Clock By Blog Tips

Wednesday, November 23, 2011

Waspadalah.....Terlalu Ingin Menjadi Super Mom Dapat Sebabkan Wanita Depresi


Wanita yang dapat menjalani dua peran, yaitu sebagai seorang ibu dan juga sebagai wanita karir seringkali disebut sebagai super mom. Menjadi super mom memang sangat sulit karena menyeimbangkan kehidupan keluarga dan karir bukanlah persoalan yang mudah.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa, seorang wanita karir kurang mungkin mengalami depresi daripada ibu rumah tangga yang seringkali hanya tinggal di rumah. Namun, wanita karir yang mempunyai target bahwa seorang wanita harus mampu menyelesaikan pekerjaan dan menjadi ibu rumah tangga yang baik berada pada risiko lebih besar untuk mengalami depresi.

Sedangkan wanita yang memiliki harapan yang lebih realistis mengenai kehidupan keluarga dan karir memiliki risiko depresi yang lebih rendah. Para wanita yang memiliki harapan realistis tersebut biasanya akan memilih salah satu antara karir dan keluarga. Dan kebanyakan di antara wanita tersebut akan memilih keluarga.

"Dengan memiliki pekerjaan dapat untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mental secara keseluruhan pada wanita. Hal tersebut pada akhirnya merupakan hal yang baik untuk diri sendiri dan keluarga. Menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga memang cukup sulit, sehingga jangan merasa gagal jika memang sulit untuk menyeimbangkan keduanya," kata Katrina Leupp, seorang mahasiswa pascasarjana sosiologi yang memimpin penelitian dari University of Washington seperti dilansir dari MSNHealth, Senin (21/11/2011).

Peneliti telah menganalisis data dari Departemen Tenaga Kerja, yang mencakup 1.600 wanita menikah dengan usia sekitar 40 tahun pada tahun 2006. Para wanita tersebut telah disurvei pada tahun 1987, yaitu ketika mereka berusia sekitar 20 tahun.

Para partisipan disurvei mengenai pemikirannya tentang seorang ibu yang merangkap sebagai wanita karir. Wanita karir yang merangkap sebagai seorang ibu memiliki risiko lebih besar mengalami depresi di kemudian hari daripada mereka yang berpikir wanita harus tinggal di rumah untuk membesarkan anak-anak.


"Bahkan, para wanita muda yang merasa mampu dapat menyeimbangkan kehidupan karir dan keluarga pun memiliki gejala depresi ketika mereka berusia 40 tahun. Hal tersebut tidak jelas penyebabnya. Tetapi wanita yang terlalu menuntut diri sendiri untuk menjadi super mom mungkin merasa sangat buruk dan tertekan ketika sedang tidak bisa menyeimbangkan kehidupan karir dan keluarga. Mungkin para wanita tersebut akan merasa sangat bersalah ketika harus meninggalkan pekerjaan lebih awal untuk menjemput anaknya. Padahal kondisi tersebut merupakan hal yang wajar," kata Leupp.

"Memiliki ibu yang juga merupakan wanita karir dapat membuat orang lebih sadar akan kesulitan dalam menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga. Tetapi juga dapat memberikan figur atau peran yang menunjukkan bahwa menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga adalah sangat mungkin dan lebih bermanfaat. Dan keduanya dapat berjalan dengan sangat baik. Lebih memaafkan diri sendiri ketika sedang tidak bisa menyeimbangkan kehidupan karir dan keluarga mungkin dapat membuat wanita karir lebih terhindar dari depresi," kata Leupp.

Secara umum hasil penelitian telah menunjukkan bahwa, pekerjaan memang mempunyai manfaat untuk kesehatan mental seorang wanita. Hasil survei menemukan bahwa, ibu rumah tangga lebih mungkin mengalami depresi pada usia 40 tahun dibandingkan wanita yang bekerja, terlepas dsudah memiliki anak ataupun belum. Namun, pada wanita yang terlalu menuntut diri sendiri untuk dapat menjadi super mom juga akan memiliki risiko depresi yang tinggi.

Hasil penelitian tersebut akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Sociological Association di Las Veg 



Sumber : Detik

Friday, November 11, 2011

Waspadalah.....Kurang Minum Air Picu Diabetes ?


Sebuah studi baru menyebutkan, orang sedekit atau kurang mengkonsumsi air putih per hari kemungkinan besar akan mengembangkan kondisi kadar gula darah tinggi yang memicu timbulnya penyakit diabetes. Benarkah ?

Dalam studi ini, para ilmuwan menemukan bahwa orang dewasa yang hanya minum setengah liter air, sekitar dua gelas atau kurang setiap hari lebih mungkin untuk mengalami peningkatan kadar gula darah dalam kisaran pra-diabetes jika dibandingkan orang yang minum lebih banyak air.

Tapi apakah hanya minum air akan mengurangi risiko masalah gula darah masih dipertanyakan. Sebuah hormon yang disebut vasopressin disebut-sebut memainkan peran penting dalam kaitan ini, menurut para peneliti.

Vasopressin yang juga dikenal sebagai hormon antidiuretik membantu mengatur retensi air tubuh. Ketika kita mengalami dehidrasi, kadar vasopresin naik, menyebabkan ginjal untuk menghemat air. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa tingkat vasopressin lebih tinggi juga dapat meningkatkan gula darah.

Reseptor vasopressin terdapat dalam hati, organ yang bertanggung jawab untuk memproduksi glukosa (gula) dalam tubuh. Studi ini juga menemukan bahwa orang sehat yang disuntikkan vasopresin mengalami lonjakan gula darah sementara.

Seperti dikutip dari Reuters, temuan ini didasarkan studi terhadap 3.615 orang dewasa Prancis yang berusia antara 30 dan 65 tahun dan memiliki tingkat gula darah normal pada awalnya. Sekitar 19 persen mengatakan mereka minum kurang dari setengah liter air setiap hari, sedangkan sisanya minum sampai 1 liter atau lebih.

Selama sembilan tahun berikutnya, 565 peserta studi mengalami kadar gula darah tinggi yang abnormal dan sebanyak 202 partisipan mengalami diabetes tipe 2.

Ketika peneliti melihat risiko peserta sesuai dengan asupan air, mereka menemukan bahwa orang yang minum setidaknya 17 ons air per hari 28 persen berisoko lebih rendah mengembangkan gula darah tinggi jika dibandingkan mereka yang minum kurang dari jumlah tersebut.

Memang Tidak ada hubungan statistik yang kuat antara asupan air dan risiko diabetes, namun satu penjelasan untuk kaitan tersebut yakni sedikit minum air dan terlalu banyak minum minuman manis bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan mengganggu sistem gula darah.



Sumber : Inilah.com

Wednesday, November 9, 2011

Waspadalah.....Pewangi Ruangan Ternyata Berbahaya


Sebuah studi baru menunjukkan pewangi ruangan yang mamupu mengusir bau tak sedap ternyata berdampak buruk bagi kesehatan terlebih pada anak-anak.

Para ilmuwan dan beberapa dokter ahli alergi mengingatkan bahwa penggunaan pewangi ruangan justru memicu masalah pernapasan dan memperburuk asma dan alergi.

Kebanyakan produk pewangi ruangan memberikan wangi yang segar. Hal ini jangan lantas membuat Anda terkecoh. Menurut Dr. Stanley Fineman, produk-produk itu mengandung senyawa organik volatil, yang hanya mampu menutupi bau tak sedap dan bukan menghilangkannya.

Pewangi ruangan juga mengandung formaldehyde, petroleum distillates, limonene, esters and alkohol.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa senyawa organik volatil menjadi pemicu risiko asma pada anak-anak.

Tingginya kandungan senyawa tersebut juga menyebabkan masalah iritasi sistem pernafasan, sakit kepala, pusing dan bahkan kerusakan ingatan.
Dr. Fineman juga menegaskan hampir sepertiga dari 20 jenis senyawa organik volatil merupakan racun dan sangat berbahaya.

"Sekitar 20 persen dari populasi dan 34 persen penderita asma melaporkan masalah kesehatan terkait pewangi ruangan. Kita tahu wewangian tersebut dapat memicu gejala alergi, memburuknya alergi dan asma yang sudah ada," ungkap Dr. Fineman.




Sumber : Inilah.com

Wednesday, November 2, 2011

Waspadalah.....Sering Vertigo Bisa Picu Stroke



Sepertinya, vertigo dapat menjadi tanda atau gejala penyakit tertentu seperti stroke, tumor bahkan gangguan syaraf lainnya. Tidak hanya itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar 10 persen pasien stroke mengaku mengalami gejala awal pusing berputar (vertigo).

Vertigo atau kehilangan keseimbangan karena merasa sakit kepala luar biasa hingga dunia tampak berputar, bahkan kerap kali disertai dengan rasa mual dan muntah. Vertigo akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari ketika kambuh.

Dokter spesialis syaraf Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr M Kurniawan menjelaskan Vertigo penyebabnya macam-macam, salah satunya gangguan di sentral (otak kecil). Kalau gangguan di otak, paling banyak karena penyumbatan pembuluh darah di otak, yang disebabkan stroke.

"Keluhan vertigo akibat gangguan pada bagian sentral (stroke dan tumor) kasusnya tidak banyak dan hanya 20 persen saja," kata Dr Kurniawan di RS Asri Jakarta. Pasalnya, sambung Dr Kurniawan, sebagian besar keluhan vertigo lebih dibanyak dipicu karena adanya gangguan pada perifer (vertigo posisi).

“Vertigo itu gejala. Jadi kalau kita ingin menegakkan diagnosis kita harus lihat dua hal. Pertama gejala yang dirasakan pasien (keluhan). Kedua, tanda-tandanya lewat pemeriksaan fisik atau laboratorium,” ucapnya.

Dr Kurniawan menjelaskan, ada 3 (tiga) cara skrining stroke yang paling mudah, yakni dengan melihat keluhan paling umum. “Pertama pasien, diminta untuk senyum. Kalau bibirnya mencong, kita curiga dia stroke.”

Kedua, dengan mengangkat tangan. Kalau tangan yang sebelah lebih tinggi dari yang satunya berarti dia stroke separuh badan. Ketiga, dengan melihat gangguan bicara. Jika diajak bicara tidak nyambung, atau diajak ngomong nyambung tapi bicaranya cadel.

“Di luar 3 gejala itu, bisa jadi gejala awalnya justru vertigo. Meski sebagian besar gangguannya lumpuh sebelah badan, mulut mencong dan bicara cadel, tetapi bisa saja stroke datang dengan gejala vertigo, ” jelasnya.

Lebih jauh Dr Kurniawan menambahkan risiko seseorang mengalami gejala vertigo biasanya akan meningkat seiring bertambahnya usia. Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan, angka kejadian vertigo di atas usia 40 tahun mencapai 40 persen. Sementara pada anak-anak dan remaja, vertigo lebih disebabkan karena traumatik (benturan) baik itu ringan atau berat.

Melihat banyaknya pasien penderita vertigo yang belum mendapatkan penanganan maksimal membuat salah satu rumah sakit di Jakarta yakni RS Asri membuka klinik yang menangani pasien khusus penderita verigo.

"Pasien vertigo itu sudah pusing, jangan makin dibikin pusing karena dioper-oper dari satu dokter ke dokter lain. Dengan adanya Klinik Terpadu Vertigo pasien akan bisa didiagnosa melalui THT, saraf dan penyakit dalam," jelas dr Entjep Hadjar, Sp.THT, staf pengajar di Departemen Ilmu Penyakit THT FKUI, dalam acara Seminar Vertigo "Re-Balance Your Life" di RS Asri, Jakarta.

Menurut dr Entjep, vertigo paling banyak disebabkan oleh penyakit batuan kecil (debris) pada alat keseimbangan. Vertigo debris terjadi karena gangguan pada ruang berbentuk setengah lingkaran yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Dulu, solusi untuk mengatasinya adalah dengan operasi pengeluaran batu endapan tersebut. Namun ternyata banyak terjadi komplikasi lantaran ruang setengah lingkaran (utrikulus) berada dalam tulang yang paling keras di dalam tubuh manusia.

Namun pengobatan vertigo debris saat ini sangat praktis, aman, dapat hilang dalam beberapa menit dan tanpa obat. Pengobatannya disebut dengan Canalith Repositioning Therapy (CRT), disertai dengan vibrasi yang berfungsi untuk mengurangi rasa pusing dan memudahkan reposisi kanan pada pasien. Terapi dianjurkan 2 kali seminggu walau pada kenyataannya banyak pasien sudah merasa sembuh dengan hanya dua kali terapi.

Dalam Klinik Terpadu Vertigo RS Asri pasien dapat berkonsultasi tentang berbagai hal menyangkut vertigo. Dokter akan mendiagnosa dan mengatasi vertigo melalui THT, saraf dan penyakit dalam, serta akan menentukan pemeriksaan yang tepat dan penalaksanaan yang seksama. 



Sumber : Inilah.com

Waspadalah.....Perasaan Kesepian Bisa Ganggu Kualitas Tidur


Sungguh menyedihkan hidup dalam kesepian. Disamping kurangnya dukungan sosial, hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepian juga mengganggu waktu istirahat malam. Para peneliti mengatakan bahwa kurangnya tidur merupakan salah satu cara perasaan kesepian dapat mempengaruhi kesehatan.

Peneliti dari Universitas Chicago membandingkan tingkat kesepian 95 orang dewasa di pedesaan South Dakota, AS dengan hasil pengukuran siklus tidurnya. Tidak ada individu yang terisolasi secara sosial, namun persepsinya tentang kesepian bervariasi.

Skor kesepian yang lebih tinggi berkaitan dengan tingginya tingkat tidur yang terputus di malam hari. Jumlah total tidur dan kantuk di siang hari tidak mempengaruhi.

"Bukan hanya karena individu yang sangat kesepian menjadi kurang tidur. Hubungan antara kesepian dan kegelisahan tidur terjadi pada berbagai keterkaitan yang dirasakan," kata pemimpin penulis Lianne Kurina, PhD, dari Departemen Ilmu Kesehatan di Universitas Chicago seperti dikutip dari medicalxpress.com, Selasa (1/11/2011).

"Kesepian berkaitan dengan efek buruk terhadap kesehatan. Kami ingin menjelajahi teori bahwa tidur dapat dipengaruhi oleh perasaan kesepian. Kami menemukan bahwa kesepian tidak mengubah jumlah total tidur individu, tapi membangunkan indvidu lebih sering sepanjang malam," ujarnya.

Temuan ini hampir sama dengan penelitian sebelumnya tahun 2002 yang diterbitkan oleh American Psychological Society yang membandingkan kesepian dengan kualitas tidur yang dilaporkan oleh siswa. Para siswa yang merasa kesepian lebih sering terganggu tidurnya di malam hari.

Kesamaan antara kajian ini membantu menunjukkan bahwa kesepian dan isolasi sosial adalah dua konsep yang berbeda. Peneliti berpendapat bahwa kesepian mencerminkan isolasi sosial yang dirasakan atau perasaan menjadi orang buangan, yaitu kesenjangan antara hubungan yang diinginkan dengan hubungan sosial sebenarnya yang sering terasa menyakitkan.

"Kita semua nampaknya bergantung pada perasaan aman dalam lingkungan sosial untuk dapat tidur nyenyak. Hasil dari penelitian ini bisa memberi pemahaman yang lebih jauh mengenai bagaimana faktor-faktor sosial dan psikologis mempengaruhi kesehatan," pungkas Kurina.



Sumber : Detik

Monday, October 24, 2011

Waspadalah.....Gangguan Seks Tanda Ada Penyakit Berbahaya


Awas! Kerap ejakulasi dini atau gairah seks tiba-tiba menghilang, bisa jadi Anda atau pasangan mengalami gangguan kesehatan.

Seperti dikutip dari Intimate Medechine, masalah atau gangguan seks bisa mengindikasikan seseorang mengidap penyakit serius.

Namun banyak pasangan yang enggan mengkonsultasikan masalah seks mereka pada dokter. Para dokter pun jarang menanyakan kehidupan seks pasiennya saat berobat. Padahal, gangguan seks bisa jadi penanda awal adanya penyakit berat dan jika tidak diantisipasi dari awal, bisa bertambah parah.

Saran Dr. Andrew McCullough, tanyakanlah beberapa masalah ringan seputar kehidupan seks Anda, meskipun bukan kepada dokter ginekolog atau ahli seks. Mungkin Anda merasa risih atau kurang nyaman mendiskusikannya, tapi tindakan ini bisa menyelamatkan Anda maupun pasangan dari penyakit berbahaya.

"Jika pria mengalami disfungsi ereksi, bisa jadi ada masalah yang lebih serius dengan kesehatannya, bukan hanya gangguan seks," ujar Andrew.

Para dokter di Kanada dan Belanda telah menganalisa sejumlah studi yang menjelaskan berapa besar jumlah pria yang punya masalah seks sebelum mereka menderita penyakit serius.

Hasilnya, problem dalam kehidupan seks ternyata erat kaitannya dengan gejala awal penyakit jantung, diabetes, depresi, Parkinson dan multiple sclerosis - suatu penyakit dengan syaraf-syaraf dari sistim syaraf pusat memburuk atau degenerasi.

Misalnya saja, disfungsi ereksi bisa menjadi tanda adanya masalah pada jantung dan biasanya kerap dialami pria usia matang. Sekitar 132 pria yang menderita penyakit jantung, sebagian besar dari mereka pernah mengalami disfungsi ereksi.

Ketidakmampuan pria untuk memulai dan mempertahankan ereksinya, juga bisa menjadi indikasi awal diabetes.

Sementara itu, dilansir WebMD, pria yang menderita diabates dan berusia di atas 50 tahun, kemungkinan akan punya masalah dengan ereksi hingga 50-60%. Sedangkan pria penderita diabates yang berusia di atas 70 tahun, 95 persen mengalami kesulitan ereksi.

"Gejala awal diabetes bisa jadi disfungsi ereksi. Jika Anda mengalaminya, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar bisa dicegah dan disembuhkan lebih awal," tutur Dr. Jonathan Zenilman.

Tentang pengobatan awal yang bisa dilakukan untuk masalah diabetes dan disfungsi ereksi, Anda bisa simak dalam artikel kami sebelumnya, di sini.

Lalu bagaimana dengan gangguan seks yang dialami wanita? Kebanyakan kasus yang terjadi, wanita yang mengalami masalah seks umumnya juga menderita depresi.

Hampir 30 persen wanita hilang gairah seksualnya sebelum gejala depresi muncul. Gejala awal depresi biasanya sulit dideteksi bahkan oleh dokter sekalipun, namun bisa dilihat dari seberapa besar gairah seks. Jika dalam kurun waktu satu bulan seorang wanita selalu enggan berhubungan seks dengan suaminya, maka kemungkinan besar ia mengalami stres berat atau depresi.

Hilangnya gairah seks juga kemungkinan menjadi pertanda gejala penyakit lain yang lebih serius, diantaranya gangguan hormon, gagal ginjal, diabetes dan penyakit kronis lainnya. Untuk memastikannya, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter secara rutin. 




Sumber : Inilah.com

Friday, October 21, 2011

Waspadalah.....Hamil Usia Remaja Berisiko 4 Kali Lipat Meninggal Saat Melahirkan


Perempuan yang belum cukup umur disarankan jangan menikah dulu karena organ-organ reproduksinya belum kuat untuk berhubungan intim atau melahirkan. Remaja hamil berisiko 4 kali lipat mengalami luka serius dan meninggal saat melahirkan.

Negara-negara di Asia Pasifik bisa dikatakan gagal menangani masalah remaja dan anak muda. Meski mengalami pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pelayanan kesehatan secara keseluruhan, namun saat berbicara tentang kesehatan dan hak seksual dan reproduksi, remaja dan anak muda masih kurang mendapatkan informasi dan tidak terlayani.

"Sebagai contoh, semua negara di wilayah Asia Pasifik memiliki hukum yang melawan pernikahan anak, tetapi pada banyak negara hampir 50 persen wanita menikah sebelum usia 18 tahun," ujar Dr Nafis Sadik, Special Envoy of the United Nations Secretary-General for HIV/AIDS in Asia Pasific dalam acara the 6th Asia Pacific Conference on Sexual and Reproductive Health and Right 2011 di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, seperti ditulis Jumat (21/10/2011).

Implikasi ini sangat serius dan pada beberapa wanita muda bisa berakibat fatal.

"Wanita muda dan remaja memiliki risiko 4 kali lipat dibandingkan dengan wanita yang lebih tua untuk mengalami risiko luka parah atau kematian saat melahirkan," lanjut Dr Sadik.

Berikut beberapa bahaya yang mengancam bila wanita menikah dan hamil di usia muda (sebelum 20 tahun):

  1. Secara organ reproduksi ia belum siap untuk berhubungan atau mengandung, sehingga jika hamil berisiko mengalami tekanan darah tinggi (karena tubuhnya tidak kuat). Kondisi ini biasanya tidak terdeteksi pada tahap-tahap awal, tapi nantinya menyebabkan kejang-kejang, perdarahan bahkan kematian pada ibu atau bayinya.
  2. Sel telur yang dimiliki oleh perempuan tersebut belum siap.
  3. Berisiko mengalami kanker serviks (kanker leher rahim), karena semakin muda usia pertama kali seseorang berhubungan seks, maka semakin besar risiko daerah reproduksi terkontaminasi virus.

Selain itu, Dr Sadik juga menyampaikan bahwa menikah di usia muda membuat wanita secara permanen menjadi tidak mandiri dan selalu bergantung pada suaminya, sehingga nantinya akan mempengaruhi pada status sosial dan ekonomi.

"Istri yang masih remaja biasanya tidak mendapatkan pendidikan yang cukup sehingga memotong peluang untuk dapat mandiri, termasuk untuk mencari pelayanan kesehatan reproduksi. Dengan demikian, mereka lebih mungkin terpapar banyak risiko kesehatan, tidak hanya risiko kehamilan tetapi juga kekerasan, infeksi menular seksual termasuk HIV dan AIDS," ujar Dr Nafis.

Sumber : Detik

Monday, October 17, 2011

Waspadalah.....Ponsel Ternyata Jadi Sarang Kuman Tinja?


Sebuah studi baru beberapa ilmuwan Inggris menyebutkan bahwa satu dari beberapa ponsel telah menjadi sarang atau terkontaminasi kuman tinja manusia. Benarkah?

Para ahli mengatakan bahwa temuan ini berdasarkan pada alasan kemungkinan bakteri yang berpotensi berbahaya mencemari ponsel, karena orang tidak mencuci tangan mereka dengan baik dengan sabun setelah pergi ke toilet.

Seperti yang dikutip dari ScienceDaily, penelitian dilakukan ilmuwan dari London School of Hygiene & Tropical Medicine dan Queen Mary, Universitas London, mengungkapkan kecenderungan di kalangan warga Inggris untuk berbohong tentang kebiasaan kebersihan mereka.

Para peneliti melakukan perjalanan ke 12 kota di Inggris, dan mengambil sampel 390 dari ponsel dan tangan yang dianalisis di laboratorium, untuk mengetahui jenis dan jumlah kuman berkeliaran di sana. Mereka juga meminta peserta menjawab serangkaian pertanyaan, tentang kebiasaan mereka mencuci tangan.

Penelitian dilakukan sehubungan dengan Hari Cuci Tangan Sedunia yang jatuh pada 15 Oktober. Meskipun 95% dari orang yang diteliti mengatakan mereka mencuci tangan mereka dengan sabun, sebanyak 92% dari ponsel dan 82 persen dari tangan memiliki bakteri.

Kondisi yang mengkhawatirkan, 16% dari tangan dan 16% dari ponsel ditemukan Escherichia coli, jenis bakteri yang berasal tinja. Escherichia coli sering dikaitkan dengan gangguan lambung, dan telah terlibat dalam kasus-kasus keracunan makanan serius seperti wabah O157 yang fatal di Jerman pada bulan Juni lalu.

Proporsi terbesar dari ponsel terkontaminasi terjadi di Birmingham (41 persen), sementara London memiliki proporsi tertinggi Escherichia coli hadir pada tangan (28 persen).

Para ilmuwan juga menemukan, mereka yang memiliki bakteri di tangan memiliki kemungkinan tiga kali lebih memiliki bakteri di ponsel mereka.

Sementara itu Ahli kebersihan dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, mengatakan, studi ini memberikan lebih banyak bukti bahwa beberapa orang masih tidak mencuci tangan mereka dengan baik, terutama setelah pergi ke toilet.

"Saya berharap temuan E coli di tangan mereka dan telepon mendorong, mereka untuk lebih berhati-hati di kamar mandi. Mencuci tangan dengan sabun adalah suatu hal yang sederhana untuk dilakukan, tetapi tidak ada keraguan itu menyelamatkan nyawa," kata ahli kebersihan tersebut.

Ron Cutler, dari Queen Mary, Universitas London, menambahkan, "Analisis kami menunjukkan, ini adalah masalah nasional. Orang-orang mungkin mengklaim bahwa mereka mencuci tangan mereka secara teratur, tetapi ilmu pengetahuan menunjukkan sebaliknya."

Bakteri tinja dapat bertahan hidup di tangan selama berjam-jam pada suatu waktu, terutama di suhu hangat jauh dari sinar matahari. Kuman itu mudah ditransfer oleh sentuhan di gagang pintu, makanan, dan bahkan telepon seluler. Kuman lalu dapat berpindah ke orang lain.

Setiap tahun, anak-anak di bawah usia lima tahun meninggal dunia oleh pneumonia dan penyakit diare, yang sebetulnya dapat dicegah dengan tindakan sederhana mencuci tangan dengan sabun. Di negara maju, mencuci tangan dengan sabun membantu orang untuk mencegah penyebaran infeksi virus, seperti norovirus, rotavirus, dan influenza.



Sumber : Inilah.com

Thursday, October 13, 2011

Waspadalah.....Sering Pakai Smartphone Ternyata Berbahaya


Sebuah studi baru menyebutkan bahwa keseringan menggunakan smartphone atau PC tablet ternyata berbahaya karena dapat memicu timbulnya 'Text Nect'.

Text neck merupakan istilah untuk mendeskripsikan peregangan leher yang terjadi terlalu lama, dan dapat menjadi pelopor untuk kerusakan rematik secara permanen jika tidak diobati.

Seperti dikutp dari Telegraph, Rachael Lancaster, seorang chiropractor dari Klinik Freedom Back, Leeds, Inggris mengatakan bahwa, banyak pasiennya yang datang kepadanya dan mengeluh masalah yang disebabkan text neck.

"Text neck terjadi karena leher terlalu lama menunduk. Pasien semakin meningkat karena populernya smartphone dan PC tablet, seperti Ipad," jelas Lancaster.

Kondisi ini terjadi karena sendi dan jaringan di leher memang tidak dirancang untuk membungkuk dalam waktu yang lama, dan menghabiskan waktu berjam-jam memandang ke bawah pada layar, sehingga menempatkan sendi dan jaringan di leher dalam keadaan tertekan.

Text neck yang tidak segera diobati, lama-kelamaan akan menyebabkan terjadinya sakit leher, sakit kepala dan nyeri di bahu, lengan hingga pergelangan tangan.



Sumber : inilah.com

Tuesday, October 11, 2011

Waspadalah.....Terlalu Banyak Tidur Bisa Picu Stroke



Selama ini, yang banyak dipermasalahkan orang adalah bahaya kurang tidur. Tapi tidur berlebihan juga tidak sehat bagi tubuh. Salah satunya dampak negatifnya, bisa meningkatkan risiko terkena stroke.

Dr Daniel Kripke, direktur Scripps Clinic Sleep Center di La Jolla, California mengungkapkan bahwa terlalu banyak tidur saat akhir pekan tidak akan membuat seseorang merasa lebih baik. Tidur terlalu lama bisa membuat kekebalan tubuh terganggu.

"Orang yang tidak mendapatkan tidur cukup, baik itu kurang atau berlebih berisiko mengalami kecelakaan lalu lintas, perubahan berat badan, penurunan produktivitas serta terganggunya sistem kekebalan tubuh," ujar Kripke, seperti dikutip dari CNN.

Banyak orang berpikir tidur berlebih saat akhir pekan merupakan 'bonus' bagi tubuh, sehingga orang berpikir akan merasa lebih baik setelahnya. Orang yang biasa tidur sedikit pada hari kerja (sekitar 5 jam) dan tidur berlebih saat akhir pekan yaitu lebih dari 8 jam, akan merasa lelah pada beberapa fungsi tubuhnya sehingga membutuhkan waktu peregangan yang lebih lama ketika bangun tidur.

"Hal ini dikenal dengan 'sleep drunkenness', jika sangat parah bisa membuat orang sulit untuk mengambil keputusan. Tapi untuk kasus yang umum, tidur berlebihan membuat orang pusing saat bangun," ujar Dr Lisa Shives, direktur medis di Northshore Sleep Medicine in Evanston, Illinois.

Pada tahun 2007, sebuah penelitian di Finlandia menemukan risiko kematian meningkat sekitar 20 persen untuk orang-orang yang tidur lebih dari delapan jam. Pada tahun yang sama, studi di Inggris menemukan orang yang tidur 5 jam atau kurang dan mereka yang tidur lebih dari 8 jam juga mengalami peningkatan risiko.

Studi lain menunjukkan orang yang rutin tidur lebih dari delapan jam per malam berisiko lebih besar terkena stroke daripada mereka yang kurang tidur. Salah satu penyebab seseorang tidur berlebihan atau hipersomnia adalah memiliki kualitas tidur yang buruk, sehingga tidak bisa mengatur jadwal tidur dengan baik. Diperkirakan, faktor genetik juga jadi faktor penyebabnya.
   
Sumber : Pesatnews.com



Belajar Al-Qur'an Online

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran