Clock By Blog Tips

Thursday, May 12, 2011

Waspadalah.....Inilah Daerah Rawan Pencongkelan Spion Mobil


Warga Jakarta diminta untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkendaraan, baik dalam keadaan sepi maupun ramai, sebab aksi kejahatan seperti pencongkelan spion yang dilakukan secara berkelompok sedang marak di jalanan Ibukota.

"Selalu waspada di daerah macet. Aksi kejahatan bisa datang secara mendadak dan berkelompok," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar.

Berikut adalah lokasi-lokasi rawan yang sering menjadi tempat para pelaku kejahatan jalanan beraksi:

Jakarta Pusat: Gajah Mada, Hayam Wuruk, Simpang coca-cola, Ahmad Yani, dan Senen.

Jakarta Utara: Cilincing, Perempatan Mambo, Tanjung Priok, Perintis Kemerdekaan, Teluk Gong dan Ampera.

Jakarta Barat: Cengkareng, Perempatan Grogol, Tomang, Slipi, Pesing, dan Roxy.

Jakarta Selatan: Pancoran, Mayestik, Cipete Raya, Cilandak, dan Pasar jumat

Jakarta Timur: Pasar Rebo, Perempatan Arion, dan Rawamangun.

Bekasi: Jalan Raya Bekasi, Kranji, Ujung menteng, dan Kalimalang.

Tangerang kota: Jalan Benteng Betawi, dan Daan Mogot,

Depok: sepanjang kawasan Margonda.

Sementara itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum mencatat lokasi dengan tingkat Kejahatan paling tinggi yang terjadi pada April 2011.

Pertama, Jakarta Pusat, menempati peringkat pertama daerah rawan kejahatan dengan 323 kejadian. Paling banyak terjadi di Kemayoran. Pencurian kendaraan bermotor roda dua sebanyak 117 kasus, selama satu bulan

Sementara itu, urutan kedua daerah rawan adalah Kabupaten Tangerang  dengan jumlah kejahatan sebanyak 296. Paling banyak terjadi di Serpong. Pencurian dengan pemberatan 205 kasus, dan pencurian kendaraan bermotor roda dua 35 kasus.

Pada urutan ketiga yakni Jakarta Timur, sebanyak 253, banyak terjadi di Cakung. Pencurian dengan pemberatan terjadi sebanyak 77 kasus.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil meringkus dua tersangka pencuri spion mobil mewah. Kedua tersangka yakni EN (23) dan H (18) warga Pedongkelan, Jakarta Timur.

Penangkapan dilakukan setelah tayangan video pencongkelan itu diputar secara berulang-ulang di salah satu stasiun televisi.

Dari kedua tersangka, polisi menyita barang bukti berupa dua potong kaos, satu potong celana pendek, uang tunai Rp 25 ribu dan 1 unit handphone merek Nokia type 3500c warna hitam. "Barang-barang itu dibeli setelah menjual barang curian," kata Baharudin.

Pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang ancamannya lima tahun penjara. Pelaku mengaku menjual kaca spion curian seharga Rp1 juta. 







• VIVAnews 

Monday, May 9, 2011

Waspadalah.....Sakit Akibat Stres Karena Macet Mengancam Penduduk Kota


Jika Anda sedang terjebak macet kemudian mengalami peningkatan detak jantung, telapak tangan berkeringat hingga kram perut, bisa dipastikan itu terkena traffic stress syndrom atau TSS (sindrom stres akibat macet). Laki-laki lebih mudah terkena sindrom ini ketimbang wanita.

Hidup di kota besar tak bisa lepas dari masalah kemacetan. Ternyata jalan yang macet bisa mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang, salah satunya adalah traffic stress syndrom atau TSS (sindrom stres akibat macet).

Saat menemukan kemacetan terkadang seseorang mengalami peningkatan detak jantung, telapak tangan mulai berkeringat hingga kram perut. Kondisi ini kemungkinan menandakan gejala dari TSS.

Kemacetan yang terjadi tidak hanya menyebabkan suasana hati seseorang menjadi buruk, tapi juga bisa merusak kesehatan. Dalam studi diketahui seseorang yang mengalami TSS akan mulai muncul gejala stres dalam waktu 3-5 menit, sedangkan orang yang tidak TSS, gejala stres mulai akan muncul jika sudah mengalami kemacetan sekitar 13-14 menit.

"Mengalami TSS akan memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku pengemudi seperti kehilangan konsentrasi, sulit untuk fokus dan mengemudi secara berbahaya atau berisiko," ujar David Moxon, kepala psikologi dari Peterborough Regional College, seperti dikutip dari Roadsafe.org, Senin (9/5/2011).

Moxon mengungkapkan kemacetan lalu lintas seperti fenomena bom waktu bagi penderita TSS. Biasanya ia akan mempercepat kecepatannya saat ada kesempatan dan terkadang mengabaikan peraturan yang ada sehingga berisiko mengalami kecelakaan.

Gejala yang dialami oleh seseorang dengan TSS termasuk:
  1. Peningkatan detak jantung
  2. Sakit kepala
  3. Telapak tangan berkeringat
  4. Mual
  5. Pusing
  6. Kram perut
  7. Mudah tersinggung dan marah
  8. Khawatir

Dalam studi ini juga diketahui bahwa laki-laki lebih mungkin mengalami frustasi saat terjebak kemacetan lalu lintas dibandingkan perempuan.

"Saya kira usia yang rentan mengalami TSS adalah kelompok usia 30-50 tahun. Kemacetan kronis dan tegangan yang dihasilkan serta frustasi bisa merugikan kesehatan fisik dan mental yang akan berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh. Gejala lain juga mungkin ditimbulkan jika ditambah dengan adanya tekanan akibat faktor lainnya," ungkapnya.

Kemacetan yang dialami oleh seseorang secara berkepanjangan bisa berdampak pada masalah kesehatan lainnya, yaitu meningkatkan risiko penyakit jantung, infeksi saluran pernapasan, stres dan depresi serta risiko kanker akibat polusi udara yang terhirup oleh tubuh.

Moxon mengungkapkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan seseorang jika terjebak macet untuk mencegah atau mengatasi TSS yaitu:
  1. Mengambil napas secara dalam dan perlahan
  2. Mendengarkan musik yang menenangkan atau membuat santai
  3. Memikirkan orang yang dicintai
  4. Sebisa mungkin menghindari terpaparnya polusi udara seperti dengan menutup jendela atau menggunakan sistem pengkondisian untuk mencegah masuknya asap knalpot. Untuk pesepeda motor sebaiknya gunakan masker.
  5. Menempatkan aroma terapi di titik tertentu kendaraan sehingga bisa membantu proses relaksasi.



detik

Waspadalah.....Payudara Besar Sebelah Lebih Berisiko Kena Kanker


Perbedaan ukuran antara payudara kiri dan kanan bisa memprediksi risiko untuk terkena kanker. Menurut sebuah penelitian, jika selisih ukurannya makin besar maka harus sering diperiksa karena risiko terkena kanker cenderung makin besar.

Hampir semua perempuan memiliki payudara dengan ukuran yang sedikit berbeda antara sisi kiri dan kanan. Perbedaan ini disebut breast asymmetry dan umumnya tidak menyebabkan gangguan serius, bahkan jarang dilaporkan sampai menggangu penampilan.

Namun menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Breast Cancer Research tahun 2006, perbedaan tersebut bisa juga dipakai untuk memprediksi kemungkinan seseorang terkena kanker payudara. Makin besar perbedaan ukurannya, makin besar risiko terkena kanker.

Perbedaan yang dilihat bukan besar-kecilnya ukuran bra yang digunakan, melainkan kepadatan yang ditunjukkan dengan berat masing-masing payudara. Dalam penelitian tersebut, kepadatan massa pada jaringan payudara diukur dengan alat khusus yang disebut mammograph.

Setiap selisih 98,82 gram pada kedua sisi payudara, peningkatan risikonya mencapai 50 persen. Namun dalam penelitian tersebut tidak ditemukan selisih ukuran sebanyak itu, rata-rata ukuran kedua payudara hanya berselisih 48,19 gram hingga 57,6 gram.

Penelitian tersebut melibatkan 504 perempuan dewasa dengan ukuran payudara rata-rata 479,1 gram. Dari sekian banyak relawan yang dilibatkan, hanya 1 orang yang ukuran payudaranya benar-benar simetris atau sama besar antara sisi kiri dengan kanan.

"Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa breast asymmetry berhubungan dengan esterogen. Hormon tersebut juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi risiko kanker payudara," ungkap salah seorang peneliti, Diane Scutt, PhD seperti dikutip dari WebMD, Minggu (8/5/2011).

Meski hasil penelitian ini menunjukkan hubungan erat antara breast asymmetry dengan risiko kanker, Scutt mengatakan masih banyak faktor lain yang mempengaruhinya. Karena itu ia mengatakan, yang terpenting adalah pemeriksaan rutin agar risiko sekecil apapun bisa dideteksi sedini mungkin.





detik

Wednesday, May 4, 2011

Waspadalah.....Suntik Vitamin C Berisiko Memicu Kematian Jaringan


Dengan harapan bisa memberikan manfaat lebih besar, banyak orang memilih suntik vitamin C. Bukan hanya tidak praktis karena harus datang ke dokter, suntik vitamin C juga berisiko tinggi karena bisa memicu nekrosis atau kematian jaringan.

Risiko tersebut bisa terjadi apabila ada kesalahan dalam teknik penyuntikan, sehingga tidak langsung masuk ke pembuluh darah. Vitamin C yang nyasar ke jaringan otot atau lemak di sekitar lokasi penyuntikan bisa menyebabkan nekrosis atau kematian jaringan.

"Suntikan itu sifatnya invasif, risikonya tinggi. Kalau masih bisa diberikan dengan cara lain, sebaiknya jangan pakai suntik vitamin C," ungkap pakar gizi dari Universitas Indonesia, Dr Fiastuti Witjaksono, MS, SpGK dalam media workshop di Restoran Merah Delima, Kebayoran Baru, Selasa (3/5/2011).

Menurut Dr Fiastuti, suntik vitamin C baru dibutuhkan jika seseorang memiliki masalah dengan saluran pencernaan sehingga tidak bisa menoleransi vitamin C yang sifatnya asam. Lewat suntikan, vitamin C langsung masuk pembuluh darah sehingga tidak memicu gangguan pencernaan.

Namun jika tidak memiliki gangguan semacam itu, maka sumber vitamin C lainnya lebih dianjurkan. Bahkan jika memungkinkan, Dr Fiastuti menganjurkan agar vitamin C didapatkan langsung dari buah-buahan seperti pepaya, mangga, jeruk, nenas dan kiwi.

Buah yang memiliki kandungan vitamin C dalam kadar tinggi adalah buah-buahan yang matangnya alami. Meski demikian, buah yang diperam juga tetap memiliki kandungan vitamin C dan yang jelas tetap memiliki kandungan lain yang bermanfaat terutama serat.

Dr Fiastuti tidak menganjurkan buah-buahan yang matang karena 'dikarbit' atau menggunakan bahan kimia tertentu. Menurutnya, bahan-bahan kimia itu bisa meresap ke dalam buah, lalu ikut termakan dan menimbulkan keracunan baik dalam jangka pendek maupun akumulatif dalam jangka panjang.




detik

Waspadalah.....Nyeri Sendi Pertanda Osteoarthritis


Seiring usia bertambah, penyakit tulang pun mulai menyerang. Salah satunya adalah osteoarthritis. Penyakit ini biasa ditandai dengan keluhan nyeri, bengkak, dan kaku pada sendi lutut, pinggang, dan pundak. 

Osteoarthritis disebabkan oleh kerusakan tulang rawan yang terletak di antara tulang dan sendi. Bila keadaan makin parah, bantalan/cairan sendi menghilang dan menyebabkan tulang saling bergesekan sehingga sendi semakin terasa sakit, kaku,bahkan tak bisa digerakkan. Penyakit ini termasuk penyakit degeneratif yang bersifat kronis dan tidak bisa disembuhkan tetapi dapat dicegah dan dapat dikurangi rasa nyerinya. 

Saat ini penyakit yang dikenal dengan dikenal pengapuran/sakit rawan sendi ini sudah menyerang 360 juta orang di seluruh dunia. Osteoarthritis belum begitu dipahami kaum awam layaknya osteoporosis. Padahal, keduanya sama-sama berpengaruh terhadap mobilitas seseorang. Orang dengan riwayat cedera seperti kecelakaan lalu lintas,pembedahan,atau cedera pada saat berolahraga pada usia muda berisiko terjadi osteoarthritis di masa tuanya.

Atlet atau pekerja yang melakukan gerakan berat dan berulang- ulang juga berisiko tinggi terkena osteoarthritis karena tekanan yang terus menerus pada sendi. Pada umumnya osteoarthritis lebih banyak dialami wanita ketimbang pria.Namun seiring pertambahan usia,pria pun punya kemungkinan sama besar. Sebanyak 45% wanita di atas 65 tahun memiliki gejala osteoarthritis. 

 
Tingkat keparahan penyakit ini beragam, dari yang prosesnya lambat hingga sangat agresif dan mengakibatkan cacat kronis. Dr dr Aris Wibudi SpPD KEMD mengatakan, gejala osteoarthritis dapat berupa nyeri, bengkak, rasa kaku dan tidak lentur pada area yang sakit. ”Osteoarthritis dapat terjadi di semua bagian sendi.Namun tangan,kaki, lutut,tulang belakang, dan panggul adalah bagian yang paling sering terkena,” ujar dr Aris. Salah satu terapi pengobatan yang disarankan dokter untuk mengatasi osteoarthritis yaitu konsumsi glukosamin. 

Glukosamin merupakan senyawa pembangun dari tautan gula dan asam amino yang membentuk matriks pada jaringan tulang rawan dan cairan pelumas sendi. Glukosamin ini alami ada dalam tubuh dan berperan penting untuk pembangunan sendi tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan pada ujung tulang.Bantalan ini mencegah tulang dari keretakan saat mereka bergerak. Penyebab osteoarthritis beragam. Biasanya terjadi akibat beban dan penggunaan sendi berlebihan serta proses penuaan.

“ Seiring pertambahan usia, kemampuan tubuh untuk memperbaiki jaringan tulang rawan sendi dan memproduksi glukosamin menurun.Namun, kelompok usia muda juga bisa menderita osteoarthritis karena obesitas, aktivitas fisik terus- menerus secara berlebihan, dan trauma,”kata Dr dr Aris Wibudi SpPD KEMD.Tak heran profesi atlet merupakan salah satu yang paling riskan terkena osteoarthritis. Untuk pencegahan dan perawatan tulang dan sendi,Anda bisa mengonsumsi susu berkalsium tinggi plus suplemen glukosamin. 

Kebutuhan kalsium tinggi ada di masa remaja yakni usia 10–18 tahun di mana pembentukan tulang sangat cepat terjadi. Sejak umur 21 tahun Anda sudah diperbolehkan mengonsumsi susu kalsium tinggi dan berglukosamin secara rutin sebagai “tabungan” di hari tua nanti. Perlu diingat bahwa hasil dari minum susu tidak bisa instan. Pada pria dan wanita setelah masa menopause (di atas 65 tahun), tambahan kalsium sangat diperlukan karena tubuh kurang efektif dalam menyerap atau menjaga jumlah kalsium. Mencegah pasti lebih baik daripada mengobati.
 
 
 
 
Sindo

Monday, May 2, 2011

Waspadalah.....Sering Kram? Rajinlah Makan Pisang


Kram atau otot kejang bisa terjadi di mana saja, saat berjalan, duduk, berenang, berlari atau kegiatan lainnya. Bila Anda sering menderita kram cobalah rutin makan pisang.

Kram biasanya terjadi pada otot gastrocnemius dan otot soleus pada betis. Kram juga bisa terjadi pada paha dan jari-jari kaki.

Umumnya kram bukan masalah yang berbahaya, tetapi pada kasus yang jarang terjadi kram bisa menjadi gejala dari masalah lain seperti  penyakit arteri perifer atau masalah tulang belakang.

Kram akan makin sering terjadi karena bertambahnya usia dan pada saat kehamilan. Makan pisang bisa menjadi solusi saat kram kambuh. Meski khasiatnya tidak langsung terasa secara instan saat kram terjadi, tetapi pisang dapat membantu fungsi otot.

Pisang merupakan makanan yang kaya akan kalium. 1 porsi buah pisang biasanya mengandung sekitar 600 mg kalium, seperti dilansir Livestrong, Minggu (1/5/2011).



Kalium sangat penting untuk sel, jaringan dan organ agar berfungsi dengan baik. Kalium juga memainkan peran dalam fungsi jantung, kontraksi otot rangka dan halus serta fungsi pencernaan.

Banyak otot dan sel saraf memiliki saluran khusus untuk memindahkan kalium dalam dan keluar dari sel. Ketika gerakan ini diblokir atau tubuh kekurangan kalium, maka aktivitas kedua otot dan saraf bisa menjadi terganggu.

Dengan rutin makan pisang dapat memberikan manfaat besar agar otot-otot tubuh dapat menjalankan tugasnya dengan benar.

Kalium juga merupakan salah satu elektrolit tubuh. Bersama dengan natrium, klorida, kalsium dan magnesium, elektrolit harus seimbang agar otot-otot dapat berfungsi dengan baik.

Maka dari itu, dehidrasi dapat menyebabkan ketidakseimbangan dari elektrolit dan menyebabkan kram otot. Sekitar 95 persen dari kalium dalam tubuh disimpan dalam sel, sedangkan natrium dan klorida berada di luar sel.





detik

Tuesday, April 26, 2011

Waspadalah.....Diabetes Tipe 1 Serang Sistem Kekebalan Tubuh


Sebuah penelitian menunjukkan, sebagian orang yang terdiagnosa menderita diabetes tipe 1 memiliki penyakit kekebalan tubuh lainnya.

Diabetes tipe 1 adalah dikenal sebagai penyakit autoimun, yang sistem kekebalan tubuh meluncurkan serangan sesat pada jaringan tubuh sendiri.

Dalam kasus diabetes, serangan membunuh sel-sel di pankreas yang membuat hormon penghasil insulin, atau dikenal sebagai sel beta.

Para ahli meyakini bahwa kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan dapat dengan cara tertentu memicu sistem kekebalan tubuh untuk menghancurkan sel-sel ini.

Para ahli juga sejauh ini telah menemukan 20 gen yang memainkan peranan pada diabetes tipe 1, meski fungsi dari gen ini masih dalam penyelidikan.

Gangguan autoimun pada anak

Sebuah studi baru mengungkapkan, orang dengan diabetes tipe 1 juga memiliki tingkat yang lebih tinggi dari rata-rata gangguan autoimun lainnya, termasuk penyakit tiroid autoimun, penyakit gangguan pencernaan celiac, dan penyakit Addison, gangguan kelenjar adrenal.

Penyakit autoimun tiroid muncul bila suatu reaksi sistem kekebalan menyebabkan kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroid terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Sebuah tiroid yang terlalu aktif dapat menyebabkan gejala seperti kegelisahan, penurunan berat badan, masalah tidur dan intoleransi terhadap panas,


Penyakit Celiac adalah gangguan pencernaan di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap makanan dengan gluten (protein dalam gandum, barley dan gandum hitam), merusak usus kecil.


Sementara, pada penyakit Addison, kelenjar adrenal tidak dapat menghasilkan cukup banyak hormon kortisol atau aldosteron, yang menyebabkan masalah seperti kelemahan dan kelelahan, nafsu makan dan penurunan berat badan, dan lekas marah.

Lebih jauh, peneliti ingin mengetahui seberapa besar dampak penyakit itu jika menyerang anak-anak jika terserang diabetes tipe 1 dengan kategori beberapa penyakit autoimun lainnya.

Mereka melakukannya dengan mengukur kadar tertentu auto antibodi yang menjadi penanda kondisi. Auto antibodi adalah protein sistem kekebalan ditujukan terhadap sel-sel tubuh sendiri.

Seperti dilansir dari Reuters Health, sebanyak 491 anak yang dilibatkan dalam penelitian itu, menunjukkan bahwa seperempat dari auto antibodi mereka terhubung dengan penyakit tiroid.

Sementara itu, hampir satu dari delapan memiliki antibodi yang berkaitan dengan penyakit celiac, dan seperempat dari anak-anak mempunyai penyakit ini.
Lima anak-anak (atau 1 persen dari seluruh kelompok) telah auto antibodi Addison, dan penyakit itu dikonfirmasi pada salah satunya.

Dr Jennifer M. Barker dari University of Colorado Denver yang memimpin penelitian itu menjelaskan, kenyataan sepertiga dari anak-anak memiliki tanda-tanda penyakit autoimun lain berarti orang tua dan dokter harus waspada untuk tiga gangguan pada anak diabetes.

Menurut Baker, American Diabetes Association merekomendasikan anak-anak dengan diabetes tipe 1 harus diuji untuk penyakit tiroid dan penyakit celiac pada saat diagnosis diabetes mereka. Setelah itu, skrining tiroid harus dilakukan tahunan, dan pengujian celiac jika ada gejala yang berpotensi.

Celiac skrining harus dilakukan dengan tes antibodi. Namun dokter dapat menangani penyakit tiroid dengan mengukur kadar darah thyroid-stimulating hormone.
Dan ada perdebatan, Barker mengatakan, tentang apakah tes antibodi tiroid akan berguna.

"Kehadiran auto antibodi tidak berarti anak akan terkena penyakit ini," ujar Barker.

Adapun penyakit Addison, tidak ada pedoman skrining anak-anak dengan diabetes tipe 1. Tapi Barker mengatakan, orang tua dan dokter setidaknya harus mengawasi keluar untuk gejala penyakit - serta tanda-tanda penyakit celiac dan masalah tiroid.

Secara khusus, katanya, orang tua harus memperhatikan pertumbuhan anak-anak mereka dan perkembangan fisik, dan melacak setiap masalah yang mereka hadapi dengan episode gula darah rendah, sakit perut, sembelit atau diare.

Diperkirakan, 15% menjadi 30% orang dengan diabetes tipe 1 memiliki penyakit tiroid autoimun. Sedangkan 4% menjadi 9% memiliki penyakit celiac, dan kurang dari 1% memiliki penyakit Addison






Inilah.com

Monday, April 25, 2011

Waspadalah.....Perilaku Ini Bisa Buat Kekasih Berpaling dari Anda


Kadang kita hanya bisa marah, menangis dan kesal saat kekasih selingkuh atau berpaling ke wanita lain. Mungkin saja, masalah bukan hanya berasal dari si dia. Tapi justru sikap Anda yang salah saat membina hubungan asmara.

Jika tidak mau kekasih Anda berpaling ke wanita lain, sebaiknya hindari beberapa perilaku yang bisa memicu hancurnya percintaan.

1. Terlalu Ketergantungan
Pria memang suka jika dianggap penting atau dibutuhkan wanitanya, tapi hanya untuk beberapa kondisi tertentu. Sekarang ini, pria juga mengharapkan punya kekasih mandiri, seperti dilansir selfgrowth. Menjadikannya 'supir' untuk antar-jemput kemanapun Anda pergi, membawakan berkantong-kantong tas belanjaan atau menunggu Anda memilih pakaian selama berjam-jam, adalah kegiatan paling membosankan bagi mereka.

Mungkin tidak masalah jika hanya sesekali. Tapi ketika itu sudah menjadi rutinitas seharian, jangan kaget jika suatu saat si dia berpaling pada wanita yang bisa berdiri di atas kakinya sendiri.

2. Suka Mengatur
Tidak peduli selelah atau sesibuk apapun, si dia wajib menelepon atau mengirim pesan teks kepada Anda setiap hari. Anda juga melarangnya sering pergi bertemu temannya bahkan menentukan si dia harus berpenampilan seperti apa. Setiap keputusan pun harus Anda yang menentukan. Terlalu banyak mengatur bisa membuatnya lama-lama lari dari Anda. Ingat, pria (dan mungkin juga wanita) tidak suka geraknya terlalu dikekang.

3. Cemburu Berlebihan
Cemburu boleh saja, tapi jangan berlebihan. Selalu curiga kekasih bersama wanita lain, atau marah hanya karena ada teman wanita yang menghubunginya bisa membuat si dia lelah dan pergi dari Anda. Salah satu hal yang memicu pria berselingkuh karena dia merasakan tekanan dalam hubungan daripada kenyamanan saat bersama kekasihnya.

4. Kurang Perhatian
Dikutip dari ezinearticles, kurangnya perhatian juga bisa membuat si dia berpaling dari wanita lain. Dalam hubungan, memang ada kalanya Anda dan si dia perlu waktu dan ruang untuk sendiri. Tapi bukan berarti Anda mengabaikan pesan teks yang dikirimkannya ke ponsel Anda, tidak pernah menanyakan kegiatan atau bahkan lupa hari ulang tahunnya. Kenalilah hal-hal kecil tentang kekasih Anda; seperti apa makanan kesukaannya, tontonan favorit, hobi atau kebiasaan.





www.wolipop.com

Waspadalah.....Jika Sering Mendengkur ,Tidurlah dengan Posisi Miring


Bagi orang yang sering mendengkur alias ngorok, posisi tidur sangat mempengaruhi dengkuran tersebut. Tidur dengan posisi miring atau menyamping cukup efektif menguranginya, dengan satu syarat orang tersebut tidak boleh terlalu gemuk.

Ngorok perlu diatasi karena tak hanya mengganggu orang lain yang mendengarkan, tetapi juga membahayakan orang yang bersangkutan. Disadari atau tidak, orang yang sering ngorok tidurnya kurang berkualitas jika dibandingkan dengan yang tidak ngorok.

Diyakini, 75 persen orang yang ngorok juga mengalami sleep apnea atau henti napas yang tidak disadarisleep apnea menyebabkan suplai oksigen ke otak tidak lancar, sehingga orang tersebut bangun dalam kondisi tidak segar.

Banyak pakar menyarankan, orang yang sering mendengkur saat tidur sebaiknya tidak tidur dalam posisi berbaring. Adanya gaya gravitasi menyebabkan organ-organ di pangkal tenggorokan turun dan mempersempit saluran napas, sehingga bergetar saat dilewati udara.

Tidur menyamping bisa mengurangi efek gravitasi sehingga dengkuran juga akan berkurang. Dikutip dari NY Times, Minggu (24/4/2011), 54 persen orang ngorok bisa mengurangi dengkurannya hanya dengan mengubah posisi tidur dari telentang jadi menyamping atau miring.

Sementara itu, sisanya sebanyak 46 persen tetap mendengkur meski sudah tidur dalam posisi miring. Hal ini adalah perkecualian, karena ada penelitian lain yang mengungkap faktor risiko yang membedakannya dengan 54 persen yang tidak mendengkur saat tidur menyamping.

Penelitian yang dipublikasikan tahun 1997 itu membagi orang ngorok menjadi 2 kelompok, yakni positional snorer dan non positional snorer. Positional snorer adalah orang yang dengkurannya dipengaruhi oleh posisi tidur, sedangkan non positional snorer selalu ngorok dalam posisi apapun.

Orang-orang yang masuk kategori positional snorer umumnya memiliki berat badan cenderung kurus hingga normal mendekati gemuk. Sementara yang termasuk dalam kategori non positional snorer umumnya memiliki berat badan berlebih atau overweight dan obesitas.

Intinya adalah, tidur dalam posisi miring efektif mengatasi dengkuran jika seseorang tidak memiliki masalah dengan berat badan. Jika tubuhnya gemuk, satu-satunya cara mengatasi dengkuran adalah kombinasi diet dan olahraga untuk mengurangi berat badan.
selama tidur. Tersumbatnya saluran napas akibat





detik

Thursday, April 21, 2011

Waspadalah.....Ini Dia Penyebab Kepala Kliyengan


Kepala pusing atau terasa seperti kliyengan sering dialami banyak orang yang kadang dapat mengganggu aktivitasnya. Sebenarnya apa penyebab kepala merasa kliyengan?

Kliyengan atau pusing sering digunakan untuk menjelaskan suatu perasaan seperti ingin pingsan atau merasa lemah dan goyah. Arti dari kliyengan sendiri adalah pusing, pening, sakit kepala.

Berbeda dengan pusing yang membuat seseorang berpikir bahwa lingkungannya berputar atau bergerak maka itu disebut dengan vertigo.

Keluhan ini menjadi alasan yang paling umum bagi seseorang untuk mengunjungi dokter karena bisa jadi merupakan gejala dari kondisi serius. Pengobatan yang diberikan tergantung pada penyebabnya.

Beberapa hal bisa menyebabkan seseorang merasa klinyengan seperti dikutip dari Mayo Clinic, Rabu (20/4/2011) yaitu:

Merasa kliyengan seperti ingin pingsan (Presyncope)
Presyncope adalah istilah medis untuk kondisi merasa pingsan dan pusing tapi tanpa kehilangan kesadaran. Kadang kondisi ini diikuti dengan mual, kulit pucat dan gejala lain yang berkaitan dengan pingsan.

Penyebabnya meliputi:
  1. Tekanan darah yang rendah (hipotensi ortostatik), kondisi ini terjadi karena adanya penurunan drastis tekanan darah sistolik (angka atas dalam membaca tekanan darah). Hal ini dapat terjadi jika seseorang duduk atau berdiri terlalu cepat dan juga pada orang yang diketahui memiliki penyakit tekanan darah rendah.
  2. Kurangnya asupan darah yang keluar dari jantung, kondisi ini seperti salah satu penyakit otot jantung (cardiomyopathy), irama jantung abnormal (aritmia) atau penurunan volume darah yang membuat alirannya dari jantung tidak memadai.

Kehilangan keseimbangan (disequilibrum)
Kondisi ini adalah hilangnya keseimbangan atau perasaan goyang saat berjalan.
Kemungkinan penyebabnya termasuk:
  1. Masalah pada bagian dalam telinga atau inner ear (vestibular), kelainan pada bagian dalam telinga bisa membuat seseorang merasa goyang saat berjalan terutama dalam gelap.
  2. Gangguan sensori, kegagalan dalam penglihatan dan kerusakan saraf di kaki bisa mengakibatkan seseorang sulit menjaga keseimbangan yang membuatnya merasa kliyengan.
  3. Kondisi neurologis, berbagai gangguan saraf bisa menyebabkan hilangnya keseimbangan

Penyebab kliyengan lainnya
Beberapa penyebab lainnya juga bisa membuat seseorang merasa kliyengan atau kepala pusing sambil berasa goyang.

Beberapa penyebab lain adalah:
  1. Obat-obatan, beberapa pengobatan diketahui bisa menimbulkan perasaan pening atau kliyengan dan akan hilang jika berhenti mengonsumsinya. Obat penurun tekanan darah juga bisa menyebabkan kliyengan jika tekanan darah yang diturunkan terlalu banyak.
  2. Gangguan kecemasan seperti serangan panik, merasa sangat grogi atau mengalami fobia tertentu bisa menyebabkan orang merasa pusing atau kliyengan.

Jika kliyengan muncul secara tiba-tiba, cobalah untuk duduk atau mencari pegangan agar tidak terjatuh serta tetap tenang. Dan jika terjadi terus menerus segeralah periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab
pastinya.




detik

Belajar Al-Qur'an Online

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran