Clock By Blog Tips
Showing posts with label Pekerjaan. Show all posts
Showing posts with label Pekerjaan. Show all posts

Monday, July 25, 2011

Waspadalah.....Jenis Pekerjaan Perusak Paru-Paru


Setiap pekerjaan yang dilakukan oleh manusia pastilah memiliki risiko terhadap kesehatan, tidak terkecuali kesehatan paru-paru.


Seperti dikutip dari Health, pada 2008, Departemen Tenaga Kerja di Amerika Serikat memperkirakan hampir dari 23.000 pekerjaan mengidap penyakit yang berhubungan dengan paru-paru. Ironisnya, lebih dari 16.000 orang meninggal dunia dari penyakit itu setiap tahunnya,


Walaupun menurut Kepala UCLA Occupation and Environmental, and Medicine DivisionProfesor Philip Harber, MD, sebagian besar jenis penyakit paru-paru akibat pekerjaan bisa dicegah, langkah-langkah sederhana dalam pengendalian bisa mengurangi paparan dan resiko.


Berikut beberapa pekerjaan yang ditengarai membahayakan kesehatan paru-paru.


Manufaktur


Pekerja pabrik bisa terkena debu, bahan kimia dan juga gas yang dapat meningkatkan risiko PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik). Bahan kimia tertentu seperti perasa diacetyl yang digunakan dalam microwave popcorn, pabrik anggur dan makanan bisa menyebabkan penyakit yang merusak yaitu bronchiolitis obliterans.


Langkah sederhana seperti memakai masker saat menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya bisa mengurangi risiko.


Konstruksi


Pekerja bisa menghirup debu dari kegiatan pembongkaran atau renovasi yang berisiko terkena kanker paru-paru, mesothelioma dan asbestos, yaitu suatu penyakit yang menyebabkan jaringan parut dan kaku di paru-paru.


Untuk itu diperlukan pakaian pelindung termasuk respirator (masker khusus) saat bekerja di sekitar bangunan dan menghindari rokok.


Pekerja transportasi


Supir truk, angkutan umum dan orang-orang yang bertugas di bagian bongkar muat berisiko terkena PPOK. Kondisi ini akibat seringnya terkena polusi udara dari kendaraan bermotor terutama knalpot diesel.


Pertambangan


Para penambang berisiko tinggi terhadap sejumlah penyakit paru-paru seperti PPOK (akibat paparan debu) dan juga silicosis (penyakit bekas luka di paru-paru akibat airbone silica).


Sedangkan penambang batu bara berisiko terkena penyakit paru yang disebut pneumokoniosis (paru-paru hitam). Penyakit ini merupakan investasi jangka panjang, karenanya penggunaan masker yang bisa menyaring debu dengan baik, bisa membantu.


Petugas pemadam kebakaran


Petugas pemadam kebakaran berisiko menghirup asap dan berbagai bahan kimia yang mungkin ada di dalam gedung yang terbakar. Paparan bahan beracun dan asbes adalah risiko yang sering terjadi setelah api padam.


Untuk itu alat pelindung pernapasan harus selalu digunakan pada semua tahap pemadaman kebakaran, termasuk saat petugas menyisir puing-puing untuk memastikan api tidak menyala lagi.


Industri otomotif


Pekerja otomotif khususnya bagian yang memperbaiki bodi mobil sangat berisiko mengalami asma. Hal ini karena produk cat semprot seperti isocyanate dan polyurethane bisa menimbulkan iritasi kulit, alergi, sesak napas dan menyebabkan kesulitan bernapas yang parah.

Penggunaan respirator, sarung tangan, kacamata dan ventilasi yang baik, sangat membantu. 









Sumber : Inilah.com

Friday, December 10, 2010

Waspadalah... Hindari Salah Komunikasi di Kantor


Kata-kata merupakan bagian terpenting dari sebuah aktivitas berkomunikasi. Lewat kata-kata yang terangkum menjadi kalimat-kalimat, komunikasi bisa terjalin dua arah atau lebih.

Namun banyak orang mengakui, tak mudah melakukan aktivitas ini, terutama di tempat kerja. Masalahnya, jika terjadi kesalahpahaman dalam berkomunikasi, alias miskomunikasi, tentunya bisa mengganggu proses kerja. Bagaimana mengatasi miskomunikasi seperti ini? Berikut tipsnya:

1. Hargai lawan bicara

Menghormati dan menghargai orang yang diajak bicara akan membuat kita cenderung berhati-hati dalam mengungkapkan setiap kata. Termasuk, ketika menegur anggota tim yang melakukan kesalahan, sehingga apa yang ingin kita sampaikan dapat dimengerti, dipahami, dan tidak membuat yang diajak bicara atau ditegur menjadi marah.

Pakar komunikasi, Dale Carnegie, dalam buku ‘How to Win Friends and Influence People’ bahkan mengatakan, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang jujur dan tulus kepada orang tersebut.

2. Empati
Kemampuan untuk dapat menempatkan diri pada situasi dan kondisi yang dihadapi lawan bicara akan menciptakan komunikasi lancar. Salah satu syarat untuk dapat memiliki empati adalah memiliki kemampuan untuk mendengarkan dan memahami terlebih dahulu apa yang dikatakan orang yang kita ajak bicara. Dalam buku ‘The 7 Habits of Highly Effective People’, pakar manajemen Stephen R. Covey bahkan menempatkan kemampuan mendengarkan sebagai satu dari 7 kebiasaan tersebut.

3. Jelas dan transparan
Terkadang, karena suatu alasan, kita merasa perlu untuk menyampaikan pesan. Pesan yang baik adalah pesan yang jelas, transparan, dan dapat dimengerti sehingga tidak menimbulkan multi-interpretasi atau salah tafsir.
Sikap seperti ini juga akan membuat lawan bicara percaya bahwa memang apa yang kita katakan adalah benar dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

vivanews

Militerania | Interesting

Friday, December 3, 2010

Waspadalah.....Penyebab Napas Bangun Tidur Selalu Bau

Bau napas yang tidak sedap saat bangun tidur hampir terjadi pada semua orang. Meski bukan merupakan perkara serius, tapi bau napas bangun tidur bisa diatasi bila diketahui penyebabnya. Apa saja penyebabnya?


Bau mulut secara umum dapat terjadi secara permanen atau sementara. Gangguan ini memberikan dampak atau citra yang negatif bagi penderitanya. Tapi untuk bau mulut saat bangun tidur tampaknya hampir dialami semua orang.

Penyeban utama bau mulut pagi hari adalah bakteri alami yang ada di mulut. Mulut mengandung berbagai bakteri yang memulai proses pencernaan. Saat beraktivitas, air liur dan gerakan mulut normal untuk bicara dan mengunyah, sehingga dapat membersihkan serpihan makan dan mencegah bakteri berkembang.

Namun saat tidur terjadi penurunan produksi air liur, sehingga mulut menjadi kering. Selain itu, juga terjadi penurunkan oksigen yang tersedia di dalam mulut.

Dilansir Livestrong, Jumat (3/12/2010), bakteri dalam mulut bersifat anaerob, artinya tidak dapat hidup tanpa bantuan oksigen dan tidak dapat tumbuh dalam mulut kering.

Akibatnya, agar bertahan hidup bakteri ini akan mencerna protein yang tertinggal di mulut dari sisa-sisa makanan yang terjebak di antara gigi, air liur, lendir dan bahan selular lainnya.

Protein yang dicerna tersebut akan menghasilkan gas belerang yang mengakibatkan bau mulut tidak sedap saat bangun tidur. Gas yang berbau busuk yang dihasilkan selama tidur ini akan menghilang bila produksi air liur kembali normal.

Menurut Journal of Dental Research, mendengkur dan bernapas lewat mulut saat tidur dapat meningkatkan dan memperburuk bau mulut saat bangun tidur.

Selain peningkatan air liur, bau mulut pagi juga akan menghilang setelah seseorang mulut melakukan aktivitas yang berhubungan dengan mulut. Terlepas apakah orang menggosok gigi atau menggunakan obat kumur, sarapan pagi atau hanya minum segelas air putih sudah dapat menurunkan jumlah gas belerang dan mengurangi bau mulut pagi.

Bagaimana mencegah bau mulut tak sedap di pagi hari?

Secara normal, seseorang tidak bisa menghilangkan bau mulut tak sedap di pagi hari karena ham tersebut merupakan fungsi normal dari pengurangan air liur dan proliferasi (pembiakan) sementara beberapa jenis bakteri.

Tapi bau mulut di pagi hari dapat dikurangi dengan menjaga kebersihan mulut. Menghapus plak melalui pembersihan rutin, menyikat gigi dan flossing dapat mengurangi makanan bagi bakteri dalam mulut, yang akhirnya dapat mengurangi bau mulut saat bangun tidur.

Kerusakan gigi dan penyakit gusi yang disebabkan oleh kebersihan mulut yang buruk dapat membuat bakteri berkembangbiak dan menambah masalah bau mulut. Alkohol dan obat-obatan tertentu yang menyebabkan kekeringan mulut juga akan memperburuk bau napas pagi.
 
detikhealth

Thursday, November 25, 2010

Waspadalah... Gangguan Pengacau Konsentrasi Kerja


Pekerjaan menumpuk akan sulit selesaikan jika banyak gangguan yang bisa membuat konsentrasi kerja Anda buyar. Terutama, jika Anda merasa semua orang di kantor menginginkan perhatian penuh dari Anda. Entah itu, menghubungi Anda lewat email, ponsel, Twitter, Facebook dan banyak lagi.

Semua itu merupakan sumber gangguan yang membuat Anda sulit untuk fokus pada pekerjaan. Ditambah lagi, jika Anda sangat sibuk, harus membagi waktu dari satu proyek kerja ke proyek kerja lain.

Tetapi, sebenarnya Anda bisa benar-benar membuat diri menjadi lebih tenang dan fokus. Berikut ini, Modern Mom memberikan beberapa panduan agar Anda dapat mengatasi rumitnya hari-hari Anda. Silakan mencoba, agar kembali fokus pada pikiran, sehingga pekerjaan cepat selesai.

1. Buat catatan yang bisa ditempel
Cara ini baik untuk membuat Anda mengingat kembali pekerjaan yang perlu diselesaikan segera. Letakkan di beberapa tempat yang strategis sehingga setiap saat Anda bisa melihatnya, misalnya di komputer, di telepon atau di meja kerja.


2. Hindari kerjakan beberapa kegiatan secara bersamaanTentu saja dalam keseharian, Anda berusaha multitasking agar pekerjaan bisa selesai lebih cepat. Sekarang cobalah untuk mulai fokus pada satu kegiatan pada satu waktu. Anda akan mulai kembali melatih pikiran Anda untuk menjadi lebih sadar.


3. Fokus di internetIni adalah satu masalah besar bagi banyak orang. Jika Anda sedang membuka di internet, fokus pada satu tugas pada satu waktu. Misalnya, ketika Anda ingin mengirim email, fokuslah. Jangan sambil berjelajah dari situs ke situs lain.


Tidak fokus, bisa membuat Anda tergelincir dan membuang banyak waktu berharga. Cobalah selama satu minggu ini untuk fokus ketika berada di depan komputer ketika. Setelah Anda menyelesaikan pekerjaan Anda, kemudian berjalan pergi.

• VIVAnews

Interesting | Militerania

Waspadalah...Penyebab Pindah Kerja


Menjelang akhir tahun, saatnya untuk kembali melihat perkembangan karier Anda. Jika mulai tidak menikmati pekerjaan atau merasa karier dalam keadaan 'mentok', itu bisa jadi indikasi bahwa Anda harus segera mencari pekerjaan baru.

Saat pikiran tersebut sering muncul tetapi keraguan juga datang cobalah pikirkan kembali matang-matang terkait perkembangan karier Anda. Untuk membantu Anda mengambil keputusan, ketahui empat kondisi di mana sebaiknya Anda mencari pekerjaan baru untuk segera meninggalkan pekerjaan sekarang yang kurang menjanjikan.

1. Gaji tidak sesuai
Pekerjaan terus bertambah, tetapi tidak diikuti kenaikan gaji meskipun Anda sudah bekerja lebih dari setahun? Kondisi tersebut tentu bukan hal baik. Dengan porsi pekerjaan makin bertambah, seharusnya ada penyesuaian pembayaran sebagai bentuk penghargaan perusahaan.

 
"Jika Anda tetap bekerja tanpa ada kompensasi sesuai, atau tidak sepadan antara biaya makan dan transportasi, segera cari pekerjaan baru jika tidak ingin merugi," kata Radhika Goswami, Konsultan Sumber Daya Manusia asal India, seperti dikutip dari Idiva.com. 

2. Tak ada kepuasan
"Tidak adanya kepuasan akan membuat karyawan kehilangan motivasi dalam bekerja. Hal ini akan berdampak pada hasil pekerjaan yang cenderung menurun atau memburuk. Jangan tunggu sampai Anda dipecat, lebih baik cari pekerjaan lain sesegera mungkin," kata Goswami.

Jika pekerjaan mulai tidak menarik, fasilitas kantor sangat tidak memuaskan dan Anda selalu mengeluh, pasti hasil pekerjaan akan buruk. Cari pekerjaan yang memang bisa membuat Anda mendapat kepuasan, bukan hanya soal materi tetapi juga psikologis.

3. Jenjang karier tidak jelas
Semua orang pasti ingin mendapatkan karier yang lebih baik setelah sekian lama bekerja. Jika sudah bekerja dalam hitungan tahun dan tidak ada peningkatan karier, Anda bisa jadi terjebak dalam pekerjaan yang sama bertahun-tahun. Apalagi jika penilaian hasil pekerjaan tidak jelas, begitu pun jenjang karier yang ada. Sebaiknya, jangan sia-siakan waktu Anda dalam ketidakjelasan, karena ini terkait masa depan.


4. Tawaran lebih baik

Dapat tawaran pekerjaan lebih baik tetapi tidak terlalu menguasai bidangnya? Jangan takut untuk mencobanya. Ini merupakan tantangan besar yang harus Anda taklukan. Sebenarnya, melepaskan pekerjaan saat ini bukan semata soal materi atau gaji lebih baik, tetapi juga keberanian Anda lepas dari 'zona nyaman.




• VIVAnews

Interesting | Militerania

Belajar Al-Qur'an Online

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran