Clock By Blog Tips
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Monday, May 7, 2012

Waspadalah.....Stres Bisa Bikin Sembelit


Sembelit atau konstipasi adalah gangguan buang air besar yang bisa menyiksa. Berbagai hal bisa menjadi pemicu, tapi salah satunya bisa disebabkan oleh stres yang dialami.

Konstipasi adalah kondisi sulit buang air besar yang biasanya kurang dari 3 kali dalam seminggu, kondisi ini bisa membuat cairan dan racun terserap ke dalam aliran darah dan dibawa ke seluruh bagian tubuh.

Berbagai hal diketahui bisa menyebabkan seseorang mengalami sembelit, tapi salah satu penyebabnya adalah stres atau emosional psikologis. Hal ini karena stres bisa mempengaruhi saraf yang mengontrol fungsi usus sehingga menyebabkan sembelit, seperti dikutip dari Lifemojo, Senin (7/5/2012).

Usus adalah organ yang sangat sensitif dan dapat dipengaruhi oleh berbagai pengaruh eksternal termasuk kecemasan dan perubahan dalam rutinitas. Stres yang terjadi untuk jangka panjang bisa menjadi penyebab sembelit, dan kondisi ini seringkali tidak disadari.

Selain itu sembelit bisa berhubungan dengan sesuatu yang sederhana seperti terlalu sibuk untuk mendapatkan waktu pergi ke toilet. Jadi salah satu caranya adalah mengurangi tekanan dalam hidup, mengonsumsi serat yang cukup serta tidak mengabaikan dorongan dari dalam tubuh untuk buang air besar.

Diketahui ada 3 jenis sembelit yang bisa dialami oleh seseorang yaitu:
1. Sembelit akut, adanya perubahan mendadak dalam buang air besar yang biasanya jadi sinyal adanya masalah serius di usus seperti tumor usus besar sehingga memerlukan perhatian medis.
2. Sembelit kronis, perubahan buang air besar untuk jangka waktu panjang yang biasanya akibat kurangnya aktivitas fisik atau kebiasaan makan yang salah.
3. Sembelit parah, jika buang air besarnya kurang dari 1 kali dalam seminggu yang biasanya memerlukan pengosongan usus dan pemeriksaan.

Beberapa orang diketahui rentan mengalami sembelit seperti lansia, perempuan yang hamil, sering bepergian (wisatawan), pola hidup yang tidak sehat, pecinta junk food, kurang mengonsumsi cairan serta pasien yang harus selalu berada di tempat tidur.

Kondisi ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada penderitanya, tapi terkadang bisa juga menjadi gejala atau sinyal penyakit tertentu seperti tumor pada saluran pencernaan. Meski terkesan sepele, sembelit ini tidak boleh diabaikan karena pada kebanyakan kasus penyebab sembelit ini akibat adanya penyimpangan gaya hidup.


Sumber : Detik

Waspadalah.....Kelebihan Vitamin C Berisiko Penyakit Batu Ginjal


Ada yang bilang mengonsumsi berlebihan vitamin larut air, seperti vitamin C, tidak akan berdampak buruk pada tubuh. Nyatanya, kelebihan vitamin C berisiko penyakit batu ginjal loh.

"Vitamin C atau asam askobat merupakan vitamin esensial untuk tubuh. Namun, tubuh berpotensi kelebihan vitamin juga," kata Katherine Zeratsky dari Mayoclinic.

Vitamin C merupakan vitamin larut air yang menopang pertumbuhan dan perkembangan normal tubuh.

Vitamin C juga membantu tubuh menyerap zat besi.  Tubuh tidak memproduksi atau menyimpan vitamin ini, jadi dibutuhkan asupan vitamin C dari makanan atau suplemen.

Untuk orang dewasa, batas vitamin C yang disarankan maksimal 2.000 mg per hari. Kelebihan vitamin C tak membahayakan.

Tapi kelebihan mengonsumsi suplemen vitamin C menyebabkan berbagai keluhan seperti diare, mual, muntah, serangan maag, kram perut, sakit kepala, insomnia dan batu ginjal.

Segelas jus jeruk atau setangkup stroberi, bagi sebagian orang, cukup untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin C.

"Ingatlah, konsumsilah vitamin C dengan bijaksana. Jangan berlebihan," ujar  Zeratsky. 



Sumber : MI

Monday, March 5, 2012

Waspadalah.....Gejala Awal Stroke


Banyak orang terlambat menyadari gangguan kesehatan tubuh. Mereka umumnya baru sadar setelah kondisi berada di tingkat parah, yang tak jarang berujung fatal.

Stroke misalnya. Banyak yang mengabaikan gejala gangguan aliran darah menuju otak ini karena tanda-tanda awal yang muncul terkesan tak genting. Mereka berpikir rasa tak nyaman yang muncul akan hilang dengan sendiri tanpa penanganan khusus.

Agar tak terjebak kondisi fatal, jangan abaikan gejala stroke yang mungkin terkesan sepele, seperti sering mati rasa atau kesemutan, penglihatan kabur, pada salah satu atau kedua mata, sering kehilangan keseimbangan secara mendadak ketika sedang berdiri atau berjalan, dan sering menderita sakit kepala mendadak tanpa diketahui penyebabnya.

Gejala yang sepertinya ringan ini bila diabaikan bisa semakin berat. Segeralah ke dokter atau rumah sakit bila Anda mengalami gejala lebih berat, seperti:

- Melemahnya kemampuan gerak secara mendadak di daerah wajah, tangan atau kaki, terutama jika terjadi hanya di satu sisi tubuh saja (kiri atau kanan).

- Tiba-tiba jatuh kala sedang berjalan atau berdiri dan tidak dapat memutar tubuh karena kehilangan keseimbangan

- Ingatan tiba-tiba terhapus membuat Anda tidak dapat mengerjakan aktivitas rutin seperti menggunakan pakaian dan berjalan ke suatu tempat di dalam rumah, karena lupa.

- Anda juga sulit menggerakkan anggota badan dan tidak dapat mengkoordinasikan gerak tubuh untuk melakukan hal sederhana, seperti menulis, mengetik, dan menekan nomor telepon.

- Sering termenung dalam waktu cukup lama, dan suasana hati menjadi tidak stabil. Anda mudah marah secara tiba-tiba dan dalam waktu lama.

- Pendengaran  berkurang.


Sumber : VivaNews

Waspadalah.....Bakar Sampah Plastik Bisa Sebabkan Kanker


Hasil dari pembakaran sampah plastik akan menimbulkan zat diaksin, zat tersebut diketahui dapat menyebabkan kanker. Karenanya, warga dihimbau agar tidak sering membakar sampah yang berbahan plastik.

Demikian dikatakan Kabid Sarana, Prasaranan dan Penyuluhan Dinas Kebersihan dan Kebakaran (DKK) Kota Pangkalpinang, Wydia Kemala Sari,  Sabtu (3/3/2012).

"Kami mengharapkan kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik, karena plastik ini tidak gampang terurai. Ia (plastik--) membutuhkan waktu sekitar 3000 tahun. Dan bila dibakar, plastik itu akan menimbulkan suatu zat dioksin yang akan menyebabkan kanker,"  kata Wydia.

Dia juga mengimbau agar para ibu rumah tangga yang sering berbelanja di pasar, untuk selalu menggunakan keranjang belanjaan yang terbuat dari anyaman. Sehingga, tidak lagi menggunakan plastik untuk wadah belanjaannya.


Sumber : Tribun

Thursday, February 23, 2012

Waspadalah.....Inilah 5 Hal yang Bikin Tulang Cepat Keropos

stylemedia.info

Osteoporosis atau yang sering disebut tulang keropos merupakan hal yang menakutkan terlebih bagi wanita. Pasalnya, Osteoporosis tidak dapat disembuhkan, tapi bisa diperlambat dengan meningkatkan kepadatan tulang.

Sebelum hal itu terjadi, seperti dikutip dari berbagai sumber, berikut lima hal yang bisa membuat tulang cepat keropos. Apa saja?

Kurang minum air putih

Tubuh membutuhkan sangat banyak cairan, termasuk tulang. Air putih dipercaya mampu mencegah pembusukan tulang. Jadi, biasakan minum banyak air putih.

Banyak konsumsi garam

Menurut National Osteoporosis Foundation, Amerika, makanan yang mengandung banyak garam bisa membuat kalsium dalam tubuh berkurang, kepadatan tulang pun ikut berkurang.
Solusinya, jauhi makanan yang mengandung garam lebih dari 20%, seperti makanan kaleng, keripik kentang, dan makanan beku.

Duduk terlalu lama

Jika tak sempat olahraga, lakukan aktivitas ringan seperti stretching atau jalan di sekitar meja kerja agar otot-otot tak tegang, juga merilekskan tulang belakangmu. Berdalih pekerjaan menumpuk sampai tak sempat bergerak dari meja kerja akan merugikan diri sendiri.

Makan siap saji

Kandungan lemak, sodium, dan gula yang tinggi pada makanan siap saji menyebabkan kepadatan tulang berkurang. Apalagi, biasanya kamu menyantap makanan siap saji sepaket dengan minuman bersoda. Kombinasi lengkap yang ampuh merusak tulang!

Kurang olahraga

Ini yang paling sering jadi masalah. Olahraga masih ada di urutan ke sekian dibandingkan shopping atau tidur seharian saat weekend. Padahal, olahraga menjadi cara jitu mencegah keroposnya tulang.


Sumber : Detik

Friday, February 10, 2012

Waspadalah.....Kanker Paru Sering Dikira Nyeri Punggung Biasa


Deteksi dini kanker paru sulit dilakukan, sebab seringkali tidak disertai gejala. Bahkan ketika sudah muncul gejala, sering dikira penyakit lain termasuk penyakit yang sepertinya tidak ada hubungannya dengan paru yakni nyeri punggung.

"Gejala kanker paru bisa berupa nyeri punggung kalau lokasi kankernya di bagian tepi jaringan paru," kata Prof Dr Wiwien H Wiyono, SpP(K), FCCP, ketua Pertemuan Ilmiah Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi (PIPKRA) ke-10 dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jumat (10/2/2012).

Dijelaskan oleh Prof Wiwien, kanker paru yang ditandai dengan nyeri punggung biasanya sulit terdeteksi. Selain karena dikira hanya nyeri punggung biasa, hasil pemeriksaan foto rontgen terkadang juga tidak mampu mendeteksi adanya jaringan kanker.

Kanker paru yang ditandai dengan nyeri punggung biasanya berada di bagian tepi, atau bahkan tersembunyi di belakang jantung. Pada foto rontgen biasa, bayangan yang terbentuk akan tersamar oleh bayangan jantung dan organ lain yang menutupi sehingga kankernya sulit dideteksi.

"Kadang-kadang cuma dikerok karena dikira masuk angin. Tapi kalau nyeri punggungnya tidak hilang meski diobati dan penderitanya dicurigai punya risiko tinggi untuk terkena kanker, maka harus diperiksa lebih lanjut karena besar kemungkinannya nyerinya karena kanker," jelas Prof Wiwien.

Tidak adanya gejala pada stadium awal kanker paru lebih disebabkan karena hampir tidak ada saraf perasa nyeri di paru. Sehingga ketika ada tumor, baik jinak maupun ganas maka tidak selalu disertai rasa nyeri di bagian itu kecuali jika ukurannya sudah mulai membesar.

Gejala-gejala yang menyertai kanker paru umumnya baru muncul ketika ukurannya sudah mulai membesar, misalnya di atas 3 cm. Jika lokasi kankernya di bagian sentral atau pusat saluran napas, gejalanya adalah batuk sedangkan jika di bagian tepi maka gejalanya nyeri dada atau punggung.

Ketika sudah muncul gejala, kanker paru sebenarnya sudah mulai parah. Kanker paru bisa sembuh kalau masih bisa diangkat, sedangkan jika sudah terlalu parah maka akan diarahkan ke terapi paliatif mengingat peluang kesembuhan kanker paru paling rendah dibanding jenis kanker lainnya.


Sumber : Detik

Monday, January 2, 2012

Waspadalah.....Banyak Minum Susu Ketika Remaja Picu Kanker Prostat?

Ilustrasi (dok: Thinkstock)


Pria yang banyak menenggak susu semasa remajanya tiga kali lebih mungkin didiagnosis kanker prostat dibandingkan dengan pria yang meminum susu dalam taraf sedang. Benarkah pubertas merupakan waktu paling rentan bagi kelenjar prostat?

"Kami percaya bahwa data kami memang solid dan memberikan bukti penting bahwa remaja merupakan periode sensitif bagi perkembangan kanker prostat," kata Johanna Torfadottir, ilmuwan gizi dan mahasiswa pascasarjana di Universitas Islandia.

Dua penelitian mengenai hubungan antara kanker prostat dan asupan susu pada remaja menghasilkan dua kesimpulan yang berbeda. Satu penelitian menyimpulkan bahwa pecinta susu ditemukan agak terlindungi dari penyakit ini, sementara penelitian lain tidak menemukan hubungan sama sekali.

Tapi kedua penelitian itu dianggap kecil dan tidak membedakan antara tumor yang sudah kronis dan tumor dalam tahap awal. Penelitian yang dilakukan Torfadottir ini menawarkan eksperimen alami yang menurutnya sempurna seperti yang ditulis dalam American Journal of Epidemiology.

Dalam penelitian ini, Torfadottir menggunakan data dari 2.200 orang lebih pria yang lahir antara tahun tahun 1907 - 1937. Orang-orang ini telah menjadi bagian dari penelitian medis yang dimulai pada tahun 1960 dan pada awal 2000-an. Responden diminta menjawab pertanyaan tentang makanannya pada awal dan pertengahan kehidupan sebagai bagian dari penelitian lain.

Di antara 463 orang yang ingat pernah minum susu kurang dari sekali sehari di usia remaja, 1 persen di antaranya mengalami kanker prostat atau meninggal karena penyakit ini setelah 25 tahun tindak lanjut. Di antara pria yang mengaku minum susu sekali sehari ketika rermaja, prosentasenya lebih tinggi sebanyak 3 persen.

Seperti dilansir FoxNews, Senin (2/1/2012), Torfadottir mengatakan ada mekanisme fisiologis yang mungkin menjelaskan hubungan ini, namun hal ini masih sebatas dugaan. Ia menduga hal ini berkaitan dengan kebiasaan pola makannya. Namun, ia tidak menganggap susu sebagai penyebab kanker prostat dan orang tidak perlu khawatir untuk meminum susu.

"Terlalu dini untuk mengatakan bahwa minum susu menyebabkan kanker prostat. Mungkin memang ada hubungan, tapi belum dapat dianggap sebagai sebab akibat. Ada banyak manfaat kesehatan dari minum susu pada masa remaja," kata Dr Matthew Cooperberg, urolog di University of California, San Fransisco.


Sumber : Detik

Tuesday, December 13, 2011

Waspadalah.....Ibu Hamil Stres Berat Bayi Bisa Lahir Prematur


Asupan makanan sangat memengaruhi kesehatan janin. Tak kalah penting adalah kondisi psikologis bumil yang bila mengalami stres berat, akan berdampak pada proses persalinan.

Sebuah studi di Amerika menyimpulkan, wanita yang mengalami stres tingkat tinggi saat memasuki bulan kedua atau ketiga kehamilan, lebih berisiko melahirkan secara prematur dan kehilangan bayi laki-laki mereka. Kesimpulan ini didapat lewat studi yang menyelidiki efek stres pada wanita hamil yang disebabkan oleh gempa bumi di Chili Tarapaca pada 2005.

Paparan stres terbukti dapat memperpendek masa kehamilan dan meningkatkan risiko keguguran untuk bayi laki-laki. Para peneliti menemukan bahwa wanita yang tinggal paling dekat dengan pusat gempa selama bulan kedua dan ketiga kehamilan memiliki masa kehamilan yang lebih pendek.

Profesor Florencia Torche dan Karine Kleinhaus dari New York University menjelaskan, bayi laki-laki lebih mungkin stres karena mereka tumbuh lebih besar dibandingkan bayi perempuan. Bayi laki-laki membutuhkan nutrisi lebih dari ibunya dan tidak mudah beradaptasi dibandingkan bayi perempuan. Ibu yang stres akan menciptakan lingkungan rahim yang dirasa tidak nyaman oleh bayi laki-laki. Kondisi stres ini juga akan memengaruhi asupan nutrisi dari ibu ke bayi.

Menurut para peneliti, temuan ini memberikan bukti kuat bahwa stres secara independen memengaruhi hasil kehamilan.


Sumber : PesatNews

Thursday, December 1, 2011

Waspadalah.....Kesemutan Tanda Timbulnya Penyakit Serius!


Jangan pernah menganggap sepele 'kesemutan'. Pasalnya, kejadian ini dapat memicu timbulnya gejala penyakit serius mulai dari stroke hingga serangan jantung.

Paresthesia atau kesemutan kronis sering merupakan simtom dari penyakit neurologis atau trauma kerusakan saraf. Penyebabnya adalah gangguan yang memengaruhi sistem saraf pusat seperti stroke dan stroke mini, multiple sklerosis, mielitis transversa, dan ensefalitis.

Selain itu, kesemutan juga bisa menjadi indikasi dari banyak penyakit, seperti diabetes melitus, hipertensi, saraf terjepit, gangguan aliran darah pada pembuluh darah tepi, maupun gangguan darah.

Ada kalanya pada mereka yang belum diketahui mengidap diabetes, kesemutan dapat menjadi gejala awal diketahuinya diabetes.

Ingin tahu sejumlah penyakit yang ditandai oleh gejala kesemutan ? Simak ulasan berikut.

Penyakit jantung

Kesemutan tak hanya akibat neuropati tekanan, tetapi karena komplikasi jantung dengan sarafnya. Pada pasien jantung yang sedang menjalani operasi pemasangan klep, terdapat bekuan darah yang menempel. Bekuan itu bisa terbawa aliran darah ke otak, sehingga terjadi serebral embolik.

Bila sumbatan di otak mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Jika daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan disertai kelumpuhan.

Infeksi tulang belakang

Ini menyebabkan bagian tubuh dari pusar ke bawah tak dapat digerakkan. Penderita tak dapat mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dinamakan mielitis (radang sumsum tulang belakang). Tingkat kesembuhan tergantung pada kerusakannya. Bisa sembuh sebagian, tetapi ada juga yang lumpuh.

Spasmofilia (tetani)

Gejala kesemutan juga bisa merupakan tanda penyakit spasmofilia (tetani). Penyakit ini timbul karena kadar ion kalsium dalam darah berkurang.
Penyebabnya adalah menurunnya tegangan karbondioksida dalam paru-paru. Gejala lain: kejang pada tungkai, sulit tidur, emosi labil, takut, lemah, sakit kepala sebelah atau migrain, dan hilang kesadaran.

Stroke

Kesemutan dapat jadi tanda stroke ringan. Biasanya disebabkan sumbatan pada pembuluh darah di otak, yang mengakibatkan kerusakan saraf setempat.
Gejala lain yang muncul: rasa kebas separuh badan, lumpuh separuh badan, buta sebelah mata, sukar bicara, pusing, penglihatan ganda dan kabur.

Gejala berlangsung beberapa menit atau kurang dari 24 jam. Biasanya terjadi waktu tidur atau baru bangun. Kondisi ini harus ditangani karena bisa berkembang menjadi stroke berat.

Rematik

Penyakit ini bisa menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Dalam hal ini saraf terjepit akibat sendi pada engsel, misalnya sendi pergelangan tangan, berubah bentuk. Gejala kesemutan biasanya hilang bila rematik sembuh.

Guillain-barre syndrome

Kesemutan bisa jadi salah satu indikasi penyakit ini. Ditandai gejala demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Juga diikuti rasa kesemutan dan kebas. Kesemutan biasanya terasa di sekujur tubuh, khususnya pada ujung jari kaki dan tangan karena virus menyerang sistem saraf tepi.

Bila keadaan itu tidak segera diatasi, serangan akan berlanjut ke organ vital. Akibatnya, penderita merasa sesak napas dan lumpuh di seluruh tubuh.

Diabetes Militus

Pada pasien DM, kesemutan merupakan gejala kerusakan pada pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung saraf berkurang. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengendalikan kadar gula darah secara ketat, juga mengonsumsi obat seperti gabapentin, vitamin B1 dan B12.



Sumber : Inilah.com

Friday, November 11, 2011

Waspadalah.....Kurang Minum Air Picu Diabetes ?


Sebuah studi baru menyebutkan, orang sedekit atau kurang mengkonsumsi air putih per hari kemungkinan besar akan mengembangkan kondisi kadar gula darah tinggi yang memicu timbulnya penyakit diabetes. Benarkah ?

Dalam studi ini, para ilmuwan menemukan bahwa orang dewasa yang hanya minum setengah liter air, sekitar dua gelas atau kurang setiap hari lebih mungkin untuk mengalami peningkatan kadar gula darah dalam kisaran pra-diabetes jika dibandingkan orang yang minum lebih banyak air.

Tapi apakah hanya minum air akan mengurangi risiko masalah gula darah masih dipertanyakan. Sebuah hormon yang disebut vasopressin disebut-sebut memainkan peran penting dalam kaitan ini, menurut para peneliti.

Vasopressin yang juga dikenal sebagai hormon antidiuretik membantu mengatur retensi air tubuh. Ketika kita mengalami dehidrasi, kadar vasopresin naik, menyebabkan ginjal untuk menghemat air. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa tingkat vasopressin lebih tinggi juga dapat meningkatkan gula darah.

Reseptor vasopressin terdapat dalam hati, organ yang bertanggung jawab untuk memproduksi glukosa (gula) dalam tubuh. Studi ini juga menemukan bahwa orang sehat yang disuntikkan vasopresin mengalami lonjakan gula darah sementara.

Seperti dikutip dari Reuters, temuan ini didasarkan studi terhadap 3.615 orang dewasa Prancis yang berusia antara 30 dan 65 tahun dan memiliki tingkat gula darah normal pada awalnya. Sekitar 19 persen mengatakan mereka minum kurang dari setengah liter air setiap hari, sedangkan sisanya minum sampai 1 liter atau lebih.

Selama sembilan tahun berikutnya, 565 peserta studi mengalami kadar gula darah tinggi yang abnormal dan sebanyak 202 partisipan mengalami diabetes tipe 2.

Ketika peneliti melihat risiko peserta sesuai dengan asupan air, mereka menemukan bahwa orang yang minum setidaknya 17 ons air per hari 28 persen berisoko lebih rendah mengembangkan gula darah tinggi jika dibandingkan mereka yang minum kurang dari jumlah tersebut.

Memang Tidak ada hubungan statistik yang kuat antara asupan air dan risiko diabetes, namun satu penjelasan untuk kaitan tersebut yakni sedikit minum air dan terlalu banyak minum minuman manis bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan mengganggu sistem gula darah.



Sumber : Inilah.com

Wednesday, November 9, 2011

Waspadalah.....Pewangi Ruangan Ternyata Berbahaya


Sebuah studi baru menunjukkan pewangi ruangan yang mamupu mengusir bau tak sedap ternyata berdampak buruk bagi kesehatan terlebih pada anak-anak.

Para ilmuwan dan beberapa dokter ahli alergi mengingatkan bahwa penggunaan pewangi ruangan justru memicu masalah pernapasan dan memperburuk asma dan alergi.

Kebanyakan produk pewangi ruangan memberikan wangi yang segar. Hal ini jangan lantas membuat Anda terkecoh. Menurut Dr. Stanley Fineman, produk-produk itu mengandung senyawa organik volatil, yang hanya mampu menutupi bau tak sedap dan bukan menghilangkannya.

Pewangi ruangan juga mengandung formaldehyde, petroleum distillates, limonene, esters and alkohol.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa senyawa organik volatil menjadi pemicu risiko asma pada anak-anak.

Tingginya kandungan senyawa tersebut juga menyebabkan masalah iritasi sistem pernafasan, sakit kepala, pusing dan bahkan kerusakan ingatan.
Dr. Fineman juga menegaskan hampir sepertiga dari 20 jenis senyawa organik volatil merupakan racun dan sangat berbahaya.

"Sekitar 20 persen dari populasi dan 34 persen penderita asma melaporkan masalah kesehatan terkait pewangi ruangan. Kita tahu wewangian tersebut dapat memicu gejala alergi, memburuknya alergi dan asma yang sudah ada," ungkap Dr. Fineman.




Sumber : Inilah.com

Wednesday, November 2, 2011

Waspadalah.....Sering Vertigo Bisa Picu Stroke



Sepertinya, vertigo dapat menjadi tanda atau gejala penyakit tertentu seperti stroke, tumor bahkan gangguan syaraf lainnya. Tidak hanya itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar 10 persen pasien stroke mengaku mengalami gejala awal pusing berputar (vertigo).

Vertigo atau kehilangan keseimbangan karena merasa sakit kepala luar biasa hingga dunia tampak berputar, bahkan kerap kali disertai dengan rasa mual dan muntah. Vertigo akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari ketika kambuh.

Dokter spesialis syaraf Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr M Kurniawan menjelaskan Vertigo penyebabnya macam-macam, salah satunya gangguan di sentral (otak kecil). Kalau gangguan di otak, paling banyak karena penyumbatan pembuluh darah di otak, yang disebabkan stroke.

"Keluhan vertigo akibat gangguan pada bagian sentral (stroke dan tumor) kasusnya tidak banyak dan hanya 20 persen saja," kata Dr Kurniawan di RS Asri Jakarta. Pasalnya, sambung Dr Kurniawan, sebagian besar keluhan vertigo lebih dibanyak dipicu karena adanya gangguan pada perifer (vertigo posisi).

“Vertigo itu gejala. Jadi kalau kita ingin menegakkan diagnosis kita harus lihat dua hal. Pertama gejala yang dirasakan pasien (keluhan). Kedua, tanda-tandanya lewat pemeriksaan fisik atau laboratorium,” ucapnya.

Dr Kurniawan menjelaskan, ada 3 (tiga) cara skrining stroke yang paling mudah, yakni dengan melihat keluhan paling umum. “Pertama pasien, diminta untuk senyum. Kalau bibirnya mencong, kita curiga dia stroke.”

Kedua, dengan mengangkat tangan. Kalau tangan yang sebelah lebih tinggi dari yang satunya berarti dia stroke separuh badan. Ketiga, dengan melihat gangguan bicara. Jika diajak bicara tidak nyambung, atau diajak ngomong nyambung tapi bicaranya cadel.

“Di luar 3 gejala itu, bisa jadi gejala awalnya justru vertigo. Meski sebagian besar gangguannya lumpuh sebelah badan, mulut mencong dan bicara cadel, tetapi bisa saja stroke datang dengan gejala vertigo, ” jelasnya.

Lebih jauh Dr Kurniawan menambahkan risiko seseorang mengalami gejala vertigo biasanya akan meningkat seiring bertambahnya usia. Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan, angka kejadian vertigo di atas usia 40 tahun mencapai 40 persen. Sementara pada anak-anak dan remaja, vertigo lebih disebabkan karena traumatik (benturan) baik itu ringan atau berat.

Melihat banyaknya pasien penderita vertigo yang belum mendapatkan penanganan maksimal membuat salah satu rumah sakit di Jakarta yakni RS Asri membuka klinik yang menangani pasien khusus penderita verigo.

"Pasien vertigo itu sudah pusing, jangan makin dibikin pusing karena dioper-oper dari satu dokter ke dokter lain. Dengan adanya Klinik Terpadu Vertigo pasien akan bisa didiagnosa melalui THT, saraf dan penyakit dalam," jelas dr Entjep Hadjar, Sp.THT, staf pengajar di Departemen Ilmu Penyakit THT FKUI, dalam acara Seminar Vertigo "Re-Balance Your Life" di RS Asri, Jakarta.

Menurut dr Entjep, vertigo paling banyak disebabkan oleh penyakit batuan kecil (debris) pada alat keseimbangan. Vertigo debris terjadi karena gangguan pada ruang berbentuk setengah lingkaran yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Dulu, solusi untuk mengatasinya adalah dengan operasi pengeluaran batu endapan tersebut. Namun ternyata banyak terjadi komplikasi lantaran ruang setengah lingkaran (utrikulus) berada dalam tulang yang paling keras di dalam tubuh manusia.

Namun pengobatan vertigo debris saat ini sangat praktis, aman, dapat hilang dalam beberapa menit dan tanpa obat. Pengobatannya disebut dengan Canalith Repositioning Therapy (CRT), disertai dengan vibrasi yang berfungsi untuk mengurangi rasa pusing dan memudahkan reposisi kanan pada pasien. Terapi dianjurkan 2 kali seminggu walau pada kenyataannya banyak pasien sudah merasa sembuh dengan hanya dua kali terapi.

Dalam Klinik Terpadu Vertigo RS Asri pasien dapat berkonsultasi tentang berbagai hal menyangkut vertigo. Dokter akan mendiagnosa dan mengatasi vertigo melalui THT, saraf dan penyakit dalam, serta akan menentukan pemeriksaan yang tepat dan penalaksanaan yang seksama. 



Sumber : Inilah.com

Friday, October 7, 2011

Waspadalah..... Jika Pipis Lebih dari 8 Kali


Jika sering bolak-balik ke toilet pada siang hari atau malam hari, Anda patut waspada. Kemungkinan besar ada masalah di saluran kencing Anda. “Untuk kondisi normal di siang hari ini maksimal delapan kali. Harus hati-hati apalagi jika disertai susah menahan keinginan pipis,” ujar ahli urologi Rumah Sakit Asri Dr. Harrina E. Rahardjo saat Edukasi Media tentang Lakukan Tindakan Tepat untuk Mengatasi Inkontinensia Urin di Jakarta, Senin 3 Oktober 2011.

Tanda-tanda sering pipis dan susah menahan pipis ini bisa menjadi penanda inkontinensi atau pipis yang tak terkontrol. Harrina mengatakan tubuh butuh minum antara 2-2,5 liter air. Tubuh mempunyai sistem untuk mengeluarkan cairan. Dalam kondisi normal seseorang akan mengeluarkan urine atau kencing setiap 3-4 jam sekali. “Kandung kencing bisa menampung 300-400 cc dan setiap keluar harus habis,” ujarnya.

Namun Harrina juga mengingatkan jenis minuman bisa memicu seseorang lebih sering ke kamar kecil. Dia mencontohkan minuman kafein atau soda. Minuman yang mengandung kafein akan mempengaruhi pola buang air kecil.

Jika seseorang merasa beser atau sering pipis bolak-balik, harus dipastikan apakah karena kebanyakan minum atau memang ada sesuatu yang tidak normal. Demikian juga pada malam hari, jika seseorang bolak-balik terbangun untuk kencing. Selain dicurigai ada masalah, hal ini juga bisa menimbulkan gangguan fisik dan psikologis.

Setelah ditemukan sumber masalahnya, terapi bisa banyak dilakukan. Mulai dari pengobatan, perubahan perilaku, hingga operasi. Terapi pengobatan dan perilaku cukup efektif untuk mengatasi masalah ngompol ini. Terapi perilaku yang banyak dilakukan seperti mengurangi minum di malam hari, mengubah pola makan yang lebih kaya serat untuk mengurangi mengejan, melakukan senam kegel, dan penguatan otot dasar panggul.

Ahli Urologi lain, Dr. Arry Rodjani, juga meminta untuk rajin berolahraga terutama yang memperkuat otot dasar panggul. Jika semua terapi seperti pengobatan dan perubahan perilaku tak mempan, alternatif operasi harus dilakukan. Dia pun menguraikan beberapa teknik operasi. Cara operasi terbaru yakni dengan memasangkan semacam pita untuk menyangga kantong kemih. “Pada dasarnya ini menguatkan kantong kemih supaya tidak turun akibat lemahnya otot dasar panggul,” ujar dia.




Sumber : Tempointeraktif

Thursday, October 6, 2011

Waspadalah.....Sembarangan Duduk Saat Bekerja Picu Penuaan Dini


Pernah memperhatikan bagaimana posisi duduk Anda saat bekerja di kantor?  Hati-hati bila Anda memiliki kebiasaan duduk atau berdiri yang kurang baik karena hal ini dapat memicu penuaan dini. Postur tubuh yang kurang baik tersebut akan menyebabkan nyeri di bagian leher dan pundak, sakit di punggung bawah, dan sakit kepala.

Menurut penelitian, sejak usia 25 tahun, kita sudah mengidap sarcopenia atau kehancuran massa otot. Secara rata-rata, kita kehilangan seperlima dari setiap 450 gram otot setiap tahun. Masalah utamanya adalah melemahnya otot-otot perut yang disebabkan oleh kondisi duduk membungkuk selama bertahun-tahun, yang menyebabkan tekanan yang tidak seimbang pada tulang belakang bagian bawah. Demikian menurut Carolyn Hewison, manajer fisioterapi untuk rumah sakit dari grup Nuffield.

Untuk menghindari postur tubuh yang buruk, cobalah untuk berdiri tegak beberapa kali dalam sehari. Caranya dengan berdiri menempel di dinding, termasuk pundak, pinggang, dan kepala, untuk mendorong postur yang lebih baik. "Cobalah menjaga posisi tersebut saat Anda berjalan. Semakin sering Anda melakukannya, semakin terbiasa otot-otot perut dan punggung Anda dalam memberikan dukungan yang diperlukan (untuk menyangga tubuh)," tuturnya.

Memang tidak ada cara untuk mencegah sarcopenia ini sepenuhnya. Namun, Anda bisa mencoba mencegah kondisi tersebut dengan melakukan latihan beban secara teratur untuk mendapatkan kekuatan otot.

"Fungsi otot bisa meningkat dengan latihan daya tahan, bahkan setelah awal serangan sarcopenia," ujar Robert Wolfe, profesor bidang geriatrik (ilmu tentang orangtua) di University of Arkansas.

Menurut dia, jauh lebih efektif untuk memulainya sebelum proses penuaan tersebut dimulai pada usia 40 tahun. Dengan kata lain, bila ingin awet muda, biasakan menjaga postur tubuh yang baik dengan berdiri tegak.



Sumber : TribunNews.com

Wednesday, September 28, 2011

Waspadalah.....Berbohong Bisa Picu 'Gangguan' Jiwa


Kebiasaan berbohong memang terkesan sepele. Namun, awas! Kebiasaan berbohong yang dilakukan terus menerus bisa mengakibatkan gangguan kejiwaan. Benarkah ?

Bohong merupakan upaya seseorang untuk mengalihkan dari fakta yang sebenarnya. Pada saat berbohong seseorang sebenarnya sedang melawan tentang apa yang sebenarnya harus disampaikan. Saat berbohong terjadi konflik batin dalam diri seseorang ingin berkata jujur atau tidak.

Apalagi jika ada upaya-upaya dari pihak luar yang berusaha untuk membuktikan kebohongan tersebut, tantangan bagi mereka yang berbohong semakin berat dan ini pasti menambah tekanan kejiwaan bagi orang yang sedang berbohong dan mempertahankan kebohongannya.

Dr.dr.Ari F Syam SpPD-kGEH,MMB,FINASIM,FACP, spesialis penyakit dalam FKUI-RSCM mengatakan tekanan jiwa ditambah lagi dengan stress-stress lain selama mempertahankan kebohongan akan menyebabkan gangguan jiwa (Neurosis) baik depresi maupun ansietas maupun gangguan fisik akibat kejiwaan berupa penyakit Psikosomatik.

Psikosomatik adalah penyakit fisik yang didasari oleh penyakit psikis. Seperti diketahui berbagai penyakit akan kambuh jika adanya faktor stress yang mencetuskan keadaan tersebut. Misalnya, asam lambung akan meningkat saat stress.

Pasien yang mengalami psikosomatik akan diare atau bisa saja sebaliknya menjadi susah buang air besar. Dalam keadaan stress tekanan darah menjadi tidak terkontrol, gula darah juga tidak terkontrol, serangan asma akan terjadi pada penderita asma yang mengalami kekambuhan karena stress.

Begitu pula dengan serangan stroke atau serangan jantung yang juga dapat dipicu oleh terjadinya stress. Pasien yang mengalami psikosomatik bisa saja mengalami gangguan fisik yang lebih menonjol tanpa menyadari bahwa faktor psikis yang mendasari kelainan fisik yang terjadi.

“Pasien bisa saja datang dengan keluhan gatal pada kulit atau bahkan berupa eksim, pegal-pegal pada bagian badan tertentu (fibromialgia), sesak nafas tanpa sebab yang jelas,sakit kepala kronis,migren, nafsu makannya menjadi terganggu umumnya menurun tetapi bisa saja meningkat. Bisa juga tidurnya menjadi terganggu,” katanya.

Nafsu makan yang menurun, terjadinya gangguan tidur tentu akan menyebabkan penurunan daya tahan tubuh dan akhirnya menyebabkan pasien yang mengalami stress tersebut rentan terhadap berbagai penyakit infeksi.




Sumber :  Inilah.com


Thursday, September 22, 2011

Waspadalah.....Jarak Cuci Darah 2 Hari Kosong Bisa Berisiko Komplikasi

(Foto: thinkstock)

Penderita gangguan ginjal kronis biasanya harus melakukan dialisis (cuci darah) secara rutin 3 kali seminggu dengan jadwal Senin, Rabu, Jumat atau Selasa, Kamis, Sabtu. Karena ada interval atau jarak mencapai 2 hari (contoh Jumat kembali lagi ke Senin ada 2 hari kosong) padahal biasanya selang 1 hari, maka ini akan menimbulkan risiko komplikasi.

Peneliti dari US Renal Data System (USRDS) dan University of Minnesota, menyimpulkan pasien lebih mungkin dirawat di rumah sakit karena komplikasi jika memberikan interval atau jarak 2 hari antara sesi dialisis dibandingkan dengan jarak 1 hari.

"Hasil ini menunjukkan adanya hubungan antara interval 2 hari dari sesi dialisis dengan risiko kesehatan," ujar peneliti Dr Robert Foley, wakil direktur USRDS Coordinating Center seperti dikutip dari HealthDay, Kamis (22/9/2011).

Hemodialisis adalah salah satu bentuk dialisis yang paling umum, proses ini biasanya dilakukan pada orang yang fungsi ginjalnya tinggal 15 persen atau kurang. Perawatan ini menggunakan mesin untuk menghilangkan racun dan cairan berlebih dari darah.

Sebagian besar pasien melakukan dialisis 3 kali seminggu untuk sesi sekitar 4 jam, biasanya jadwalnya pada hari Senin, Rabu dan Jumat atau Selasa, Kamis dan Sabtu, jadi dalam 1 hari seminggu pasien memiliki jarak dialisis selama 2 hari.

Studi yang dilaporkan dalam New England Journal of Medicine ini melibatkan sekitar 32.065 pasien yang rata-rata berusia 62 tahun dan sedikitnya sudah melakukan dialisis selama 2 tahun.

Diketahui bahwa tingkat risiko terkena jantung lebih tinggi pada orang yang memiliki interval jarak dialisis 2 hari dibanding yang 1 hari, serta tingkat kematian akibat jantung juga tinggi.

Hal ini kemungkinan karena semakin lama menunggu waktu untuk menghilangkan kelebihan cairan atau kelainan elektrolit yang ada, mungkin berhubungan dengan kadar potasium yang tinggi sehingga berbahaya bagi jantung.



"Pesan dari studi ini adalah interval 2 hari yang panjang bisa menjadi titik risiko untuk gangguan jantung dan kemungkinan masuk rumah sakit. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah kita perlu memeriksa kembali jadwal dialisis 3 hari dalam seminggu?" ujar Dr. Martin Zand, seorang profesor kedokteran di divisi nefrologi di University of Rochester Medical Center di New York.

Dr Zand menuturkan pasien harus menanyakan pilihan dialisis lainnya pada dokter seperti dialisis peritoneal di rumah atau menambahkan waktu dialisis, atau dengan meminimalkan asupan cairan dan makanan yang asin serta tinggi kalium seperti pisang dan alpukat.

Dengan jarak interval 1 hari yang lebih aman maka penderita ginjal akan lebih baik melakukan cuci darah tanpa dijadwal hari tapi melihat selang 1 hari-nya saja.




Sumber : detik

Monday, September 19, 2011

Waspadalah.....Bintik Kuning di Mata Tanda Penyakit Jantung


Bercerminlah dan perhatikan mata Anda. Segera periksakan diri ke dokter jika terdapat garis atau bintik kuning di kulit sekitar kelopak mata. Itu karena garis tersebut bisa jadi penanda penyakit jantung.

Hal tersebut merupakan hasil  penelitian yang dilakukan tim dari University of Copenhagen, Denmark, dengan melibatkan lebih dari 12 ribu orang. Seseorang dengan kondisi yang juga dikenal sebagai xanthelasmata ini, cenderung mendapat serangan jantung atau meninggal dunia dalam waktu 10 tahun.

Bintik atau garis kuning merupakan endapan kolesterol, tidak menimbulkan rasa sakit ataupun mengganggu penglihatan. Tetapi banyak orang ke dokter kulit untuk bisa menyamarkan atau menghilangkannya. Menurut penelitian yang dipublikasi secara online di British Medical Journal, orang dengan xanthelasma harus memeriksakan ke dokter.

Seseorang dengan xanthelasmata berisiko 12 persen lebih besar mengalami penyakit jantung dibandingkan seseorang yang tidak mengalami kondisi ini. Bintik kuning di sekitar kelopak mata ini lebih bisa diandalkan sebagai tanda penyakit jantung pada wanita.

"Prevelensi xanthelasmata tidak jauh berbeda antara pria dan wanita. Tetapi, pada wanita tanda ini bisa jadi prediksi yang lebih baik dibandingkan pada pria," kata Profesor Anne Tybjaerg-Hansen dari University of Copenhagen, seperti dikutip dari Daily Mail.

Hal ini, menurut Anne, dapat menjelaskan fakta bahwa pria dan wanita memiliki faktor risiko yang sama dalam hal penyakit jantung.  Tim peneliti mengungkap, temuan ini secara jelas menemukan untuk pertama kalinya bahwa orang dengan xanthelasmata memiliki peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Studi ini juga menemukan garis warna putih atau abu-abu di sekitar kornea, yang dalam istilah medis dikenal sebagai arcus corneae, tidak terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Dalam penelitian ini, Profesor Anne mencatat riwayat kesehatan 12.745 responden dari 1976 hingga Mei 2009. Usia mereka antara 20 hingga 93 tahun dan tidak terkena penyakit jantung pada awal proyek penelitian.





Sumber : vivanews

Wednesday, September 14, 2011

Waspadalah..... Penyakit THT Mengancam saat Kemarau


Pada musim kemarau tahun ini, masyarakat diharapkan waspada terhadap serangan penyakit di sekitar Telingan, Hidung dan Tenggorokan (THT).

"Radang tenggorokan dan hidung kerap meningkat pada saat musim kemarau. Peningkatannya bisa mencapai 50%," ujar ahli THT yang juga Rektor Unisba M Thaufiq Siddiq Boesoirie usai acara silaturahmi keluarga besar Unisba di Kampus Unisba, Jalan Tamansari Kota Bandung, Kamis (8/9/2011).

Dengan intensitas hujan yang kurang, jelas Thaufiq, penyakit radang tenggorokan dan hidung akan dengan mudah menyergap. Meski demikian, dia mengaku pada tahun ini jumlah penderita penyakit tersebut menurun drastis.

"Mungkin akibat puasa jadi jumlah penderita menurun. Karena menurut penelitian, saat puasa detoksasi kenetralan racun meningkat dan imun tubuh pun meningkat," tambahnya.

Untuk menangkalnya, tands Thaufiq, masyarakat diharapkan banyak mengonsumsi protein yang tinggi, seperti telur, daging ayam, dan daging sapi. "Hal ini karena protein yang tinggi sebagai dasar pembentukan antibodi," pungkasnya.




Sumber : inilah.com




Monday, September 12, 2011

Waspadalah.....Kenali Ciri-Ciri Zat Berbahaya Pada Makanan

 
Zat-zat berbahaya yang bisa menyebabkan penyakit mematikan seperti kanker bisa saja terdapat pada jajanan pasar atau jajanan anak-anak di sekolah. Apa saja zat-zat berbahaya itu, ciri-cirinya jika terkandung dalam makanan dan apa efeknya jika tubuh mengonsumsinya?

Pewarna Kuning Metanil (Methanil Yellow)
Kuning metanil adalah zat warna sintesis berwarna kuning kecokelatan dan berbentuk padat atau serbuk. Pewarna ini digunakan untuk pewarna tekstil dan cat. Kuning metanil merupakan bahan yang dilarang untuk digunakan sebagai pewarna pangan.

Kuning Metanil akan berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, mengenai mata dan tertelan. Akibat yang ditimbulkan bisa iritasi pada saluran pernapasan, gangguan pada mata dan bahaya kanker pada kandung dan saluran kemih.

Apabila tertelan, bisa menyebabkan mual, muntah , sakit perut, diare, panas, rasa tidak enak dan tekanan darah rendah.
 

Penyalahgunaan kuning metanil untuk pangan telah ditemukan untuk beberapa jenis pangan di antaranya, kerupuk, mie, pangan jajanan berwarna kuning dan banyak juga sebagai pewarna pada tahu. Ciri pangan dengan pewarna kuning metanil biasanya, berwarna kuning menyolok dan cenderung berpendar, banyak memberikan titik-titik warna karena tidak homogen (misalnya pada kerupuk). Pewarna Rhodamin B

Ini juga merupakan pewarna sintesis yang digunakan pada industri tekstil dan kertas. Bentuknya serbuk kristal merah keunguan dan dalam larutan akan berwarna merah terang berpendar. Zat warna ini juga dilarang digunakan untuk makanan.

Rhodamin B juga berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, mengenai mata dan tertelan. Akibatnya yang ditimbulkan bisa iritasi pada saluran pernafasan, iritasi kulit, iritasi pada mata, iritasi saluran pencernaan dan bahaya kanker hati.

Jika tertelan selain menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, cirinya air seni akan berwarna merah atau merah muda. Penyalahgunaan rhodamin B untuk pewarna pangan telah banyak ditemukan pada panganan seperti kerupuk, terasi, dan beberapa jajanan yang berwarna merah.

Perlu diketahui juga, ciri-ciri pangan dengan pewarna ini adalah: berwarna merah menyolok dan cenderung berpendar, banyak memberikan titik-titik warna karena tidak homogen (misalnya pada kerupuk dan es puter).

Formalin
Formalin adalah larutan yang tidak berwana dan baunya sangat menusuk. Di dalam formalin terkandung sekitar 37 % formaldehid dalam air. Biasanya ditambah metanol hingga 15 % sebagai pengawet. Barang ini biasa digunakan sebagai bahan perekat untuk kayu lapis dan disinfektan untuk peralatan rumahsakit serta untuk pengawet mayat. Formalin juga dilerang keras digunakan untuk pengawet makanan.

Bahaya formalin jika terhirup, mengani kulit dan tertelan, bisa menyebabkan luka bakar, iritasi pada saluran pernafasan, reaksi alergi, dan bahaya kanker pada manusia. Bila tertelan sebanyak 2 sendok makan saja atau 30 mL formalin bisa menyebabkan kematian.
 

Gejala yang ditimbulkan jika formalin tertelan maka mulut, tenggorokan dan perut terasa terbakar, sakit menelan, mual, muntah, diare, kemungkinan terjadi perdarahan, sakit perut yang hebat, sakit kepala, hipotensi, kejang, tidak sadar hingga koma. Selain itu, juga bisa menyebabkan kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, sistem susunan syaraf pusat dan ginjal.

Beberapa makanan yang ditemukan mengandung formalin sebagai pengawet di anataranya mie basah, tahu, baso, ayam dan ikan serta beberapa hasil laut lainnya.

Untuk mengetahui apakah beberapa makanan seperti mie, tahu dan baso berformalin, berikut ciri-cirinya.

Ciri-ciri mie basah berformalin: tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar (25 derajat celcius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celsius). Tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibandingkan mie normal. Bau agak menyengat seperti bau formalin.

Ciri-ciri tahu berformalin: Tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar 25 derajat Celsius dan bisa tahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celsius). Tahu terlampau keras, kenyal namun tidak padat. Bau agak menyengat.

Ciri-ciri ikan segar atau hasil laut berformalin: tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar (25 derajat C). Warna insang merah tua tidak cemerlang, bukan merah segar dan warna daging ikan putih bersih. Bau formalin atau agak menyengat.

Ciri-ciri ikan asin berformalin: tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu 25 derajat celsius. Bersih cerah dan tidak berbau khas ikan asin. Tidak dihinggapi lalat di area berlalat.

Ciri-ciri baso berformalin: Tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar 25 derajat celsius, teksturnya sangat kenyal dan bau formalin agak menyengat.

Ciri-ciri ayam berformalin: Tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar 25 derajat Celsius, teksturnya kencang dan bau formalin tercium.

Boraks
Boraks adalah senyawa berbentuk kristal, warna putih, tidak berbau dan stabil pada suhu tekanan normal.

Boraks merupakan senyawa kimia berbahaya untuk pangan dengan nama kimia natrium tetrabonat (NaB4O7 10H2O). Dapat dijumpai dalam bentk padat dan jika larut dalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat (H3BO3). Boraks atau asam borat biasa digunakan sebagai bahan pembuat deterjen, bersifat antiseptik dan mengurangi kesadahan air. Bahan berbahaya ini haram digunakan untuk makanan.
 

Bahaya boraks jika terhirup, mengenai kulit dan tertelan bisa menyebabkan iritasi saluran pernafasan, iritasi kulit, iritasi mata dan kerusakan ginjal. Jika boraks 5-10 gram tertelan oleh anak-anak bisa menyebabkan shock dan kematian.

Efek akut dari boraks bisa menyebabkan badan berasa tidak enak, mual, nyeri hebat pada perut bagian atas, perdarahan gastro-enteritis disertai muntah darah, diare, lemah, mengantuk, demam dan sakit kepala.

Penyelahgunaan boraks untuk makanan telah ditemukan pada mie basah, baso, kerupuk dan jajanan lainnya.

Untuk mengetahui makanan mengandung boraks ciri-cirinya sebagai berikut:
- Ciri-ciri mie basah mengandung boraks: Teksturnya kenal, lebih mengkilat, tidak lengket, dan tidak cepat putus.

- Ciri baso mengandung boraks: teksturnya sangat kenal, warna tidak kecokelatan seperti penggunaan daging namun lebih cenderung keputihan.

-Ciri-ciri jajanan (seperti lontong) mengandung boraks: teksturnya sangat kenyal, berasa tajam, seprti sangat gurih dan membuat lidah bergetar dan meberikan rasa getir.

- Ciri-ciri kerupuk mengandung boraks: teksturnya renyah dan bisa menimbulkan rasa getir.
 
 
 
 
Sumber : Suara Media

Tuesday, August 9, 2011

Waspadalah.....Rokok Pemicu Utama Kanker Mulut


Kanker mulut bisa jadi merupakan jenis kanker yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Tapi ternyata pemicu utama terjadinya kanker mulut adalah akibat rokok dan produk tembakau lainnya.

Kanker mulut adalah jenis kanker yang ditemukan dalam rongga mulut (daerah mulut) dan orofaring (bagian tenggorokan di belakang mulut). Kanker mulut dapat terjadi pada bibir, gusi, gigi, lidah, di dalam lapisan pipi, area kecil di belakang gigi bungsu serta langit-langit dan dasar mulut (di bawah lidah).

Penyebab utama dari kanker mulut ini yaitu penggunaan tembakau, yang diperkirakan sekitar 80-90 persen kanker mulut disebabkan oleh merokok, cerutu, pipa, mengunyah tembakau dan mencelupkan tembakau, seperti dikutip dari University of Maryland Medical Center, UMM.edu, Selasa (9/8/2011).

Hal ini karena semua produk tembakau mengandung zat beracun, karsinogen (agen penyebab kanker) dan nikotin (zat adiktif). Karenanya semua produk tembakau dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker mulut yaitu:

1. Rokok
Rokok merupakan bentuk paling umum dari tembakau yang banyak digunakan. American Cancer Society menuturkan bahwa sekitar 80 persen orang dengan kanker mulut adalah pengguna tembakau. Hal ini karena ada lebih dari 60 zat karsinogen yang bisa menyebabkan mutasi pada DNA.

2. Cerutu dan pipa
Cerutu dan pipa sering dianggap kurang berbahaya dibanding dengan rokok, padahal risikonya sama saja. Perokok pipa mengalami peningkatan risiko untuk kanker bibir yang mana menjadi tempat diletakkannya tangkai pipa, sedangkan cerutu umumnya membakar tembakau lebih lama dan kandungannya lebih besar sehingga meningkatkan jumlah paparan asap rokok.

3. Mengunyah tembakau
Mengunyah tembakau bisa dalam bentuk daun (dalam kemasan) atau bentuk bubuk yang biasanya dijual dalam kaleng. Meskipun produk ini dianggap tanpa asap, tapi bahan kimia berbahaya seperti nikotin tetap tertelan, dan lebih dari 28 bahan kimia penyebab kanker ditemukan pada tembakau yang tidak berasap.

Produk tembakau ini bisa menyebabkan kanker pada pipi, gusi dan bibir, yang seringkali dimulai sebagai leukoplakia (luka berwarna putih yang berkembang di dalam mulut atau tenggorokan) atau eritroplakia (luka berwarna merah yang berkembang di dalam mulut). Masalah lain yang bisa timbul adalah penyakit periodontal, perubahan warna gigi dan bau mulut.

Kanker mulut terjadi ketika sel-sel di bibir atau mulut mengalami perubahan mutasi dalam DNAnya. Mutasi ini memungkinkan sel-sel kanker tumbuh dan membelah tanpa terkontrol ketika sel-sel sehat mati.

Kanker ini paling sering diawali di sel squamous yang melapisi bibir dan bagian dalam mulut. Sel-sel ini terakumulasi dan seiring waktu menyebar ke daerah lain dari mulut. Kebanyakan jenis kanker mulut yang ada adalah karsinoma sel squamous.




Sumber : detik


Belajar Al-Qur'an Online

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran