Clock By Blog Tips

Monday, December 26, 2011

Waspadalah.....5 Zat Aditif yang Sebaiknya Dihindari

Pewarna buatan sering ditemukan pada permen (www.springhillapts.com/.../link/candy%20cane.JPG)

Tanpa kita sadari, asupan makanan yang masuk ke tubuh seringkali mengandung zat aditif. Zat tersebut kadang sengaja ditambahkan untuk memperbaiki bentuk makanan atau minuman agar lebih awet. Ada dua jenis zat aditif yang biasa digunakan yaitu zat aditif alami dan buatan.

Penggunaan zat aditif sintesis secara berlebihan bisa berakibat buruk bagi kesehatan tubuh. Menurut laman Todaysparent, ada lima zat aditif yang sebaiknya dihindari.

1. Pewarna Buatan
Siapa yang tak tertarik dengan aneka makanan yang berwarna-warni? Memang ada juga pewarna alami yang berasal dari kunyit, wortel ataupun daun pandan, namun pewarna buatan seringkali dipilih untuk menggantikan pewarna alami. Pewarna buatan seringkali ditemukan pada minuman ringan, permen dan es krim. Sebuah studi tahun 2007 yang kemudian diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet menemukan sebuah hubungan antara pewarna buatan dan tingkat hiperaktif pada anak.

2. Natrium Benzoat
Jenis pengawet yang satu ini banyak ditemukan pada minuman ringan atau acar. Pengawet memang kerap dipilih karena makanan atau minuman bisa bertahan lama, tentunya hal ini bisa menguntungkan produsen. Namun tahukah Anda bahwa zat ini juga bisa menyebabkan hiperaktif pada anak? Penggunaan secara berlebihan juga tak baik bagi kesehatan.

3. Pemanis Buatan
Aspartam dan sakarin merupakan jenis pemanis buatan. Banyak ditemukan pada soda diet kalori, permen bebas gula ataupun pada jajanan anak-anak. Pemanis buatan dapat menurunkan risiko diabetes, namun siklamat merupakan zat yang bersifat karsinogen.

4. Nitrit
Nitrit banyak ditemukan dalam daging olahan. Sebuah tinjauan di tahun 2007 menyebutkan bahwa Nitrit erat kaitannya dengan kanker. Produk daging olahan disimpulkan sangat meningkatkan risiko kanker usus dan harus dihindari.

5. MSG (Monosodium Glutamat)
Monosodium Glutamat sering digunakan sebagai penguat rasa pada makanan. Zat ini juga dipakai untuk untuk melezatkan makanan. MSG juga biasa disebut vetsin. Beberapa restoran Asia kerap menambahkan MSG dalam masakannya. MSG juga dapat menyebabkan sakit kepala, mual dan sulit bernafas. Ada baiknya Anda menghindari zat yang satu ini.


Sumber : VivaNews

Waspadalah.....Beberapa Jenis Mainan Mampu Rusak Pendengaran


Berdasarkan sebuah studi terbaru, para peneliti mengungkap bahwa beberapa jenis mainan ternyata mampu merusak pendengaran.

Seperti yang dikutip dari ScientificAmerican, para peneliti di UC Irvine mengatakan bahwa beberapa jenis mainan, apabila didekatkan pada telinga, ternyata mampu mencapai tingkat desibel yang sama kuatnya seperti kereta api bawah tanah atau gergaji mesin.

Hasil penelitian ini didapat dari penelitian kekerasan suara pada 10 game populer dari dekat sampai jarak 12 inci dari telinga.

Beberpa mainan seperti Road Rippers, T-Pain Mic dan Tonka Mightyrized Fire Engine, mampu menghasilkan tingkat desibel sampai 100 atau lebih.

Lalu beberapa mainan lainnya seperti Marvel Super Shield Captain America, Sesame Street Let's Rock Elmo, VTech Princess Magical Learning Wand, Toy Story Buzz Lightyear Cosmic Blaster dan the Green Lantern Colossal Cannon Blaster mampu menghasilkan tingkat desibel sebesar 90.

Suara bising di atas 85 mampu timbulkan kehilangan pendengaran, ungkap American Academy of Otolaryngology di situsnya.


Sumber : Inilah.com

Friday, December 16, 2011

Waspadalah.....Senyuman Wanita Ternyata Berbahaya


Sebuah penelitian menyebutkan bahwa senyuman seorang wanita kerap kali mampu membuat pria jatuh hati. Namun di balik itu, senyuman wanita ternyata berbahaya. Benarkah?

Senyum manis yang keluar dari bibir waniya selain berguna untuk 'memikat hati', ternyata bisa menimbulkan petaka dan memanipulasi keadaan yang terkadang bisa menjebak kaum adam.

Satu senyuman yang paling harus diwaspadai pria adalah senyum centil atau A Coquettish Smile. Senyuman ini cukup singkat, hanya ada sunggingan kecil di sudut bibir di wanita.

Pada saat bersamaan, wanita tersebut melirik sang pria namun kepalanya justru berpaling ke arah yang lain. Artinya senyum yang menunjukkan kemandirian sekaligus menantang para pria yang ingin berkenalan dengannya.

Wah, kalau Anda para pria mendapat senyuman ini sebaiknya lebih berhati-hati jika berkenalan dengan wanita tersebut. bisa jadi senyuman ini memang sekadar godaan semata.

Senyuman wanita lainnya yang perlu pria ketahui yaitu, A Duchenne Smile. Istilah ini diambil dari nama ahli fisiologi penemu bentuk distrofi otot pada abad 19, Duchenne de Boulogne.

Ciri senyum ini, gigi dan gusi terlihat saat tersenyum. Artinya, lebih baik Anda jangan mendekat. Sebaiknya ikuti pesan dari senyuman ini.

Arti senyuman yang lain, A 'Social' Group of Smile. Senyuman ini biasanya disertai dengan kepala yang dimiringkan dan alis yang terangkat, namun sejurus kemudian terkesan malu-malu karena pandangan mata seolah dialihkan dan kepala sedikit diturunkan.

Arti dari senyuman ini adalah pancingan untuk pembicaraan lebih lanjut. Kalau yang ini mungkin ada kesempatan bagi kaum pria mencoba lebih mendekati si wanita. 



Sumber : Inilah.com

Waspadalah.....Shampo Bayi Ternyata Berbahaya


Sebuah studi baru menyebutkan banwa penggunaan shampo bayi ternyata berbahaya karena dapat menimbulkan kanker. Benarkah?

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Analyitical Science di Amerika pada 2009 menemukan 23 dari 28 produk khusus bayi mengandung formaldehyde, atau dikenal karsinogen -zat kimia yang dapat menyebabkan kanker..

Penelitian yang dilakukan dalam rangka 'The Campaign For Safe Cosmetik ini' ditemukan dalam sebuah produk shampoo khusus bayi yang beredar, termasuk di Indonesia, yang mengandung 200 ppm (0,02%) formaldehyde. Padahal, formaldehyde yang ditemukan secara alami dalam banyak makanan dan bahkan di tubuh manusia dengan tingkat sebesar 4 ppm.

"Kami tidak bermaksud membuat panik para orang tua, akan tetapi ingin memberitahu mereka bahwa produk-produk yang 'berlabel' berbahan lembut dan alami ternyata terkontaminasi karsinogen, yang sebenarnya sama sekali tidak perlu," ungkap Stacy Malkan, juru bicara Campaign for Safe Cosmetics.

Formaldehyde tidak hanya ditemukan dalam produk sampo, tetapi di beberapa produk-produk lain, seperti lotion, sabun cair, pasta gigi, tisu basah serta sun block untuk bayi.

Tak hanya itu, dalam produk sampo khusus bayi juga ditemukan quaternium-15. Kedua zat kimia ini dapat memicu ruam dan reaksi alergi bagi sebagian kulit orang yang sensitif. Sebelumnya, WHO juga telah mengidentifikasi adanya keterkaitan antara formaldehyde dan kanker darah, leukimia.

Menurut Environmental Protection Agency Amerika, kedua unsur kimia ini sebenarnya tidak ditambahkan secara sengaja dalam produk-produk tersebut. Kedua unsur kimia ini muncul disebabkan proses pembuatan produk.


Sumber : Inilah.com

Tuesday, December 13, 2011

Waspadalah.....Ibu Hamil Stres Berat Bayi Bisa Lahir Prematur


Asupan makanan sangat memengaruhi kesehatan janin. Tak kalah penting adalah kondisi psikologis bumil yang bila mengalami stres berat, akan berdampak pada proses persalinan.

Sebuah studi di Amerika menyimpulkan, wanita yang mengalami stres tingkat tinggi saat memasuki bulan kedua atau ketiga kehamilan, lebih berisiko melahirkan secara prematur dan kehilangan bayi laki-laki mereka. Kesimpulan ini didapat lewat studi yang menyelidiki efek stres pada wanita hamil yang disebabkan oleh gempa bumi di Chili Tarapaca pada 2005.

Paparan stres terbukti dapat memperpendek masa kehamilan dan meningkatkan risiko keguguran untuk bayi laki-laki. Para peneliti menemukan bahwa wanita yang tinggal paling dekat dengan pusat gempa selama bulan kedua dan ketiga kehamilan memiliki masa kehamilan yang lebih pendek.

Profesor Florencia Torche dan Karine Kleinhaus dari New York University menjelaskan, bayi laki-laki lebih mungkin stres karena mereka tumbuh lebih besar dibandingkan bayi perempuan. Bayi laki-laki membutuhkan nutrisi lebih dari ibunya dan tidak mudah beradaptasi dibandingkan bayi perempuan. Ibu yang stres akan menciptakan lingkungan rahim yang dirasa tidak nyaman oleh bayi laki-laki. Kondisi stres ini juga akan memengaruhi asupan nutrisi dari ibu ke bayi.

Menurut para peneliti, temuan ini memberikan bukti kuat bahwa stres secara independen memengaruhi hasil kehamilan.


Sumber : PesatNews

Thursday, December 1, 2011

Waspadalah.....Kesemutan Tanda Timbulnya Penyakit Serius!


Jangan pernah menganggap sepele 'kesemutan'. Pasalnya, kejadian ini dapat memicu timbulnya gejala penyakit serius mulai dari stroke hingga serangan jantung.

Paresthesia atau kesemutan kronis sering merupakan simtom dari penyakit neurologis atau trauma kerusakan saraf. Penyebabnya adalah gangguan yang memengaruhi sistem saraf pusat seperti stroke dan stroke mini, multiple sklerosis, mielitis transversa, dan ensefalitis.

Selain itu, kesemutan juga bisa menjadi indikasi dari banyak penyakit, seperti diabetes melitus, hipertensi, saraf terjepit, gangguan aliran darah pada pembuluh darah tepi, maupun gangguan darah.

Ada kalanya pada mereka yang belum diketahui mengidap diabetes, kesemutan dapat menjadi gejala awal diketahuinya diabetes.

Ingin tahu sejumlah penyakit yang ditandai oleh gejala kesemutan ? Simak ulasan berikut.

Penyakit jantung

Kesemutan tak hanya akibat neuropati tekanan, tetapi karena komplikasi jantung dengan sarafnya. Pada pasien jantung yang sedang menjalani operasi pemasangan klep, terdapat bekuan darah yang menempel. Bekuan itu bisa terbawa aliran darah ke otak, sehingga terjadi serebral embolik.

Bila sumbatan di otak mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Jika daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan disertai kelumpuhan.

Infeksi tulang belakang

Ini menyebabkan bagian tubuh dari pusar ke bawah tak dapat digerakkan. Penderita tak dapat mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dinamakan mielitis (radang sumsum tulang belakang). Tingkat kesembuhan tergantung pada kerusakannya. Bisa sembuh sebagian, tetapi ada juga yang lumpuh.

Spasmofilia (tetani)

Gejala kesemutan juga bisa merupakan tanda penyakit spasmofilia (tetani). Penyakit ini timbul karena kadar ion kalsium dalam darah berkurang.
Penyebabnya adalah menurunnya tegangan karbondioksida dalam paru-paru. Gejala lain: kejang pada tungkai, sulit tidur, emosi labil, takut, lemah, sakit kepala sebelah atau migrain, dan hilang kesadaran.

Stroke

Kesemutan dapat jadi tanda stroke ringan. Biasanya disebabkan sumbatan pada pembuluh darah di otak, yang mengakibatkan kerusakan saraf setempat.
Gejala lain yang muncul: rasa kebas separuh badan, lumpuh separuh badan, buta sebelah mata, sukar bicara, pusing, penglihatan ganda dan kabur.

Gejala berlangsung beberapa menit atau kurang dari 24 jam. Biasanya terjadi waktu tidur atau baru bangun. Kondisi ini harus ditangani karena bisa berkembang menjadi stroke berat.

Rematik

Penyakit ini bisa menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Dalam hal ini saraf terjepit akibat sendi pada engsel, misalnya sendi pergelangan tangan, berubah bentuk. Gejala kesemutan biasanya hilang bila rematik sembuh.

Guillain-barre syndrome

Kesemutan bisa jadi salah satu indikasi penyakit ini. Ditandai gejala demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Juga diikuti rasa kesemutan dan kebas. Kesemutan biasanya terasa di sekujur tubuh, khususnya pada ujung jari kaki dan tangan karena virus menyerang sistem saraf tepi.

Bila keadaan itu tidak segera diatasi, serangan akan berlanjut ke organ vital. Akibatnya, penderita merasa sesak napas dan lumpuh di seluruh tubuh.

Diabetes Militus

Pada pasien DM, kesemutan merupakan gejala kerusakan pada pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung saraf berkurang. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengendalikan kadar gula darah secara ketat, juga mengonsumsi obat seperti gabapentin, vitamin B1 dan B12.



Sumber : Inilah.com

Wednesday, November 23, 2011

Waspadalah.....Terlalu Ingin Menjadi Super Mom Dapat Sebabkan Wanita Depresi


Wanita yang dapat menjalani dua peran, yaitu sebagai seorang ibu dan juga sebagai wanita karir seringkali disebut sebagai super mom. Menjadi super mom memang sangat sulit karena menyeimbangkan kehidupan keluarga dan karir bukanlah persoalan yang mudah.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa, seorang wanita karir kurang mungkin mengalami depresi daripada ibu rumah tangga yang seringkali hanya tinggal di rumah. Namun, wanita karir yang mempunyai target bahwa seorang wanita harus mampu menyelesaikan pekerjaan dan menjadi ibu rumah tangga yang baik berada pada risiko lebih besar untuk mengalami depresi.

Sedangkan wanita yang memiliki harapan yang lebih realistis mengenai kehidupan keluarga dan karir memiliki risiko depresi yang lebih rendah. Para wanita yang memiliki harapan realistis tersebut biasanya akan memilih salah satu antara karir dan keluarga. Dan kebanyakan di antara wanita tersebut akan memilih keluarga.

"Dengan memiliki pekerjaan dapat untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mental secara keseluruhan pada wanita. Hal tersebut pada akhirnya merupakan hal yang baik untuk diri sendiri dan keluarga. Menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga memang cukup sulit, sehingga jangan merasa gagal jika memang sulit untuk menyeimbangkan keduanya," kata Katrina Leupp, seorang mahasiswa pascasarjana sosiologi yang memimpin penelitian dari University of Washington seperti dilansir dari MSNHealth, Senin (21/11/2011).

Peneliti telah menganalisis data dari Departemen Tenaga Kerja, yang mencakup 1.600 wanita menikah dengan usia sekitar 40 tahun pada tahun 2006. Para wanita tersebut telah disurvei pada tahun 1987, yaitu ketika mereka berusia sekitar 20 tahun.

Para partisipan disurvei mengenai pemikirannya tentang seorang ibu yang merangkap sebagai wanita karir. Wanita karir yang merangkap sebagai seorang ibu memiliki risiko lebih besar mengalami depresi di kemudian hari daripada mereka yang berpikir wanita harus tinggal di rumah untuk membesarkan anak-anak.


"Bahkan, para wanita muda yang merasa mampu dapat menyeimbangkan kehidupan karir dan keluarga pun memiliki gejala depresi ketika mereka berusia 40 tahun. Hal tersebut tidak jelas penyebabnya. Tetapi wanita yang terlalu menuntut diri sendiri untuk menjadi super mom mungkin merasa sangat buruk dan tertekan ketika sedang tidak bisa menyeimbangkan kehidupan karir dan keluarga. Mungkin para wanita tersebut akan merasa sangat bersalah ketika harus meninggalkan pekerjaan lebih awal untuk menjemput anaknya. Padahal kondisi tersebut merupakan hal yang wajar," kata Leupp.

"Memiliki ibu yang juga merupakan wanita karir dapat membuat orang lebih sadar akan kesulitan dalam menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga. Tetapi juga dapat memberikan figur atau peran yang menunjukkan bahwa menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga adalah sangat mungkin dan lebih bermanfaat. Dan keduanya dapat berjalan dengan sangat baik. Lebih memaafkan diri sendiri ketika sedang tidak bisa menyeimbangkan kehidupan karir dan keluarga mungkin dapat membuat wanita karir lebih terhindar dari depresi," kata Leupp.

Secara umum hasil penelitian telah menunjukkan bahwa, pekerjaan memang mempunyai manfaat untuk kesehatan mental seorang wanita. Hasil survei menemukan bahwa, ibu rumah tangga lebih mungkin mengalami depresi pada usia 40 tahun dibandingkan wanita yang bekerja, terlepas dsudah memiliki anak ataupun belum. Namun, pada wanita yang terlalu menuntut diri sendiri untuk dapat menjadi super mom juga akan memiliki risiko depresi yang tinggi.

Hasil penelitian tersebut akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Sociological Association di Las Veg 



Sumber : Detik

Friday, November 11, 2011

Waspadalah.....Kurang Minum Air Picu Diabetes ?


Sebuah studi baru menyebutkan, orang sedekit atau kurang mengkonsumsi air putih per hari kemungkinan besar akan mengembangkan kondisi kadar gula darah tinggi yang memicu timbulnya penyakit diabetes. Benarkah ?

Dalam studi ini, para ilmuwan menemukan bahwa orang dewasa yang hanya minum setengah liter air, sekitar dua gelas atau kurang setiap hari lebih mungkin untuk mengalami peningkatan kadar gula darah dalam kisaran pra-diabetes jika dibandingkan orang yang minum lebih banyak air.

Tapi apakah hanya minum air akan mengurangi risiko masalah gula darah masih dipertanyakan. Sebuah hormon yang disebut vasopressin disebut-sebut memainkan peran penting dalam kaitan ini, menurut para peneliti.

Vasopressin yang juga dikenal sebagai hormon antidiuretik membantu mengatur retensi air tubuh. Ketika kita mengalami dehidrasi, kadar vasopresin naik, menyebabkan ginjal untuk menghemat air. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa tingkat vasopressin lebih tinggi juga dapat meningkatkan gula darah.

Reseptor vasopressin terdapat dalam hati, organ yang bertanggung jawab untuk memproduksi glukosa (gula) dalam tubuh. Studi ini juga menemukan bahwa orang sehat yang disuntikkan vasopresin mengalami lonjakan gula darah sementara.

Seperti dikutip dari Reuters, temuan ini didasarkan studi terhadap 3.615 orang dewasa Prancis yang berusia antara 30 dan 65 tahun dan memiliki tingkat gula darah normal pada awalnya. Sekitar 19 persen mengatakan mereka minum kurang dari setengah liter air setiap hari, sedangkan sisanya minum sampai 1 liter atau lebih.

Selama sembilan tahun berikutnya, 565 peserta studi mengalami kadar gula darah tinggi yang abnormal dan sebanyak 202 partisipan mengalami diabetes tipe 2.

Ketika peneliti melihat risiko peserta sesuai dengan asupan air, mereka menemukan bahwa orang yang minum setidaknya 17 ons air per hari 28 persen berisoko lebih rendah mengembangkan gula darah tinggi jika dibandingkan mereka yang minum kurang dari jumlah tersebut.

Memang Tidak ada hubungan statistik yang kuat antara asupan air dan risiko diabetes, namun satu penjelasan untuk kaitan tersebut yakni sedikit minum air dan terlalu banyak minum minuman manis bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan mengganggu sistem gula darah.



Sumber : Inilah.com

Wednesday, November 9, 2011

Waspadalah.....Pewangi Ruangan Ternyata Berbahaya


Sebuah studi baru menunjukkan pewangi ruangan yang mamupu mengusir bau tak sedap ternyata berdampak buruk bagi kesehatan terlebih pada anak-anak.

Para ilmuwan dan beberapa dokter ahli alergi mengingatkan bahwa penggunaan pewangi ruangan justru memicu masalah pernapasan dan memperburuk asma dan alergi.

Kebanyakan produk pewangi ruangan memberikan wangi yang segar. Hal ini jangan lantas membuat Anda terkecoh. Menurut Dr. Stanley Fineman, produk-produk itu mengandung senyawa organik volatil, yang hanya mampu menutupi bau tak sedap dan bukan menghilangkannya.

Pewangi ruangan juga mengandung formaldehyde, petroleum distillates, limonene, esters and alkohol.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa senyawa organik volatil menjadi pemicu risiko asma pada anak-anak.

Tingginya kandungan senyawa tersebut juga menyebabkan masalah iritasi sistem pernafasan, sakit kepala, pusing dan bahkan kerusakan ingatan.
Dr. Fineman juga menegaskan hampir sepertiga dari 20 jenis senyawa organik volatil merupakan racun dan sangat berbahaya.

"Sekitar 20 persen dari populasi dan 34 persen penderita asma melaporkan masalah kesehatan terkait pewangi ruangan. Kita tahu wewangian tersebut dapat memicu gejala alergi, memburuknya alergi dan asma yang sudah ada," ungkap Dr. Fineman.




Sumber : Inilah.com

Wednesday, November 2, 2011

Waspadalah.....Sering Vertigo Bisa Picu Stroke



Sepertinya, vertigo dapat menjadi tanda atau gejala penyakit tertentu seperti stroke, tumor bahkan gangguan syaraf lainnya. Tidak hanya itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar 10 persen pasien stroke mengaku mengalami gejala awal pusing berputar (vertigo).

Vertigo atau kehilangan keseimbangan karena merasa sakit kepala luar biasa hingga dunia tampak berputar, bahkan kerap kali disertai dengan rasa mual dan muntah. Vertigo akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari ketika kambuh.

Dokter spesialis syaraf Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr M Kurniawan menjelaskan Vertigo penyebabnya macam-macam, salah satunya gangguan di sentral (otak kecil). Kalau gangguan di otak, paling banyak karena penyumbatan pembuluh darah di otak, yang disebabkan stroke.

"Keluhan vertigo akibat gangguan pada bagian sentral (stroke dan tumor) kasusnya tidak banyak dan hanya 20 persen saja," kata Dr Kurniawan di RS Asri Jakarta. Pasalnya, sambung Dr Kurniawan, sebagian besar keluhan vertigo lebih dibanyak dipicu karena adanya gangguan pada perifer (vertigo posisi).

“Vertigo itu gejala. Jadi kalau kita ingin menegakkan diagnosis kita harus lihat dua hal. Pertama gejala yang dirasakan pasien (keluhan). Kedua, tanda-tandanya lewat pemeriksaan fisik atau laboratorium,” ucapnya.

Dr Kurniawan menjelaskan, ada 3 (tiga) cara skrining stroke yang paling mudah, yakni dengan melihat keluhan paling umum. “Pertama pasien, diminta untuk senyum. Kalau bibirnya mencong, kita curiga dia stroke.”

Kedua, dengan mengangkat tangan. Kalau tangan yang sebelah lebih tinggi dari yang satunya berarti dia stroke separuh badan. Ketiga, dengan melihat gangguan bicara. Jika diajak bicara tidak nyambung, atau diajak ngomong nyambung tapi bicaranya cadel.

“Di luar 3 gejala itu, bisa jadi gejala awalnya justru vertigo. Meski sebagian besar gangguannya lumpuh sebelah badan, mulut mencong dan bicara cadel, tetapi bisa saja stroke datang dengan gejala vertigo, ” jelasnya.

Lebih jauh Dr Kurniawan menambahkan risiko seseorang mengalami gejala vertigo biasanya akan meningkat seiring bertambahnya usia. Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan, angka kejadian vertigo di atas usia 40 tahun mencapai 40 persen. Sementara pada anak-anak dan remaja, vertigo lebih disebabkan karena traumatik (benturan) baik itu ringan atau berat.

Melihat banyaknya pasien penderita vertigo yang belum mendapatkan penanganan maksimal membuat salah satu rumah sakit di Jakarta yakni RS Asri membuka klinik yang menangani pasien khusus penderita verigo.

"Pasien vertigo itu sudah pusing, jangan makin dibikin pusing karena dioper-oper dari satu dokter ke dokter lain. Dengan adanya Klinik Terpadu Vertigo pasien akan bisa didiagnosa melalui THT, saraf dan penyakit dalam," jelas dr Entjep Hadjar, Sp.THT, staf pengajar di Departemen Ilmu Penyakit THT FKUI, dalam acara Seminar Vertigo "Re-Balance Your Life" di RS Asri, Jakarta.

Menurut dr Entjep, vertigo paling banyak disebabkan oleh penyakit batuan kecil (debris) pada alat keseimbangan. Vertigo debris terjadi karena gangguan pada ruang berbentuk setengah lingkaran yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Dulu, solusi untuk mengatasinya adalah dengan operasi pengeluaran batu endapan tersebut. Namun ternyata banyak terjadi komplikasi lantaran ruang setengah lingkaran (utrikulus) berada dalam tulang yang paling keras di dalam tubuh manusia.

Namun pengobatan vertigo debris saat ini sangat praktis, aman, dapat hilang dalam beberapa menit dan tanpa obat. Pengobatannya disebut dengan Canalith Repositioning Therapy (CRT), disertai dengan vibrasi yang berfungsi untuk mengurangi rasa pusing dan memudahkan reposisi kanan pada pasien. Terapi dianjurkan 2 kali seminggu walau pada kenyataannya banyak pasien sudah merasa sembuh dengan hanya dua kali terapi.

Dalam Klinik Terpadu Vertigo RS Asri pasien dapat berkonsultasi tentang berbagai hal menyangkut vertigo. Dokter akan mendiagnosa dan mengatasi vertigo melalui THT, saraf dan penyakit dalam, serta akan menentukan pemeriksaan yang tepat dan penalaksanaan yang seksama. 



Sumber : Inilah.com

Waspadalah.....Perasaan Kesepian Bisa Ganggu Kualitas Tidur


Sungguh menyedihkan hidup dalam kesepian. Disamping kurangnya dukungan sosial, hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepian juga mengganggu waktu istirahat malam. Para peneliti mengatakan bahwa kurangnya tidur merupakan salah satu cara perasaan kesepian dapat mempengaruhi kesehatan.

Peneliti dari Universitas Chicago membandingkan tingkat kesepian 95 orang dewasa di pedesaan South Dakota, AS dengan hasil pengukuran siklus tidurnya. Tidak ada individu yang terisolasi secara sosial, namun persepsinya tentang kesepian bervariasi.

Skor kesepian yang lebih tinggi berkaitan dengan tingginya tingkat tidur yang terputus di malam hari. Jumlah total tidur dan kantuk di siang hari tidak mempengaruhi.

"Bukan hanya karena individu yang sangat kesepian menjadi kurang tidur. Hubungan antara kesepian dan kegelisahan tidur terjadi pada berbagai keterkaitan yang dirasakan," kata pemimpin penulis Lianne Kurina, PhD, dari Departemen Ilmu Kesehatan di Universitas Chicago seperti dikutip dari medicalxpress.com, Selasa (1/11/2011).

"Kesepian berkaitan dengan efek buruk terhadap kesehatan. Kami ingin menjelajahi teori bahwa tidur dapat dipengaruhi oleh perasaan kesepian. Kami menemukan bahwa kesepian tidak mengubah jumlah total tidur individu, tapi membangunkan indvidu lebih sering sepanjang malam," ujarnya.

Temuan ini hampir sama dengan penelitian sebelumnya tahun 2002 yang diterbitkan oleh American Psychological Society yang membandingkan kesepian dengan kualitas tidur yang dilaporkan oleh siswa. Para siswa yang merasa kesepian lebih sering terganggu tidurnya di malam hari.

Kesamaan antara kajian ini membantu menunjukkan bahwa kesepian dan isolasi sosial adalah dua konsep yang berbeda. Peneliti berpendapat bahwa kesepian mencerminkan isolasi sosial yang dirasakan atau perasaan menjadi orang buangan, yaitu kesenjangan antara hubungan yang diinginkan dengan hubungan sosial sebenarnya yang sering terasa menyakitkan.

"Kita semua nampaknya bergantung pada perasaan aman dalam lingkungan sosial untuk dapat tidur nyenyak. Hasil dari penelitian ini bisa memberi pemahaman yang lebih jauh mengenai bagaimana faktor-faktor sosial dan psikologis mempengaruhi kesehatan," pungkas Kurina.



Sumber : Detik

Monday, October 24, 2011

Waspadalah.....Gangguan Seks Tanda Ada Penyakit Berbahaya


Awas! Kerap ejakulasi dini atau gairah seks tiba-tiba menghilang, bisa jadi Anda atau pasangan mengalami gangguan kesehatan.

Seperti dikutip dari Intimate Medechine, masalah atau gangguan seks bisa mengindikasikan seseorang mengidap penyakit serius.

Namun banyak pasangan yang enggan mengkonsultasikan masalah seks mereka pada dokter. Para dokter pun jarang menanyakan kehidupan seks pasiennya saat berobat. Padahal, gangguan seks bisa jadi penanda awal adanya penyakit berat dan jika tidak diantisipasi dari awal, bisa bertambah parah.

Saran Dr. Andrew McCullough, tanyakanlah beberapa masalah ringan seputar kehidupan seks Anda, meskipun bukan kepada dokter ginekolog atau ahli seks. Mungkin Anda merasa risih atau kurang nyaman mendiskusikannya, tapi tindakan ini bisa menyelamatkan Anda maupun pasangan dari penyakit berbahaya.

"Jika pria mengalami disfungsi ereksi, bisa jadi ada masalah yang lebih serius dengan kesehatannya, bukan hanya gangguan seks," ujar Andrew.

Para dokter di Kanada dan Belanda telah menganalisa sejumlah studi yang menjelaskan berapa besar jumlah pria yang punya masalah seks sebelum mereka menderita penyakit serius.

Hasilnya, problem dalam kehidupan seks ternyata erat kaitannya dengan gejala awal penyakit jantung, diabetes, depresi, Parkinson dan multiple sclerosis - suatu penyakit dengan syaraf-syaraf dari sistim syaraf pusat memburuk atau degenerasi.

Misalnya saja, disfungsi ereksi bisa menjadi tanda adanya masalah pada jantung dan biasanya kerap dialami pria usia matang. Sekitar 132 pria yang menderita penyakit jantung, sebagian besar dari mereka pernah mengalami disfungsi ereksi.

Ketidakmampuan pria untuk memulai dan mempertahankan ereksinya, juga bisa menjadi indikasi awal diabetes.

Sementara itu, dilansir WebMD, pria yang menderita diabates dan berusia di atas 50 tahun, kemungkinan akan punya masalah dengan ereksi hingga 50-60%. Sedangkan pria penderita diabates yang berusia di atas 70 tahun, 95 persen mengalami kesulitan ereksi.

"Gejala awal diabetes bisa jadi disfungsi ereksi. Jika Anda mengalaminya, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar bisa dicegah dan disembuhkan lebih awal," tutur Dr. Jonathan Zenilman.

Tentang pengobatan awal yang bisa dilakukan untuk masalah diabetes dan disfungsi ereksi, Anda bisa simak dalam artikel kami sebelumnya, di sini.

Lalu bagaimana dengan gangguan seks yang dialami wanita? Kebanyakan kasus yang terjadi, wanita yang mengalami masalah seks umumnya juga menderita depresi.

Hampir 30 persen wanita hilang gairah seksualnya sebelum gejala depresi muncul. Gejala awal depresi biasanya sulit dideteksi bahkan oleh dokter sekalipun, namun bisa dilihat dari seberapa besar gairah seks. Jika dalam kurun waktu satu bulan seorang wanita selalu enggan berhubungan seks dengan suaminya, maka kemungkinan besar ia mengalami stres berat atau depresi.

Hilangnya gairah seks juga kemungkinan menjadi pertanda gejala penyakit lain yang lebih serius, diantaranya gangguan hormon, gagal ginjal, diabetes dan penyakit kronis lainnya. Untuk memastikannya, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter secara rutin. 




Sumber : Inilah.com

Friday, October 21, 2011

Waspadalah.....Hamil Usia Remaja Berisiko 4 Kali Lipat Meninggal Saat Melahirkan


Perempuan yang belum cukup umur disarankan jangan menikah dulu karena organ-organ reproduksinya belum kuat untuk berhubungan intim atau melahirkan. Remaja hamil berisiko 4 kali lipat mengalami luka serius dan meninggal saat melahirkan.

Negara-negara di Asia Pasifik bisa dikatakan gagal menangani masalah remaja dan anak muda. Meski mengalami pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pelayanan kesehatan secara keseluruhan, namun saat berbicara tentang kesehatan dan hak seksual dan reproduksi, remaja dan anak muda masih kurang mendapatkan informasi dan tidak terlayani.

"Sebagai contoh, semua negara di wilayah Asia Pasifik memiliki hukum yang melawan pernikahan anak, tetapi pada banyak negara hampir 50 persen wanita menikah sebelum usia 18 tahun," ujar Dr Nafis Sadik, Special Envoy of the United Nations Secretary-General for HIV/AIDS in Asia Pasific dalam acara the 6th Asia Pacific Conference on Sexual and Reproductive Health and Right 2011 di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, seperti ditulis Jumat (21/10/2011).

Implikasi ini sangat serius dan pada beberapa wanita muda bisa berakibat fatal.

"Wanita muda dan remaja memiliki risiko 4 kali lipat dibandingkan dengan wanita yang lebih tua untuk mengalami risiko luka parah atau kematian saat melahirkan," lanjut Dr Sadik.

Berikut beberapa bahaya yang mengancam bila wanita menikah dan hamil di usia muda (sebelum 20 tahun):

  1. Secara organ reproduksi ia belum siap untuk berhubungan atau mengandung, sehingga jika hamil berisiko mengalami tekanan darah tinggi (karena tubuhnya tidak kuat). Kondisi ini biasanya tidak terdeteksi pada tahap-tahap awal, tapi nantinya menyebabkan kejang-kejang, perdarahan bahkan kematian pada ibu atau bayinya.
  2. Sel telur yang dimiliki oleh perempuan tersebut belum siap.
  3. Berisiko mengalami kanker serviks (kanker leher rahim), karena semakin muda usia pertama kali seseorang berhubungan seks, maka semakin besar risiko daerah reproduksi terkontaminasi virus.

Selain itu, Dr Sadik juga menyampaikan bahwa menikah di usia muda membuat wanita secara permanen menjadi tidak mandiri dan selalu bergantung pada suaminya, sehingga nantinya akan mempengaruhi pada status sosial dan ekonomi.

"Istri yang masih remaja biasanya tidak mendapatkan pendidikan yang cukup sehingga memotong peluang untuk dapat mandiri, termasuk untuk mencari pelayanan kesehatan reproduksi. Dengan demikian, mereka lebih mungkin terpapar banyak risiko kesehatan, tidak hanya risiko kehamilan tetapi juga kekerasan, infeksi menular seksual termasuk HIV dan AIDS," ujar Dr Nafis.

Sumber : Detik

Monday, October 17, 2011

Waspadalah.....Ponsel Ternyata Jadi Sarang Kuman Tinja?


Sebuah studi baru beberapa ilmuwan Inggris menyebutkan bahwa satu dari beberapa ponsel telah menjadi sarang atau terkontaminasi kuman tinja manusia. Benarkah?

Para ahli mengatakan bahwa temuan ini berdasarkan pada alasan kemungkinan bakteri yang berpotensi berbahaya mencemari ponsel, karena orang tidak mencuci tangan mereka dengan baik dengan sabun setelah pergi ke toilet.

Seperti yang dikutip dari ScienceDaily, penelitian dilakukan ilmuwan dari London School of Hygiene & Tropical Medicine dan Queen Mary, Universitas London, mengungkapkan kecenderungan di kalangan warga Inggris untuk berbohong tentang kebiasaan kebersihan mereka.

Para peneliti melakukan perjalanan ke 12 kota di Inggris, dan mengambil sampel 390 dari ponsel dan tangan yang dianalisis di laboratorium, untuk mengetahui jenis dan jumlah kuman berkeliaran di sana. Mereka juga meminta peserta menjawab serangkaian pertanyaan, tentang kebiasaan mereka mencuci tangan.

Penelitian dilakukan sehubungan dengan Hari Cuci Tangan Sedunia yang jatuh pada 15 Oktober. Meskipun 95% dari orang yang diteliti mengatakan mereka mencuci tangan mereka dengan sabun, sebanyak 92% dari ponsel dan 82 persen dari tangan memiliki bakteri.

Kondisi yang mengkhawatirkan, 16% dari tangan dan 16% dari ponsel ditemukan Escherichia coli, jenis bakteri yang berasal tinja. Escherichia coli sering dikaitkan dengan gangguan lambung, dan telah terlibat dalam kasus-kasus keracunan makanan serius seperti wabah O157 yang fatal di Jerman pada bulan Juni lalu.

Proporsi terbesar dari ponsel terkontaminasi terjadi di Birmingham (41 persen), sementara London memiliki proporsi tertinggi Escherichia coli hadir pada tangan (28 persen).

Para ilmuwan juga menemukan, mereka yang memiliki bakteri di tangan memiliki kemungkinan tiga kali lebih memiliki bakteri di ponsel mereka.

Sementara itu Ahli kebersihan dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, mengatakan, studi ini memberikan lebih banyak bukti bahwa beberapa orang masih tidak mencuci tangan mereka dengan baik, terutama setelah pergi ke toilet.

"Saya berharap temuan E coli di tangan mereka dan telepon mendorong, mereka untuk lebih berhati-hati di kamar mandi. Mencuci tangan dengan sabun adalah suatu hal yang sederhana untuk dilakukan, tetapi tidak ada keraguan itu menyelamatkan nyawa," kata ahli kebersihan tersebut.

Ron Cutler, dari Queen Mary, Universitas London, menambahkan, "Analisis kami menunjukkan, ini adalah masalah nasional. Orang-orang mungkin mengklaim bahwa mereka mencuci tangan mereka secara teratur, tetapi ilmu pengetahuan menunjukkan sebaliknya."

Bakteri tinja dapat bertahan hidup di tangan selama berjam-jam pada suatu waktu, terutama di suhu hangat jauh dari sinar matahari. Kuman itu mudah ditransfer oleh sentuhan di gagang pintu, makanan, dan bahkan telepon seluler. Kuman lalu dapat berpindah ke orang lain.

Setiap tahun, anak-anak di bawah usia lima tahun meninggal dunia oleh pneumonia dan penyakit diare, yang sebetulnya dapat dicegah dengan tindakan sederhana mencuci tangan dengan sabun. Di negara maju, mencuci tangan dengan sabun membantu orang untuk mencegah penyebaran infeksi virus, seperti norovirus, rotavirus, dan influenza.



Sumber : Inilah.com

Thursday, October 13, 2011

Waspadalah.....Sering Pakai Smartphone Ternyata Berbahaya


Sebuah studi baru menyebutkan bahwa keseringan menggunakan smartphone atau PC tablet ternyata berbahaya karena dapat memicu timbulnya 'Text Nect'.

Text neck merupakan istilah untuk mendeskripsikan peregangan leher yang terjadi terlalu lama, dan dapat menjadi pelopor untuk kerusakan rematik secara permanen jika tidak diobati.

Seperti dikutp dari Telegraph, Rachael Lancaster, seorang chiropractor dari Klinik Freedom Back, Leeds, Inggris mengatakan bahwa, banyak pasiennya yang datang kepadanya dan mengeluh masalah yang disebabkan text neck.

"Text neck terjadi karena leher terlalu lama menunduk. Pasien semakin meningkat karena populernya smartphone dan PC tablet, seperti Ipad," jelas Lancaster.

Kondisi ini terjadi karena sendi dan jaringan di leher memang tidak dirancang untuk membungkuk dalam waktu yang lama, dan menghabiskan waktu berjam-jam memandang ke bawah pada layar, sehingga menempatkan sendi dan jaringan di leher dalam keadaan tertekan.

Text neck yang tidak segera diobati, lama-kelamaan akan menyebabkan terjadinya sakit leher, sakit kepala dan nyeri di bahu, lengan hingga pergelangan tangan.



Sumber : inilah.com

Tuesday, October 11, 2011

Waspadalah.....Terlalu Banyak Tidur Bisa Picu Stroke



Selama ini, yang banyak dipermasalahkan orang adalah bahaya kurang tidur. Tapi tidur berlebihan juga tidak sehat bagi tubuh. Salah satunya dampak negatifnya, bisa meningkatkan risiko terkena stroke.

Dr Daniel Kripke, direktur Scripps Clinic Sleep Center di La Jolla, California mengungkapkan bahwa terlalu banyak tidur saat akhir pekan tidak akan membuat seseorang merasa lebih baik. Tidur terlalu lama bisa membuat kekebalan tubuh terganggu.

"Orang yang tidak mendapatkan tidur cukup, baik itu kurang atau berlebih berisiko mengalami kecelakaan lalu lintas, perubahan berat badan, penurunan produktivitas serta terganggunya sistem kekebalan tubuh," ujar Kripke, seperti dikutip dari CNN.

Banyak orang berpikir tidur berlebih saat akhir pekan merupakan 'bonus' bagi tubuh, sehingga orang berpikir akan merasa lebih baik setelahnya. Orang yang biasa tidur sedikit pada hari kerja (sekitar 5 jam) dan tidur berlebih saat akhir pekan yaitu lebih dari 8 jam, akan merasa lelah pada beberapa fungsi tubuhnya sehingga membutuhkan waktu peregangan yang lebih lama ketika bangun tidur.

"Hal ini dikenal dengan 'sleep drunkenness', jika sangat parah bisa membuat orang sulit untuk mengambil keputusan. Tapi untuk kasus yang umum, tidur berlebihan membuat orang pusing saat bangun," ujar Dr Lisa Shives, direktur medis di Northshore Sleep Medicine in Evanston, Illinois.

Pada tahun 2007, sebuah penelitian di Finlandia menemukan risiko kematian meningkat sekitar 20 persen untuk orang-orang yang tidur lebih dari delapan jam. Pada tahun yang sama, studi di Inggris menemukan orang yang tidur 5 jam atau kurang dan mereka yang tidur lebih dari 8 jam juga mengalami peningkatan risiko.

Studi lain menunjukkan orang yang rutin tidur lebih dari delapan jam per malam berisiko lebih besar terkena stroke daripada mereka yang kurang tidur. Salah satu penyebab seseorang tidur berlebihan atau hipersomnia adalah memiliki kualitas tidur yang buruk, sehingga tidak bisa mengatur jadwal tidur dengan baik. Diperkirakan, faktor genetik juga jadi faktor penyebabnya.
   
Sumber : Pesatnews.com



Friday, October 7, 2011

Waspadalah..... Jika Pipis Lebih dari 8 Kali


Jika sering bolak-balik ke toilet pada siang hari atau malam hari, Anda patut waspada. Kemungkinan besar ada masalah di saluran kencing Anda. “Untuk kondisi normal di siang hari ini maksimal delapan kali. Harus hati-hati apalagi jika disertai susah menahan keinginan pipis,” ujar ahli urologi Rumah Sakit Asri Dr. Harrina E. Rahardjo saat Edukasi Media tentang Lakukan Tindakan Tepat untuk Mengatasi Inkontinensia Urin di Jakarta, Senin 3 Oktober 2011.

Tanda-tanda sering pipis dan susah menahan pipis ini bisa menjadi penanda inkontinensi atau pipis yang tak terkontrol. Harrina mengatakan tubuh butuh minum antara 2-2,5 liter air. Tubuh mempunyai sistem untuk mengeluarkan cairan. Dalam kondisi normal seseorang akan mengeluarkan urine atau kencing setiap 3-4 jam sekali. “Kandung kencing bisa menampung 300-400 cc dan setiap keluar harus habis,” ujarnya.

Namun Harrina juga mengingatkan jenis minuman bisa memicu seseorang lebih sering ke kamar kecil. Dia mencontohkan minuman kafein atau soda. Minuman yang mengandung kafein akan mempengaruhi pola buang air kecil.

Jika seseorang merasa beser atau sering pipis bolak-balik, harus dipastikan apakah karena kebanyakan minum atau memang ada sesuatu yang tidak normal. Demikian juga pada malam hari, jika seseorang bolak-balik terbangun untuk kencing. Selain dicurigai ada masalah, hal ini juga bisa menimbulkan gangguan fisik dan psikologis.

Setelah ditemukan sumber masalahnya, terapi bisa banyak dilakukan. Mulai dari pengobatan, perubahan perilaku, hingga operasi. Terapi pengobatan dan perilaku cukup efektif untuk mengatasi masalah ngompol ini. Terapi perilaku yang banyak dilakukan seperti mengurangi minum di malam hari, mengubah pola makan yang lebih kaya serat untuk mengurangi mengejan, melakukan senam kegel, dan penguatan otot dasar panggul.

Ahli Urologi lain, Dr. Arry Rodjani, juga meminta untuk rajin berolahraga terutama yang memperkuat otot dasar panggul. Jika semua terapi seperti pengobatan dan perubahan perilaku tak mempan, alternatif operasi harus dilakukan. Dia pun menguraikan beberapa teknik operasi. Cara operasi terbaru yakni dengan memasangkan semacam pita untuk menyangga kantong kemih. “Pada dasarnya ini menguatkan kantong kemih supaya tidak turun akibat lemahnya otot dasar panggul,” ujar dia.




Sumber : Tempointeraktif

Thursday, October 6, 2011

Waspadalah.....Sembarangan Duduk Saat Bekerja Picu Penuaan Dini


Pernah memperhatikan bagaimana posisi duduk Anda saat bekerja di kantor?  Hati-hati bila Anda memiliki kebiasaan duduk atau berdiri yang kurang baik karena hal ini dapat memicu penuaan dini. Postur tubuh yang kurang baik tersebut akan menyebabkan nyeri di bagian leher dan pundak, sakit di punggung bawah, dan sakit kepala.

Menurut penelitian, sejak usia 25 tahun, kita sudah mengidap sarcopenia atau kehancuran massa otot. Secara rata-rata, kita kehilangan seperlima dari setiap 450 gram otot setiap tahun. Masalah utamanya adalah melemahnya otot-otot perut yang disebabkan oleh kondisi duduk membungkuk selama bertahun-tahun, yang menyebabkan tekanan yang tidak seimbang pada tulang belakang bagian bawah. Demikian menurut Carolyn Hewison, manajer fisioterapi untuk rumah sakit dari grup Nuffield.

Untuk menghindari postur tubuh yang buruk, cobalah untuk berdiri tegak beberapa kali dalam sehari. Caranya dengan berdiri menempel di dinding, termasuk pundak, pinggang, dan kepala, untuk mendorong postur yang lebih baik. "Cobalah menjaga posisi tersebut saat Anda berjalan. Semakin sering Anda melakukannya, semakin terbiasa otot-otot perut dan punggung Anda dalam memberikan dukungan yang diperlukan (untuk menyangga tubuh)," tuturnya.

Memang tidak ada cara untuk mencegah sarcopenia ini sepenuhnya. Namun, Anda bisa mencoba mencegah kondisi tersebut dengan melakukan latihan beban secara teratur untuk mendapatkan kekuatan otot.

"Fungsi otot bisa meningkat dengan latihan daya tahan, bahkan setelah awal serangan sarcopenia," ujar Robert Wolfe, profesor bidang geriatrik (ilmu tentang orangtua) di University of Arkansas.

Menurut dia, jauh lebih efektif untuk memulainya sebelum proses penuaan tersebut dimulai pada usia 40 tahun. Dengan kata lain, bila ingin awet muda, biasakan menjaga postur tubuh yang baik dengan berdiri tegak.



Sumber : TribunNews.com

Belajar Al-Qur'an Online

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran