Clock By Blog Tips

Thursday, May 26, 2011

Waspadalah.....Dampak Pemanasan Global pada Kulit


Pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim juga mendorong terjadinya gangguan kesehatan kulit. Karena itu, perlindungan kulit dari sinar ultraviolet matahari harus menjadi prioritas.

Hal itu dikemukakan Rosemarie Orborne, P&G Principal Scientist, Rabu (25/5) dalam ”22nd World Congress of Dermatology (WCD)” di Seoul, Korea Selatan. WCD merupakan kongres empat tahunan dari International League of Dermatological Societies (ILDS) dan menjadi tempat berbagi hasil penelitian terkait perkembangan kesehatan kulit.

”Gangguan kesehatan kulit terutama dipengaruhi oleh sinar ultraviolet. Karena itu, perlindungan kulit makin penting. Formula yang dibutuhkan terus berkembang sehingga efektif melindungi kulit,” kata Orborne.

Menurut Orborne, pihaknya bekerja sama dengan kelompok petani di sejumlah negara untuk menyediakan bahan baku. ”Tidak hanya berkontribusi terhadap upaya mengurangi dampak pemanasan global, hal itu juga memberi keuntungan bagi petani,” katanya.

Presiden ILDS Jean Hilaire Saurat mengatakan, ILDS memiliki misi untuk mendorong dan mengembangkan penelitian- penelitian yang berguna untuk kesehatan kulit. ”IDLS menjalin hubungan dengan Organisasi Kesehatan Dunia untuk mendorong tercapainya kulit yang sehat bagi seluruh masyarakat dunia. Gerakan tersebut dicapai dengan memaksimalkan organisasi penyakit kulit di 102 negara, serta 28 komunitas lain yang memiliki 100.000 anggota,” kata Saurat.

Presiden Korean Dermatological Association Hee Chul-eun mengatakan, setelah 122 tahun berjalan, WCD baru dua kali diselenggarakan di Asia. ”Ini bukan saja momentum bagi Korea, tetapi juga Asia untuk menunjukkan langkah besar yang telah disumbangkan masyarakat Asia terhadap pengembangan kesehatan kulit dan penanganan masalah penyakit kulit,” katanya.





Kompas

Tuesday, May 24, 2011

Waspadalah.....Anak-anak Sekarang Makin Lemah?


Sebuah penelitian di Inggris mengindikasikan, anak-anak zaman sekarang cenderung lebih "lemah" dan kesulitan melakukan tugas-tugas fisik yang sebenarnya mudah bagi generasi mereka sebelumnya.

Riset para ahli di Essex University menunjukkan, anak-anak usia 10 tahun pada era sekarang memiliki otot yang lebih lemah ketimbang anak-anak yang lahir satu dekade sebelumnya.

Peneliti memperkirakan, hal ini kemungkinan besar disebabkan perubahan gaya hidup, di mana anak zaman sekarang lebih senang beraktivitas di dalam ruangan, seperti bermain komputer atau games. Sedangkan anak-anak pada masa sebelumnya lebih banyak bermain di ruang terbuka dengan beragam aktivitas fisik, seperti memanjat pohon, naik tangga, atau bergelantungan pada batang besi di taman.

Seperti dilaporkan dalam jurnal Acta Paediatrica, anak-anak sekarang cenderung kesulitan melakukan gerakan seperti bergelantungan di tangga dinding ataupun sit-up dalam hitungan yang banyak. Selain mengalami penurunan dalam hal kekuatan, anak-anak sekarang pun kesulitan dalam mencengkeram benda dengan baik.

Riset yang digagas Dr Gavin Sandercock, pakar kebugaran anak dari Essex University, ini dilakukan dengan cara membandingkan hasil tes kemampuan dua kelompok anak pada era yang berbeda. Kelompok pertama adalah mereka yang berusia 10 tahun pada 2008 dan kelompok kedua adalah anak berusia 10 tahun pada 1998.
Penelitian menunjukkan, kemampuan anak melakukan sit-up mengalami penurunan sebanyak 27,1 persen. Kekuatan otot tangan juga menurun 26 persen dan daya cengkeram anak menurun 7 persen.

Selain itu, jika pada 1998 satu di antara 20 anak tidak mampu menahan bobot tubuhnya saat bergelantungan di tangga dinding, selang satu dekade kemudian tercatat ada satu dari 10 anak tak mampu melakukannya.

"Ini mungkin disebabkan adanya perubahan pola aktivitas di antara anak-anak Inggris berusia 10 tahun. Misalnya, kurang beraktivitas seperti memanjat pohon atau naik tali-temali untuk bersenang-senang. Secara khusus, aktivitas seperti ini dapat meningkatkan kekuatan anak-anak dan membuat mereka mampu mengangkat dan menahan bobot mereka sendiri. Fakta bahwa 10 persen anak gagal dalam tes tangga dinding dan 10 persen lainnya menolak melakukannya sungguh mengejutkan," kata Dr Sandercock.

Penelitian juga menemukan bahwa dua kelompok anak ini memiliki massa tubuh yang sama. Hal ini berarti bahwa anak usia 10 tahun pada zaman sekarang sepertinya memiliki lebih banyak lemak dan massa otot yang lebih rendah dibanding generasi sebelumnya.






Kompas

Monday, May 23, 2011

Waspadalah.....Ngobrol di Ponsel Turunkan Kesuburan Pria


Bagi Anda pria yang hobi mengobrol di ponsel, mungkin Anda harus mengurangi kebiasaan Anda itu bila ingin memiliki keturunan.

Para peneliti dari Queen University, Kanada, menemukan bahwa penggunaan ponsel bisa menurunkan kualitas sperma dan mengantar pada penurunan kesuburan.

Tim itu menemukan bahwa gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh telepon genggam memiliki hubungan kesatuan dengan hormon pria.

"Penemuan kami sedikit membingungkan. Kami berharap menemukan hasil berbeda, tetapi hasil yang kami temukan menunjukkan bahwa bisa ada mekanisme menarik saat bekerja," kata Dr Rany Shamoul, pemimpin penelitian, seperti dikutip Daily Mail.

Tim peneliti menemukan bahwa para pria yang dilaporkan menggunakan ponsel memiliki tingkat sirkulasi tetosteron lebih tinggi tetapi mereka juga memiliki tingkat hormon pelutein (luteinizing hormone/LH) lebih rendah.

Hormon itu merupakan hormon reproduktif yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitari di dalam otak. Para peneliti berpikir bahwa gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel bisa memiliki dua aksi pada tingkat hormon dan kesuburan pria.

Gelombang elektromagnetik bisa meningkatkan jumlah sel-sel dalam testis yang menghasilkan testosteron, bagaimanapun juga itu juga bisa menurunkan tingkat hormon pelutein yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitari.

Hal itu bisa menghalangi perubahan testosteron yang lebih aktif, bentuk kuat dari testosteron yang dikaitkan dengan produksi sperma dan kesuburan.

Dr Shamloul menyimpulkan lebih banyak di penelitian mendalam yang dibutuhkan untuk memeriksa cara tepat di mana gelombang elektromagnetik mempengaruhi kesuburan pria.

Penelitian itu muncul hanya dua bulan setelah para pengguna ponsel di Inggris disarankan oleh pemerintah untuk mengirim SMS atau menggunakan perangkat "hands free" daripada menelepon.

Departemen kesehatan Inggris mengatakan hal itu akan mengurangi para pengguna dari paparan radiasi yang dipancarkan oleh perangkat itu.

Dalam pembaruan pertama untuk selebaran Ponsel dan Kesehatan Inggris sejak tahun 2005, dinas kesehatan menambahkan riset lebih lanjut diperlukan dalam pengaruh jangka panjang penggunaan ponsel.

Mereka menyatakan belum ada "bukti jelas mengenai efek merugikan kesehatan" dari penggunaan ponsel atau dari pemancar telepon.

Mereka menambahkan:"Sebagaimana orang hanya menggunakan ponsel selama bertahun-tahun yang relatif sedikit, HPA (Health Protection Agency) menyarankan dilakukan lebih banyak riset, terutama untuk menyelidiki apakah kemungkinan ada pengaruh jangka panjang." 
 
 
 
 
 
Wartakota

Thursday, May 19, 2011

Waspadalah.....Butuh Kalori Sedikit, Pekerja Kantoran Jangan Banyak Makan


Jika pekerjaan Anda saat ini lebih banyak duduk di balik meja, sebaiknya mulailah untuk mengatur kalori yang masuk dan keluar. Banyak pekerja kantoran yang mengeluhkan badannya makin gemuk tapi tidak menyadari kalau kalori yang dimasukkan terlalu banyak.

Pekerjaan kantoran memiliki aktivitas gerak yang sedikit, tapi tanpa disadari kegiatan mengemil atau makan yang dilakukan kadang terlalu sering. Akibatnya tubuh menimbun banyak kalori yang jika tidak digunakan dengan banyak bergerak akan menumpuk menjadi lemak.

Dibandingkan pekerjaan lain, seperti dilansir cfs.gov.hk, Kamis (19/5/2011), pekerjaan kantoran hanya memerlukan kalori yang sedikit. Maka itu, pekerja kantoran tifak bisa menyamakan porsi makannya dengan pekerja konstruksi misalnya.

Pakar gizi memasukkan pekerja kantoran sebagai aktivitas fisik yang rendah. Karena pekerja kantoran umumnya tidak banyak bergerak dan lebih banyak berada di satu posisi, sehingga energi yang dikeluarkan tidak terlalu besar.

Urutan aktivitas berdasarkan pekerjaan tersebut adalah:
  1. Tingkat aktivitas fisik rendah:pekerja kantoran, dosen dan petugas hotel
  2. Tingkat aktivitas fisik sedang: pekerja sekolah, petugas listrik dan pengemudi profesional
  3. Tingkat aktivitas fisik berat: atlet, penari dan pekerja konstruksi.

Dengan tingkat aktivitas pekerjaan tersebut, para pakar kemudian merilis berapa jumlah kalori yang dibutuhkan. Karena setiap individu membutuhkan jumlah kalori yang berbeda-beda, tergantung dari faktor usia, jenis kelamin, berat badan.

Jumlah kalori yang dibutuhkan berdasarkan aktivitas fisik dan usia adalah:

Usia 18-49 tahun
  1. Aktivitas rendah: laki-laki sebesar 2.420 kilo kalori dan perempuan sebesar 1.955 kilo kalori
  2. Aktivitas sedang: laki-laki sebesar 2.779 kilo kalori dan perempuan sebesar 2.055 kilo kalori
  3. Aktivitas berat: laki-laki sebesar 3.278 kilo kalori dan perempuan sebesar 2.280 kilo kalori

Usia 50-59 tahun
  1. Aktivitas rendah: laki-laki sebesar 2.404 kilo kalori dan perempuan sebesar 1.976 kilo kalori
  2. Aktivitas sedang: laki-laki sebesar 2.761 kilo kalori dan perempuan sebesar 2.079 kilo kalori
  3. Aktivitas berat: laki-laki sebesar 3.257 kilo kalori dan perempuan sebesar 2.306 kilo kalori

Secara umum laki-laki memang membutuhkan energi yang lebih banyak karena secara fisik ia lebih banyak bergerak dibandingkan dengan perempuan. Semakin tinggi aktivitas fisiknya maka kebutuhan kalorinya akan semakin besar.

Karena itu penting untuk memperhatikan keseimbangan antara kalori yang masuk dan keluar untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

Jika asupan kalorinya lebih besar dari yang dibutuhkan, maka ia akan menumpuk di tubuh dan bisa menyebabkan kelebihan berat badan tapi jika asupan kalorinya lebih kecil maka berat badan akan turun.

Jika seseorang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas maka akan meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit seperti penyakit jantung, diabetes melitus dan beberapa jenis kanker.
 
 
 
 
 
detik

Thursday, May 12, 2011

Waspadalah.....Inilah Daerah Rawan Pencongkelan Spion Mobil


Warga Jakarta diminta untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkendaraan, baik dalam keadaan sepi maupun ramai, sebab aksi kejahatan seperti pencongkelan spion yang dilakukan secara berkelompok sedang marak di jalanan Ibukota.

"Selalu waspada di daerah macet. Aksi kejahatan bisa datang secara mendadak dan berkelompok," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar.

Berikut adalah lokasi-lokasi rawan yang sering menjadi tempat para pelaku kejahatan jalanan beraksi:

Jakarta Pusat: Gajah Mada, Hayam Wuruk, Simpang coca-cola, Ahmad Yani, dan Senen.

Jakarta Utara: Cilincing, Perempatan Mambo, Tanjung Priok, Perintis Kemerdekaan, Teluk Gong dan Ampera.

Jakarta Barat: Cengkareng, Perempatan Grogol, Tomang, Slipi, Pesing, dan Roxy.

Jakarta Selatan: Pancoran, Mayestik, Cipete Raya, Cilandak, dan Pasar jumat

Jakarta Timur: Pasar Rebo, Perempatan Arion, dan Rawamangun.

Bekasi: Jalan Raya Bekasi, Kranji, Ujung menteng, dan Kalimalang.

Tangerang kota: Jalan Benteng Betawi, dan Daan Mogot,

Depok: sepanjang kawasan Margonda.

Sementara itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum mencatat lokasi dengan tingkat Kejahatan paling tinggi yang terjadi pada April 2011.

Pertama, Jakarta Pusat, menempati peringkat pertama daerah rawan kejahatan dengan 323 kejadian. Paling banyak terjadi di Kemayoran. Pencurian kendaraan bermotor roda dua sebanyak 117 kasus, selama satu bulan

Sementara itu, urutan kedua daerah rawan adalah Kabupaten Tangerang  dengan jumlah kejahatan sebanyak 296. Paling banyak terjadi di Serpong. Pencurian dengan pemberatan 205 kasus, dan pencurian kendaraan bermotor roda dua 35 kasus.

Pada urutan ketiga yakni Jakarta Timur, sebanyak 253, banyak terjadi di Cakung. Pencurian dengan pemberatan terjadi sebanyak 77 kasus.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil meringkus dua tersangka pencuri spion mobil mewah. Kedua tersangka yakni EN (23) dan H (18) warga Pedongkelan, Jakarta Timur.

Penangkapan dilakukan setelah tayangan video pencongkelan itu diputar secara berulang-ulang di salah satu stasiun televisi.

Dari kedua tersangka, polisi menyita barang bukti berupa dua potong kaos, satu potong celana pendek, uang tunai Rp 25 ribu dan 1 unit handphone merek Nokia type 3500c warna hitam. "Barang-barang itu dibeli setelah menjual barang curian," kata Baharudin.

Pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang ancamannya lima tahun penjara. Pelaku mengaku menjual kaca spion curian seharga Rp1 juta. 







• VIVAnews 

Monday, May 9, 2011

Waspadalah.....Sakit Akibat Stres Karena Macet Mengancam Penduduk Kota


Jika Anda sedang terjebak macet kemudian mengalami peningkatan detak jantung, telapak tangan berkeringat hingga kram perut, bisa dipastikan itu terkena traffic stress syndrom atau TSS (sindrom stres akibat macet). Laki-laki lebih mudah terkena sindrom ini ketimbang wanita.

Hidup di kota besar tak bisa lepas dari masalah kemacetan. Ternyata jalan yang macet bisa mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang, salah satunya adalah traffic stress syndrom atau TSS (sindrom stres akibat macet).

Saat menemukan kemacetan terkadang seseorang mengalami peningkatan detak jantung, telapak tangan mulai berkeringat hingga kram perut. Kondisi ini kemungkinan menandakan gejala dari TSS.

Kemacetan yang terjadi tidak hanya menyebabkan suasana hati seseorang menjadi buruk, tapi juga bisa merusak kesehatan. Dalam studi diketahui seseorang yang mengalami TSS akan mulai muncul gejala stres dalam waktu 3-5 menit, sedangkan orang yang tidak TSS, gejala stres mulai akan muncul jika sudah mengalami kemacetan sekitar 13-14 menit.

"Mengalami TSS akan memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku pengemudi seperti kehilangan konsentrasi, sulit untuk fokus dan mengemudi secara berbahaya atau berisiko," ujar David Moxon, kepala psikologi dari Peterborough Regional College, seperti dikutip dari Roadsafe.org, Senin (9/5/2011).

Moxon mengungkapkan kemacetan lalu lintas seperti fenomena bom waktu bagi penderita TSS. Biasanya ia akan mempercepat kecepatannya saat ada kesempatan dan terkadang mengabaikan peraturan yang ada sehingga berisiko mengalami kecelakaan.

Gejala yang dialami oleh seseorang dengan TSS termasuk:
  1. Peningkatan detak jantung
  2. Sakit kepala
  3. Telapak tangan berkeringat
  4. Mual
  5. Pusing
  6. Kram perut
  7. Mudah tersinggung dan marah
  8. Khawatir

Dalam studi ini juga diketahui bahwa laki-laki lebih mungkin mengalami frustasi saat terjebak kemacetan lalu lintas dibandingkan perempuan.

"Saya kira usia yang rentan mengalami TSS adalah kelompok usia 30-50 tahun. Kemacetan kronis dan tegangan yang dihasilkan serta frustasi bisa merugikan kesehatan fisik dan mental yang akan berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh. Gejala lain juga mungkin ditimbulkan jika ditambah dengan adanya tekanan akibat faktor lainnya," ungkapnya.

Kemacetan yang dialami oleh seseorang secara berkepanjangan bisa berdampak pada masalah kesehatan lainnya, yaitu meningkatkan risiko penyakit jantung, infeksi saluran pernapasan, stres dan depresi serta risiko kanker akibat polusi udara yang terhirup oleh tubuh.

Moxon mengungkapkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan seseorang jika terjebak macet untuk mencegah atau mengatasi TSS yaitu:
  1. Mengambil napas secara dalam dan perlahan
  2. Mendengarkan musik yang menenangkan atau membuat santai
  3. Memikirkan orang yang dicintai
  4. Sebisa mungkin menghindari terpaparnya polusi udara seperti dengan menutup jendela atau menggunakan sistem pengkondisian untuk mencegah masuknya asap knalpot. Untuk pesepeda motor sebaiknya gunakan masker.
  5. Menempatkan aroma terapi di titik tertentu kendaraan sehingga bisa membantu proses relaksasi.



detik

Waspadalah.....Payudara Besar Sebelah Lebih Berisiko Kena Kanker


Perbedaan ukuran antara payudara kiri dan kanan bisa memprediksi risiko untuk terkena kanker. Menurut sebuah penelitian, jika selisih ukurannya makin besar maka harus sering diperiksa karena risiko terkena kanker cenderung makin besar.

Hampir semua perempuan memiliki payudara dengan ukuran yang sedikit berbeda antara sisi kiri dan kanan. Perbedaan ini disebut breast asymmetry dan umumnya tidak menyebabkan gangguan serius, bahkan jarang dilaporkan sampai menggangu penampilan.

Namun menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Breast Cancer Research tahun 2006, perbedaan tersebut bisa juga dipakai untuk memprediksi kemungkinan seseorang terkena kanker payudara. Makin besar perbedaan ukurannya, makin besar risiko terkena kanker.

Perbedaan yang dilihat bukan besar-kecilnya ukuran bra yang digunakan, melainkan kepadatan yang ditunjukkan dengan berat masing-masing payudara. Dalam penelitian tersebut, kepadatan massa pada jaringan payudara diukur dengan alat khusus yang disebut mammograph.

Setiap selisih 98,82 gram pada kedua sisi payudara, peningkatan risikonya mencapai 50 persen. Namun dalam penelitian tersebut tidak ditemukan selisih ukuran sebanyak itu, rata-rata ukuran kedua payudara hanya berselisih 48,19 gram hingga 57,6 gram.

Penelitian tersebut melibatkan 504 perempuan dewasa dengan ukuran payudara rata-rata 479,1 gram. Dari sekian banyak relawan yang dilibatkan, hanya 1 orang yang ukuran payudaranya benar-benar simetris atau sama besar antara sisi kiri dengan kanan.

"Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa breast asymmetry berhubungan dengan esterogen. Hormon tersebut juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi risiko kanker payudara," ungkap salah seorang peneliti, Diane Scutt, PhD seperti dikutip dari WebMD, Minggu (8/5/2011).

Meski hasil penelitian ini menunjukkan hubungan erat antara breast asymmetry dengan risiko kanker, Scutt mengatakan masih banyak faktor lain yang mempengaruhinya. Karena itu ia mengatakan, yang terpenting adalah pemeriksaan rutin agar risiko sekecil apapun bisa dideteksi sedini mungkin.





detik

Wednesday, May 4, 2011

Waspadalah.....Suntik Vitamin C Berisiko Memicu Kematian Jaringan


Dengan harapan bisa memberikan manfaat lebih besar, banyak orang memilih suntik vitamin C. Bukan hanya tidak praktis karena harus datang ke dokter, suntik vitamin C juga berisiko tinggi karena bisa memicu nekrosis atau kematian jaringan.

Risiko tersebut bisa terjadi apabila ada kesalahan dalam teknik penyuntikan, sehingga tidak langsung masuk ke pembuluh darah. Vitamin C yang nyasar ke jaringan otot atau lemak di sekitar lokasi penyuntikan bisa menyebabkan nekrosis atau kematian jaringan.

"Suntikan itu sifatnya invasif, risikonya tinggi. Kalau masih bisa diberikan dengan cara lain, sebaiknya jangan pakai suntik vitamin C," ungkap pakar gizi dari Universitas Indonesia, Dr Fiastuti Witjaksono, MS, SpGK dalam media workshop di Restoran Merah Delima, Kebayoran Baru, Selasa (3/5/2011).

Menurut Dr Fiastuti, suntik vitamin C baru dibutuhkan jika seseorang memiliki masalah dengan saluran pencernaan sehingga tidak bisa menoleransi vitamin C yang sifatnya asam. Lewat suntikan, vitamin C langsung masuk pembuluh darah sehingga tidak memicu gangguan pencernaan.

Namun jika tidak memiliki gangguan semacam itu, maka sumber vitamin C lainnya lebih dianjurkan. Bahkan jika memungkinkan, Dr Fiastuti menganjurkan agar vitamin C didapatkan langsung dari buah-buahan seperti pepaya, mangga, jeruk, nenas dan kiwi.

Buah yang memiliki kandungan vitamin C dalam kadar tinggi adalah buah-buahan yang matangnya alami. Meski demikian, buah yang diperam juga tetap memiliki kandungan vitamin C dan yang jelas tetap memiliki kandungan lain yang bermanfaat terutama serat.

Dr Fiastuti tidak menganjurkan buah-buahan yang matang karena 'dikarbit' atau menggunakan bahan kimia tertentu. Menurutnya, bahan-bahan kimia itu bisa meresap ke dalam buah, lalu ikut termakan dan menimbulkan keracunan baik dalam jangka pendek maupun akumulatif dalam jangka panjang.




detik

Waspadalah.....Nyeri Sendi Pertanda Osteoarthritis


Seiring usia bertambah, penyakit tulang pun mulai menyerang. Salah satunya adalah osteoarthritis. Penyakit ini biasa ditandai dengan keluhan nyeri, bengkak, dan kaku pada sendi lutut, pinggang, dan pundak. 

Osteoarthritis disebabkan oleh kerusakan tulang rawan yang terletak di antara tulang dan sendi. Bila keadaan makin parah, bantalan/cairan sendi menghilang dan menyebabkan tulang saling bergesekan sehingga sendi semakin terasa sakit, kaku,bahkan tak bisa digerakkan. Penyakit ini termasuk penyakit degeneratif yang bersifat kronis dan tidak bisa disembuhkan tetapi dapat dicegah dan dapat dikurangi rasa nyerinya. 

Saat ini penyakit yang dikenal dengan dikenal pengapuran/sakit rawan sendi ini sudah menyerang 360 juta orang di seluruh dunia. Osteoarthritis belum begitu dipahami kaum awam layaknya osteoporosis. Padahal, keduanya sama-sama berpengaruh terhadap mobilitas seseorang. Orang dengan riwayat cedera seperti kecelakaan lalu lintas,pembedahan,atau cedera pada saat berolahraga pada usia muda berisiko terjadi osteoarthritis di masa tuanya.

Atlet atau pekerja yang melakukan gerakan berat dan berulang- ulang juga berisiko tinggi terkena osteoarthritis karena tekanan yang terus menerus pada sendi. Pada umumnya osteoarthritis lebih banyak dialami wanita ketimbang pria.Namun seiring pertambahan usia,pria pun punya kemungkinan sama besar. Sebanyak 45% wanita di atas 65 tahun memiliki gejala osteoarthritis. 

 
Tingkat keparahan penyakit ini beragam, dari yang prosesnya lambat hingga sangat agresif dan mengakibatkan cacat kronis. Dr dr Aris Wibudi SpPD KEMD mengatakan, gejala osteoarthritis dapat berupa nyeri, bengkak, rasa kaku dan tidak lentur pada area yang sakit. ”Osteoarthritis dapat terjadi di semua bagian sendi.Namun tangan,kaki, lutut,tulang belakang, dan panggul adalah bagian yang paling sering terkena,” ujar dr Aris. Salah satu terapi pengobatan yang disarankan dokter untuk mengatasi osteoarthritis yaitu konsumsi glukosamin. 

Glukosamin merupakan senyawa pembangun dari tautan gula dan asam amino yang membentuk matriks pada jaringan tulang rawan dan cairan pelumas sendi. Glukosamin ini alami ada dalam tubuh dan berperan penting untuk pembangunan sendi tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan pada ujung tulang.Bantalan ini mencegah tulang dari keretakan saat mereka bergerak. Penyebab osteoarthritis beragam. Biasanya terjadi akibat beban dan penggunaan sendi berlebihan serta proses penuaan.

“ Seiring pertambahan usia, kemampuan tubuh untuk memperbaiki jaringan tulang rawan sendi dan memproduksi glukosamin menurun.Namun, kelompok usia muda juga bisa menderita osteoarthritis karena obesitas, aktivitas fisik terus- menerus secara berlebihan, dan trauma,”kata Dr dr Aris Wibudi SpPD KEMD.Tak heran profesi atlet merupakan salah satu yang paling riskan terkena osteoarthritis. Untuk pencegahan dan perawatan tulang dan sendi,Anda bisa mengonsumsi susu berkalsium tinggi plus suplemen glukosamin. 

Kebutuhan kalsium tinggi ada di masa remaja yakni usia 10–18 tahun di mana pembentukan tulang sangat cepat terjadi. Sejak umur 21 tahun Anda sudah diperbolehkan mengonsumsi susu kalsium tinggi dan berglukosamin secara rutin sebagai “tabungan” di hari tua nanti. Perlu diingat bahwa hasil dari minum susu tidak bisa instan. Pada pria dan wanita setelah masa menopause (di atas 65 tahun), tambahan kalsium sangat diperlukan karena tubuh kurang efektif dalam menyerap atau menjaga jumlah kalsium. Mencegah pasti lebih baik daripada mengobati.
 
 
 
 
Sindo

Monday, May 2, 2011

Waspadalah.....Sering Kram? Rajinlah Makan Pisang


Kram atau otot kejang bisa terjadi di mana saja, saat berjalan, duduk, berenang, berlari atau kegiatan lainnya. Bila Anda sering menderita kram cobalah rutin makan pisang.

Kram biasanya terjadi pada otot gastrocnemius dan otot soleus pada betis. Kram juga bisa terjadi pada paha dan jari-jari kaki.

Umumnya kram bukan masalah yang berbahaya, tetapi pada kasus yang jarang terjadi kram bisa menjadi gejala dari masalah lain seperti  penyakit arteri perifer atau masalah tulang belakang.

Kram akan makin sering terjadi karena bertambahnya usia dan pada saat kehamilan. Makan pisang bisa menjadi solusi saat kram kambuh. Meski khasiatnya tidak langsung terasa secara instan saat kram terjadi, tetapi pisang dapat membantu fungsi otot.

Pisang merupakan makanan yang kaya akan kalium. 1 porsi buah pisang biasanya mengandung sekitar 600 mg kalium, seperti dilansir Livestrong, Minggu (1/5/2011).



Kalium sangat penting untuk sel, jaringan dan organ agar berfungsi dengan baik. Kalium juga memainkan peran dalam fungsi jantung, kontraksi otot rangka dan halus serta fungsi pencernaan.

Banyak otot dan sel saraf memiliki saluran khusus untuk memindahkan kalium dalam dan keluar dari sel. Ketika gerakan ini diblokir atau tubuh kekurangan kalium, maka aktivitas kedua otot dan saraf bisa menjadi terganggu.

Dengan rutin makan pisang dapat memberikan manfaat besar agar otot-otot tubuh dapat menjalankan tugasnya dengan benar.

Kalium juga merupakan salah satu elektrolit tubuh. Bersama dengan natrium, klorida, kalsium dan magnesium, elektrolit harus seimbang agar otot-otot dapat berfungsi dengan baik.

Maka dari itu, dehidrasi dapat menyebabkan ketidakseimbangan dari elektrolit dan menyebabkan kram otot. Sekitar 95 persen dari kalium dalam tubuh disimpan dalam sel, sedangkan natrium dan klorida berada di luar sel.





detik

Belajar Al-Qur'an Online

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran