Clock By Blog Tips

Wednesday, January 26, 2011

Waspadalah.....Penggunaan Ponsel Jangka Panjang Meningkatkan Risiko Tumor Otak


Paparan jangka panjang gelombang mikro dari telepon selular dapat menyebabkan peningkatan risiko tumor otak. Laporan yang dipublikasikan dalam Jurnal Computer Assisted Tomography edisi November-Desember.

Risiko tumor otak naik dua kali lipat setelah penggunaan ponsel 10 Tahun. Risiko ini tak hanya menimpa pengguna ponsel, ataupun menara BTS (Base Transceiver Station), tetapi juga telepon rumah nirkabel.

"Kami menyimpulkan standar aman paparan gelombang mikro dari perlu direvisi," kata penulis penelitian RB Dubey dari Apeejay College of Engineering, Sohna, Gurgaon, India . Walau perdebatan efek ponsel ini terus berlangsung, kajian independen ini menunjukkan peningkatan risiko tumor otak yang berhubungan dengan penggunaan perangkat ponsel.

Beberapa studi sebelumnya telah melaporkan penggunaan jangka panjang ponsel meningkatkan tingkat tumor otak, termasuk glioma ganas dan neuromas akustik jinak. Beberapa penelitian lain tidak menemukan hubungan ini. Dubey dan timnya menganalisa mengenai risiko kesehatan yang berhubungan dengan paparan gelombang mikro dari telepon nirkabel.

Sampai saat ini, studi yang dipublikasikan hanya sebelas telah memberikan data tentang risiko tumor otak berkembang pada pengguna ponsel jangka panjang. Sumber data terbesar adalah serangkaian studi disebut studi Interfon, yang sebagian besar didanai oleh industri telekomunikasi nirkabel.
Berdasarkan data dari tiga belas negara, studi interfon menyimpulkan bahwa pemaparan sel telepon tidak meningkatkan risiko tumor otak. Namun studi Interfon dinilai bias, terkait dengan pendanaan penelitian dari industri telekomunikasi. Studi independen yang dipimpin oleh spesialis kanker Swedia Dr Lennart Hardell mencapai kesimpulan yang berbeda. Studi Dr Hardell sudah termasuk pasien lebih yang telah menggunakan ponsel selama sepuluh tahun atau lebih.

Studi Hardell dilakukan tanpa dukungan dari industri telekomunikasi nirkabel. Hardell menyarankan penggunaan perlu dibatasi. Makin lama, makin tinggi risiko tumor otak berkembang. Risiko juga meningkat seiring dengan tingkat daya radiasi dari perangkat nirkabel, tahun sejak penggunaan pertama, paparan total, dan usia yang lebih muda ketika memulai penggunaan telepon nirkabel.

Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari studi yang berbeda, para peneliti menyebut, makin lama penggunaan telepon seluler -kira dapat melipatgandakan risiko terserang glioma atau neuroma di bagian pengguna biasanya menempelkan telepon. Sinyal ponsel diserap sampai dua inci dalam tengkorak orang dewasa. Selain itu, yang menarik adalah risiko bagi kelompok usia yang lebih muda. Sinyal ponsel menembus lebih dalam ke otak pada anak.

Para peneliti juga mendesak pengembangan ponsel baru dan teknologi lain untuk mengurangi radiasi dan mendorong pemerintah untuk merevisi standar untuk paparan gelombang mikro. ”Dengan lebih dari 3 miliar pengguna ponsel dan dengan anak-anak antara pengguna terberat, sekarang saatnya bagi pemerintah untuk melindungi warganya," kata Dubey.

Dr Dubey dan timnya menyarankan beberapa langkah untuk mengurangi paparan radias bagi pengguna telepon seluler. - Batasi intensitas dan durasi menelpon - Batasi penggunaan telepon seluler pada anak-anak - Jika memungkinkan, pilih cara komunikasi dengan teks, bukan suara - Pakai headset daripada memegang telepon ke telinga.


Tempo

Militerania | Interesting

No comments:

Post a Comment

Belajar Al-Qur'an Online

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran