Clock By Blog Tips

Wednesday, April 13, 2011

Waspadalah.....Sering 'Pakai' Ponsel Picu Tumor Otak


Sebuah penelitian menunjukan, paparan gelombang mikro ponsel dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko tumor otak.

Tumor otak merupakan salah satu penyakit yang menyerang otak. Karena otak merupakan salah satu organ tubuh paling penting, organ lainnya dapat terganggu sehingga kematian dapat terjadi.

Tumor otak bisa menyerang siapa saja, bahkan anak-anak dan remaja. Namun pada umumnya tumor menyerang orang usia produktif atau dewasa.

Penelitian yang dilakukan para ahli di kalangan Universitas Apeejay College of Engineering menemukan dampak paparan gelombang mikro dari ponsel dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko serangan tumor otak.

Dalam penelitian ini ditemukan, bahwa mereka yang menggunakan ponsel dalam waktu cukup lama juga memiliki risiko terserang glioma ganas dan juga neuromas akustik.

"Kami menyimpulkan bahwa standar paparan gelombang mikro dari ponsel tidak aman untuk digunakan dalam jangka waktu panjang dan diperlukan penelitian mendalam mengenai hal ini," kata pimpinan penelitian, RB Dubey.

Penelitian lainnya yang dipimpin oleh Dr Lennart Hardell menemukan risiko dari tumor otak akan meningkat seiring semakin seringnya seseorang menggunakan ponsel.

Risiko itu juga berbanding lurus dengan lamanya penggunaan ponsel. Sedangkan pada anak-anak, gelombang mikro yang dihasilkan oleh ponsel akan memiliki efek lebih brutal terhadap otak.





Inilah.com

Monday, April 11, 2011

Waspadalah.....Kurang Zat Besi pada Ibu Hamil Bisa Merusak Paru-paru Anak


Nutrisi seimbang adalah kebutuhan yang harus diprioritaskan bagi ibu hamil, karena sangat mempengaruhi kesehatan janin. Bila ibu hamil mengalami anemia karena kekurangan zat besi, besar kemungkinan anaknya kelak akan menderita asma.

Risiko ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dimuat di jurnal Annals of Allergy, Asthma and Immunology. Penelitian tersebut melibatkan 597 ibu hamil, sebagian di antaranya memiliki riwayat asma dan sebagian lainnya sehat namun pernah melahirkan anak yang memiliki asma.

Para partisipan diperiksa darahnya dan ditemukan 12 persen di antaranya mengalami anemia atau kurang darah. Sebagian besar disebabkan oleh kekurangan zat besi (iron deficiency anemia) dan sisanya karena sebab lain seperti kekurangan vitamin B12 dan kerusakan sel darah merah.

Setelah diamati hingga anaknya lahir, didapati 22 persen anak yang dilahirkan oleh partisipan dengan riwayat anemia saat hamil akhirnya didiagnosis asma pada usia dini yakni 1-2 tahun. Sekitar 17 persen lainnya mulai menderita asma pada usia 6 tahun.

Ketika dikonversikan dengan faktor lain seperti berat badan dan riwayat keluarga, disimpulkan bahwa risiko asma pada usia 1-2 tahun meningkat 3 kali lipat jika ibunya punya riwayat anemia saat hamil. Peningkatan risiko asma pada usia 6 tahun hanya tercatat 50 persen.

Dengan kata lain, anemia pada ibu hamil berisiko memicu asma pada usia dini yakni 1-2 tahun atau disebut sebagai early-onset wheezing. Bisa juga, gejala asma baru muncul ketika anak sudah tumbuh lebih besar yakni pada usia 6 tahun namun peluangnya lebih kecil.

"Belum bisa dipastikan mengapa anemia bisa mempengaruhi kesehatan paru-paru anak, tapi jelas ada hubungannya," ungkap sang peneliti, Elizabeth Triche, PhD dari Brown University seperti dikutip dari Rodale, Senin (11/4/2011).

Anemia adalah kondisi kekuarangan sel darah merah atau hemoglobin (Hb) yang dipicu oleh banyak hal, sebagian besar karena kekurangan zat besi. Kondisi ini menyebabkan transport oksigen tidak lancar, sehingga penderita anemia cepat merasa letih dan sering mengalami kepala pusing.

Anemia akibat kekuarangan zat besi bisa dicegah dengan memperbanyak makanan yang mengandung zat besi, misalnya jeroan ayam dan sayuran berwarna hijau. Bisa juga dengan mengkonsumsi suplemen zat besi, terutama dalam masa pemulihan kondisi setelah sakit.




 detik

Thursday, April 7, 2011

Waspadalah.....Jeratan Utang Kartu Kredit


Banyak masyarakat masih tak paham tentang cara bijak menggunakan kartu kredit sehingga pada akhirnya terjebak jeratan utang yang besar. Masyarakat juga belum paham mengenai hitungan bunga berbunga kartu kredit sehingga bisa menyebabkan tagihan melonjak.

Lonjakan tagihan kartu kredit itulah yang akhir-akhir ini mencuat kasusnya karena menyebabkan meninggalnya seorang nasabah kartu kredit.  Adalah Sekjen Partai Pemersatu Bangsa (PPB) Irzen Octa (50) yang tewas dalam proses pelunasan kredit kepada debt collector Citibank.

Korban pada Selasa (29/3/2011) pagi mendatangi kantor Citibank untuk mempertanyakan tagihan kartu kreditnya yang membengkak. Menurut korban, tagihan kartu kredit Rp 48 juta. Namun pihak bank menyatakan tagihan kartu kreditnya mencapai Rp 100 juta. Di situ, korban kemudian dibawa ke satu ruangan dan ditanya-tanya oleh 3 orang yang merupakan 2 orang debt collector dan 1 orang karyawan bagian penagihan Citibank. Dalam proses tersebut, Irzen tewas dan polisi kini sedang melakukan investigasi.

Meninggalnya Irzen itu juga menimbulkan kegalauan masyarakat seputar perilaku jasa penagih utang atau debt collector yang acap kali berlaku kasar. Nasabah umumnya tidak nyaman karena terkadang debt collector berperilaku tidak manusiawi, sementara bank mengaku membutuhkan jasa tersebut untuk menyelesaikan piutangnya.

Bagaimana menghindari agar tagihan kartu kredit itu tidak membengkak? Dan bagaimana jika ternyata tanpa disadari pemakaian kartu kredit sudah melebihi kemampuan bayar? Berikut penjelasan dari Ketua Tim Mediasi Perbankan Direktorat Investigasi dan Mediasi Perbankan Bank Indonesia, Sondang Martha Samosir yang ditemui detikFinance di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (5/4/2011)

Belajar dari kasus kekerasan debt collector menurut anda mengenai hal ini? Bagaimana sebaiknya nasabah dan bank menyikapi tunggakan tagihan?

Sesuai dengan ketentuan transparansi produk, bank harus menyampaikan informasi jelas mengenai kewajiban yang akan dibebankan kepada nasabah akibat adanya tunggakan kredit nasabah.

Sebaiknya nasabah harus paham betul kewajiban yang melekat pada penggunaan kartu kredit sehingga apabila mempunyai tunggakan dan mengalami kesulitan pembayaran maka sebaiknya nasabah segera menghubungi pihak bank untuk menginformasikan hal tersebut dan mengajukan permohonan restrukturisasi misalnya perpanjangan masa pembayaran, pengurangan denda, atau bunga. Hal yang terpenting adalah itikad baik dari nasabah untuk melunasi kewajibannya.

Bagaimana harusnya nasabah menggunakan kartu kredit agar tidak terjerat tagihan yang tinggi?

Sebaiknya nasabah menggunakan kartu kredit secara bijak dan dewasa yaitu menggunakan sesuai keperluan dan kemampuan bayarnya dimana kartu kredit hanya berperan sebagai sarana penundaan pembayaran yang harus segera dilunasi pada waktunya.

Harus dipahami oleh nasabah memiliki kartu kredit bukan berarti memiliki tambahan penghasilan. Disamping itu nasabah juga perlu memperhatikan kelonggaran pendapatan/penghasilan yang digunakan untuk mengcover tagihan yang harus dibayar.

Setiap kali menggunakan kartu kredit untuk membayar sesuatu maku berarti nasabah telah menambah utang yang jika tidak segera dibayar akan ada penghitungan bunga yang ditanggung sebagai akibat terlambat membayar tagihan atau membayar kurang dari total tagihan.

Jadi yang perlu diingat adalah setiap kali menggunakan kartu kredit akan ada penambahan utang, usahakan melunasi sebelum jatuh tempo.

Apakah memiliki kartu kredit banyak itu baik?

Sebaiknya nasabah lebih dewasa dan bijak dalam memiliki kartu kredit dengan tetap mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan kemampuannya untuk melunasi kartu kredit yang telah digunakan. Sehingga nasabah menyadari akan ada konsekuensi dari kepemilikan kartu kredit dibandingkan dengan kemampuan bayarnya.

Bagaimana BI menanggapi keluhan nasabah terkait debt collector ini?

Pihak bank dan nasabah harus memerhatikan etika dalam berbisnis dan mematuhi perundang-undangan yang berlaku. Didalam aturan kami sudah dijelaskan prinsip yang harus diacu dalam menjalankan kegiatan penagihan utang kartu kredit yaitu tidak boleh dilaksanakan bertentangan dengan peraturan hukum yang berlaku antara lain dengan jelas melarang praktek kekerasan, ancaman, dan perlakuan tidak pantas lainnya dalam bernegosiasi. Walaupun bank menyerahkan pelaksanaan penagihan kepada pihak ketiga, namun tanggung jawab bank pemberi amanat.



Ketika nasabah merasa dirugikan bank apa yang sebaiknya dilakukan nasabah?

Nasabah perlu melakukan klarifikasi dengan bank terlebih dahulu. Dalam hal upaya penyelesaian di bank tidak memuaskan nasabah maka nasabah dapat mengajukan permohonan mediasi perbankan.

Jika ada masalah antara bank dengan nasabah bagaimana sebaiknya nasabah bersikap?

Sesuai PBI No.7/7/PBI/2005 tentang Penyelesaian Pengaduan Nasabah sebagaimana telah diubah dengan PBI No.10/10/PBI/2008 tentang Penyelesaian Pengaduan Nasabah, nasabah dapat menyampaikan pengaduan permasalahannya kepada bank. Selanjutnya, dalam hal tidak puas dengan penyelesaian di bank, nasabah dapat mengajukan permohonan mediasi perbankan (apabila sengketa memenuhi syarat-syarat sebagaimana diatur dalam PBI No.8/5/PBI/2006 tentang mediasi perbankan sebagaimana telah diubah dengan PBI No. 10/1/PBI/2008).

Apakah betul jika seseorang menggunakan jasa pengacara jalanan atau street lawyer dalam pelunasannya?

Menggunakan jasa pengacara merupakan hak setiap warga negara, namun demikian perlu dipertimbangkan berbagai aspek sebelum menggunakan jasa pengacara tersebut. Disamping itu, penyelesaian pelunasan antara nasabah dengan bank pada umumnya tergantung dari hasil negosiasi antara nasabah dengan bank dimana pemberian/penolakan restrukturisasi merupakan kewenangan bank sepenuhnya.

Apa saran-saran anda ketika cebt collector datang ke nasabah?

Sampaikan permasalahan kesulitan pembayaran yang dihadapi dengan santun, dan tetap menyempaikan adanya itikad baik nasabah untuk melunasi utangnya.

Dan apa yang harus dilakukan sebelum debt collector datang ke nasabah?

Nasabah sebaiknya melakukan komunikasi yang baik dengan pihak bank mengenai permasalahan kesulitan pembayaran yang dihadapi dan mengajuka negosiasi pembayaran tagihan.

Tanggapan anda mengenai kartu kredti, apa yang harus disiapkan nasabah pertama kali sebelum menggunakan kartu kredit?

Urgensi dari penggunaan kartu kredit tersebut. Artinya, nasabah perlu bersikap bijaksana untuk menentukan apakah transaksi dengan kartu kredit diperlukan atau tidak. Dalam prakteknya, nasabah menggunakan kartu kredit dengan alasan untuk memperoleh diskon atau kemudahan pembayaran cicilan pada suatu produk. Hal tersebut perlu dipertimbangkan lagi oleh nasabah mengingat risiko pembebanan bunga maupun denda yang terus melekat pada setiap transaksi yang telah dilakukan dengan menggunakan kartu kredit.






detik

Waspadalah.....Ini Akibatnya Jika Anak Cepat Puber


Sering nonton sinetron, banyak makan makanan junk food, faktor genetik atau beberapa penyakit bisa membuat anak mengalami pubertas dini. Ini membuat anak tumbuh dewasa sebelum usianya. Apa bahayanya bila anak pubertas dini?

Secara umum, tanda awal pubertas yang normal mulai muncul pada anak perempuan pada usia 8-13 tahun, sedangkan pada anak laki-laki pada usia 9-14 tahun.

Bila tanda seksual sekunder pada anak perempuan muncul sebelum usia 8 tahun dan anak laki-laki sebelum usia 9 tahun, hal itu disebut pubertas prekoks atau pubertas dini, seperti dikutip dari tulisan dr Aditya Suryansyah Semendawai, Sp.A, dalam buku yang berjudul 'Panik Saat Puber? Say No!!!' terbitan Dian Rakyat.

Pada anak perempuan, pubertas dini ditandai dengan timbulnya pembesaran payudara, pertumbuhan tinggi badan yang cepat dibanding anak seumurnya dan tumbuh rambut kemaluan lebih awal. Sementara itu, pada anak laki-laki diawali dengan pembesaran buah zakar (testis) kemudian diikuti pembesaran penis.

"Perubahan hormon dalam tubuh pasti akan mempengaruhi struktur tubuh. Jadi kalau anak pubertas dini, pasti akan ada dampaknya," jelas dr Aditya Suryansyah Semendawai, Sp.A, dalam acara Talkshow Media dan Peluncuran Buku 'Panik Saat Puber? Say No!!!' di Magenta Cafe, Pacific Place, Jakarta, Rabu (6/4/2011)

Seseorang menjadi penyandang pubertas prekoks tergantung dari berbagai faktor, seperti faktor genetik atau penyakit tertentu yang dapat merangsang produksi hormon gonad, seperti tumor ovarium atau tumor testis.

Menurut dr Aditya, pubertas dini pada anak perempuan sering disebabkan karena gangguan hormon di otak yaitu di hipotalamus dan hipofise, sedangkan pada anak laki-laki karena tumor.

"Anak yang sering nonton sinetron atau sering makan makanan yang mengandung hormon seperti junk food

Dalam bukunya dr Aditya menjelaskan, kalau pubertas timbul lebih awal maka tidak hanya ditandai dengan pertumbuhan tubuh yang besar dan menjadi lebih cepat tinggi, tapi tulang juga akan lebih cepat menutup.

Jadi, bila seorang remaja mengalami pubertas dini, awalnya pertumbuhan badannya akan lebih tinggi, tetapi karena tulang menutup lebih cepat maka menyebabkan tubuhnya lebih pendek dari teman lainnya yang mengalami pubertas normal.

Di samping itu, bila terlalu cepat mengalami pubertas maka hormonnya akan tinggi dan itu akan menjadikan anak 'dewasa lebih cepat', padahal mentalnya belum siap menjadi dewasa.

Pada akhirnya, anak tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Hal yang ditakutkan yaitu bila ia menyenangi lawan jenis yang dapat menimbulkan peristiwa yang tidak diharapkan akibat dorongan hormonalnya tersebut.

"Anak yang pubertas dini akan menjadi salah tingkah, tidak bisa menempatkan diri, dandanan menjadi dewasa, mudah cemas, peragu dan menjadi tidak percaya diri. Ini karena mereka belum siap dan ketika terjadi pubertas dini mereka tidak menyadarinya," jelas dra Louise Maspaitella M.Psi, Psikolog Klinis Keluarga dari RSAB Harapan Kita.

Tidak hanya secara psikologis dan pertumbuhan badan, dr Aditya juga mengatakan bahwa pubertas dini dapat meningkatkan risiko kanker dan tumor di kemudian hari.

"Pubertas dini artinya hormonnya akan semakin cepat. Ini bisa mempengaruhi struktur tubuh dan meningkatkan risiko tumor. Pada perempuan misalnya bisa memicu kanker payudara. Pada laki-laki juga bisa meningkatkan risiko tumor testis dan tumor prostat," tutur dr Aditya yang mendalami masalah hormon pertumbuhan.

Pubertas dini meningkatkan risiko kanker dan tumor karena tingkat hormon estrogen, progesteron (pada perempuan) dan testosteron (pada laki-laki) dapat memicu beberapa tumor yang bisa menjadi ganas.

Bagaimana mengatasinya?

Sebelum mengobati atau menghentikan pubertas dini, harus ditentukan terlebih dahulu penyebabnya.

Pubertas prekoks atau pubertas dini berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi dua, yaitu pubertas prekoks sentral dan perifer.

Pada pubertas prekoks sentral maka akan melibatkan semua hormon di otak. Sementara itu, pada pubertas prekoks perifer, keterlibatan hanya di tempat tertentu, biasanya karena tumor.

Dalam bukunya, dr Aditya menjelaskan, bila penyebabnya sentral maka diberikan hormon antagonis yang bertujuan untuk menghambat pubertas. Tetapi, bila penyebabnya perifer maka tumornya harus diangkat atau diobati apa yang menjadi penyebabnya.
juga bisa mengalami pubertas dini," lanjur dr Aditya yang merupakan spesialis anak di RSAB Harapan Kita.





detik



Monday, April 4, 2011

Waspadalah.....Kaki Bengkak-bengkak Karena Doyan Garam!


Sebagian besar masyarakat tahu jika mengonsumsi banyak garam akan meningkatkan kadar tekanan darah. Tapi tak banyak yang tahu bahwa konsumsi garam berlebih juga bisa menyebabkan kaki bengkak.

Konsumsi garam berlebih memang menimbulkan banyak dampak buruk bagi kesehatan seseorang seperti tekanan darah tinggi, meningkatnya risiko aterosklerosis dan penyakit jantung.

Konsumsi garam berlebih juga bisa menyebabkan masalah pembengkakan kaki terutama pada orang yang memiliki gangguan jantung atau ginjal.

Clevelend Clinic menuturkan pembengkakan pada kaki bisa disebabkan oleh kondisi yang dikenal sebagai edema. Kondisi ini terjadi ketika cairan tubuh terperangkap dalam ruang di sekitar sel (ruang ekstraseluler).

Edema umumnya terjadi pada kaki, pergelangan kaki dan betis karena gravitasi secara alami menarik cairan turun ke daerah-daerah bawah. Karena itu kondisi ini sebagian besar terjadi di daerah kaki.

Orang yang sering mengonsumsi garam dengan kadar tinggi bisa menyebabkan kasus-kasus ringan dari edema atau pembengkakan kaki, seperti dikutip dari MayoClinic, Senin (4/4/2011).

Asupan garam yang tinggi membuat konsentrasi natrium dalam darah menjadi naik. Peningkatan kadar natrium ini menyebabkan tubuh menahan air lebih banyak untuk membantu mengencerkan natrium.

Kondisi ini membuat volume darah meningkat dan memberikan tekanan ekstra pada pembuluh darah kecil (kapiler) yang bisa menyebabkan kebocoran. Cairan yang bocor dari kapiler akan masuk ke ruang ekstraseluler sehingga membuat tubuh menjadi bengkak.

Jika konsumsi garam berlebih membuat kaki atau bagian tubuh bengkak, maka orang tersebut harus mengurangi jumlah natrium yang dikonsumsi. Salah satu sumber utama natrium berasal dari garam dapur, tapi bisa juga ditemukan dalam bentuk tambahan makanan tertentu seperti monosodium glutamat, natrium bikarbonat, natrium nitrat dan natrium benzoat.

Tapi jika kaki sudah bengkak, maka cobalah mengangkat atau menjaga posisi kaki agar lebih tinggi dari jantung untuk membantu mengalirkan cairan dan mengurangi pembengkakan serta memperhatikan asupan natrium atau garam dalam makanannya.






detik

Thursday, March 31, 2011

Waspadalah.....Pembobolan Rekening, Inilah Tips Hindari Pembobolan Rekening


Kasus pembobolan dana nasabah sebesar Rp17 miliar di Citibank oleh karyawannya harus jadi pelajaran. Pengamat perbankan David Sumual memaparkan tiga tips menghindari pembobolan.

Pertama, nasabah jangan mudah percaya kepada siapapun terkait transaksi meski sudah kenal lama.
Menurut David, dalam kasus pembobolan dana nasabah Rp17 miliar di Citibank, belum diumumkan secara detil modus operandinya oleh kepolisian. Tapi, paling tidak, tersangka pembobolan bank MD (47) merupakan senior relationship manager (RM). Dialah yang diberikan kepercayaan meng-handle semua transaksi nasabah.
Karena itu, MD kenal dekat dengan nasabahnya. Saking percayanya, nasabah pun mempercayakan semua transaksi ke MD. Padahal, SOP seharusnya tidak begitu. Nasabah memberikan semua data ke RM termasuk nomor rekening, pasword dan user id.

Karena sudah kenal lama, percaya dan selama ini pun berjalan baik, nasabah menyerahkan data ke RM. “Setelah trust, seharusnya diikuti oleh SOP yang benar. Karena itu, nasabah, jangan sepenuhnya percaya terhadap RM,” paparnya.

Kedua, nasabah harus memastikan bahwa transaksi terkonfirmasi oleh auditor yang mengontrol risiko transaksi.
Artinya, menurut David, transaksi tidak hanya diserahkan kepada bagian bisnis seperti MD, tapi juga harus diikuti oleh kontrol dari sisi risiko (internal risk) dan audit (internal auditor) sehingga satu transaksi tidak diberikan hanya ke 1 orang saja. “Jika tidak, bagian bisnis cenderung manipulatif dan menyalahgunakan jabatannya,” imbuhnya.

Dalam kasus MD sebagai RM melayani priority banking atau nasabah utama (customer prime) dengan dana yang sangat besar. Nasabah jenis ini, biasanya sudah malas mengurusi transfer, sehingga menyerahkan ke satu orang yang menangani semua kegiatan transaksi yang berkaitan dengan bank atau investasi. “Karena itu, MD bisa membobol hingga Rp17 miliar bahkan lebih besar dari itu,” tandas David. Jangan sepenuhnya percaya terhadap RM.

Ketiga, nasabah harus memastikan transaksi berjalan sesuai prosedur.
Menurut David, nasabah harus memastikan keseluruhan transaksi berjalan sebagaimana mestinya. Terutama, manajemen risiko dari sisi internal risk dan internal audit-nya. “Dalam kasus MD, pembobolan bekerja sama dengan teller-nya. Apalagi, RM diperuntukkan untuk nasabah spesial,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, seorang wanita berinisial MD (47) pegawai Citibank Indonesia jadi tersangka pembobolan dana nasabah bank di tempatnya bekerja. Yang bersangkutan memanipulasi data kemudian memindahkan rekening orang ke rekeningnya sendiri. Alhasil, banyak nasabah yang jadi korban.



 Inilah.com


Tuesday, March 29, 2011

Waspadalah.....Cedera Saat Bersepeda Bisa Picu Nyeri Ejakulasi


Berhati-hatilah saat bersepeda jangan sampai mengalami cedera di sekitar pangkal paha. Benturan kuat dengan sadel yang keras bisa menyebabkan radang prostat, yang memicu nyeri hebat di sekitar alat kelamin saat ejakulasi.

Nyeri yang dirasakan saat ejakulasi merupakan gejala prostatitis atau radang yang terjadi di kelenjar prostat. Rasa nyeri ini tak hanya dirasakan di sekitar alat kelamin, tetapi kadang meluas ke daerah panggul sehingga terasa semakin menyiksa.

Dibandingkan pada orang tua, prostatitis lebih sering menyerang pria muda dan paruh baya. Risikonya lebih tinggi jika punya riwayat penyakit serupa sebelumnya, atau infeksi saliran kemih. Kurang minum dan cedera saat bersepeda juga bisa meningkatkan risiko.

Dikutip dari Mayo Clinic, Senin (28/3/2011), penyebab paling umum adalah infeksi bakteri, sehingga 2 dari 3 penderita prostatistis akan sembuh dengan pemberian antibiotik. Namun jika tidak sembuh dengan antibiotik, maka ada kemungkinan penyebab lain yang sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.

Jika pemeriksaan laboratorium menunjukkan Prostate-Specific Antigen (PSA) tidak normal, maka nyeri tersebut bisa jadi bukan prostatitis melainkan gejala kanker. Atau jika disertai ketidaknormalan produksi sperma, maka nyeri tersebut bisa menandakan kerusakan saluran ejakulasi.

Radang prostat yang sifatnya akut biasanya sembuh dengan pemberian antibiotik. Bila disertai kejang atau nyeri otot di bagian pangkal paha, dokter akan meresepkan muscle relaxan untuk merelaksasi otot. Obat-obat painkiller juga bisa diberikan untuk meringankan gejalanya.

Selain dengan obat, nyeri panggul akibat prostatitis bisa juga diredakan dengan cara berendam dalam air hangat. Agar kondisinya tidak memburuk, hindari minum alkohol serta makan makanan pedas atau asam. Hindari naik sepeda, atau gunakan sadel khusus yang empuk jika terpaksa.






detik

Monday, March 28, 2011

Waspadalah.....Bila Anak-anak Kecanduan Internet


Orang tua harus mewaspadai kemungkinan anaknya yang kecanduan internet karena dapat berpengaruh terhadap perkembangan psikologi mereka, kata Ketua Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimah (Salimah), Nani Handayani. 

"Bila anak sudah kecanduan internet maka orang tua harus hati-hati menyikapinya," katanya di Magelang, Ahad. Ia mengatakan hal tersebut saat tablig akbar memperingati Hari Jadi Ke-1.105 Kota Magelang yang diselenggarakan PD Salimah Kota Magelang dengan tema "Menyelamatkan Keluarga dari Efek Negatif Dunia Maya".

Kecanduan internet, katanya, antara lain bisa menyebabkan anak malas, kurang konsentrasi belajar, dan tidak mau berdialog. Suatu riset, katanya, menunjukkan bahwa anak-anak kencanduan internet mencapai 76 persen. Mereka minimal membuka internet antara dua hingga tiga jam per hari.

"Namun banyak anak yang merasa tidak cukup membuka internet selama dua hingga tiga jam saja. Apalagi warnet buka 24 jam sudah menjamur di mana-mana sehingga anak-anak lebih mudah mengakses internet," katanya.

Ia mengemukakan, sudah saatnya ibu rumah tangga bisa menggunakan internet agar mereka bisa mengetahui aktivitas anak-anaknya saat berinternet. "Mustahil kalau anak sekarang tidak bisa membuka internet karena di sekolah juga diajarkan hal itu," katanya.

Ia mengatakan, sebagian besar anak memiliki akun jejaring sosial antara lain facebook dan twiter. Banyak hal, katanya, bisa diperoleh dari berbagai fitur tersebut antara lain berteman dengan siapa saja dan membuka bacaan apa saja termasuk gambar porno.

"Sulit bagi orang tua untuk membendung anak membuka situs porno," katanya. Ia mengatakan, di Indonesia terdapat sekitar 20 ribu situs porno yang mudah diakses. Upaya memblokir berbagai situs porno bukan hal mudah.

Selain itu, katanya, jangan memasang komputer di kamar pribadi masing-masing anak. "Lebih baik komputer diletakkan di ruang keluarga sehingga apa yang dibuka oleh anak, maka semua anggota keluarga akan mengetahui," katanya. Ia mengemukakan perlunya orang tua dengan anak-anak membuat kesepakatan menyangkut berapa lama anak boleh membuka internet.




Republika

Friday, March 25, 2011

Waspadalah.....Bercinta Tak Teratur Picu Serangan Jantung



Aktivitas fisik secara umum sangat baik untuk kesehatan jantung. Tetapi menurut penelitian tim dari Tufts University dan Harvard University, Amerika Serikat, jika Anda melakukan aktivitas fisik secara tidak teratur termasuk berhubungan seksual, maka bisa memicu serangan jantung.

Hal itu bisa terjadi terutama untuk orang-orang yang dinyatakan tidak sehat.  Tim peneliti melakukan review pada sejumlah penelitian sebelumnya. Mereka menemukan bahwa "aktivitas episodik" atau tidak teratur berhubungan dengan lebih dari dua setengah kali peningkatan risiko serangan jantung dan kematian jantung mendadak (sudden cardiac death).

"Aktivitas fisik secara teratur telah diidentifikasi memiliki hubungan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian yang terkait penyakit tersebut. Tetapi, bukti menunjukan kalau aktivitas fisik seperti hubungan seksual, apalagi ditambah stres psikologis, juga dapat bertindak sebagai pemicu jantung akut, " tulis peneliti, seperti dikutip dari Telegraph.co.uk.

Peneliti melihat lebih dari 14 penelitian yang membahas soal pemicu serangan jantung. Mereka menemukan hanya sedikit yang terjadi saat berhubungan seksual atau ketika melakukan aktivitas fisik. Diketahui bahwa semua jenis aktivitas fisik bisa meningkatkan risiko serangan jantung 3,5 kali dan hubungan seksual sebesar 2,7 kali.

Para peneliti mengatakan, hal terpenting untuk mengurangi risiko tersebut adalah dengan membentuk aktivitas fisik menjadi sebuah kebiasaan. Itu karena seseorang yang melakukan olahraga dan berhubungan seksual secara teratur bisa mengurangi risiko serangan jantung.





Vivanews

Waspadalah.....Anak Kena Radang Tenggorokan Berkali-kali Jantung Bisa Rusak


Anak-anak kadang seringkali mengalami radang tenggorokan dan demam. Tapi kondisi ini sebaiknya jangan diabaikan, karena jika infeksi terus berulang bisa menyebabkan gangguan di jantung.

"Jika anak mengalami sakit panas, susah nelan, sakit radang tenggorokan sebaiknya jangan dianggap biasa. Karena infeksi berulang yang disebabkan oleh Streptococcus beta hemolyticus group A bisa menyebabkan penyakit jantung reumatik pada anak," ujar dr Poppy S Roebiono, SpJP yang juga dokter jantung anak dalam acara konferensi pers ASMIHA (Annual Scientific Meeting Indonesian Heart Association) ke 20 di hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (25/3/211).

Penyakit jantung reumatik (PJR) dalam bahasa medis dikenal dengan Rheumatic Heart Disease

Masalah yang bisa timbul pada penyakit jantung reumatik ini adalah katup mengalami penyempitan sehingga aliran darah menurun, kebocoran pada katup yang memungkinkan darah mengalir ke arah yang salah atau kerusakan otot jantung sehingga fungsi pemompaan darah menjadi terganggu.

dr Poppy menuturkan jika anak terkena infeksi Streptococcus beta hemolyticus group A maka tubuh akan memberikan perlawanan untuk menghilangkan racun yang dikeluarkan oleh si kuman. Jika infeksi tersebut sering terjadi atau berulang maka racun ini bisa menyebabkan katup jantung rusak atau mengalami peradangan.

"Kejadian ini biasanya menyerang anak-anak pada usia 5-15 tahun, meskipun ada juga yang terjadi pada anak di bawah usia 4 tahun tapi jumlahnya sangat sedikit," ujar dr Poppy.

dr Poppy menambahkan, awalnya katup jantung mungkin hanya merah saja, lalu berkembang menjadi seperti berkoreng dan lama-kelamaan bisa menyebabkan kerusakan atau kebocoran pada katup sehingga harus diganti.

Untuk menanganinya harus dilakukan operasi pembedahan untuk mengganti katup yang rusak, pada masalah katup tertentu bisa diatasi dengan menggunakan teknik kateter tapi hal ini masih sulit dilakukan.

"Jika anak mengalami radang tenggorokan sebaiknya beri perawatan, misalnya dengan memberikan antibiotik dan mencegah infeksi berulang," ujar dr Poppy yang berpraktek di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta.
(RHD) adalah suatu kondisi yang mana terjadi kerusakan pada katup jantung yang bisa berupa penyempitan atau kebocoran. Permasalahan penyakit jantung reumatik ini biasanya banyak menimpa anak-anak dengan sosial ekonomi rendah.





detik

Belajar Al-Qur'an Online

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran