih rendah.

Studi ini memang hanya mempelajari data pria, tetapi peneliti mengatakan wanita cenderung memiliki risiko yang sama.

Hubungan antara remaja yang kelebihan berat badan dan kanker sangat kuat pada kanker paru-paru, kulit, esofagus, ginjal, prostat, kandung kemih dan kanker testis.

Dan menurut studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Annals of Oncology, perubahan BMI antara awal masa dewasa dan usia pertengahan tidak mempengaruhi risiko kanker tersebut.

"Belum jelas bagaimana obesitas di usia muda bisa memicu kanker di kemudian hari. Namun, karena orang dengan BMI yang lebih tinggi memiliki ukuran tubuh yang lebih besar, ada sel-sel yang lebih berpotensi menjadi kanker," kata Dr Gray.






detik


Waspadalah.....Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Saat Menjelang Haid


Menjelang menstruasi biasanya perempuan akan mengalami premenstrual syndrome (PMS), kondisi ini kadang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Untuk mengatasinya ketahui hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat PMS.

Gejala PMS mencakup perubahan fisik seperti nyeri payudara, perut kembung, kram perut, dan emosional seperti suasana hati yang mudah berganti dan gampang marah. Diperkirakan sekitar 8-20 persen perempuan mengalami gejala PMS berat selama 1-2 minggu sebelum menstruasi datang.

"Ada bukti bahwa makanan yang dikonsumsi bisa mempengaruhi dan berkontribusi pada derajat keparahan gejala PMS, untuk itu penting mengetahui apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan," ujar Elizabeth Bertone-Johnson, ScD dari University of Massachusetts, seperti dikutip dari WebMD, Senin (20/6/2011).

Untuk itu ketahui hal-hal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam melawan gejala PMS yaitu:

Hal yang sebaiknya dilakukan
1. Mengonsumsi makanan dengan kalsium tinggi
Bertone-Johnson mengungkapkan studi dari perguruan tinggi menemukan perempuan dengan asupan kalsium dan vitamin D tinggi memiliki risiko lebih rendah mengembangkan PMS. Hal ini karena kalsium akan bekerja di otak untuk meringankan gejala depresi atau kecemasan, sedangkan vitamin D bisa memperbaiki perubahan emosional.

2. Mengonsumsi biji-bijian, protein, buah dan sayur
Jenis makanan tersebut diketahui kaya akan kandungan vitamin B. Studi terbaru menemukan bahwa perempuan dengan asupan tiamin (vitamin B1) dan riboflavin (vitamin B2) yang tinggi bisa mengurangi risiko PMS secara signifikan.

3. Melakukan olahraga ringan
Cobalah untuk melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki, sepeda atau berenang secara teratur sebanyak 3 kali seminggu sebelum menstruasi datang. Hal ini akan membantu melemaskan otot dan sendi sehingga menurunkan risiko terjadinya kram perut.

Hal yang tidak boleh dilakukan
1. Melewatkan waktu makan
PMS identik dengan perubahan suasana hati, jika seseorang melewatkan waktu makan dan membuat tubuh menjadi lapar maka akan memperburuk gejala PMS seperti lebih mudah marah akibat kadar gula darah menurun.

2. Mengonsumsi gula berlebih
Jika ingin mengonsumsi gula sebaiknya karena alasan tertentu, karena akan mengakibatkan perubahan pada tingkat hormon estrogen dan progesteron yang bisa menurunkan kadar senyawa serotonin di otak. Perubahan ini dapat mempengaruhi suasana hati yang memicu gejala PMS.

3. Asupan tinggi garam
Hampir setiap makanan yang dikonsumsi pasti mengandung garam, dan sangat sulit menghentikan asupannya. Sayangnya konsumsi garam dalam jumlah tinggi bisa menyebabkan perut kembung dan retensi air yang membuat PMS menjadi semakin tidak nyaman.







detik

Belajar Al-Qur'an Online

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran