Clock By Blog Tips

Tuesday, August 9, 2011

Waspadalah.....Rokok Pemicu Utama Kanker Mulut


Kanker mulut bisa jadi merupakan jenis kanker yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Tapi ternyata pemicu utama terjadinya kanker mulut adalah akibat rokok dan produk tembakau lainnya.

Kanker mulut adalah jenis kanker yang ditemukan dalam rongga mulut (daerah mulut) dan orofaring (bagian tenggorokan di belakang mulut). Kanker mulut dapat terjadi pada bibir, gusi, gigi, lidah, di dalam lapisan pipi, area kecil di belakang gigi bungsu serta langit-langit dan dasar mulut (di bawah lidah).

Penyebab utama dari kanker mulut ini yaitu penggunaan tembakau, yang diperkirakan sekitar 80-90 persen kanker mulut disebabkan oleh merokok, cerutu, pipa, mengunyah tembakau dan mencelupkan tembakau, seperti dikutip dari University of Maryland Medical Center, UMM.edu, Selasa (9/8/2011).

Hal ini karena semua produk tembakau mengandung zat beracun, karsinogen (agen penyebab kanker) dan nikotin (zat adiktif). Karenanya semua produk tembakau dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker mulut yaitu:

1. Rokok
Rokok merupakan bentuk paling umum dari tembakau yang banyak digunakan. American Cancer Society menuturkan bahwa sekitar 80 persen orang dengan kanker mulut adalah pengguna tembakau. Hal ini karena ada lebih dari 60 zat karsinogen yang bisa menyebabkan mutasi pada DNA.

2. Cerutu dan pipa
Cerutu dan pipa sering dianggap kurang berbahaya dibanding dengan rokok, padahal risikonya sama saja. Perokok pipa mengalami peningkatan risiko untuk kanker bibir yang mana menjadi tempat diletakkannya tangkai pipa, sedangkan cerutu umumnya membakar tembakau lebih lama dan kandungannya lebih besar sehingga meningkatkan jumlah paparan asap rokok.

3. Mengunyah tembakau
Mengunyah tembakau bisa dalam bentuk daun (dalam kemasan) atau bentuk bubuk yang biasanya dijual dalam kaleng. Meskipun produk ini dianggap tanpa asap, tapi bahan kimia berbahaya seperti nikotin tetap tertelan, dan lebih dari 28 bahan kimia penyebab kanker ditemukan pada tembakau yang tidak berasap.

Produk tembakau ini bisa menyebabkan kanker pada pipi, gusi dan bibir, yang seringkali dimulai sebagai leukoplakia (luka berwarna putih yang berkembang di dalam mulut atau tenggorokan) atau eritroplakia (luka berwarna merah yang berkembang di dalam mulut). Masalah lain yang bisa timbul adalah penyakit periodontal, perubahan warna gigi dan bau mulut.

Kanker mulut terjadi ketika sel-sel di bibir atau mulut mengalami perubahan mutasi dalam DNAnya. Mutasi ini memungkinkan sel-sel kanker tumbuh dan membelah tanpa terkontrol ketika sel-sel sehat mati.

Kanker ini paling sering diawali di sel squamous yang melapisi bibir dan bagian dalam mulut. Sel-sel ini terakumulasi dan seiring waktu menyebar ke daerah lain dari mulut. Kebanyakan jenis kanker mulut yang ada adalah karsinoma sel squamous.




Sumber : detik


Monday, August 8, 2011

Waspadalah.....Sering Minum Manis-manis, Risiko Diabetes


Makanan dan minuman manis itu seperti candu yang membuat orang ketagihan. Hati-hati jika punya kebiasaan minum satu atau dua minuman manis dalam soda, minuman energi, teh manis dan vitamin setiap hari, karena berisiko menaikkan potensi terkena diabetes tipe-2 hingga 25 persen.

Memang minuman manis seperti soda hanya mengandung 150 kalori yang dapat dibakar dengan berjalan cepat selama setengah jam. Tapi jika tidak sempat dibakar dan tiap hari tubuh ditimbun minuman manis, maka berisiko menghasilkan lebih banyak lemak perut. Lemak yang terakumulasi di perut terkait erat dengan tekanan darah tinggi dan masalah jantung lainnya.

Minuman manis ini membuat kalori menumpuk yang menyebabkan pertambahan berat badan. Sementara berat badan merupakan faktor risiko untuk penyakit diabetes.

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa minuman manis sangat terkait dengan berat badan," kata penulis Vasanti Malik, seorang peneliti di Departemen Gizi Harvard School of Public Health seperti dikutip dari USNews, Senin (8/8/2011).

Peneliti mengidentifikasi delapan penelitian dan memeriksa hubungan antara minuman manis dengan diabetes tipe 2. Mereka juga memeriksa tiga penelitian serupa yang berkaitan sindrom metabolik.

Penelitian diabetes terbesar diikuti lebih dari 91.000 perempuan Amerika berusia 24-44 selama 8 tahun juga memerkuat kesimpulan itu. Efek yang paling utama adalah lonjakan glukosa darah dan insulin, karena minuman manis sering dikonsumsi secara cepat dalam jumlah besar dan kadar gulanya cepat diserap.

Lonjakan glukosa tersebut dapat menyebabkan resistensi (penolakan) insulin, peradangan dan hipertensi. Tingginya kadar gula dalam sirup jagung, gula, dan minuman manis lebih berisiko daripada gula lain karena menghasilkan lebih banyak lemak perut.

"Di Amerika, konsumsi minuman manis naik menjadi rata-rata 142 kalori atau hampir satu 12-ons kaleng soda per hari pada tahun 2006 dari 65 kalori pada akhir tahun 1970. Ini menempatkan mereka pada risiko diabetes yang lebih besar," catat Frank Hu, profesor gizi dan epidemiologi di Harvard.

Sebuah laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merilis perkiraan bahwa pada tahun 2050, 1 dari 3 orang Amerika akan terkena penyakit diabetes. "Konsumsi minuman ringan memiliki implikasi yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat dalam hal epidemi diabetes," kata Hu.

Pada awal 2010, American Heart Association mengeluarkan rekomendasi yang menyarankan konsumen untuk menetapkan batas minuman manis 450 kalori seminggu, atau 12 ons soda dalam makanan 2.000 kalori.

Menghitung kalori adalah cara mudah untuk melacak kemungkinan risiko, tetapi terkadang dapat menyesatkan. "Konsumen kadang terlalu terfokus pada kalori, namun tidak memperhitungkan komponen-komponen lain. 12 ons kaleng soda setara dengan 15 sendok teh gula, dan mereka pikir hal itu tidak buruk," kata Constance Brown-Riggs, juru bicara American Dietetic Association.

Dalam sebuah studi tahun 2004 yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association terhadap 88.000 perempuan selama 24 tahun, mereka yang menenggak 2 atau lebih minuman manis sehari memiliki risiko penyakit arteri koroner 35 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak.

"Anda tidak mendapat manfaat dari minum minuman soda ini karena ini menambahkan daftar kerusakan tambahan berupa gigi berlubang," kata Vasanti Malik.




Sumber : detik

Thursday, August 4, 2011

Waspadalah.....Nyeri Kepala Bagian Belakang Gejala Awal Tumor Otak


Hampir setiap orang pernah merasakan nyeri atau sakit kepala. Data menunjukkan bahwa 90% populasi manusia pernah mengalami gangguan ini sekali atau dua kali dalam setahun. Sakit kepala juga menjadi alasan terbanyak kedua seseorang untuk mengunjungi dokter. 

Penyebab dan macam sakit kepala memang cukup banyak. Karenanya, mengetahui dengan pasti penyebab dan jenisnya merupakan langkah awal untuk penyembuhannya. Berikut ini beberapa jenis gangguan nyeri kepala yang sering diderita:

• Sakit kepala karena tegang. Gejalanya diawali dengan ketegangan di otot leher, bahu, dan tengkorak akibat tekanan emosional. Sakitnya selalu berawal dari kepala belakang, merambat ke depan, lalu ke kedua sisi kepala.

• Sakit kepala migren. Umumnya sakit kepala yang dirasakan lebih berat ketimbang sakit kepala akibat ketegangan. Migren selalu dirasakan pada satu sisi kepala saja dan sering juga di belakang salah satu mata. Maka muncullah istilah “sakit kepala sebelah”. Penderita migren pada wanita kira-kira tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan pria. Penyebabnya terutama karena perubahan hormonal.

• Sakit kepala dengan beragam gejala. Gangguan ini terutama menyerang kaum pria. Gejalanya berupa nyeri luar biasa dan umumnya terfokus di sekitar rongga mata dengan mata berair dan hidung meler.

• Sakit kepala pasca-trauma. Ini sering muncul sebagai dampak dari suatu kecelakaan, meski hanya terjadi sedikit cedera di kepala. Rasa sakitnya kadang-kadang muncul setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah cedera dan dapat berlangsung sampai setahun setelah trauma.

• Sakit kepala alergi. Gangguan ini sering ditemani dengan gejala hidung meler, mata berair, dan kerongkongan sakit. Kemunculannya dapat ditimbulkan oleh makanan tertentu atau segala sesuatu yang bisa menimbulkan alergi.

• Sakit kepala sinus. Gangguan ini mudah diketahui dari gejalanya. Lubang hidung tertutup satu atau keduanya dan nyeri meluas ke atas pipi dan dahi. Bagian-bagian tersebut terasa sangat peka sehingga disentuh saja akan kontan terasa nyeri.

• Di samping sakit kepala yang penyebabnya spesifik itu, ada pula sakit kepala yang timbul semata-mata sebagai gejala sekunder dari kondisi tubuh yang tidak beres dan memerlukan penanganan medis.

Petunjuk berikut ini bisa dijadikan acuan untuk memecahkan masalah sakit kepala, yaitu:
• Jika sakit kepala dirasakan lebih parah di pagi hari ketimbang siang hari, pertanda adanya tekanan darah tinggi.

• Bila sakit kepala dibarengi oleh rasa nyeri di mata, telinga atau gigi, menunjukkan terjadinya infeksi.

• Seandainya sakit kepala selalu terjadi setelah melakukan tugas yang mengandalkan indera penglihatan seperti membaca atau menjahit, pertanda ada ketidakberesan pada mata.

• Tumor, stroke, atau mungkin sulit tidur dapat menjadi penyebab sakit kepala mendadak yang amat nyeri. Akibatnya, tubuh terasa lemah dan dibarengi dengan penglihatan yang kabur. Sakit kepala ini berawal sebagai nyeri kecil dan semakin parah di pagi hari. Diperlukan pemeriksaan sesegera mungkin untuk mengetahui penyebabnya.

• Jika sakit kepala dibarengi dengan demam dan leher pegal, kemungkinan Anda terserang meningitis. Penanganan medis sangat diperlukan.

• Bila sakit kepala muncul tiba-tiba dan sangat nyeri, pertanda adanya pembuluh darah arteri di otak yang pecah. Hal ini dapat mengancam jiwa. Penanganan medis harus segera dilakukan.

Nyeri kepala adalah nyeri yang paling banyak dikeluhkan penderita selain nyeri pinggang saat berobat ke dokter, dan nyeri kepala merupakan gejala awal yang diderita sekitar 30 persen penderita tumor otak.

“Gejala tumor otak tergantung letak dan kecepatan pertumbuhannya. Namun gejalanya muncul secara tersamar yang biasanya dimulai dengan gangguan mental ringan yang hanya dapat dirasakan oleh orang yang berhubungan dekat dengan penderita, seperti mudah tersinggung, emosinya labil, pelupa, lamban dan kurang inisiatif, serta depresi,” kata dokter ahli saraf di Lampung, dr Ruth Mariva SpS di Bandarlampung, belum lama ini, seperti diberitakan Antara.

Dalam seminar sehari tentang nyeri kepala yang diselenggarakan RS Imanuel Way Halim, di Bandarlampung itu, Ruth mengatakan nyeri kepala biasanya sulit digambarkan dan bervariasi, mulai dari yang ringan dan episodik sampai berat dan berdenyut atau meletup, yang umumnya bertambah berat pada malam, saat bangun pagi dan saat perubahan posisi.

Pada awalnya, nyeri kepala tumor disebabkan pembengkakan lokal sekitar tumor atau akibat kerusakan pembuluh darah sekitar tumor, dan akhirnya disebabkan oleh tekanan tinggi di dalam kepala.

Selain nyeri kepala, katanya, pada tumor otak juga ditemukan gejala mual muntah terutama jika lokasi tumor di bagian belakang, kejang- kejang, dan mengalami gangguan penglihatan dan kelemahan saraf lainnya.

“Penderita biasanya datang ke dokter dengan keluhan nyeri kepala di daerah depan (dahi) dan kepala belakang, yang biasanya sudah berlangsung lama dan progresif,” katanya.

Berdasarkan penelitian IHS (International Headache Society) tahun 1988 dan disepakati oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI), terdapat 13 kelompok nyeri kepala, di antaranya adalah migren, nyeri kepala tipe tegang, nyeri kepala akibat trauma kepala, nyeri kepala akibat infeksi, dan nyeri kepala akibat gangguan metabolik.

Jika dilihat dari waktu dan lamanya serangan, nyeri kepala dapat dibagi atas nyeri kepala akut dan kronis. Menurut dr Ruth, nyeri kepala akut dan hebat memerlukan penanganan segera karena merupakan gejala dari penyakit-penyakit berbahaya, seperti penyakit pada pembuluh darah otak (stroke, thrombosis, hipertensi maligna), infeksi otak (meningitis, ensefalitis, abses) dan keracunan karbon monoksida.

Disebutkannya, kebanyakan nyeri kepala merupakan gejala yang ringan, namun dapat juga sebagai gejala suatu penyakit yang serius atau berbahaya, misalnya apabila nyeri kepala hebat secara tiba-tiba, bertambah berat dan progresif, disertai kejang dan pingsan, terjadi saat aktifitas dan gangguan penglihatan.

Ruth menambahkan, nyeri kepala harus ditangani secara komprehensif, tidak hanya mengobati gejala/ keluhannya saja dengan memberikan obat penghilang nyeri, tetapi juga dengan mendeteksi dan menyingkirkan penyebab terjadinya keluhan tersebut. Penggunaan obat nyeri kepala yang tidak tepat dan berlebihan akan menimbulkan ketergantungan dan nyeri kepala susulan yang berkepanjangan.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyebutkan bahwa 20 persen pasien yang berobat ke Poliklinik Saraf RS Imanuel Bandarlampung, Januari-Juni 2007, adalah penderita nyeri kepala. Sekitar 65 persen penderitanya adalah perempuan dan lebih dari 50 persen menderita nyeri kepala tegang. 
Sumber : Suara Media

Waspadalah.....Sering Pakai Helm Ternyata Berbahaya


Helm merupakan perlengkapan yang ditujukan untuk melindungi kepala, khususnya otak para pengendara motor.

Namun, kini muncul beberapa kasus yang menunjukkan bahwa helm juga bisa menyebabkan gangguan pendengaran. Benarkah?

Memang hingga kini penyebab pastinya belum diketahui. Meski deru khas mesin seperti dari motor Harley terbilang keras bagi pendengaran, penelitian telah mengungkapkan sumber terbesar dari kebisingan untuk pengendara sepeda motor sebenarnya dihasilkan oleh udara mendesing di atas helm pengendara'. Bahkan bila diukur, suara itu bisa melebihi kadar aman.

Seperti dikutip dari Times of India, para ilmuwan menemukan hal baru. Peneliti dari University of Bath dan Bath Spa University melakukan uji coba dengan memakaikan helm sepeda motor di kepala manekin lalu ditempatkan dalam sebuah terowongan angin dan dinyalakanlah kipas.

Dengan menaruh mikrofon di di helm dan di telinga boneka, para peneliti menemukan bahwa area bawah helm dan dekat dagu merupakan sumber signifikan dari suara yang mencapai gendang telinga pengendara paling sensitif.

Temuan ini mungkin suatu hari digunakan untuk desain helm yang lebih tenang dan hemat bagi telinga pengendara untuk menikmati suara deru motor yang keras.

Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Acoustical Society of America.






Sumber : Inilah.com

Wednesday, August 3, 2011

Waspadalah.....Tanda-tanda Bayi Harus Dibawa ke Dokter


Setiap orangtua selalu berusaha menjaga bayinya agar sehat, namun kadang kondisi demam dan infeksi tidak dapat dihindarkan. Tidak perlu panik ketika bayi Anda sakit, pahamilah kapan bayi sakit perlu diperiksakan ke dokter.

Saat bayi menangis, bahkan orangtua yang memiliki banyak pengalaman pun tetap sulit membedakan kerewelan normal atau bayi menangis karena sakit. Inilah saatnya untuk menghubungi dokter untuk mengetahui apakah bayi memerlukan penangan darurat atau tidak seperti yang dikutip dari MayoClinic, Rabu (3/8/2011).

Jika mengarah pada gejala penyakit yang memerlukan penanganan serius, setidaknya tidak terlambat untuk mendapatkan penanganan dari dokter. Tanda dan gejala yang perlu diperhatikan pada bayi, antara lain:

1. Penurunan nafsu makan
Jika bayi mengalami penurunan nafsu makan selama beberapa hari dan semakin parah, maka periksakanlah ke dokter.

2. Perubahan suasana hati
Jika bayi lesu, selama beberapa hari dan semakin memburuk, maka periksakanlah ke dokter.

3. Kemerahan pada daerah pusar dan daerah kemaluan
Jika pada daerah pusar dan kemaluan bayi kemerahan atau bahkan mengeluarkan cairan atau berdarah, segera periksakan ke dokter.

4. Demam
Demam ringan pada bayi memang sering terjadi dan biasanya tidak berbahaya, namun sebaiknya suhu tubuh bayi tetap dipantau. Jika bayi Anda lebih muda dari usia 3 bulan, hubungi dokter untuk demam apapun. Jika bayi Anda usia 3 bulan atau lebih dan memiliki suhu mulut lebih rendah dari 102 F (38,9 C), kondisikan bayi untuk banyak istirahat dan banyak asupan cairan.

Hubungi dokter jika bayi Anda tampak sangat mudah marah, lesu atau tidak nyaman. Jika bayi Anda memiliki suhu mulut dari 102 F (38,9 C) atau lebih tinggi, berikan bayi Anda asetaminofen (Tylenol atau yang lain). Hubungi dokter jika demam tidak turun atau berlangsung lebih lama dari satu hari.

5. Diare
Jika feses (kotoran) bayi sangat encer atau berair, maka periksakanlah ke dokter.

6. Muntah
Sesekali muntah masih normal, tetapi jika bayi sampai memuntahkan sebagian besar pemberian makanan dan minuman atau muntah banyak setelah menyusui, segera periksakanlah ke dokter.

7. Dehidrasi
Jika bayi tidak mengompol selama 6 jam atau bayi menangis tanpa mengeluarkan air mata dan kondisi rongga mulutnya kering (seperti tidak ada air minum), segera periksakanlah ke dokter.

8. Sembelit
Jika bayi Anda buang air besar lebih sedikit dari biasanya selama beberapa hari, maka periksakan ke dokter.

9. Pilek
Jika bayi pilek hingga mengganggu pernapasannya dan berlangsung lebih dari dua minggu, atau disertai dengan batuk parah, maka segera periksakan ke dokter.

10. Telinga bermasalah
Jika bayi tidak memiliki respon normal terhadap suara atau memiliki cairan mengalir dari telinganya, segera periksakanlah ke dokter.

11. Ruam
Jika ruam mencakup area yang luas, terutama jika ruam disertai dengan demam, maka segera periksakanlah ke dokter.

12. Keluar lendir dari mata
Jika satu atau kedua mata kemerahan dan berlendir, segera periksakanlah ke dokter.

Tidak ada salahnya untuk selalu membawa bayi Anda check up ke dokter, saat check up setidaknya akan diketahui kondisi kesehatan bayi dan saat ada kelainan akan dapat ditangani sedini mungkin.



Sumber : detik

Tuesday, August 2, 2011

Waspadalah.....Diet Iseng Bisa Berbahaya Bagi Kesehatan


Diet dengan mengatur pola makan dan hidup sehat memang dapat menjauhkan Anda dari berbagai risiko penyakit mematikan. Tapi bila diet dilakukan secara iseng, aneh dan tidak berkelanjutan, justru dapat berbahaya bagi kesehatan.

Diet yang sehat memang penting untuk menangkal berbagai berbahaya penyakit seperti penyakit jantung, diabetes dan beberapa jenis kanker.

Namun laporan dari Future Foundation menunjukkan bahwa kebanyakan warga Inggris mengikuti diet rendah lemak dengan mengurangi vitamin dan mineral yang diperlukan. Diet ini juga tidak dilakukan secara berkelanjutan, kadang dilakukan dengan cara aneh dan hanya sekedar iseng.

"Diet seperti ini tidak berkelanjutan, sering memiliki efek samping buruk dan dalam beberapa kasus yang sebenarnya sangat tidak sehat," ujar Jenny Allan, ahli gizi klub penurunan berat badan Slimming World, seperti dilansir dari Netdoctor.

Meskipun banyak pendidikan baru yang mengkampanyekan makan sehat, kenyataannya masih banyak orang yang melakukan diet harian yang di luar keseimbangan gizi.

"Apakah ini karena terobsesi dengan menghitung kalori, sedang berjuang membayar untuk makan sehat atau kurangnya waktu untuk berpikir tentang apa yang dimakan, jika terus dilakukan dengan cara ini, akan berdampak serius pada kesehatan kita, baik dalam jangka pendek maupun panjang di masa depan," jelas Dr Frankie Phillips, seorang ahli gizi.

Jenny Allan juga mengatakan ia telah melihat di beberapa klub terjadi peningkatan jumlah orang yang mencoba diet 'aneh' atau diet iseng dalam upaya menurunkan berat badan dengan cepat.

Diet yang dilakukan karena sekedar iseng juga biasa disebut dengan diet yoyo. Diet yoyo adalah orang yang melakukan diet untuk menurunkan berat badannya, tapi kemudian bertambah lagi berat badannya setelah berhenti diet. Program diet tubuh yang tidak konsisten bisa memberikan efek buruk bagi tubuh.

Ada bahaya yang dapat ditimbulkan dari diet yoyo, antara lain seperti dilansir Weightlosscenter.net:
  1. Gangguan frustasi dan depresi
  2. Membuat bentuk tubuh seseorang lebih buruk dibandingkan sebelumnya
  3. Gangguan metabolisme tubuh
  4. Jumlah lemak dalam tubuh akan semakin bertambah
  5. Bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.



Sumber : detik

Militerania | Taksi

Monday, August 1, 2011

Waspadalah.....Sakit Perut Bisa Mengganggu Aktifitas Sehari-hari


Masalah sakit perut sering mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi kondisi tersebut dapat diminimalkan dengan beberapa pilihan seperti dengan obat atau makanan.

Seperti dilansir Foxnews, Senin (1/8/2011) pilihan untuk mengatasi sakit perut bisa dilakukan antara lain:

1. Antasida yang dijual bebas
Pergunakanlah Antasida ketika perut merasa bergolak.

Bagaimana cara kerja antasida?
Antasida mengandung unsur seperti kalsium atau magnesium untuk menetralkan asam yang dikeluarkan oleh lambung (asam lambung). Produk seperti Pepcid dan Zantac yang disebut juga H2 blocker, juga membantu mengurangi jumlah asam lambung dan mengurangi gejala refluks.

Pastikan untuk menggunakan antasida sesuai petunjuk. Tidak ada salahnya membawa Antasida ketika bepergian untuk berjaga-jaga. Namun, apabila telah sering atau rutin mengonsumsi Antasida, maka berkonsultasilah dengan dokter mengenai kondisi perut selama beberapa waktu terakhir.

2. Bismuth Subsalicylate

Bagaimana cara kerja Bismuth Subsalicylate?
Obat ini termasuk obat yang dijual bebas dengan beberapa merk paten, seperti Kaopectate dan Pepto-Bismolyang berfungsi ganda sebagai antasida dan anti-inflamasi. Efek samping yang biasa terjadi dari penggunaan obat ini adalah sembelit.

Catatan: Obat ini tidak boleh diberikan kepada anak-anak karena obat yang mengandung Salisilat, meskipun dalam kasus yang jarang telah terbukti menyebabkan sindrom Reye.

3. Makanan ringan
Makanlah makanan ringan atau snack setelah mengalami sakit perut atau diare.

Apa pengaruh makanan ringan?
"Diet Bratt telah digunakan selama bertahun-tahun untuk membantu mengobati diare," ujar Lauren Slayton, seorang ahli diet di New York City.

Pisang, nasi, saus apel dan roti bakar, ditambah teh, adalah satu paket makanan ringan yang dapat menenangkan kram perut dan merupakan makanan yang mudah dicerna. Yogurt juga merupakan alternatif minuman yang aman.

4. Minum
Minumlah ketika sakit perut atau setelah muntah.

Apa pengaruh minum saat sakit perut dan setelah muntah?
Setelah muntah maka tubuh akan kehilangan banyak cairan dan juga kehilangan elektrolit dan nutrisi lainnya, sehingga sangat perlu untuk mengganti cairan tubuh yang hilang dengan segera. Minuman seperti kacang hijau atau blackberry atau minuman yang memiliki kandungan antioksidan mempunyai efek menenangkan pada tingkat emosional.

5. Obat herbal

Kapan perlu menggunakan obat herbal?
Jika perut terasa sakit atau kembung, gunakanlah secara rutin jika memang mempunyai masalah perut yang kronis, namun sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter mengenai penggunaan obat herbal tersebut.

Tanaman herbal seperti jahe, peppermint dan adas dapat digunakan sebagai alternatif solusi dari bahan alami untuk sakit perut. Peppermint dapat membantu pencernaan karena mempunyai sifat dapat menghilangkan gas dan mengurangi kram. Biji adas dapat mengurangi kembung dan meminimalkan produksi gas. Minum jahe, peppermint, atau teh adas setelah makan makanan yang terlalu pedas dapat berfungsi untuk menghindari gangguan pencernaan. Jika menderita sakit perut secara rutin, berkonsultasilah dengan dokter.

6. Probiotik

Kapan perlu mengunakan probiotik?
Jika sering mengalami sakit perut atau gangguan pencernaan secara rutin, tidak ada salahnya mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung probiotik setiap hari.

Probiotik adalah bakteri menguntungkan yang membantu mempertahankan saluran pencernaan yang sehat.

Belum diketahui secara pasti bagaimana cara kerja probiotik untuk mengatasi sakit perut atau gangguan pencernaan, namun biasanya setelah seseorang mengonsumsi probiotik ketika sakit perut, kebanyakan dari mereka merasa lebih baik.

Produk susu seperti yogurt, kefir, dan buttermilk, juga mengandung strain yang berbeda dari acidophilus yang merupakan probiotik yang kuat. Probiotik dalam yogurt benar-benar telah terbukti memperpendek durasi sakit perut.




Sumber : detik

Thursday, July 28, 2011

Waspadalah.....Parasit pada Kucing Diduga Meningkatkan Risiko Kanker Otak


Parasit toksoplasma sering dijumpai pada kotoran kucing dan bisa menempel di mana-mana lalu menular ke manusia. Bukan cuma berbahaya bagi ibu hamil, parasit ini diduga juga bisa meningkatkan risiko kanker otak pada orang yang tertular.

Sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari CNRS Institute di Montpellier mengungkap, negara-negara dengan tingkat infeksi toksoplasma tinggi cenderung lebih banyak memiliki kasus kanker otak. Padahal hasil pengamatan ini sudah disesuaikan dengan faktor lain, termasuk tingkat penghasilan.

Pada binatang, infeksi toksoplasma memang sudah terbukti mempengaruhi otak. Selain memicu kanker, infeksi parasit ini juga menyebabkan peribahan perilaku, misalnya pada tikus jadi tidak punya rasa takut sehingga mudah diterkam dan dimangsa oleh kucing.

Sementara pada manusia, selama ini yang dinilai berisiko hanya ibu hamil karena dikhawatirkan bisa berakibat fatal pada kesehatan janin. Dengan hasil penelitian terbaru tersebut, maka orang dewasa juga bisa mengalami peningkatan risiko yang fatal akibat infeksi toksoplasma.

Meski demikian, para peneliti mengaku baru melihat adanya hubungan namun belum membuktikan bahwa kucing bekserta parasit toksoplasma pada kotorannya merupakan pemicu kanker otak. Bagaimanapun, untuk menyimpulkan hal itu harus ada penelitian lebih lanjut.

"Setidaknya dengan mengetahui adanya hubungan antara toksoplasma dengan kanker otak, ada peluang lebih besar untuk menekan risiko kanker otak," ungkap salah seorang peneliti, Frederich Thomas seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (27/7/2011).

Sedangkan untuk mengurangi risiko infeksi toksoplasma pada manusia, para peneliti menyarankan untuk sering-sering membersihkan kucing maupun hewan peliharaan lainnya. Selain itu, hindari makan daging setengah matang dan menghirup debu atau apapun yang mungkin terkontaminasi kotoran kucing.







Sumber : detik

Tuesday, July 26, 2011

Waspadalah.....Berenang dengan Perut Kenyang Lebih Berisiko Mati Tenggelam


Langsung beraktivitas atau berolahraga seusai makan akan membuat perut terasa tidak nyaman, apalagi jika olahraganya adalah berenang. Menurut penelitian, berenang dalam kondisi perut kenyang dapat meningkatkan risiko mati tenggelam.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Tokyo Womens's Medical University mengungkap bahwa jeda waktu antara makan dengan berenang berhubungan dengan risiko kemtaian. Makin pendek jedanya, makin besar risiko terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan kematian.

Para peneliti mengungkap hal itu setelah menganalisis 536 kasus kematian yang terjadi antara April 2000 hingga Desember 2007. Analisis dilakuka berdasarkan hasil otopsi yang mengungkap kondisi dan penyebab kematian yang dialami oleh para korban.

Kondisi yang diamati antara lain kadar alkohol dalam darah serta residu atau sisa makanan padat di dalam perut korban yang teramati dengan mata telanjang. Adanya residu makanan padat menunjukkan bahwa korban mengongumsi makanan tidak terlalu lama sebelum tewas.

Di antara kasus kematian akibat faktor kecelakaan, sebanyak 79,4 persen atau sekitar 27 dari 34 kasus terjadi dalam kondisi perut terisi penuh makanan. Artinya sebagian besar kasus kecelakaan yang mengakibatkan korban mati tenggelam masih berkaitan dengan aktivitas makan sesaat sebelumnya.

Sementara dari 111 kasus kematian yang diduga bermotif upaya bunuh diri, 51 kasus di antaranya dilakukan dengan cara menenggelamkan diri. Sebanyak 43,1 persen kasus bunuh diri yang dilakukan dengan cara menenggelamkan diri terjadi dalam kondisi perut penuh.

Berdasarkan persentase pada kasus tenggelam karena kecelakaan dengan persentase pada kasus bunuh diri, maka kondisi isi perut lebih berkaitan dengan kematian saat korban tenggelam yang tidak disengaja. Pada kasus bunuh diri, isi perut tidak berpengaruh karena upaya mengakhiri hidup bisa dilakukan kapan saja.

"Penelitian ini membuktikan apa yang sudah kami yakini selama ini, berdasarkan pengamatan kasus per kasus," tulis Prof Peter Venesis dalam sebuah editorial di jurnal Medicine, Science and the Law seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Selasa (26/7/2011).

Prof Venesis mengungkap, kondisi perut kenyang meningkatkan risiko mati tenggelam dengan beberapa cara antara lain sebagai berikut.

1. Rasa kenyang memicu mintahan isi perut saat tenggelam, yang jika menyumbat kerongkongan dapat menyebabkan sesak napas.
2. Aliran darah terpusat di perut untuk menjalankan proses pencernaan, sehingga otak kekurangan darah dan mudah kehilangan kesadaran.

Selain kondisi isi perut, penelitian ini juga mengungkap bahwa kadar alkohol dalam darah turut meningkatkan risiko mati tenggelam. Makin tinggi kadar alkohol dalam darah, makin besar risiko terjadinya kecelakaan saat berenang yang dapat memicu kematian.






Sumber : detik

Monday, July 25, 2011

Waspadalah.....Jenis Pekerjaan Perusak Paru-Paru


Setiap pekerjaan yang dilakukan oleh manusia pastilah memiliki risiko terhadap kesehatan, tidak terkecuali kesehatan paru-paru.


Seperti dikutip dari Health, pada 2008, Departemen Tenaga Kerja di Amerika Serikat memperkirakan hampir dari 23.000 pekerjaan mengidap penyakit yang berhubungan dengan paru-paru. Ironisnya, lebih dari 16.000 orang meninggal dunia dari penyakit itu setiap tahunnya,


Walaupun menurut Kepala UCLA Occupation and Environmental, and Medicine DivisionProfesor Philip Harber, MD, sebagian besar jenis penyakit paru-paru akibat pekerjaan bisa dicegah, langkah-langkah sederhana dalam pengendalian bisa mengurangi paparan dan resiko.


Berikut beberapa pekerjaan yang ditengarai membahayakan kesehatan paru-paru.


Manufaktur


Pekerja pabrik bisa terkena debu, bahan kimia dan juga gas yang dapat meningkatkan risiko PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik). Bahan kimia tertentu seperti perasa diacetyl yang digunakan dalam microwave popcorn, pabrik anggur dan makanan bisa menyebabkan penyakit yang merusak yaitu bronchiolitis obliterans.


Langkah sederhana seperti memakai masker saat menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya bisa mengurangi risiko.


Konstruksi


Pekerja bisa menghirup debu dari kegiatan pembongkaran atau renovasi yang berisiko terkena kanker paru-paru, mesothelioma dan asbestos, yaitu suatu penyakit yang menyebabkan jaringan parut dan kaku di paru-paru.


Untuk itu diperlukan pakaian pelindung termasuk respirator (masker khusus) saat bekerja di sekitar bangunan dan menghindari rokok.


Pekerja transportasi


Supir truk, angkutan umum dan orang-orang yang bertugas di bagian bongkar muat berisiko terkena PPOK. Kondisi ini akibat seringnya terkena polusi udara dari kendaraan bermotor terutama knalpot diesel.


Pertambangan


Para penambang berisiko tinggi terhadap sejumlah penyakit paru-paru seperti PPOK (akibat paparan debu) dan juga silicosis (penyakit bekas luka di paru-paru akibat airbone silica).


Sedangkan penambang batu bara berisiko terkena penyakit paru yang disebut pneumokoniosis (paru-paru hitam). Penyakit ini merupakan investasi jangka panjang, karenanya penggunaan masker yang bisa menyaring debu dengan baik, bisa membantu.


Petugas pemadam kebakaran


Petugas pemadam kebakaran berisiko menghirup asap dan berbagai bahan kimia yang mungkin ada di dalam gedung yang terbakar. Paparan bahan beracun dan asbes adalah risiko yang sering terjadi setelah api padam.


Untuk itu alat pelindung pernapasan harus selalu digunakan pada semua tahap pemadaman kebakaran, termasuk saat petugas menyisir puing-puing untuk memastikan api tidak menyala lagi.


Industri otomotif


Pekerja otomotif khususnya bagian yang memperbaiki bodi mobil sangat berisiko mengalami asma. Hal ini karena produk cat semprot seperti isocyanate dan polyurethane bisa menimbulkan iritasi kulit, alergi, sesak napas dan menyebabkan kesulitan bernapas yang parah.

Penggunaan respirator, sarung tangan, kacamata dan ventilasi yang baik, sangat membantu. 









Sumber : Inilah.com

Belajar Al-Qur'an Online

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran