Clock By Blog Tips

Tuesday, January 25, 2011

Waspadalah......Obesitas Menekan Fungsi Testis !!


APA yang Anda pikirkan ketika melihat pria gemuk dengan perut yang buncit? Menandakan kemakmuran? Sebenarnya, apakah pria itu kaya atau tidak, masih belum pasti. Yang pasti, pria dengan perut buncit menyimpan risiko penyakit jantung, diabetes melitus, dan mempengaruhi kualitas seks. Wow...

Secara alami pun, seperti juga wanita, pesona pria yang memiliki perut yang rata lebih tinggi ketimbang yang perut buncit. Coba lihat pria-pria yang menjadi incaran kaum hawa. Christiano Ronaldo, Brad Pitt, Pangeran William, dan Darius Sinathrya, memiliki tubuh yang atletis dengan perut rata.

"Obesitas mengurangi kenikmatan dan kualitas seks. Banyak wanita yang lebih suka pria dengan tubuh yang atletis dan perut yang rata. Kesukaan itu bukan sekedar perasaan tetapi merupakan bagian dari program yang tertanam di dalam gen kita. Ternyata kegemukan menyebabkan penurunan kesehatan metabolisme tubuh yang mengontrol ereksi dan kadar testosteron di dalam darah," kata dr Phaidon L Toruan, corporate health trainer yang dihubungi Warta Kota.

Dokter Phaidon mengatakan, obesitas cenderung menurunkan produksi testosteron dan free testosteron (bentuk aktif dari hormon tesosteron). Hal yang membuat keadaan menjadi buruk adalah adanya proses penuaan yang secara alamiah terjadi pada setiap orang. Khususnya penurunan hormon testosteron. Biasanya dimulai pada usia 30 an. "Secara alami, pria diatas usia 30 tahun jika tidak menjalankan diet dan olahraga tubuhnya akan gemuk dan perutnya akan buncit," katanya.

Obesitas juga meningkatkan berbagai faktor risiko yang berhubungan dengan turunnya tesosteron seperti obstructive sleep apnea (penyumbatan saluran nafas waktu tidur), resisrensi insulin (diabetes), dan penyakit sindroma metabolik. Pernyataan itu dibuat oleh Andret Guay dari Harvard Medical School yang dipublikasikan di Journal Andrology tahun 2009.


Kondisi itu juga meningkatkan peluang terjadinya disfungsi ereksi. Akibat lanjutan dari turunnya hormon testosteron itu adalah meningkatnya risiko serangan jantung. Penelitiannya dilakukan oleh para ilmuwan di Boston University School of Medicine dan dipublikasikan di Inernational Journal Impotence Research tahun 2009.

Sayangnya, menurut dr Phaidon, di Jakarta, misalnya, ada suatu penelitian yang menyimpulkan 1 dari 2 pria perutnya sudah membuncit seperti wanita yang hamil. 'Kehamilan' para pria itu sangat bervariasi. Ada yang seperti perut hamil 1 bulan sampai ada yang seperti hamil 9 bulan. Bagimana dengan Anda?

Diet dan olahraga
Jika Anda termasuk pria yang memiliki perut seperti wanita hamil, mulailah untuk mencari solusi agar perut menjadi rata. Solusi untuk mengatasi kelebihan lemak yang berakibat obesitas adalah kurangi lemak (fat loss). Caranya dengan olahraga dan mengatur diet.

Dokter yang masuk dalam tim yang menangani timnas sepakbola pada AFF kemarin itu mengatakan, ketika pria yang mengalami kegemukan terutama dengan perut yang buncit sebenarnya telah terjadi peningkatan hormon estrogen yang otomatis membuat hormon testosteron menurun. Maka tidak heran dalam urusan ranjang, pria yang mengalami kegemukan akan mengalami penurunan stamina.


 "Usia 35-36 tahun tidak pernah olahraga, perut buncit, stamina pasti drop. Kalau bilang masih jago di ranjang sampai dua jam itu bohong. Baik frekuensi, intensitas, dan durasi pasti mengalami penurunan," kata dr Phaidon.

Agar lemak bisa berkurang dari tubuh, olahraga harus rutin dilakukan. "Ingin total menurunkan berat badan, ya aerobik yang membakar lemak serta latihan beban seperti binaraga," kata dr Phaidon.
Bagian-bagian tubuh yang perlu diperhatikan untuk dikecilkan dalam olahraga selain perut, juga dada, bahu, punggung, paha depan, paha belakang, dan betis. Untuk dada, misalnya, dengan melatih push up sebanyak 100 kali.

"Tidak perlu membentuk badan seperti atlet binaraga. Lihat dada Christiano Ronaldo seperti itulah yang diharapkan. Dada bidang dengan perut rata tidak selalu harus sixpack sudah cukup," katan dr Phaidon. Selain latihan beban, olahraga ringan seperti drible bola, berenang, dan lari sangat disarankan.
"Olahraga 15 menit tiap hari. Masa sih ngga bisa. Misalnya drible bola, lari, berenang, joging, atau pura-pura ngejar busway. Dan, rasakan kedahsyatannya di ranjang hanya dalam tempo kurang dari satu minggu," kata dr Phaidon.

Gorengan
Seiring dengan olahraga yang telah dilakukan harus juga dibarengi dengan diet. Hindari makanan yang berbahan dasar karbohidrat sederhana. Seperti nasi putih, terigu, mie, dan kue-kue. Hindari pula lemak yang berasal dari minyak yang digoreng. Misalnya makanan yang digoreng.

"Kita tetap membutuhkan lemak tetapi lemak yang tidak digoreng. Lemak merupakan bahan baku testosteron. Semua hormon testosteron bahan bakunya dari lemak. Oleh karena itu kita tetap butuh lemak. Kalau tidak ada lemak berarti juga tidak ada bahan untuk membentuk testosteron. Tetapi, dibutuhkan lemak baik yang bisa didapat dari alpukat, kedelai, minyak bunga matahari," kata dr Phaidon.


Sementara lemak yang digoreng strukturnya sudah berubah menjadi lemak yang ditimbun di tubuh yang menyebabkan kegemukan. Selain lemak yang baik, tidak kalah penting adalah mineral dan vitamin yang dibutuhkan dalam proses hormon testosteron. Diantaranya seng. Kandungan mineral itu biasanya didapat dari umbi-umbian, biji- bijian, dan jamur.

Sebenarnya kerang juga memiliki kandungan seng (zink) yang tinggi. Namun untuk saat ini mengonsumsi kerang tidak disarankan karena laut yang semakin terpolusi. Akibatnya di kerang justru menyimpan racun. Kandungan zink tinggi juga ditemukan di jinten hitam atau habatusauda.

Jinten hitam

Jinten hitam itu meningkatkan hormon testosteron. Jika hormon itu meningkat berarti lemak sudah berkurang dan meningkatkan daya tahan tubuh. Otomatis risiko kena penyakit jantung, diabetes ikut menurun. Begitu juga kualitas seks. Dan, para pria itu biasanya mulai khawatir jika kualitas seksnya menurun ketimbang alasan kesehatan yang bisa kesampingkan.

Jika diperlukan, ada pula penggunaan tambahan hormon, seperti hormon testosteron pada pria adalah salah satu alternatif. Tentunya beda penggunaan testosteron untuk kepentingan terapi yang menggunakan therapeutic dose dengan penyalahgunaan hormon testosteron pada olahragawan.


warta kota
Militerania | Interesting


No comments:

Post a Comment

Belajar Al-Qur'an Online

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran