Clock By Blog Tips

Tuesday, April 26, 2011

Waspadalah.....Diabetes Tipe 1 Serang Sistem Kekebalan Tubuh


Sebuah penelitian menunjukkan, sebagian orang yang terdiagnosa menderita diabetes tipe 1 memiliki penyakit kekebalan tubuh lainnya.

Diabetes tipe 1 adalah dikenal sebagai penyakit autoimun, yang sistem kekebalan tubuh meluncurkan serangan sesat pada jaringan tubuh sendiri.

Dalam kasus diabetes, serangan membunuh sel-sel di pankreas yang membuat hormon penghasil insulin, atau dikenal sebagai sel beta.

Para ahli meyakini bahwa kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan dapat dengan cara tertentu memicu sistem kekebalan tubuh untuk menghancurkan sel-sel ini.

Para ahli juga sejauh ini telah menemukan 20 gen yang memainkan peranan pada diabetes tipe 1, meski fungsi dari gen ini masih dalam penyelidikan.

Gangguan autoimun pada anak

Sebuah studi baru mengungkapkan, orang dengan diabetes tipe 1 juga memiliki tingkat yang lebih tinggi dari rata-rata gangguan autoimun lainnya, termasuk penyakit tiroid autoimun, penyakit gangguan pencernaan celiac, dan penyakit Addison, gangguan kelenjar adrenal.

Penyakit autoimun tiroid muncul bila suatu reaksi sistem kekebalan menyebabkan kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroid terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Sebuah tiroid yang terlalu aktif dapat menyebabkan gejala seperti kegelisahan, penurunan berat badan, masalah tidur dan intoleransi terhadap panas,


Penyakit Celiac adalah gangguan pencernaan di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap makanan dengan gluten (protein dalam gandum, barley dan gandum hitam), merusak usus kecil.


Sementara, pada penyakit Addison, kelenjar adrenal tidak dapat menghasilkan cukup banyak hormon kortisol atau aldosteron, yang menyebabkan masalah seperti kelemahan dan kelelahan, nafsu makan dan penurunan berat badan, dan lekas marah.

Lebih jauh, peneliti ingin mengetahui seberapa besar dampak penyakit itu jika menyerang anak-anak jika terserang diabetes tipe 1 dengan kategori beberapa penyakit autoimun lainnya.

Mereka melakukannya dengan mengukur kadar tertentu auto antibodi yang menjadi penanda kondisi. Auto antibodi adalah protein sistem kekebalan ditujukan terhadap sel-sel tubuh sendiri.

Seperti dilansir dari Reuters Health, sebanyak 491 anak yang dilibatkan dalam penelitian itu, menunjukkan bahwa seperempat dari auto antibodi mereka terhubung dengan penyakit tiroid.

Sementara itu, hampir satu dari delapan memiliki antibodi yang berkaitan dengan penyakit celiac, dan seperempat dari anak-anak mempunyai penyakit ini.
Lima anak-anak (atau 1 persen dari seluruh kelompok) telah auto antibodi Addison, dan penyakit itu dikonfirmasi pada salah satunya.

Dr Jennifer M. Barker dari University of Colorado Denver yang memimpin penelitian itu menjelaskan, kenyataan sepertiga dari anak-anak memiliki tanda-tanda penyakit autoimun lain berarti orang tua dan dokter harus waspada untuk tiga gangguan pada anak diabetes.

Menurut Baker, American Diabetes Association merekomendasikan anak-anak dengan diabetes tipe 1 harus diuji untuk penyakit tiroid dan penyakit celiac pada saat diagnosis diabetes mereka. Setelah itu, skrining tiroid harus dilakukan tahunan, dan pengujian celiac jika ada gejala yang berpotensi.

Celiac skrining harus dilakukan dengan tes antibodi. Namun dokter dapat menangani penyakit tiroid dengan mengukur kadar darah thyroid-stimulating hormone.
Dan ada perdebatan, Barker mengatakan, tentang apakah tes antibodi tiroid akan berguna.

"Kehadiran auto antibodi tidak berarti anak akan terkena penyakit ini," ujar Barker.

Adapun penyakit Addison, tidak ada pedoman skrining anak-anak dengan diabetes tipe 1. Tapi Barker mengatakan, orang tua dan dokter setidaknya harus mengawasi keluar untuk gejala penyakit - serta tanda-tanda penyakit celiac dan masalah tiroid.

Secara khusus, katanya, orang tua harus memperhatikan pertumbuhan anak-anak mereka dan perkembangan fisik, dan melacak setiap masalah yang mereka hadapi dengan episode gula darah rendah, sakit perut, sembelit atau diare.

Diperkirakan, 15% menjadi 30% orang dengan diabetes tipe 1 memiliki penyakit tiroid autoimun. Sedangkan 4% menjadi 9% memiliki penyakit celiac, dan kurang dari 1% memiliki penyakit Addison






Inilah.com

Monday, April 25, 2011

Waspadalah.....Perilaku Ini Bisa Buat Kekasih Berpaling dari Anda


Kadang kita hanya bisa marah, menangis dan kesal saat kekasih selingkuh atau berpaling ke wanita lain. Mungkin saja, masalah bukan hanya berasal dari si dia. Tapi justru sikap Anda yang salah saat membina hubungan asmara.

Jika tidak mau kekasih Anda berpaling ke wanita lain, sebaiknya hindari beberapa perilaku yang bisa memicu hancurnya percintaan.

1. Terlalu Ketergantungan
Pria memang suka jika dianggap penting atau dibutuhkan wanitanya, tapi hanya untuk beberapa kondisi tertentu. Sekarang ini, pria juga mengharapkan punya kekasih mandiri, seperti dilansir selfgrowth. Menjadikannya 'supir' untuk antar-jemput kemanapun Anda pergi, membawakan berkantong-kantong tas belanjaan atau menunggu Anda memilih pakaian selama berjam-jam, adalah kegiatan paling membosankan bagi mereka.

Mungkin tidak masalah jika hanya sesekali. Tapi ketika itu sudah menjadi rutinitas seharian, jangan kaget jika suatu saat si dia berpaling pada wanita yang bisa berdiri di atas kakinya sendiri.

2. Suka Mengatur
Tidak peduli selelah atau sesibuk apapun, si dia wajib menelepon atau mengirim pesan teks kepada Anda setiap hari. Anda juga melarangnya sering pergi bertemu temannya bahkan menentukan si dia harus berpenampilan seperti apa. Setiap keputusan pun harus Anda yang menentukan. Terlalu banyak mengatur bisa membuatnya lama-lama lari dari Anda. Ingat, pria (dan mungkin juga wanita) tidak suka geraknya terlalu dikekang.

3. Cemburu Berlebihan
Cemburu boleh saja, tapi jangan berlebihan. Selalu curiga kekasih bersama wanita lain, atau marah hanya karena ada teman wanita yang menghubunginya bisa membuat si dia lelah dan pergi dari Anda. Salah satu hal yang memicu pria berselingkuh karena dia merasakan tekanan dalam hubungan daripada kenyamanan saat bersama kekasihnya.

4. Kurang Perhatian
Dikutip dari ezinearticles, kurangnya perhatian juga bisa membuat si dia berpaling dari wanita lain. Dalam hubungan, memang ada kalanya Anda dan si dia perlu waktu dan ruang untuk sendiri. Tapi bukan berarti Anda mengabaikan pesan teks yang dikirimkannya ke ponsel Anda, tidak pernah menanyakan kegiatan atau bahkan lupa hari ulang tahunnya. Kenalilah hal-hal kecil tentang kekasih Anda; seperti apa makanan kesukaannya, tontonan favorit, hobi atau kebiasaan.





www.wolipop.com

Waspadalah.....Jika Sering Mendengkur ,Tidurlah dengan Posisi Miring


Bagi orang yang sering mendengkur alias ngorok, posisi tidur sangat mempengaruhi dengkuran tersebut. Tidur dengan posisi miring atau menyamping cukup efektif menguranginya, dengan satu syarat orang tersebut tidak boleh terlalu gemuk.

Ngorok perlu diatasi karena tak hanya mengganggu orang lain yang mendengarkan, tetapi juga membahayakan orang yang bersangkutan. Disadari atau tidak, orang yang sering ngorok tidurnya kurang berkualitas jika dibandingkan dengan yang tidak ngorok.

Diyakini, 75 persen orang yang ngorok juga mengalami sleep apnea atau henti napas yang tidak disadarisleep apnea menyebabkan suplai oksigen ke otak tidak lancar, sehingga orang tersebut bangun dalam kondisi tidak segar.

Banyak pakar menyarankan, orang yang sering mendengkur saat tidur sebaiknya tidak tidur dalam posisi berbaring. Adanya gaya gravitasi menyebabkan organ-organ di pangkal tenggorokan turun dan mempersempit saluran napas, sehingga bergetar saat dilewati udara.

Tidur menyamping bisa mengurangi efek gravitasi sehingga dengkuran juga akan berkurang. Dikutip dari NY Times, Minggu (24/4/2011), 54 persen orang ngorok bisa mengurangi dengkurannya hanya dengan mengubah posisi tidur dari telentang jadi menyamping atau miring.

Sementara itu, sisanya sebanyak 46 persen tetap mendengkur meski sudah tidur dalam posisi miring. Hal ini adalah perkecualian, karena ada penelitian lain yang mengungkap faktor risiko yang membedakannya dengan 54 persen yang tidak mendengkur saat tidur menyamping.

Penelitian yang dipublikasikan tahun 1997 itu membagi orang ngorok menjadi 2 kelompok, yakni positional snorer dan non positional snorer. Positional snorer adalah orang yang dengkurannya dipengaruhi oleh posisi tidur, sedangkan non positional snorer selalu ngorok dalam posisi apapun.

Orang-orang yang masuk kategori positional snorer umumnya memiliki berat badan cenderung kurus hingga normal mendekati gemuk. Sementara yang termasuk dalam kategori non positional snorer umumnya memiliki berat badan berlebih atau overweight dan obesitas.

Intinya adalah, tidur dalam posisi miring efektif mengatasi dengkuran jika seseorang tidak memiliki masalah dengan berat badan. Jika tubuhnya gemuk, satu-satunya cara mengatasi dengkuran adalah kombinasi diet dan olahraga untuk mengurangi berat badan.
selama tidur. Tersumbatnya saluran napas akibat





detik

Thursday, April 21, 2011

Waspadalah.....Ini Dia Penyebab Kepala Kliyengan


Kepala pusing atau terasa seperti kliyengan sering dialami banyak orang yang kadang dapat mengganggu aktivitasnya. Sebenarnya apa penyebab kepala merasa kliyengan?

Kliyengan atau pusing sering digunakan untuk menjelaskan suatu perasaan seperti ingin pingsan atau merasa lemah dan goyah. Arti dari kliyengan sendiri adalah pusing, pening, sakit kepala.

Berbeda dengan pusing yang membuat seseorang berpikir bahwa lingkungannya berputar atau bergerak maka itu disebut dengan vertigo.

Keluhan ini menjadi alasan yang paling umum bagi seseorang untuk mengunjungi dokter karena bisa jadi merupakan gejala dari kondisi serius. Pengobatan yang diberikan tergantung pada penyebabnya.

Beberapa hal bisa menyebabkan seseorang merasa klinyengan seperti dikutip dari Mayo Clinic, Rabu (20/4/2011) yaitu:

Merasa kliyengan seperti ingin pingsan (Presyncope)
Presyncope adalah istilah medis untuk kondisi merasa pingsan dan pusing tapi tanpa kehilangan kesadaran. Kadang kondisi ini diikuti dengan mual, kulit pucat dan gejala lain yang berkaitan dengan pingsan.

Penyebabnya meliputi:
  1. Tekanan darah yang rendah (hipotensi ortostatik), kondisi ini terjadi karena adanya penurunan drastis tekanan darah sistolik (angka atas dalam membaca tekanan darah). Hal ini dapat terjadi jika seseorang duduk atau berdiri terlalu cepat dan juga pada orang yang diketahui memiliki penyakit tekanan darah rendah.
  2. Kurangnya asupan darah yang keluar dari jantung, kondisi ini seperti salah satu penyakit otot jantung (cardiomyopathy), irama jantung abnormal (aritmia) atau penurunan volume darah yang membuat alirannya dari jantung tidak memadai.

Kehilangan keseimbangan (disequilibrum)
Kondisi ini adalah hilangnya keseimbangan atau perasaan goyang saat berjalan.
Kemungkinan penyebabnya termasuk:
  1. Masalah pada bagian dalam telinga atau inner ear (vestibular), kelainan pada bagian dalam telinga bisa membuat seseorang merasa goyang saat berjalan terutama dalam gelap.
  2. Gangguan sensori, kegagalan dalam penglihatan dan kerusakan saraf di kaki bisa mengakibatkan seseorang sulit menjaga keseimbangan yang membuatnya merasa kliyengan.
  3. Kondisi neurologis, berbagai gangguan saraf bisa menyebabkan hilangnya keseimbangan

Penyebab kliyengan lainnya
Beberapa penyebab lainnya juga bisa membuat seseorang merasa kliyengan atau kepala pusing sambil berasa goyang.

Beberapa penyebab lain adalah:
  1. Obat-obatan, beberapa pengobatan diketahui bisa menimbulkan perasaan pening atau kliyengan dan akan hilang jika berhenti mengonsumsinya. Obat penurun tekanan darah juga bisa menyebabkan kliyengan jika tekanan darah yang diturunkan terlalu banyak.
  2. Gangguan kecemasan seperti serangan panik, merasa sangat grogi atau mengalami fobia tertentu bisa menyebabkan orang merasa pusing atau kliyengan.

Jika kliyengan muncul secara tiba-tiba, cobalah untuk duduk atau mencari pegangan agar tidak terjatuh serta tetap tenang. Dan jika terjadi terus menerus segeralah periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab
pastinya.




detik

Tuesday, April 19, 2011

Waspadalah.....Bahaya Anemia pada Anak


Kekurangan zat besi bisa berakibat fatal. Bagi ibu hamil, kondisi ini tak hanya memicu anemia yang mengganggu aktivitas, tapi juga akan menurunkan kekurangan zat besi pada janin yang berdampak buruk pada tumbuh kembangnya.

Anemia adalah turunnya kadar hemoglobin, yaitu zat dalam sel darah merah yang mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Setiap kelompok usia memiliki nilai normal hemoglobin dalam tubuh. Menurut WHO, anak usia kurang dari enam tahun memiliki batas normal 11g/dL, anak usia lebih dari enam tahun 12g/dL, wanita 12g/dL, wanita hamil 11g/dL, dan pria 13g/dL.

"Dikatakan anemia jika kadar besi dalam darah berkurang. Sedangkan jika kadar besi hanya berkurang di bagian otak, otot, dan cairan tubuh lain maka dikata kekurangan besi atau Anemia Defisiensi Besi (ADB)," ujar Soedjatmiko, Sp.A(K), Msi, dokter spesialis anak dan konsultan tumbuh kembang-pediatri sosial, dalam sebuah seminar di Gedung Prodia, Jakarta.

Menurutnya, pengukuran zat besi saat ini tidak dapat hanya pemeriksaan dalam darah. Pengukuran besi dalam anggota tubuh yang lain dapat memberikan solusi pencegahan anemia.

Berdasarkan data WHO, Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) dilakukan di Indonesia pada 2001. Hasilnya, 47 persen balita dan 40,1 persen wanita mengidap kekurangan zat besi. Tingginya angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menderita gizi buruk dan gizi kurang.

Bagi orang dewasa, kekurangan besi dapat menyebabkan lemah, letih, dan lesu. Kekurangan besi yang menahun dapat mengakibatkan perubahan perilaku seperti mudah marah, bahkan gangguan perilaku. Sedangkan kekurangan besi berakibat fatal bagi anak karena dapat mengganggu tumbuh kembang otak.

Prof dr Djajadiman Gatot dari Divisi Hematologi Onkologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, mengatakan, kekurangan besi pada anak dapat disebabkan oleh kurangnya produksi hemoglobin, kegagalan sumsum tulang, gangguan pematangan sel darah merah, dan gangguan pada usus seperti cacingan.

Dampak kekurangan besi pada anak membuat melambatnya pertumbuhan percabangan sel otak (dendrit), sehingga hubungan antar sel otak kurang kompleks dan proses informasi melambat, juga terganggunya proses myelinisasi (selubung sel saraf) sehingga memicu gangguan penglihatan, pendengaran, dan perilaku.

Terjadi pula gangguan metabolisme di pusat kendali emosi dan pusat kendali kognitif. Menurunkan aktivitas enzim triptofan dan tirosin hidroksilase yang mengakibatkan gangguan produksi serotonin dan dopamin. Ini membuat anak tidak mampu mengendalikan diri dan perasaan, tidak mampu memusatkan perhatian, mengikuti pembelajaran dengan baik, dan gangguan perilaku.

Untuk dapat mengatasinya, wanita hamil dan menyusui dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen penambah besi. Anak berusia 6-24 bulan pun dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen besi karena usia dua tahun pertama bagi anak adalah masa penting bagi pertumbuhan otaknya.

Anak yang memperoleh nutrisi lengkap, kasih sayang, dan stimulus yang baik dari orang tua maka proses informasi dapat cepat dilakukan, memiliki perilaku positif, tidak rewel, interaksi sosial yang baik, mudah ditenangkan, dan cepat tumbuh. 





• VIVAnews 

Saturday, April 16, 2011

Waspadalah..... Efek Buruk Menolak Ajakan Bercinta


Apakah Anda sering menolak ajakan bercinta suami? Perlu Anda tahu, menolak ajakan bercinta terlalu sering dan berulang bisa membuat suami benar-benar hilang gairah bercinta.

Seperti dikutip dari Shine, mayoritas pria yang tak lagi tertarik bercinta dengan istri akan menjawab dengan alasan, "Itu karena dia (istri) selalu berkata 'tidak' saat diajak bercinta.”

Seorang pakar seks mengatakan, bagi pria, penolakan yang terjadi secara berulang adalah hal yang sangat menjengkelkan. Bahkan jika sang istri tidak bermaksud untuk menolak, secara pribadi pria akan merasa tersinggung.

Mendiskusikan masalah yang sedang terjadi penting. Sebab, wanita seringkali tak sadar bahwa penolakannya untuk bercinta bisa membuat pria merasa tak bergairah. Diskusi itu juga akan mengantarkan pasangan pada solusi terbaik demi keharmonisan hubungan.

Hilangnya gairah seksual pasangan suami istri tak boleh dianggap remeh. Membiarkan kondisi ini berlarut-larut bisa menjadi bencana rumah tangga.

Pikirkan baik-baik jawaban Anda saat suami mengajak bercinta. Jawaban jujur seperti lelah atau sakit bahkan bisa memengaruhi napsu suami. Sebisa mungkin, hindari jawaban 'tidak' yang terlampau sering.

Bahkan sesekali, jangan ragu memulai ajakan. Katakan padanya Anda ingin bercinta, tunjukkan padanya Anda siap. Ini akan membuat suami tersanjung.




vivanews

Waspadalah.....Gara-gara Bau Badan, Orang Bisa Tersingkir dari Pergaulan

 
Bau badan telah menjadi masalah besar buat banyak orang. Gara-gara bau badan, orang bisa tersingkir dari pergaulan. Alhasil, sejuta cara dilakukan untuk membasmi bau badan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan bila tak ingin bau badan.

Keringat manusia sebenarnya tidak menimbulkan bau, karena bau badan disebabkan oleh bakteri dalam tubuh yang berkembang biak di beberapa daerah tertentu. Itulah sebabnya bau badan lebih tercium di daerah yang lembab seperti di bawah ketiak, antara jari kaki, dan diantara lipatan paha.
 


Bakteri yang menyerang kelenjar keringat adalah bakteri anaerob yang tumbuh baik di daerah lembab atau daerah tubuh yang tidak mendapatkan oksigen cukup. Bau juga bisa menandakan tubuh sedang berupaya menghilangkan racun.


Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang memiliki bau badan, antara lain seperti dilansir Lifemojo, Sabtu (16/4/2011), yaitu:


  1. Kondisi medis (penyakit ginjal dan hati, infeksi jamur, gula darah rendah, diabetes)
  2. Konsumsi alkohol
  3. Penggunaan tembakau (merokok dan mengunyah tembakau)
  4. Masalah gigi
  5. Kekurangan vitamin dan mineral
  6. Masalah kebersihan
  7. Melakukan kegiatan fisik dan olahraga yang berat
  8. Racun (di rumah, diet, atau lingkungan)
  9. Stres
  10. Hormon (khususnya selama menopause)
  11. Obat-obatan tertentu.

Apa yang harus dilakukan untuk menghindari atau menghilangkan bau badan?

Langkah berikut dinilai paling efektif untuk mencegah dan menghilangkan bau badan yang tidak sedap, antara lain:

  1. Minum segelas air putih di pagi hari pada waktu perut masih kosong
  2. Gunakan baking soda pada ketiak dan kaki untuk mengurangi keringat
  3. Untuk mengurangi pH kulit dan menghilangkan bau ketiak, gunakan sari cuka apel bukan deodoran. Masukkan ke dalam segelas air dan gunakan untuk membilas ketiak saat mandi.
  4. Saat musim panas, setidaknya mandi tiga kali sehari untuk menghilangkan keringat yang cenderung lebih banyak.
  5. Hindari makanan olahan seperti minyak terhidrogenasi dan makanan olahan lainnya. Makan makanan sehat yang mengandung banyak serat seperti biji-bijian, gandum, produk kedelai dan sayuran berdaun hijau. Juga kurangi daging dan produk susu.
  6. Hindari juga makanan yang memicu keringat berlebih seperti makanan pedas dan panas.
  7. Kurangi makanan yang dapat menyebabkan bau seperti bawang dan kari. Sering konsumsi makanan yang mengandung bawang putih (lehsun), kari dan jintan (jeera) dapat menyebabkan beberapa bau sangat kuat yang berasal dari pori-pori hingga 24 jam setelah dikonsumsi.
  8. Gunakan pakaian berbahan katun yang dapat lebih banyak menyerap keringat sehingga tidak segera bercampur dengan bakteri yang menyebabkan bau. Sering ganti baju bila sedang banyak berkeringat.




detik

Friday, April 15, 2011

Waspadalah.....Inilah Yang Sering Terjadi Pada Kulit Saat Wanita Hamil


Saat hamil, wanita mengalami perubahan drastis pada fisik dan emosional. Selain terjadi perubahan bentuk tubuh, kulit pun sering mengalami perubahan. Apa saja?

Banyak wanita hamil yang mengeluh bahwa kulitnya mengalami perubahan saat hamil, mulai dari kusam, lebih gelap dan tidak bercahaya. Hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan hormon dan fisik, yang biasanya akan hilang setelah melahirkan meski ada beberapa yang berlangsung lama.

Berikut beberapa perubahan pada kulit yang sering terjadi pada saat wanita hamil, seperti dilansir Lifemojo, Kamis (14/4/2011):

1. Pregnancy mask atau bercak coklar pada kulit wajah
Tubuh akan meningkatkan produksi hormon selama masa kehamilan. Jika produksi hormon berlebihan hasilnya bisa menyebabkan pigmentasi pada kulit juga meningkat, yang muncul sebagai bintik-bintik atau bercak coklat pada kulit wajah, terutama bagian dahi.

Bercak coklat ini dikenal sebagai melasma dan chlosma. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya pregnancy mask ini adalah memastikan kulit tidak banyak terkena sinar matahari.

2. Banyak jerawat dan wajah mengkilap
Meski ada beberapa orang yang memang rentan terhadap jerawat, tapi berhati-hatilah selama kehamilan. Hormon tambahan akan mengaktifkan kelenjar minyak untuk memproduksi lebih banyak minyak dan hasilnya kulit terutama wajah akan lebih mudah berjerawat dan mengkilap. Cobalah untuk mencegahnya dengan menjaga kulit benar-benar bersih dan pastikan mencuci muka dua kali sehari.

3. Varises
Saat usia kehamilan bertambah, Anda mungkin akan melihat pembuluh darah kecil menjadi lebih menonjol pada wajah, dada dan bagian tubuh bawah seperti kaki. Hal ini terjadi karena tubuh menyesuaikan diri dengan meningkatkan aliran daarh ekstra ke bayi. Tak perlu khawatir, tonjolan pembuluh darah yang disebut varises ini biasanya akan hilang setelah Anda melahirkan.

4. Linea nigra
Selama bulan keempat atau kelima kehamilan, Anda akan melihat garis hitam sepanjang pusar ke tulang kemaluan yang disebut Linea Nigra. Linea nigra akan berangsur hilang setelah melahirkan. Hal ini biasanya terjadi karena ketidakseimbangan hormon dan akan menghilang sendiri setelah melahirkan.

5. Stretch mark
Hal ini merupakan hal yang umum terjadi pada kehamilan. Saat perut mulai membesar, Anda akan melihat garis-garis merah di daerah perut. Para ahli merekomendasikan melakukan latihan serta menerapkan lotion yang memiliki asam alfa hidroksil dan vitamin E. Sayangnya sebagian besar stretch mark adalah perubahan permanen yang tidak hilang usai melahirkan.

6. Kulit gatal
Hal ini biasanya terbatas pada daerah perut. Hal ini sangat dimengerti karena perut membesar untuk tempat tumbuh bayi, kulit akan mengencangkan dan peru membesar. Anda bisa menggunakan pelembap perut dan gunakan lotion kalamin untuk mengurangi gatal. Gatal-gatal dapat meningkatkan tingkat keparahan dan mungkin juga menyebar ke lengan dan kaki. Kondisi ini dikenal sebagai pruritic urticarial papules dan plague.






detik

Wednesday, April 13, 2011

Waspadalah.....Sering 'Pakai' Ponsel Picu Tumor Otak


Sebuah penelitian menunjukan, paparan gelombang mikro ponsel dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko tumor otak.

Tumor otak merupakan salah satu penyakit yang menyerang otak. Karena otak merupakan salah satu organ tubuh paling penting, organ lainnya dapat terganggu sehingga kematian dapat terjadi.

Tumor otak bisa menyerang siapa saja, bahkan anak-anak dan remaja. Namun pada umumnya tumor menyerang orang usia produktif atau dewasa.

Penelitian yang dilakukan para ahli di kalangan Universitas Apeejay College of Engineering menemukan dampak paparan gelombang mikro dari ponsel dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko serangan tumor otak.

Dalam penelitian ini ditemukan, bahwa mereka yang menggunakan ponsel dalam waktu cukup lama juga memiliki risiko terserang glioma ganas dan juga neuromas akustik.

"Kami menyimpulkan bahwa standar paparan gelombang mikro dari ponsel tidak aman untuk digunakan dalam jangka waktu panjang dan diperlukan penelitian mendalam mengenai hal ini," kata pimpinan penelitian, RB Dubey.

Penelitian lainnya yang dipimpin oleh Dr Lennart Hardell menemukan risiko dari tumor otak akan meningkat seiring semakin seringnya seseorang menggunakan ponsel.

Risiko itu juga berbanding lurus dengan lamanya penggunaan ponsel. Sedangkan pada anak-anak, gelombang mikro yang dihasilkan oleh ponsel akan memiliki efek lebih brutal terhadap otak.





Inilah.com

Monday, April 11, 2011

Waspadalah.....Kurang Zat Besi pada Ibu Hamil Bisa Merusak Paru-paru Anak


Nutrisi seimbang adalah kebutuhan yang harus diprioritaskan bagi ibu hamil, karena sangat mempengaruhi kesehatan janin. Bila ibu hamil mengalami anemia karena kekurangan zat besi, besar kemungkinan anaknya kelak akan menderita asma.

Risiko ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dimuat di jurnal Annals of Allergy, Asthma and Immunology. Penelitian tersebut melibatkan 597 ibu hamil, sebagian di antaranya memiliki riwayat asma dan sebagian lainnya sehat namun pernah melahirkan anak yang memiliki asma.

Para partisipan diperiksa darahnya dan ditemukan 12 persen di antaranya mengalami anemia atau kurang darah. Sebagian besar disebabkan oleh kekurangan zat besi (iron deficiency anemia) dan sisanya karena sebab lain seperti kekurangan vitamin B12 dan kerusakan sel darah merah.

Setelah diamati hingga anaknya lahir, didapati 22 persen anak yang dilahirkan oleh partisipan dengan riwayat anemia saat hamil akhirnya didiagnosis asma pada usia dini yakni 1-2 tahun. Sekitar 17 persen lainnya mulai menderita asma pada usia 6 tahun.

Ketika dikonversikan dengan faktor lain seperti berat badan dan riwayat keluarga, disimpulkan bahwa risiko asma pada usia 1-2 tahun meningkat 3 kali lipat jika ibunya punya riwayat anemia saat hamil. Peningkatan risiko asma pada usia 6 tahun hanya tercatat 50 persen.

Dengan kata lain, anemia pada ibu hamil berisiko memicu asma pada usia dini yakni 1-2 tahun atau disebut sebagai early-onset wheezing. Bisa juga, gejala asma baru muncul ketika anak sudah tumbuh lebih besar yakni pada usia 6 tahun namun peluangnya lebih kecil.

"Belum bisa dipastikan mengapa anemia bisa mempengaruhi kesehatan paru-paru anak, tapi jelas ada hubungannya," ungkap sang peneliti, Elizabeth Triche, PhD dari Brown University seperti dikutip dari Rodale, Senin (11/4/2011).

Anemia adalah kondisi kekuarangan sel darah merah atau hemoglobin (Hb) yang dipicu oleh banyak hal, sebagian besar karena kekurangan zat besi. Kondisi ini menyebabkan transport oksigen tidak lancar, sehingga penderita anemia cepat merasa letih dan sering mengalami kepala pusing.

Anemia akibat kekuarangan zat besi bisa dicegah dengan memperbanyak makanan yang mengandung zat besi, misalnya jeroan ayam dan sayuran berwarna hijau. Bisa juga dengan mengkonsumsi suplemen zat besi, terutama dalam masa pemulihan kondisi setelah sakit.




 detik

Belajar Al-Qur'an Online

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran