Clock By Blog Tips

Thursday, February 17, 2011

Waspadalah.....G-String Picu Infeksi Organ Intim!


Jakarta - Sebagian wanita tidak segan-segan menggunakan g-string saat akan memakai celana putih yang body fit, atau rok pensil berwarna nude.

Selain membuat tampilan menjadi lebih seksi, g-string juga akan mencegah timbulnya visible panty line (VPL). Tetapi siapa sangka, di balik keseksiannya, jika g-string sering digunakan akan menimbulkan petaka.

Ada sejumlah penelitian yang menyebut keseksian g-string mengundang sejumlah risiko penyakit kewanitaan, seperti urinary tract infection (UTI) dan infeksi organ intim.

Permukaan celana yang mengerucut seperti tali memudahkan gesekan di bagian kulit. Gesekan yang terjadi sepanjang hari inilah yang sering menimbulkan iritasi kulit di area kewanitaan yang sangat lembut dan sensitif.

Dokter Liza Masterson, ginekolog asal Los Angeles, mengungkap hasil penelitiannya bahwa bahan g-string seperti nilon seringkali berperan menahan kelembaban sehingga mendukung perkembangbiakan bakteri di area intim.

Permukaan celana dalam yang sempit dan mengerucut seperti tali membuat bakteri mudah berpindah dari sisi luar ke dalam. Termasuk mengantarkan bakteri e-coli ke area organ intim. Bakteri yang sampai di permukaan dalam akan berkembang biak dan menginfeksi area intim.

Pemakaian g-string juga bisa meningkatkan risiko iritasi kulit. Permukaan celana yang mengerucut seperti tali memudahkan gesekan di bagian kulit. Gesekan yang terjadi sepanjang hari inilah yang seringkali menimbulkan iritasi karena kulit di area intim sangat lembut dan sensitif.

Sementara The American Journal of Epidemiology mempublikasikan sebuah studi pada 1987 yang seolah melawan hasil penelitian Masterson. Studi ini tidak menemukan indikasi pengaruh pemakaian g-string terhadap munculnya infeksi pada organ intim wanita.

Memperkuat simpulan itu, studi Universitas Nara Women Jepang pada 1994 menyatakan bahwa tidak ada perbedaan antara pemakaian pakaian dalam berbahan dasar katun dan bahan sintesis lainnya. Namun, pakaian dalam berbahan katun tetap lebih dianjurkan karena membuat kulit lebih mudah bernapas.

Walau demikian, studi menunjukkan bahwa responden wanita yang memakai pakaian dalam berbahan katun maupun bahan sintetis lainnya memiliki kelembapan kulit dan temperatur yang sama. Ini bertentangan dengan kenyataan bahwa pemakaian pakaian dalam berbahan sintesis membuat kulit lebih cepat berkeringat dan lebih lembab.

Terlepas dari hasil penelitian yang bertentangan itu, sejumlah pakar kesehatan mengingatkan pentingnya merawat kebersihan organ intim. Hentikan pemakaian celana dalam jenis tertentu jika mengalami iritasi. Setiap orang memiliki sensitivitas berbeda terhadap bahan celana dalam.

Tips memakai celana dalam model g-string:
- Gunakan g-string hanya pada saat perlu, seperti menggunakan gaun ketat. Jangan digunakan setiap hari!
- Hindari pemakaian g-string berbahan nilon, karena tidak akan mudah menyerap keringat.
- Hindari pemakaian g-string yang terlalu ketat karena akan menempel di area intim. 




No comments:

Post a Comment

Belajar Al-Qur'an Online

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran