Clock By Blog Tips

Monday, July 18, 2011

Waspadalah.....Gairah Seksual Redup? Ini Pemicunya


Studi The British Association of Urological Surgeons menemukan bahwa 2/3 wanita mengalami penurunan gairah seksual terhadap pasangannya. Dari studi itu terungkap bahwa ada banyak hal yang bisa membunuh gairah seksual wanita.

Sebanyak 47 persen wanita mengalami penurunan hasrat seksual, 45 persen mengalami masalah orgasme, 40 persen mengalami masalah gairah, 39 persen merasa kurang puas, 37 persen kurang lubrikasi, dan 36 persen mengaku nyeri saat berhubungan seks.

Psikoterapis Dr Tina B Tessina yang juga penulis 'Money, Sex and Kids: Stop Fighting About the Three Things That Can Ruin Your Marriage' mengatakan, salah satu masalah terbesar yang dihadapi wanita ketika berhubungan seksual saat mengingat pengalaman buruk bersama pria di masa lalu. Ini membuatnya merasa sangat tak nyaman.

"Seks adalah kegiatan yang sangat intim. Dan wanita rentan mengalami hal-hal yang bisa menurunkan gairah seksualnya. Ketika mereka merasa tidak aman dan tidak dicintai, mereka akan memiliki masalah." kata sang psikoterapis yang dijuluki sebagai 'Dr Romantis'.

Selain itu, media seperti televisi, film , serta iklan-iklan majalah dan televisi seringkali menampilkan sosok wanita dengan bentuk tubuh langsing ideal, membuat banyak wanita dengan proporsi tubuh tak ideal merasa minder saat berhadapan dengan suami.

Dr Tessina mengatakan, aktivitas seksual adalah salah satu bentuk komunikasi. Karenanya, Anda boleh mengatakan terus terang kepada pasangan jika tidak benar-benar menikmati hubungan intim yang terjadi.  "Jika ingin kehidupan rumah tangga langgeng, berbagi apapun dengan pasangan sangat penting."

Tapi jika Anda merasa kesulitan mengkomunikasikanmasalah kehidupan seksual dengan pasangan, mungkin Anda butuh seorang terapis. "Anda perlu memahami perasaan dan reaksi Anda sendiri untuk berkomunikasi kepada seseorang yang mencintai Anda," kata Dr Tessina.

Dr Tessina mengatakan, tidak mudah memperbaiki hubungan suami istri yang tak harmonis. Namun, proses penyembuhan yang sukses akan membuat hubungan lebih kuat.

"Ini seperti menemukan yang terbaik dari siapa Anda, yang tersembunyi di bawah rasa sakit dan ketakutan. Berfokus pada penyembuhan luka seksual akan membebaskan Anda untuk mencintai pasangan sepenuhnya. Mungkin untuk pertama kalinya dalam hidup Anda," ujarnya.






Sumber : VivaNews

Tuesday, July 12, 2011

Waspadalah..... Bakteri Pengintai Ibu Hamil


Selama masa kehamilan, sistem kekebalan tubuh selalu berubah. Ibu hamil menjadi lebih rentan penyakit dan infeksi oleh bakteri ataupun virus.

Paparan bakteri dan virus bisa datang dari mana saja, salah satunya adalah makanan. Nah, berikut babarapa bakteri yang harus dihindari oleh ibu hamil :

Escherichia coli

Bakteri ini kebanyakan ditemukan dalam daging (terutama sapi) atau pada kotoran yang terkontaminasi. Juga, pada susu yang tidak dipasteurisasi (mentah) susu dan air yang kurang bersih.

Gejala: Orang yang terpapar biasanya mengalami diare dengan pendarahan, kram perut, dan muntah-muntah. Juga, demam rendah atau pneumonia.

Clostridium botulinum

Bakteri ini sering ditemukan dalam makanan kalengan dengan kadar asam rendah, seperti asparagus, kacang hijau, bit, dan jagung.

Gejala: Awalnya mirip dengan flu, seperti lesu dan lemas kemudian penglihatanganda atau kabur, kelopak mata terkulai, cadel bicara, kesulitan menelan, dan mulut kering. Gejala biasanya muncul 12-36 jam setelah makan makanan yang terkontaminasi.

Salmonella enteritidis

Bakteri ini ditemukan pada daging dan telur beberapa jenis unggas. Jika kurang matang dalam memasaknya dapat menyebabkan penyakit.

Gejala: Orang yang terserang bakteri ini biasanya mengalami demam, kram perut, dan diare. Gejala seringkali dimulai 12-72 jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang tercemar dan berlangsung empat sampai tujuh hari.

Listeria monocytogenes

Bakteri ini biasanya terdapat pada tanah dan air serta bisa muncul dalam daging mentah, sayuran, dan susu yang tidak dipasteurisasi.

Gejala: Tubuh akan mengalami demam tinggi, nyeri otot, dan kadang-kadang mual atau diare. Infeksi bakteri ini bisa memakan waktu hingga tiga minggu.






detik

Waspadalah.....Persalinan Caesar, Ibu Lebih Berisiko Depresi


Proses persalinan seringkali membuat para calon ibu khawatir menghadapinya. Untuk menghindari rasa sakit melahirkan lewat proses normal, banyak yang kemudian memilih persalinan caesar.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap, ibu yang melahirkan melalui operasi caesar lebih mungkin mengalami trauma yang dapat menyebabkan depresi ketimbang ibu yang melahirkan lewat proses normal.

Para peneliti Taiwan menyatakan, kemungkinan depresi timbul karena proses pemulihan paska caesar lebih lama dibandingkan melahirkan secara normal. Depresi ini juga timbul karena merasa gagal tidak bisa melahirkan secara alami.

Penelitian dilakukan peneliti Universitas Nasional Yang-Ming Taiwan terhadap lebih dari 10.000 ibu melahirkan.  Hasilnya, wanita yang melahirkan alamiah sepertiga lebih sedikit kemungkinannya mengalami depresi pasca-melahirkan.

Riset yang sama juga menemukan bahwa kelompok wanita yang melakukan persalinan caesar, 48 persen lebih mungkin mengalami depresi jika mereka merencanakannya, bukan prosedur darurat.

Menurut National Childbirth Trust, satu dari empat bayi lahir di Inggris dengan prosedur caesar. Jumlah ini naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan awal tahun 1990-an.

Dari data kesehatan Inggris, satu dari sepuluh ibu melahirkan melalui caesar yang direncanakan, biasanya karena alasan kesehatan. Tapi, sekitar tujuh persen dilakukan atas permintaan pasien. Sering kali karena mereka takut melahirkan secara alami, memiliki trauma melahirkan sebelumnya atau ingin merasa nyaman karena persalinan telah dijadwalkan sebelumnya.






VivaNews

Tuesday, July 5, 2011

Waspadalah.....Efek Mematikan Duduk Terlalu Lama di Kantor

lelah bekerja (inmagine)

Berapa lama Anda menghabiskan waktu duduk di depan meja kantor dalam sehari? Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa duduk selama berjam-jam tanpa jeda bisa memicu penggumpalan darah yang berbahaya bagi kesehatan atau Deep Vein Thrombosis (DVT)

Penelitian yang dipublikasikan dalam British Medical Journal itu menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kebiasaan duduk lama setiap hari memiliki risiko tiga hingga empat kali lipat mengalami DVT dibandingkan mereka yang memiliki aktivitas dengan banyak gerak.

Mereka yang duduk dalam posisi hampir tak bergerak selama kurun waktu lama memiliki risiko tertinggi. Mereka umumnya para pekerja yang banyak menghabiskan waktu di depan layar komputer. Tanpa sadar, mereka cenderung membatu sembari bekerja menatap layar komputer.

"Jika Anda duduk selama 90 menit atau lebih di meja, aliran darah di belakang lutut Anda berkurang sebesar 50 persen, secara signifikan meningkatkan kemungkinan DVT," kata Profesor Beverley Hunt, konsultan hematologi Guy’s & St Thomas’ Hospitals, London, Inggris. 

Profesor Hunt mengatakan, kondisi tubuh yang tanpa gerak akan memicu penggumpalan darah, terutama di area kaki. Yang bahaya adalah ketika gumpalan darah ini menjalar ke area tubuh lain dan menyumbat aliran darah ke paru-paru. Tak hanya sesak napas, tapi juga memicu sakit dan batuk darah yang berujung fatal.

Penelitian itu bukan hanya permainan data medis. Dari sejumlah contoh kasus yang muncul, ada Rebecca Kain, wanita 26 tahun yang meninggal setelah dokter mendiagnosisnya terserang DVT. Sebelumnya, eksekutif pemasaran asal Nottinghamshire itu kerap mengeluh nyeri otot di tengah aktivitas kerja yang menuntutnya duduk lama setiap hari. 

Profesor Hunt memeringatkan pentingnya mengambil istirahat secara teratur setiap jam di sela-sela aktivitas kerja. Cukup bangun, memutar pergelangan kaki, meregangkan otot betis dan berjalan kaki sejenak, misalnya pergi ke toilet. Cara sederhana tapi bisa menyelamatkan nyawa Anda dari ancaman penyakit berbahaya.







VivaNews

Monday, July 4, 2011

Waspadalah.....Konsumsi Garam Pada Anak-anak Mulai Mengkhawatirkan


Hampir semua jenis makanan yang dikonsumsi anak mengandung garam di dalamnya. Jika tidak dibatasi, konsumsi garam yang berlebihan dikhawatirkan akan memicu berbagai masalah jantung dan pembuluh darah saat anak-anak itu tumbuh dewasa.

Sebuah lembaga pemerhati kesehatan jantung di Inggris, Consensus Action on Salt and Health memperkirakan rata-rata anak mengonsumsi garam 50 persen lebih banyak dari batas maksimal. Beberapa bahkan mengonsumsinya 2 kali lipat dari batas yang dianjurkan.

Diperkriakan, sebagian anak-anak di Inggris mengonsumsi garam sebanyak 9,6 gram/hari sementara batas yang dianjurkan untuk usia 7-10 tahun hanya 5 gram/hari. Jumlah ini mencapai 92 persen atau nyaris 2 kali lipat dari asupan yang maish bisa dikategorikan sehat.

Anak-anak tersebut mengonsumsi garam dalam makanan sehari-harinya. Dalam menu sarapan misalnya, 30 gram sereal dicampur dengan 125 gram susu sudah memberikan asupan garam sebanyak 0,82 gram. Ditambah sepotong kue muffin, asupan garam bertambah 0,6 gram.

Kemudian saat makan siang, sandwich atau roti isi daging dan keju memberikan tambahan garam sebanyak 2,2 gram, keripik kentang dan segala macamnya menambah asupan garam sebanyak 1,3 gram, sementara cemilan biskuit menambah garam sebanyak 0,2 gram.

Saat makan malam, kroket kentang mengandung garam sebanyak 1 gram, kacang panggang 1,58 gram, ayam 1,4 gram dan saus kecap 0,5 gram. Total dalam sehari, anak-anak bisa mengonsumsi hingga 9,6 gram garam atau hampir 2 kali lipat dari anjuran pola makan yang sehat.

Kelebihan asupan garam itu dikhawatirkan akan memicu berbagai masalah kardiovaskular, yang dalam jangka panjang akan meningkatkan risiko serangan jantung. Di seluruh dunia, serangan jantung masih tercatat sebagai penyebab kematian paling besar.

"Garam harus dibatasi karena bisa meningkatkan tekanan darah. Makin tinggi tekanan darah waktu kecil, risiko untuk mengalami masalah kardiovaskular saat dewasa makin besar," ungkap Katharine Jenner dari Consensus Action on Salt and Health seperti dikutip dari Dailymail, Minggu (3/7/2011).

Batas maksimal konsumsi garam yang dianjurkan untuk anak-anak menurut Consensus Action on Salt and Health adalah sebagai berikut:




Usia Maksimal
0-6 bulan di bawah 1 gram
6-12 bulan 1 gram
1-3 tahun 2 gram
4-6 tahun 3 gram
7-10 tahun 5 gram
11 tahun ke atas 6 gram



detik

Thursday, June 30, 2011

Waspadalah.....Petir Lebih Banyak Menyambar Pria Daripada Wanita


Pada dasarnya petir bisa menyambar apapun yang bisa menghantarkan muatan listriknya ke tanah. Namun pada manusia, jenis kelamin mempengaruhi risiko tersambar petir karena menurut penelitian lebih dari 80 persen korban tewas adalah pria.

Kecenderungan ini terungkap dalam sebuah data yang dirilis oleh situs ramalan cuaca, AccuWeather.com

Secara fisik, sebenarnya tidak ada perbedaan anatomi maupun komposisi kimiawi tubuh yang membuat pria lebih rentan sambaran petir dibanding wanita. Perbedaan risiko tewas tersambar petir lebih dipengaruhi oleh naluri dan perilaku saat berada dalam bahaya.

"Pria cenderung terlalu berani ambil risiko saat terjadi badai petir. Misalnya saat olahraga di luar ruangan lalu ada petir, pria lebih jarang buru-buru berteduh," ungkap John Jensenius dari National Weather Service, seperti dikutip dari LaTimes, Kamis (30/6/2011).

Tahun ini saja, di Amerika Serikat sudah ada 6 korban tewas tersambar petir dan seluruhnya berjenis kelamin pria. Sebagian besar terjadi saat beraktivitas di luar ruangan, termasuk seorang pria 26 tahun yang sedang main baseball di California pada 21 Juni 2011 dan seorang pria 49 tahun yang sedang main golf di Shreveport, Lousiana pada 7 Juni 2011.

Selain jenis kelamin, usia juga berhubungan dengan risiko tersambar petir karena menurut AccuWeather.com

Kombinasi unik antara 2 faktor yakni jenis kelamin dan usia dalam mempengaruhi risiko sambaran petir teramati dalam salah satu kasus yang terjadi di Pinellas County, Florida pada Juli 2007. Dalam peristiwa itu, sambaran petir menewaskan seorang remaja pria 16 tahun.

Saat kejadian, remaja tersebut sedang berjalan kaki besama ibunya. Petir menyambar tepat di dada sang remaja pria yang langsung tak sadarkan diri, sebelum tewas 4 hari kemudian sementara ibunya yang berjalan di sampingnya sama sekali tidak mengalami luka serius.

Badai petir sering terjadi di Amerika Serikat dengan korban tewas rata-rata 10 orang/tahun dan cedera 30 orang/tahun. Sebagian besar kasus yang memakan korban tewas yakni 70 persen terjadi antara bulan Juni-Agustus, sementara Florida merupakan negara bagian yang paling sering disambar petir.
baru-baru ini. Data ini mengungkap sedikitnya ada 948 orang tewas tersambar petir antara tahun 1995-2008, 82 persen di antaranya berjenis kelamin pria. korban tewas paling banyak berasal dari kelompok usia 10-19 tahun. Alasannya cukup masuk akal, karena anak sekolah lebih banyak bermain dan beraktivitas di luar ruangan.








detik

Friday, June 24, 2011

Waspadalah.....Jika Sudah Pernah Kena Batu Ginjal Harus Rajin Kontrol


Orang yang pernah mengalami sakit batu ginjal atau batu di saluran kemih harus rajin-rajin kontrol diri ke dokter dan mengendalikan diri. Jika tidak rajin kontrol, batu di saluran kemih kadang bisa timbul kembali meskipun sudah dilakukan tindakan pengangkatan.

"Batu di saluran kemih ini bisa kambuh, dalam satu tahun sekitar 10 persen pasien dengan batu di saluran kemih mengalami kekambuhan," ujar dr Ponco Birowo, SpU, PhD dalam acara konferensi pers Penatalaksanaan Batu Ginjal Tanduk Rusa dengan Luka Operasi Minimal di RS Asri, Jl Duren Tiga Jakarta, Kamis (23/6/2011).

dr Ponco menuturkan ada beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya kekambuhan batu di saluran kemih. Biasanya berasal dari salah satu faktor risiko dari pembentukan batu tersebut.

"Misalnya dari pekerjaan, kalau ia bekerjanya di lapangan, sering terpapar panas seperti juru masak atau di bagian mesin dan jarang minum, maka ada kemungkinan terjadinya kekambuhan," ujar dokter yang juga anggota Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI).

Selain pekerjaan, beberapa hal lainnya juga bisa menjadi faktor risiko dari pembentukan batu saluran kemih yaitu:
  1. Jenis kelamin (laki-laki lebih berisiko dibanding perempuan)
  2. Usia (umumnya terjadi di usia 40-60 tahun)
  3. Ras
  4. Lokasi geografis (negara di daerah khatulistiwa lebih rentan terkena batu saluran kemih)
  5. BMI atau indeks massa tubuh (semakin tinggi nilainya maka risiko makin tinggi)
  6. Cuaca (musim panas lebih meningkatkan risiko)


"Minumnya harus cukup sehingga menghasilkan urine sebanyak 2 liter perhari, dan perhatikan juga kualitas airnya kalau air tanah mengandung kadar kalsium tinggi sebaiknya mengganti sumber airnya," ujar dr Ponco.

Sementara Dr dr Nur Rasyid menuturkan penyebab dari pembentukan batu itu bervariasi, ada yang memang disebabkan oleh asupan kalsium yang tinggi, tapi ada juga yang dipengaruhi oleh penyerapannya misalnya sudah ditahan asupannya tapi penyerapannya tetap tinggi.


"Sebaiknya dilakukan kontrol mulai dari sebulan sekali, lalu 3 bulan sekali, 6 bulan sekali dan dilanjutkan dengan rutin kontrol setahun sekali seumur hidupnya," ujar Dr Nur Rasyid selaku Kepala Departemen Urologi RSCM.

Kontrol yang dilakukan untuk mengetahui apakah ada batu di saluran kemih yang muncul lagi atau tidak bisa dengan melakukan pemeriksaan USG dan juga tes darah di laboratorium.


detik

Thursday, June 23, 2011

Waspadalah.....Yang Perlu Diperhatikan Sebelum dan Sesudah Sunat


Sunat adalah proses memotong sebagian kulit penutup penis atau biasa disebut dengan kulup. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum dan sesudah sunat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sunat biasanya dikenal sebagai salah satu operasi ringan, meski begitu bukan berarti prosedur ini tidak bisa menimbulkan komplikasi atau efek samping. Karena jika cara memotongnya salah bisa memicu terjadinya komplikasi.

Kulit kelamin diketahui kaya akan pembuluh darah sehingga sangat rawan terjadinya perdarahan. Selain itu jika luka dari sunat ini tidak dijaga dengan baik maka bisa menyebabkan infeksi.

"Aman atau tidaknya sunat yang dilakukan tergantung dari orang yang melakukannya apakah sudah biasa atau tidak," ujar dr Ponco Birowo, SpU dari Departemen Urologi FKUI-RSCM, saat dihubungi detikHealth, Selasa (21/6/2011).

dr Ponco menuturkan ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum melakukan sunat yaitu:
  1. Pilihlah lokasi tempat yang sunat baik yaitu klinik atau rumah sakit yang baik dan bersih
  2. Perhatikan bahwa segala peralatan yang digunakan untuk menyunat adalah steril dan bersih
  3. Pilihlah dokter yang berpengalaman atau sudah terampil dalam menggunakan teknik sunat tersebut


"Beberapa teknik ada yang bisa membuat anak langsung pakai celana, tapi rata-rata waktu penyembuhannya 3 hari, untuk bisa lari-lari biasanya di atas 3 hari," ujar dokter yang juga berpraktek di RS Asri Jakarta.

dr Ponco menjelaskan setelah disunat sebaiknya jangan langsung kena air. Hal ini karena air yang digunakan tidak steril sehingga ada kemungkinan mengandung kuman yang bisa menyebabkan kontaminasi terhadap luka sunat tersebut. Kontaminasi yang bisa ditimbulkan salah satunya adalah mengalami infeksi.

Untuk itu biasanya seseorang yang baru disunat akan diberikan cairan khusus yang berfungsi membersihkan luka terutama setelah ia buang air kecil. Dan rata-rata seseorang baru boleh terkena air minimal setelah 3 hari, tapi tergantung pada kondisi lukanya.

Selain itu jika setelah sunat ditemukan beberapa kondisi seperti berikut sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter:


  1. Darah yang tidak berhenti keluar
  2. Ada nanah di sekitar area sunat
  3. Munculnya jaringan hitam di area sunat


Jaringan hitam yang muncul menandakan adanya pembuluh darah yang terputus sehingga membuat jaringan di sekitarnya mati, jika jaringan hitam ini semakin banyak bisa menyebabkan penis putus. Untuk itu jika ada jaringan yang hitam segera konsultasikan dengan dokter agar tidak semakin menyebar.

Karenanya agar tidak menimbulkan komplikasi atau efek samping yang buruk, sebaiknya tetap menjaga daerah alat kelamin tetap kering dan bersih serta menggunakan celana dalam yang agak longgar untuk menghindari gesekan dengan luka sunat.

detik

Monday, June 20, 2011

Waspadalah.....Remaja Jangan Kegemukan Agar Terhindar dari Kanker


Obesitas atau kegemukan dapat menyerang siapa saja yang tidak menjalankan pola hidup sehat. Dan bila pada usia remaja sudah mengalami obesitas, maka risiko terkena kanker menjadi lebih besar.

Studi baru menunjukkan orang yang gemuk di usia 18 tahun akan memiliki peluang 35 persen lebih besar untuk menderita kanker di kemudian hari. Risiko tersebut tidak akan berkurang walaupun si remaja itu nantinya menurunkan berat badan di usia pertengahan. Risiko kanker yang terjadi antara lain paru-paru, ginjal, kulit dan prostat.

"Ini sangat menarik bahwa BMI tinggi pada usia 18 tahun benar-benar mengarah ke risiko lebih besar untuk terkena kanker daripada BMI tinggi pada usia pertengahan," jelas Dr Linsay Gray, peneliti dari Medical Research Council (MRC), seperti dilansir Dailymail, Jumat (17/6/2011).

Menurut Dr Gray yang melakukan studi tersebut pada sekitar 20.000 peserta, pesan dari studi ini sangat jelas yaitu menjaga berat badan sehat sejak usia muda secara signifikan dapat mengurangi kesempatan orang terkena kanker.

"Indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan beberapa kanker, tapi selalu di kemudian hari. Dan temuan ini menunjukkan beban masa depan yang lebih mengkhawatirkan orang untuk terkena kanker," lanjut Dr Gray.

Dalam studi tersebut, peneliti MRC bekerja sama dengan peneliti di University College London dan Harvard School of Public Health, Boston, dengan menganalisis catatan medis 19.593 lulusan pria yang masuk Harvard antara 1916 dan 1950.

Peneliti menemukan bahwa pria dalam studi ini yang memiliki BMI tertinggi pada usia 18 tahun adalah 35 persen lebih mungkin untuk meninggal akibat kanker dibandingkan peserta dengan BMI lebih rendah.

Studi ini memang hanya mempelajari data pria, tetapi peneliti mengatakan wanita cenderung memiliki risiko yang sama.

Hubungan antara remaja yang kelebihan berat badan dan kanker sangat kuat pada kanker paru-paru, kulit, esofagus, ginjal, prostat, kandung kemih dan kanker testis.

Dan menurut studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Annals of Oncology, perubahan BMI antara awal masa dewasa dan usia pertengahan tidak mempengaruhi risiko kanker tersebut.

"Belum jelas bagaimana obesitas di usia muda bisa memicu kanker di kemudian hari. Namun, karena orang dengan BMI yang lebih tinggi memiliki ukuran tubuh yang lebih besar, ada sel-sel yang lebih berpotensi menjadi kanker," kata Dr Gray.






detik


Waspadalah.....Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Saat Menjelang Haid


Menjelang menstruasi biasanya perempuan akan mengalami premenstrual syndrome (PMS), kondisi ini kadang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Untuk mengatasinya ketahui hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat PMS.

Gejala PMS mencakup perubahan fisik seperti nyeri payudara, perut kembung, kram perut, dan emosional seperti suasana hati yang mudah berganti dan gampang marah. Diperkirakan sekitar 8-20 persen perempuan mengalami gejala PMS berat selama 1-2 minggu sebelum menstruasi datang.

"Ada bukti bahwa makanan yang dikonsumsi bisa mempengaruhi dan berkontribusi pada derajat keparahan gejala PMS, untuk itu penting mengetahui apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan," ujar Elizabeth Bertone-Johnson, ScD dari University of Massachusetts, seperti dikutip dari WebMD, Senin (20/6/2011).

Untuk itu ketahui hal-hal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam melawan gejala PMS yaitu:

Hal yang sebaiknya dilakukan
1. Mengonsumsi makanan dengan kalsium tinggi
Bertone-Johnson mengungkapkan studi dari perguruan tinggi menemukan perempuan dengan asupan kalsium dan vitamin D tinggi memiliki risiko lebih rendah mengembangkan PMS. Hal ini karena kalsium akan bekerja di otak untuk meringankan gejala depresi atau kecemasan, sedangkan vitamin D bisa memperbaiki perubahan emosional.

2. Mengonsumsi biji-bijian, protein, buah dan sayur
Jenis makanan tersebut diketahui kaya akan kandungan vitamin B. Studi terbaru menemukan bahwa perempuan dengan asupan tiamin (vitamin B1) dan riboflavin (vitamin B2) yang tinggi bisa mengurangi risiko PMS secara signifikan.

3. Melakukan olahraga ringan
Cobalah untuk melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki, sepeda atau berenang secara teratur sebanyak 3 kali seminggu sebelum menstruasi datang. Hal ini akan membantu melemaskan otot dan sendi sehingga menurunkan risiko terjadinya kram perut.

Hal yang tidak boleh dilakukan
1. Melewatkan waktu makan
PMS identik dengan perubahan suasana hati, jika seseorang melewatkan waktu makan dan membuat tubuh menjadi lapar maka akan memperburuk gejala PMS seperti lebih mudah marah akibat kadar gula darah menurun.

2. Mengonsumsi gula berlebih
Jika ingin mengonsumsi gula sebaiknya karena alasan tertentu, karena akan mengakibatkan perubahan pada tingkat hormon estrogen dan progesteron yang bisa menurunkan kadar senyawa serotonin di otak. Perubahan ini dapat mempengaruhi suasana hati yang memicu gejala PMS.

3. Asupan tinggi garam
Hampir setiap makanan yang dikonsumsi pasti mengandung garam, dan sangat sulit menghentikan asupannya. Sayangnya konsumsi garam dalam jumlah tinggi bisa menyebabkan perut kembung dan retensi air yang membuat PMS menjadi semakin tidak nyaman.







detik

Belajar Al-Qur'an Online

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran