Clock By Blog Tips

Friday, February 11, 2011

Waspadalah.....Menahan Suara Desahan Saat Bercinta Bisa Bikin Penyakit


Jangan menahan diri anda saat mendesah, karena itu bagian dari keindahan. 

Desahan seringkali sulit terkontrol saat mencapai puncak kenikmatan dalam hubungan seksual. Saat menyadarinya, banyak pasangan yang menahan erangan kenikmatan itu sekuat tenaga. Alasannya: malu!

Seperti dikutip dari laman Shine, banyak pasangan menahan desahan lantaran khawatir menembus tembok dan terdengar tetangga. Sebagian malu karena tak ingin terlihat konyol dan terkesan seperti bintang porno.
Di balik kesan tabu yang mempengaruhi psikologis sejumlah pasangan, desahan saat berhubungan seksual ternyata memiliki sejumlah manfaat. 

1. Desahan menjadi salah satu cara untuk mengomunikasikan perasaan kepada pasangan saat berhubungan intim. Desahan akan menuntun pasangan meneruskan rangsangan dan memudahkan menuju kenikmatan puncak. 

2. Dengan desahan, pasangan akan merasa bahwa sentuhan atau rangsangan yang diberikan tepat, tanpa perlu mengeluarkan kata-kata. Hal ini akan meningkatkan rasa percaya diri pasangan. 

3. Desahan yang muncul saat melakukan hubungan intin bisa membantu pasangan untuk mengembangkan teknik rangsangan seksual sesuai keinginan Anda. 

4. Desahan membuat tenggorokan dan mulut terbuka. Hal ini bermanfaat untuk melepas ketegangan di area leher. Kondisi ini melancarkan aliran darah ke otak sehingga akan memaksimalkan sensasi kenikmatan.
Desahan memang reaksi alamiah yang muncul saat berhubungan intim. Tapi, jangan gaduh dan membiarkan suara nikmat menembus tembok kamar. Jangan sampai bernasib sama dengan pasangan Steve dan Caroline Cartwright, yang harus berurusan dengan pengadilan gara-gara gaduh saat bercinta.



vivanews

Waspadalah.....Silikon untuk Bokong Nyasar ke Arteri yang Bikin Nyawa Hilang


Hati-hati dengan suntik silikon yang dilakukan secara ilegal. Jika salah sasaran, nyawa jadi taruhannya. Seperti yang dialami gadis 20 tahun yang ingin perbesar bokong tapi silikonnya nyasar ke pembuluh darah arteri (nadi).

Gadis malang tersebut adalah Claudia Seye Aderotimi, mahasiswi berusia 20 tahun yang meninggal Senin (7/2/2011) di sebuah rumah sakit karena mengalami masalah pernapasan dan sakit dada.

Pihak berwenang yang menangani kasusnya menemukan bahwa Aderotimi meninggal setelah menjalani operasi silikon ilegal yang disuntikkan ke bokongnya di sebuah hotel di Philadelphia, AS.

Menurut Letnan Ray Evers yang menyelidi kasus ini, Aderotimi beserta tiga temannya yang tinggal di London terbang ke Philadelphia untuk melakukan operasi silikon. Informasi operasi ilegal tersebut diperolehnya secara online.

Satu teman Aderotimi yang juga mendapatkan suntikan ilegal di pinggul dan bokongnya, dinyatakan selamat dan tidak dirawat di rumah sakit.

Aderotimi diyakini meninggal karena silikon yang disuntikkan langsung ke masuk ke arteri, sehingga menyebabkan paru-parunya mati dan jantungnya berhenti, seperti dilansir Aolhealth, Jumat (11/2/2011).

"Jika Anda mendapatkan zat asing ke dalam aliran darah, hal itu bisa menyumbat pembuluh darah yang sangat penting. Ini biasanya masuk ke paru-paru, sehingga Anda tidak bisa mendapatkan oksigen ke dalam aliran darah. Orang bisa benar-benar tercekik sampai mati," jelas Dr Anthony Youn, ahli bedah plastik dari Michigan.

Menurut Dr Youn, kemungkinan Aderotimi menderita pulmonary embolism (emboli paru atau penggumpalan darah di paru-paru). Kesulitan bernapas dan nyeri dada adalah gejala umum dari emboli paru.

Suntikan silikon cair tidak pernah disetujui untuk digunakan sebagai kosmetik oleh badan pengawas obat adan makanan AS (FDA), karena zat ini sangat berbahaya.

"Ini prosedur yang tidak mungkin dilakukan oleh ahli bedah yang waras," lanjut

Selain silikon cair, injeksi ilegal hidrogel, jeli petroleum dan parafin juga telah digunakan untuk operasi ilegal memperbesar payudara wanita, pinggul dan bokong, menurut laporan Associated Press (AP).

Bahkan jika pasien bertahan dari suntikan, komplikasi jangka panjang bisa lebih parah dan terkadang bahkan mematikan.

Menurut Dr Youn, peradangan massa besar yang disebut granuloma dapat terbentuk dan infeksi dapat berkembang lama setelah prosedur telah dilakukan.

"Silikon dapat mengeras dua atau tiga tahun ke depan ke dalam massa yang besar, dan tubuh dapat benar-benar menolaknya nanti. Satu-satunya cara untuk mengobati itu adalah memotongnya secara fisik. Sangat tidak bijaksana untuk menyuntikkan zat permanen ke dalam tubuh," ungkap Dr Youn.




detik

Waspadalah.....Hati-hati Beri Antibiotik pada Anak yang Belum Tumbuh Gigi


Sebaiknya hati-hati memberi antibiotik pada anak yang belum tumbuh gigi. Alih-alih membuat anak sehat, antibiotik justru bisa membuat gigi anak menjadi kuning secara permanen dan bahkan tak bisa diputihkan dengan bantuan bleaching (memutihkan gigi) sekalipun.

"Gigi kuning itu bisa karena bermacam-macam, yaitu ada faktor ekstrinsik, intrinsik dan usia," jelas drg Prita Widianti, dokter gigi dari RS Metropolitan Medical Centre, dalam acara konferensi pers 'Make Up Bagi Gigi Anda' di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (10/2/2011).

Kalau faktor ekstrinsik, lanjut drg Prita, biasanya dari makanan dan minuman, misalnya makanan yang mengandung kunyit, teh, kopi, soda yang dikonsumsi dalam jangka panjang dan terus menerus. Kondisi gigi kuning seperti ini bisa diputihkan dengan bleaching.

"Sedangkan kalau faktor instrinsik itu dari dalam. Pernah lihat orang yang giginya coklat belang-belang atau abu-abu? Itu biasanya karena antibiotik," jelas drg Prita yang juga cosmetic dentofacial care.

Menurut drg Prita, antibiotik tertentu yang diminum berlebihan oleh anak usia 1-2 tahun, saat gigi belum mulai tumbuh, dapat menyebabkan giginya tumbuh kuning atau coklat secara permanen yang tidak bisa diputihkan kembali dengan bleaching sistem apapun.

"Jadi pada saat gigi belum tumbuh, antibiotik mempengaruhi sistem benihnya. Nah, waktu tumbuh itu jadi ada noda. Kalau kondisinya seperti ini nggak bisa di whitening, sistem apapun nggak bisa," lanjut drg Prita.

Jalan satu-satunya untuk memutihkan gigi yang kuning permanen ini adalah dengan pelapisan vinir atau porselen pada gigi yang bersifat permanen.

"Itu harus pakai pelapis satu-satu, karena pakai whitening dari dokter pun nggak bisa. Dengan pasta gigi apapun juga nggak bisa. Itu udah dari dalam," tegas drg Prita.

drg Prita menjelaskan, perawatan gigi yang bisa membantu orang dengan kondisi kuning permanen hanyalah pemutihan gigi secara permanen, yaitu dengan melapisi gigi dengan lapisan tertentu atau ditambal dengan vinir atau porselen.

Berbeda dengan proses bleaching yang tak bisa memilih tingkat kecerahan gigi, untuk pelapisan gigi dengan vinir atau porselen, pasien bisa memilih sendiri derajat keputihan gigi yang diinginkan. Putihnya pun bersifat permanen karena berasal dari lapisan tambahan.

Dan untuk perawatan yang harus melapisi gigi satu persatu, drg Prita mengatakan biayanya mencapai 5-10 juta per gigi.




detik

Thursday, February 10, 2011

Waspadalah.....Gampang Tersinggung Menandakan Tubuh Kurang Cairan



Emosi dan suasana hati dipengaruhi oleh status hidrasi atau keseimbangan cairan tubuh. Saat tubuh kehilangan banyak cairan dan kurang diimbangi dengan banyak minum, emosi sulit dikendalikan sehingga orang menjadi mudah tersinggung dan marah-marah.

Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan 2 ahli saraf dari University of Connecticut, Lawrence E Armstrong dan Harris R Lieberman. Penelitian yang dipublikasikan tahun 2009 ini melibatkan 26 pria dan 25 wanita sehat yang disuruh berolahraga 3x40 menit dalam ruangan bersuhu 28 derajat celcius.

Para partisipan dikondisikan untuk tidak banyak minum, meski aktivitas yang dilakukan membuat tubuhnya sangat berkeringat. Tingkat hidrasi para partisipan diukur tiap jeda istirahat, lalu dibandingkan dengan status kejiwaan dan kemampuan berpikirnya yang diukur lewat psikotes.

Kemampuan berpikir tampak mengalami penurunan seiring makin banyaknya cairan tubuh yang hilang melalui keringat. Pada tingkat dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh 1,5 persen pada pria dan 1,3 persen pada wanita, kemampuan mengingat dan menjaga konsentrasi berkurang cukup signifikan.

Sementara itu, dampak dari berkurangnya cairan tubuh juga teramati pada status mental dan kejiwaan. Pada level hidrasi tersebut, baik pria maupun wanita mulai merasakan letih pikiran, bingung, gelisah dan mudah terserang stres.

Dosen ilmu gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr dr Saptawati Bardosono, MSc atau biasa dipanggil dr Tati mengatakan gejala itu merupakan dampak dehidrasi ringan. Dehidrasi ringan ditandai dengan hilangnya cairan tubuh kurang dari 10 persen.

"Makanya kalau rekan kerja mulai marah-marah, sarankan saja untuk minum. Mungkin dia hanya kurang minum," kata dr Tati dalam jumpa pers bertema "Waspada Dampak Dehidrasi Ringan Terhadap Kinerja, Kognitif dan Mood" di Hotel Le Meredien Jakarta, Rabu (9/2/2011).

Meski hanya berdampak pada pikiran dan status mental kejiwaan, dampak dehidrasi ringan bisa mengurangi produktivitas. Seseorang yang mengalami dehidrasi ringan menjadi tidak produktif karena mudah panik, gelisah, tersinggung dan marah-marah.

Pada level ini, dehidrasi belum menimbulkan gejala klinis seperti pusing, sakit kepala maupun kejang-kejang. Gejala klinis tersebut baru akan muncul jika dehidrasi dibiarkan terus menerus tanpa ada penanganan.

Dehidrasi yang fluktatif atau kumat-kumatan juga berdampak pada status mental kejiwaan. Menurut dr Tati, dehidrasi fluktiatif bisa menyebabkan halusinasi (mendengar suara-suara aneh), delusi (melihat hal-hal aneh) dan kehilangan kemampuan untuk memusatkan perhatian.





detik

Wednesday, February 9, 2011

Waspadalah.....Jangan Tinggalkan Kebiasaan Jemur Bantal dan Kasur


Kebiasaan menjemur bantal dan kasur sudah mulai jarang dilakukan orang. Padahal kebiasaan menjemur bantal dan kasur di bawah sinar matahari sangat bagus buat kesehatan badan saat tidur.

Asal tahu saja, bantal dan kasur adalah tempat ternyaman buat Tungau alias Kepinding alias Bangsat alias kutu busuk (Cimex rotundanus).

Kepinding ini biasanya hidup disela-sela kasur, bantal, seprai, tikar, dan suka menggigit manusia yang membuat gatal dan kemerahan.

Memang belum ada penelitian, gigitan kepinding bisa berakibat penyakit serius. Tapi gigitan kepinding bisa mengganggu kualitas tidur. Dan jika tidur kurang nyenyak akibatnya akan membuat tubuh tidak fit.

Efek dari gigitan serangga ini bisa sangat beragam, mulai dari kulit memerah, bentol, dan jika kulitnya sensitif bisa menyebabkan iritasi kulit, seperti dikutip dari Livestrong, Rabu (8/2/2011).

Sedangkan debu-debu yang menempel di bantal dan kasur bisa menyebabkan reaksi alergi seperti gatal-gatal atau masuk ke paru-paru yang membuat napas sesak dan batuk. Belum lagi, bau kasur yang pengap juga bisa membuat seseorang terjaga tiap malamnya.

Untuk menjaga agar tidak banyak debu atau kepinding dan bau kasur yang tidak sedap, maka menjemur kasur dan bantal di bawah sinar matahari merupakan salah satu jalan keluar yang mudah dilakukan.

Jika cuaca sedang baik dan kecepatan anginnya tidak terlalu tinggi cobalah untuk menjemur kasur dan bantal di luar rumah. Sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari bisa membantu menghilangkan segala jenis bau dan juga serangga yang menempel di kasur.

Tips menjemur bantal dan kasur:

1. Lepaskan seprai dan sarung bantal lalu jemur keduanya selama minimal 4 jam sambil sesekali di tepuk-tepuk dengan sapu lidi bersih atau kayu.

2. Setelah selesai, masukkan kembali kasur dan bantal ke dalam rumah dan vacuum atau bersihkan dengan sapu lidi bersih di sisi tempat tidur untuk menyingkirkan akumulasi debu dan kotoran yang menempel lalu gunakan seprai dan sarung bantal yang bersih.

3. Jemur kasur dan bantal sebulan sekali, sedangkan seprai dan sarung bantal hendaknya diganti setiap seminggu sekali.




 detik

Waspadalah.....Depresi Mempengaruhi Bayi


Tahukah anda bahwa sebagian besar ibu yang baru melahirkan cenderung mengalami baby blues. Baby Blues merupakan kondisi depresi pascapersalinan yang jika tidak ditangani akan berdampak pada perkembangan anak.

Baby Blues Syndrome atau postpartum syndrome adalah kondisi yang dialami oleh hampir 50 persen perempuan yang baru melahirkan. Kondisi ini dapat terjadi sejak hari pertama setelah persalinan dan cenderung akan memburuk pada hari ketiga sampai kelima setelah persalinan. Baby Blues cenderung menyerang dalam rentang waktu 14 hari terhitung setelah persalinan.

Penyebab Baby Blues disepakati ada empat faktor, yaitu:
Hormonal. Usai bersalin, kadar hormon kortisol (hormon pemicu stres) pada tubuh ibu naik hingga mendekati kadar orang yang sedang mengalami depresi. Di saat yang sama hormon laktogen dan prolaktin yang memicu produksi ASI sedang meningkat. Sementara pada saat yang sama kadar progesteron sangat rendah. Pertemuan kedua hormon ini akan menimbulkan keletihan fisik pada ibu dan memicu depresi.

Psikologis. Berkurangnya perhatian keluarga, terutama suami karena semua perhatian tertuju pada anak yang baru lahir. Padahal usai persalinan si ibu yang merasa lelah dan sakit pascapersalinan membuat ibu membutuhkan perhatian. Kecewa terhadap penampilan fisik si kecil karena tidak sesuai dengan yang diinginkan juga bisa memicu baby blues.

Fisik. Kelahan fisik karena aktivitas mengasuh bayi, menyusui, memandikan, mengganti popok dan menimang sepanjang hari bahkan tak jarang di malam buta sangatlah menguras tenaga. Apalagi jika tidak ada bantuan dari suami atau anggota keluarga yang lain.

Sosial. Si ibu merasa sulit menyesuaikan diri dengan peran baru sebagai ibu. Apalagi kini gaya hidupnya akan berubah dratis. Anda merasa dijauhi oleh lingkungan dan merasa akan terasa terikat terus pada si kecil.

Beberapa gejala yang bisa diartikan sebagai Baby Blues yaitu menangis tanpa sebab, berkeringat dingin, sesak napas, sulit tidur, gelisah, tegang, bingung, merasa sendiri, sedih, tampak murung, sakit, marah, merasa bersalah dan tak berharga, punya pikiran negatif pada suami, dan kehilangan nafsu makan adalah gejala umum yang biasanya dialami ibu yang mengalami Baby Blues.

Baby Blues yang diderita para ibu baru ini akan berdampak pada bayi, karena stres serta sikap tidak tulus ibu yang terus-menerus bisa membuat bayi anda tumbuh menjadi anak yang mudah menangis, cenderung rewel, pencemas sekaligus pemurung. Dampak lain yang tak kalah merugikan adalah si anak cenderung mudah sakit.
 
Ada beberapa cara mengatasi Baby Blues ini, seperti:
  • Mintalah bantuan orang lain, misalnya kerabat atau teman untuk membantu mengurus si kecil.
  • Ibu yang baru saja melahirkan sangat butuh istirahat dan tidur yang cukup. Lebih banyak istirahat di minggu-minggu dan bulan-bulan pertama setelah melahirkan. Hal ini untuk mencegah depresi dan memulihkan tenaga yang seolah terkuras habis.
  • Hindari makanan manis serta makanan dan minuman yang mengandung kafein, karena kedua makanan ini berpotensi memperburuk depresi.
  • Konsumsilah makanan yang bernutrisi agar kondisi tubuh cepat pulih, sehat dan segar.
  • Cobalah berbagi rasa dengan suami atau orang terdekat lainnya, karena dukungan dari mereka bisa membantu mengurangi depresi.





Samarinda Pos

Waspadalah.....Sering Menyentuh Wajah, Mudah Terserang Flu !


Kebiasaan sering memegang wajah ternyata tidak hanya bisa membuat wajah berjerawat saja. Peneliti dari Amerika menemukan fakta terkini yang menunjukkan bahwa mereka yang sering memegang wajah lebih gampang terserang influenza.

Para peneliti dari UC Berkeley and the University of Illinois menyebutkan bahwa risiko terkena influenza akibat memegang wajah adalah sekitar 50 persen. Area di sekitar wajah adalah area yang paling dekat dengan saluran pernafasan.

Meningkatnya risiko terkena flu akibat memegang wajah bukan berarti virus influenza bisa menembus kulit di wajah. Virus Infuenza memang tidak bisa menembus kulit, tapi bisa tumbuh dan berkembang di area atau cairan basah yang ada di sekitar hidung, mulut dan mata seperti ingus, lendir atau air mata.

Dalam sebuah studi, peneliti mengobservasi kegiatan memegang wajah para responden setiap satu jam sekali selama 16 kali. Hasil survei pun menunjukkan bahwa mereka yang lebih sering memegang wajah ternyata lebih sering juga terkena influenza.

Virus influenza bisa bertahan di permukaan keras seperti tangan hingga 24-48 jam setelah kontak dengan virus. Pertahanan terbaik terhadap segala jenis virus influenza adalah dengan mencuci tangan dan usahakan menghindari menyentuh bagian wajah jika tidak terlalu penting.



Samarinda Pos

Tuesday, February 8, 2011

Waspadalah.....Tinggal Dekat dengan SPBU Bisa Kena Kanker


Jika berencana membeli rumah di tepi jalan raya, pertimbangkan jaraknya dengan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terdekat. Menurut penelitian, risiko kanker bisa meningkat pada penghuni rumah dalam jarak kurang dari 91 meter dari SPBU.

Penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari University of Murcia di Spanyol tersebut mengungkap jarak minimal antara rumah tinggal dengan SPBU adalah 50 yard atau sekitar 45,72 meter. Kurang dari jarak tersebut, tingkat pencemaran udaranya bisa membahayakan kesehatan.

Bahkan untuk beberapa jenis fasilitas publik yang mensyaratkan lingkungan bebas polusi, jarak ideal yang dianjurkan adalah 2 kali lipatnya yakni 100 yard atau sekitar 91,44 meter. Fasilitas yang dimaksud meliputi rumah sakit, sekolah dan rumah tinggal bagi lanjut usia (lansia).

Pada jarak tersebut, tingkat pencemaran udara oleh uap benzen yang berasal dari bahan bakar dianggap sudah aman bagi manusia. Uap benzen merupakan komponen bahan bakar minyak yang mudah menguap, yang merupakan salah satu karsinogen atau pemicu kanker ketika terhirup oleh pernapasan.

"Di lingkungan urban di mana tingat polusi udara paling banyak disebabkan oleh lalu lintas, kontaminasi polutan di area sekitar SPBU teramati paling tinggi dibandingkan rata-rata," ungkap salah satu peneliti, Marta Doval seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (8/1/2011).

Menurut para peneliti, kontaminasi uap benzen terjadi akibat menguapnya abhan bakar selama proses bongkar muat tangki bahan bakar. Selain itu, aktivitas pengisian bahan bakar kendaraan bermotor dan kebocoran tangki juga menyebabkan uap benzen menyebar.

Selain dipengaruhi oleh jarak, tingkat polusi di sekitar SPBU juga dipengaruhi oleh faktor lain. Di antaranya banyaknya kendaraan yang melakukan aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU tersebut, struktur bangunan SPBU dan juga cuaca.

Penelitian tersebut dipublikasikan baru-baru ini dalam Journal of Environmental Management.




detik

Waspadalah..... Penyebab Serangan Jantung Mendadak Usai Olahraga


Melakukan gerak badan secara teratur banyak disarankan untuk mengurangi penyakit kardiovaskular. Namun, tidak sedikit orang yang justru terkena serangan jantung setelah berolahraga. Sebelumnya, seniman Betawi Benyamin S dan pelawak Basuki meninggal saat bermain bola. Terakhir, aktor sekaligus politisi Partai Demokrat Adjie Massaid menghembuskan nafas terakhir usai bermain futsal. 

Serangan jantung yang timbul usai berolahraga itu, menurut dr.Grace Tumbelaka, Sp.OK, biasanya terjadi pada orang yang punya risiko penyakit jantung atau pada mereka yang jantungnya tidak terlatih namun nekat berolahraga.

"Coba perhatikan orang-orang yang mengalami kematian mendadak itu, biasanya mereka sudah tidak muda lagi dan karena kesibukannya tidak bisa menyempatkan olahraga secara rutin," papar dr.Grace, ahli kedokteran olahraga.

Ia menambahkan, setiap olahraga permainan, seperti basket, sepak bola, tenis, atau futsal, memiliki sifat yang hampir sama. "Yang menyebabkan serangan jantung adalah karena jantungnya tidak terlatih. Kalau seseorang sudah biasa olahraga sejak muda, tidak terputus dan rutin dilakukukan tiga kali seminggu, maka mengalami efek akibat olahraga lebih kecil," katanya.


Karena itu, ia menyarankan agar setiap orang yang sudah berusia 40 tahun melakukan pemeriksaan kesehatan untuk menentukan jenis latihan yang tepat. "Di usia ini rata-rata orang punya risiko penyakit jantung," imbuhnya.
Grace menambahkan, setiap tahapan usia memiliki tingkat latihan dan porsi tersendiri, terutama intensitasnya.
"Saat berolahraga, kebutuhan jantung akan oksigen meningkat dan jantung akan memompa lebih keras lagi. Jika sebelumnya sudah ada sumbatan di pembuluh darah, ini bisa membuat kebutuhan oksigen jantung tidak tercukupi," kata dokter yang pernah  menangangi tim Pelatnas PBSI ini.

Untuk mereka yang telah berusia paruh baya, pemeriksaan prepartisipasi wajib dilakukan. "Pemeriksaan ini sekarang baru dilakukan para atlet, padahal ini bisa dilakukan semua orang untuk menentukan jenis olahraga yang tepat," paparnya.

Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, olahraga seharusnya dilakukan dengan tepat dan diawasi sehingga tidak berlebihan.
Penelitian menunjukkan, prosentase pengidap penyakit jantung yang memiliki riwayat faktor risiko tertentu itu sangat tinggi. Faktor risiko tersebut termasuk gaya hidup dan karateristik tertentu dari keluarga.

Menurut dr.Sally A.Nasution, Sp.PD, faktor risiko penyakit jantung terbagi dalam dua, yakni faktor yang tidak bisa diubah, yang meliputi jenis kelamin, usia dan riwayat keluarga. "Jika ada dalam keluarga kita orang yang terkena serangan jantung, maka risiko kita juga semakin tinggi," katanya dalam sebuah acara yang diadakan oleh Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam di Jakarta.

Kendati demikian, masih banyak faktor risiko lain yang bisa dikendalikan, yakni pola makan, kebiasaan olahraga, kegemukan, kadar lemak darah, serta kebiasaan merokok. "Makin banyak faktor risiko yang dimiliki, makin cepat penebalan dinding pembuluh darah," paparnya.

Penebalan pembuluh darah atau aterosklerosis adalah timbunan lemak (plak) yang menumpuk dalam arteri sehingga arteri menyempit dan aliran darah terhambat. Ini adalah penyebab awal tersumbatnya pembuluh darah yang menuju jantung sehingga terjadi serangan jantung atau nyeri dada (angina).

Yang terpenting dilakukan adalah mencegah terjadinya aterosklerosis meski tidak ada gejala. Pemeriksaan lemak darah (kolesterol), pengukuran tensi darah serta menjaga berat badan dalam kondisi ideal perlu dilakukan, terutama untuk mereka yang sudah memasuki usia 40 tahun.

Deteksi dini adanya penyakit jantung koroner juga bisa dilakukan dengan berbagai tes khusus, seperti EKG (elektrokardiogram), treadmill, tes darah, foto toraks, dan sebagainya




Suara Media

Monday, February 7, 2011

Waspadalah.....Makin Buncit Perut, Makin Cepat Pikun


Serangan jantung bukan satu-satunya ancaman bagi pemilik perut buncit dan tekanan darah tingi. Bagi yang lolos dari ancaman paling mematikan tersebut, masih ada risiko lain yakni kemunduran fungsi kognitif alias pikun lebih cepat.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi serta perut buncit alias obesitas sentral merupakan beberapa gejala yang ditemukan pada penderita sindrom metabolik. Gejala lainnya adalah kadar gula dan kolesterol jahat yang lebih tinggi dari normal.

Sindrom metabolik sejak lama dihubungkan dengan risiko berbagai penyakit mematikan di antaranya adalah diabetes, serangan jantung dan stroke. Bagi pria, risiko lain yang tersembunyi di balik sindrom metabolik adalah impotensi atau lemah syahwat.

Baru-baru ini, sebuah penelitian di University Victor Segalen Bordeaux 2 di Prancis menambah panjang daftar risiko kesehatan di balik sindrom metabolik. Risiko terbaru yang terungkap adalah pikun atau kemunduran fungsi kognitif yang lebih cepat dibandingkan umur rata-rata.

Penelitian yang melibatkan lebih dari 7.000 orang tersebut mengungkap, 16 persen pria dan wanita di Prancis yang berusia 65 tahun ke atas mengidap sindrom metabolik. Artinya selain memiliki perut buncit, banyak di antara responden punya risiko tekanan darah tinggi.


Kondisi ini ternyata berpengaruh pada hasil tes kognitif atau kemampuan mengingat yang diberikan oleh para peneliti. Pada partisipan yang memiliki sinrom metabolik, skornya teramati sekitar 13 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata skor pada kelompok partisipan yang sehat.

"Penelitian ini juga menyimpulkan, penanganan yang baik terhadap gangguan-gangguan yang berhubungan dengan sindrom metabolik yang meliputi hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi) dan hipertensi, bisa menunda pikun," ungkap salah satu peneliti, Christelle Raffaitin seperti dikutip dari USA Today, Senin (7/1/2011).

Para peneliti berharap, dalam riset berikutnya akan terungkap dengan lebih spesifik faktor apa yang sebenarnya menyebabkan pengidap sindrom metabolik menjadi lebih cepat pikun.

Jika berhasil, para peneliti berniat mengembangkan obat untuk sindrom metabolik yang sekaligus bisa mencegah atau menunda pikun.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan baru-baru ini dalam jurnal online Neurology.



detik

Waspadalah.....Bahaya Diet Makanan Mentah


Mengonsumsi makanan mentah (raw food) kini menjadi pilihan sejumlah orang. Jenis makanan yang dipilih adalah biji-bijian, sayur-sayuran, kacang-kacangan, buah, dan sebagainya. Ternyata diet makanan mentah sangat berbahaya.

"Dengan kondisi air tanah yang seperti sekarang, saya tidak merekomendasikan diet makanan mentah, kecuali jika bahan makanan mentah itu dicuci dulu dengan air matang," kata Idrus Jus'at Ph.d, dekan Fakultas ilmu kesehatan Universitas Esa Unggul.

Arus yang mendasari mulai merebaknya pengonsumsian bahan makanan yang masih mentah itu adalah konsep yang mengatakan tubuh manusia tidak didesain untuk menerima makanan yang telah dimasak.

Makanan yang sudah melalui proses pemasakan juga disebut sudah kehilangan unsur-unsur gizi sehingga tidak menyehatkan lagi. Makanan mentah juga dipercaya akan mengeluarkan racun dari tubuh secara alami.

Beberapa penganut diet raw food juga percaya pola makan ini bisa menurunkan berat badan, membuat kulit lebih sehat dan tubuh lebih bugar.

Akan tetapi, muncul kekhawatiran dari diet ini, yakni adanya bakteri dan pestisida yang mungkin masih menempel dalam bahan-bahan makanan.

Idrus juga membantah pendapat yang menyebutkan makanan matang bisa menghilangkan unsur gizi makanan.

"Jika sayuran direbus, yang akan berubah cuma unsur vitamin C, tapi tidak begitu banyak yang hilang. Kecuali jika direbus sampai lembek," paparnya.



 wartakota

Belajar Al-Qur'an Online

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran