Clock By Blog Tips

Thursday, June 9, 2011

Waspadalah.....4 Alasan Harus Makan Pagi


Fakta menunjukkan bahwa sebagian di antara Anda ada yang selalu mengawali hari dengan keadaan perut kosong. Ada yang mengklaim tidak punya cukup waktu untuk sarapan, ada pula yang berpikir bahwa kebiasaan makan pagi hanya akan membuat badan gemuk.

Mereka yang berpikir bahwa sarapan tidak penting justru keliru. Riset di Harvard University AS menunjukkan, orang yang teratur sarapan pagi memiliki kecenderungan hingga 50 persen tidak mengalami kegemukan ketimbang mereka yang melewatkan sarapan.

Nah, supaya Anda lebih paham manfaatnya, berikut adalah penjelasan mengapa sarapan memberi kebaikan bagi tubuh serta tips bagaimana menjadikannya sebagai gaya hidup :

1. Sarapan dapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan.
Menunda sarapan membuat Anda sulit memperoleh asupan nutrisi dan vitamin yang direkomendasikan. Menu sarapan seperti sereal dengan susu atau yogurt rendah lemak plus granula akan memberi cukup kalsium dan serat.

2. Sarapan bisa menurunkan berat badan.
Ketika Anda beraktivitas dengan perut kosong, tubuh akan membakar kalori secara lambat. Menurut ahli nutrisi penulis buku The F-Factor Diet Tanya Zuckerbrot, R.D., sarapan pagi setelah perut kosong semalaman dapat meningkatkan metabolisme, yang artinya pembakaran kalori sepanjang hari menjadi lebih efisien.

Namun Zuckerbrot menekankan bahwa kunci dari semuanya adalah jenis makanan yang Anda konsumsi. Makanan dengan kandungan karbohidrat sederhana seperti donat akan membuat glukosa melonjak, kemudian turun drastis. Ini juga menyebabkan Anda merasa lapar pada jam 11-an.

Cara yang lebih baik adalah konsumsilah jenis berkarbohidrat kompleks seperti oatmeal atau roti gandum murni. Makanan dengan kadar serat tinggi dan rendah gula akan dicerna dengan lambat, sehingga menyediakan energi yang konstan dan membuat Anda tdak cepat lapar.

3. Sarapan tingkatkan kemampuan otak.
Riset para ahli dari Universitas Swansea Wales membuktikan bahwa pelajar yang selalu sarapan mencatat rata-rata skor 22 persen lebih tinggi ketimbang rekannya yang tidak sarapan. Ketika Anda bangun pagi, sebagian besar energi – dalam bentuk glukosa dan glikogen – telah habis terkuras oleh aktivitas sehari sebelumnya. Menurut para ahli, glukosa adalah satu-satunya bahan bakar yang dibutuhkan otak. Tanpa glukosa yang cukup, Anda merasa lelah dan berkunang-kunang.

4. Perlindungan terhadap sakit jantung.
Riset menunjukkan, wanita sehat yang melewatkan sarapan selama dua pekan memiliki kadar kolesterol buruk LDL lebih tinggi ketimbang mereka yang menyantap semangkuk sereal plus susu di pagi hari.

Zuckerbrot menjelaskan, serat dapat mengikat kolesterol dan mempercepat eksresinya sebelum mencapai pembuluh arteri. Oleh sebab itu pula, penelitian 10 tahun yang dilakukan Harvard Nurses Health menyimpulkan bahwa asupan serat tinggi berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung hingga mencapai 50 persen.

Tips sarapan sehat :
1. Sarapan sebaiknya mengandung sekurangnya 5 gram serat, satu hidangan kalsium (setara dengan segelas susu atau yogurt) plus protein dan lemak. Batasi asupan gula hingga 6 gram (satu sendok setara 4 gram).

2. Jika tak ada waktu sarapan di rumah, Anda bisa membawa roti isi dan susu untuk dinikmati di perjalanan atau pun setelah sampai di tempat kerja.

3. Telur dalah bahan makanan yang relatif praktis dan mudah disajikan. Kandungan nutrisi dalam telur yakni vitamin A, B2, B6, B12, zat besi, kalium, kalsium, dan zat lain, sangat diperlukan tubuh kita.

4. Supaya bervariasi, kita boleh mengonsumsi buah favorit untuk kebutuhan vitamin bagi tubuh. Jika ada waktu di malam hari, blenderlah buah dicampur yogurt atau susu dan simpanlah di di lemari es untuk dikonsumsi pagi harinya.

5. Bila Anda selalu tidak merasa lapar saat pagi hari, Zuckerbrot menyarankan agar Anda menghentikan makan setelah pukul 20.00 malam hari. Dalam dua atau tiga pekan ke depan, jam biologis nafsu makan Anda akan berubah. Setiap bangun pagi hari, Anda akan merasa lapar.





beritaunik.net

Wednesday, June 8, 2011

Waspadalah.....Keriput pada Wajah Picu Patah Tulang?


Keriput terlebih pada wajah, selain memperburuk penampilan ternyata bisa melihat kondisi tulang pada wanita. Benarkah?

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa makin banyak keriput maka tulang cenderung makin rapuh sehingga rentan mengalami cedera, khususnya patah tulang.

Sebuah penelitian di Amerika menyebutkan kerutan di wajah seorang wanita mungkin dapat memprediksi seberapa besar kemungkinan dia menderita patah tulang.

"Itu karena tingkat protein pada kulit dan tulang ini saling berhubungan, sehingga jika wajah wanita dan leher yang sangat kusut, dia menghadapi risiko lebih tinggi patah tulang karena kehilangan kepadatan tulang," kata peneliti dari Universitas Yale.

Seperti dilansir dari Straitstimes, peneliti memeriksa 114 perempuan pasca-menopause awal, periode menstruasi yang terakhir adalah dalam waktu tiga tahun, sebagai bagian dari percobaan klinis yang sedang berlangsung di berbagai situs di Amerika Serikat.

Mereka mengukur kulit perempuan di 11 lokasi pada wajah dan leher, baik secara visual maupun menggunakan alat yang dikenal sebagai durometer, untuk menilai bagaimana kekakuan kulit berada di dahi dan pipi.
Kemudian, massa dan densitas tulang diukur dengan ultrasound portable dan X-ray.

"Kami menemukan bahwa kulit keriput memperdalam dan memburuk terkait dengan kepadatan tulang lebih rendah di antara peserta studi," kata Lubna Pal, profesor di Departemen Obstetri, Ginekologi dan Ilmu Reproduksi di Yale School of Medicine.

Sedikit timbulnya keriput di wajah maka semakin berkurang kepadatan tulang, dan hubungan ini adalah independen karena usia atau faktor yang diketahui mempengaruhi massa tulang.

Kulit lebih tangguh itu terkait kepadatan tulang yang lebih baik. Hal ini diungkapkan pada studi yang dirilis pada pertemuan Society endokrin di kota utara-timur Boston, Massachusetts.




Inilah.com

Friday, June 3, 2011

Waspadalah.....Ponsel Ancam Kesuburan Pria


Berbicara terlalu lama menggunakan telepon seluler bisa berakibat fatal bagi pria. Apa saja akibatnya?

Pertama, mempengaruhi kualitas produksi sperma. Kemudian, menurunkan kualitas sperma dan terakhir, menyebabkan penurunan kesuburan pria.

Para peneliti dari Queen's University, Kanada, menemukan bahwa gelombang elektromagnetik yang ditransmisikan oleh telepon seluler memiliki hubungan yang kompleks dengan hormon laki-laki.

Peneliti Dr Rany Shamoul, seperti dikutip dari laman Daily Mail menyatakan, meski temuannya dianggap masih membingungkan, namun diharapkan bisa bermanfaat untuk pria.
Tim peneliti menemukan pria yang sering menggunakan telepon seluler memiliki tingkat testosteron lebih tinggi. Tetapi, mereka juga memiliki hormon reproduksi atau luteinizing hormone (LH) yang lebih rendah. LH merupakan hormon reproduksi penting yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis di otak.

Para peneliti berpikir, gelombang elektromagnetik yang dipancarkan telepon seluler diduga memiliki aksi ganda pada kadar hormon pria dan kesuburannya.


Memang, penelitian menyebut bahwa gelombang elektronik dapat meningkatkan jumlah sel pada testis yang memproduksi testosteron. Namun, itu juga bisa menurunkan kadar hormon reproduksi yang dikeluarkan kelenjar pituitari.

Kondisi ini dapat menghalangi konversi dari jenis dasar testosteron ke bentuk testosteron yang lebih aktif. Kondisi ini berkaitan dengan produksi sperma dan kesuburan.

Secara umum, peneliti menemukan bahwa jumlah dan kualitas sel sperma cenderung menurun seiring meningkatnya jumlah waktu penggunaan ponsel. Pria yang dalam kuisioner mengaku menggunakan ponsel rata-rata empat jam sehari, tercatat memiliki rata-rata jumlah sel sperma terendah serta jumlah sel normal atau aktif terendah.

Dr Shamloul menyimpulkan, penelitian yang lebih mendalam dibutuhkan untuk menentukan cara-cara yang tepat agar gelombang elektromagnetik tidak mempengaruhi kesuburan pria. Penelitian berlangsung hanya dua bulan setelah pengguna ponsel di Inggris disarankan oleh pemerintah untuk lebih banyak melakukan komunikasi lewat telepon seluler, seperti dengan cara mengirim pesan teks ketimbang melakukan komunikasi langsung.

Departemen Kesehatan Inggris menganggap, membatasi komunikasi langsung lewat telepon seluler akan mengurangi eksposur radiasi yang dipancarkan oleh perangkat telepon seluler. Meski demikian, pejabat kesehatan di Inggris menyatakan bahwa dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek jangka panjang lanjutan.

"Harus ada bukti yang jelas tentang efek kesehatan yang merugikan. Mungkin bukan hanya dari efek penggunaan ponsel. Akan lebih baik, banyak penelitian dilakukan, terutama untuk menyelidiki apakah mungkin ada efek jangka panjang," ujar Dr Shamloul. 
 
 
 
 
 
 
VivaNews

Waspadalah.....Ini yang Bikin Perempuan Lebih Gampang Gemuk


Berbagai produk pelangsing tubuh kebanyakan ditujukan pada kaum perempuan, karena memang secara biologis tubuh perempuan lebih mudah gemuk ketimbang laki-laki. Mengapa?

Tubuh laki-laki cenderung dapat menurunkan berat badan lebih cepat dibandingkan perempuan. Memang terlihat tidak adil, tapi hal ini disebabkan oleh alasan fisiologis pada tubuh laki-laki dan perempuan.

Berikut beberapa alasan fisiologis yang membuat tubuh perempuan lebih gampang gemuk, seperti dilansir About.com, Kamis (2/6/2011):

1. Tubuh laki-laki lebih banyak otot
Tubuh laki-laki yang lebih banyak otot inilah yang memungkinkannya membakar lebih banyak kalori, bahkan ketika laki-laki sedang beristirahat.

2. Estrogen bisa menyimpan lebih banyak lemak
Tubuh perempuan cenderung menyimpan dan mempertahankan lemak. Hal ini karena perempuan memiliki tingkat hormon estrogen yang lebih tinggi. Hormon ini bekerja untuk menjaga lemak pada tubuh perempuan sehingga lebih mudah baginya untuk hamil. Itu berarti perempuan harus bekerja keras untuk menurunkan berat badan pada tingkat yang sama seperti laki-laki.

3. Tubuh laki-laki merespons olahraga dengan baik
Sementara tubuh laki-laki merespons olahraga dengan baik, tubuh perempuan justru masuk ke 'mode kelaparan' yang memperlambat metabolisme.

4. Perempuan punya toleransi yang rendah untuk olahraga
Perempuan memiliki kapasitas paru-paru yang lebih kecil dibandingkan laki-laki, yang dapat membuat perempuan merasa seolah-olah bekerja lebih keras dibandingkan laki-laki. Hal ini juga membuat olahraga terasa lebih berat bagi perempuan.

Tapi alasan-alasan fisiologis tersebut bukan berarti perempuan tak bisa menurunkan berat badan. Dengan niat, menjaga pola makan sehat dan olahraga teratur perempuan tetap bisa menurunkan berat badan menjadi ideal.





detik

Waspadalah.....Limbah Barang Elektronik Bisa Memicu Penyakit Jantung


Sebaiknya jangan buang sembarangan barang-barang bekas elektronik di rumah Anda, seperti komputer, televisi atau ponsel. Selain bisa merusak lingkungan, limbah barang elektronik bisa menjadi faktor risiko penyakit jantung bahkan kanker.

Tak hanya merusak lingkungan, limbah barang bekas elektronik (e-waste) ternyata juga dapat menyebabkan peradangan dan stres oksidatif (jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralisirnya) pada tubuh manusia.

Hal ini terungkap dari hasil penelitian yang dilakukan dengan sampel udara yang dikumpulkan dari Taizhou, salah satu tempat pembuangan limbah barang elektronik terbesar di daerah China.

Peneliti mengungkapkan bahwa limbah barang elektronik seperti komputer, televisi atau ponsel dapat menyebabkan peradangan dan stres oksidatif yang merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskuler, kerusakan DNA dan bahkan kanker.

Penelitian tersebut dimaksudkan untuk mengukur dampak limbah barang elektronik pada paru-paru manusia dan sel epitel. Para peneliti ingin menguji tingkat Interleukin-8 (IL-8) yang diyakini berperan dalam respons inflamasi, dan Reactive Oxygen Species (ROS) yang merupakan molekul kimia reaktif yang mampu menghasilkan kerusakan sel.

Para peneliti juga mencoba untuk mendeteksi ekspresi gen p53. Gen ini bertindak sebagai penekan tumor dengan mensintesiskan protein, yang membantu mencegah kerusakan sel. Ekspresi gen ini bertindak sebagai indikator kerusakan sel.

Peneliti mencatat adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat IL-8 dan ROS. Perkembangan yang sama juga diamati di tingkat protein p53. Risiko dari polutan larut organik tampaknya jauh lebih tinggi daripada polusi larut air.

"Baik respons inflamasi (peradangan) dan stres oksidatif dapat menyebabkan kerusakan DNA, yang dapat menyebabkan oncogenesis atau bahkan kanker. Tentu saja, respons inflamasi dan stres oksidatif juga terkait dengan penyakit lain, seperti penyakit kardiovaskular (pembuluh darah)," jelas Dr Fangxing Yang dari Zhejiang University, seperti dilansir Lifemojo, Kamis (2/6/2011).

Dr Yang percaya bahwa teknik lama pasti akan membutuhkan beberapa perbaikan. Ia juga menentang pembongkaran 'terbuka' limbah barang elektronik dan berfokus pada pentingnya metode perlindungan yang tepat untuk para pekerja di lokasi. Dia juga mendesak produsen untuk memperhatikan lingkungan serta menggunakan bahan yang ramah manusia dalam produksi.





detik

Monday, May 30, 2011

Waspadalah.....Mengantuk di Hari Senin Akibat 'Jetlag' Akhir Pekan


Libur akhir pekan seharusnya membuat orang kembali bugar untuk beraktivitas pada pekan berikutnya. Namun usai berlibur, sebagian orang justru mengalami 'jetlag' yakni mengantuk dan tak bergairah sehingga kurang produktif di hari Senin.

Lazimnya orang mengalami jetlag setelah bepergian dengan pesawat terbang ke daerah tertentu dengan zona waktu sangat berbeda. Jetlag di hari Senin hanya istilah untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mengantuk pada waktu yang tidak semestinya.

Pakar gangguan tidur dari Edinburgh Sleep Center, Dr Chris Idzikowski mengatakan salah satu pemicu 'jetlag' di hari Senin adalah terlalu banyak tidur di akhir pekan. Akibatnya jam biologis atau body clock melambat dan butuh waktu untuk menyesuaikan diri.

"Ini semacam bentuk ringan dari Seasonal Affective Disorder (SAD). Jam biologis akan melambat jika sepanjang pekan telah bekerja keras, lalu mendadak tidur terus di akhir pekan," ungkap Dr Idzikowski seperti dikutip dari Guardian, Senin (30/5/2011).

SAD sendiri merupakan gangguan suasana hati yang sering muncul pada beberapa orang setiap pergantian musim terutama musim dingin dan musim panas. Sesuai musimnya, SAD yang ditandai dengan gejala depresi sering disebut juga Winter Blues atau Summer Blues.

Sama seperti SAD, gejala mengantuk di hari Senin juga disebabkan oleh perubahan jam biologis. Jika pada SAD pemicunya adalah perbedaan lamanya matahari bersinar, mengantuk di hari Senin lebih dipicu oleh perubahan aktivitas seseorang berikut pola tidurnya.

Pada akhir pekan, kebanyakan orang memilih bangun lebih siang dari biasanya dan bahkan melanjutkan tidur setelah beraktivitas ringan seperti mandi dan sarapan pagi. Makin banyak waktu yang dihabiskan untuk tidur, tubuh makin sulit menyesuaikan ritme saat harus kembali ke rutinitas.

Di sisi lain, kurang istirahat di hari libur juga bisa memicu rasa letih saat harus kembali beraktivitas. Kondisi ini akan memperburuk stres yang telah menumpuk sepanjang pekan sebelumnya, lalu menyebabkan rasa kantuk yang tidak tertahankan.

Apapun pemicunya, karyawan yang selalu butuh adaptasi di awal pekan dinilai sangat mengganggu produktivitas. Sebuah perusahaan konsultan tenaga kerja di Inggris, Office Angels mencatat kerugian akibat mengantuk di hari Senin bisa mencapai Rp 1,6 triliun tiap tahun.

Beberapa orang memang memiliki jam biologis yang fleksibel sehingga jarang mengantuk atau mengalami masalah dengan adaptasi di awal pekan. Namun bagi yang selalu bermasalah, beberapa cara berikut ini bisa dilakukan untuk mengurangi dampaknya.

1. Biasakan mencicil pekerjaan
Jika sulit mengatasi rasa kantuk tiap pekan, kerjakan apa yang bisa dilakukan sebelum libur akhir pekan. Sedikit banyak hal ini akan mengurangi beban di awal pekan sehingga tak masalah meski agak mengantuk, karena ritmenya jadi lebih longgar.

2. Berangkat awal di hari Senin
Terburu-buru di awal pekan hanya akan meningkatkan level stres, apalagi jika harus terjebak lalu lintas yang macet. Dengan datang lebih awal, ritmenya bisa lebih longgar dan terhindar dari kemacetan.

3. Pastikan cukup istirahat di akhir pekan
Cukup istirahat berarti tidak kurang dan tidak berlebihan. Sebisa mungkin jangan mengubah pola tidur, misalnya dengan tidak bangun terlalu siang maupun tidur terlalu malam di akhir pekan.

4. Bersikap positif di awal pekan
Stres di hari Senin seringkali akan berlangsung sepanjang pekan, karena itu cegah dengan selalu berpikir positif. Nikmati pekerjaan dan lakukan apa saja untuk tidak mengeluh sedikitpun, karena mengeluh hanya akan meningkatkan stres yang pada akhirnya bikin lebih mengantuk.

5. Istirahat sejenak
Jika rasa kantuk sudah tak tertahankan, beristirahatlah untuk menghindari kesalahan atau kecerobohan. Melakukan aktivitas ringan seperti pergi ke toilet atau ngobrol sejenak dengan rekan kerja bisa mengurangi stres dan rasa kantuk.






detik

Thursday, May 26, 2011

Waspadalah.....Dampak Pemanasan Global pada Kulit


Pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim juga mendorong terjadinya gangguan kesehatan kulit. Karena itu, perlindungan kulit dari sinar ultraviolet matahari harus menjadi prioritas.

Hal itu dikemukakan Rosemarie Orborne, P&G Principal Scientist, Rabu (25/5) dalam ”22nd World Congress of Dermatology (WCD)” di Seoul, Korea Selatan. WCD merupakan kongres empat tahunan dari International League of Dermatological Societies (ILDS) dan menjadi tempat berbagi hasil penelitian terkait perkembangan kesehatan kulit.

”Gangguan kesehatan kulit terutama dipengaruhi oleh sinar ultraviolet. Karena itu, perlindungan kulit makin penting. Formula yang dibutuhkan terus berkembang sehingga efektif melindungi kulit,” kata Orborne.

Menurut Orborne, pihaknya bekerja sama dengan kelompok petani di sejumlah negara untuk menyediakan bahan baku. ”Tidak hanya berkontribusi terhadap upaya mengurangi dampak pemanasan global, hal itu juga memberi keuntungan bagi petani,” katanya.

Presiden ILDS Jean Hilaire Saurat mengatakan, ILDS memiliki misi untuk mendorong dan mengembangkan penelitian- penelitian yang berguna untuk kesehatan kulit. ”IDLS menjalin hubungan dengan Organisasi Kesehatan Dunia untuk mendorong tercapainya kulit yang sehat bagi seluruh masyarakat dunia. Gerakan tersebut dicapai dengan memaksimalkan organisasi penyakit kulit di 102 negara, serta 28 komunitas lain yang memiliki 100.000 anggota,” kata Saurat.

Presiden Korean Dermatological Association Hee Chul-eun mengatakan, setelah 122 tahun berjalan, WCD baru dua kali diselenggarakan di Asia. ”Ini bukan saja momentum bagi Korea, tetapi juga Asia untuk menunjukkan langkah besar yang telah disumbangkan masyarakat Asia terhadap pengembangan kesehatan kulit dan penanganan masalah penyakit kulit,” katanya.





Kompas

Tuesday, May 24, 2011

Waspadalah.....Anak-anak Sekarang Makin Lemah?


Sebuah penelitian di Inggris mengindikasikan, anak-anak zaman sekarang cenderung lebih "lemah" dan kesulitan melakukan tugas-tugas fisik yang sebenarnya mudah bagi generasi mereka sebelumnya.

Riset para ahli di Essex University menunjukkan, anak-anak usia 10 tahun pada era sekarang memiliki otot yang lebih lemah ketimbang anak-anak yang lahir satu dekade sebelumnya.

Peneliti memperkirakan, hal ini kemungkinan besar disebabkan perubahan gaya hidup, di mana anak zaman sekarang lebih senang beraktivitas di dalam ruangan, seperti bermain komputer atau games. Sedangkan anak-anak pada masa sebelumnya lebih banyak bermain di ruang terbuka dengan beragam aktivitas fisik, seperti memanjat pohon, naik tangga, atau bergelantungan pada batang besi di taman.

Seperti dilaporkan dalam jurnal Acta Paediatrica, anak-anak sekarang cenderung kesulitan melakukan gerakan seperti bergelantungan di tangga dinding ataupun sit-up dalam hitungan yang banyak. Selain mengalami penurunan dalam hal kekuatan, anak-anak sekarang pun kesulitan dalam mencengkeram benda dengan baik.

Riset yang digagas Dr Gavin Sandercock, pakar kebugaran anak dari Essex University, ini dilakukan dengan cara membandingkan hasil tes kemampuan dua kelompok anak pada era yang berbeda. Kelompok pertama adalah mereka yang berusia 10 tahun pada 2008 dan kelompok kedua adalah anak berusia 10 tahun pada 1998.
Penelitian menunjukkan, kemampuan anak melakukan sit-up mengalami penurunan sebanyak 27,1 persen. Kekuatan otot tangan juga menurun 26 persen dan daya cengkeram anak menurun 7 persen.

Selain itu, jika pada 1998 satu di antara 20 anak tidak mampu menahan bobot tubuhnya saat bergelantungan di tangga dinding, selang satu dekade kemudian tercatat ada satu dari 10 anak tak mampu melakukannya.

"Ini mungkin disebabkan adanya perubahan pola aktivitas di antara anak-anak Inggris berusia 10 tahun. Misalnya, kurang beraktivitas seperti memanjat pohon atau naik tali-temali untuk bersenang-senang. Secara khusus, aktivitas seperti ini dapat meningkatkan kekuatan anak-anak dan membuat mereka mampu mengangkat dan menahan bobot mereka sendiri. Fakta bahwa 10 persen anak gagal dalam tes tangga dinding dan 10 persen lainnya menolak melakukannya sungguh mengejutkan," kata Dr Sandercock.

Penelitian juga menemukan bahwa dua kelompok anak ini memiliki massa tubuh yang sama. Hal ini berarti bahwa anak usia 10 tahun pada zaman sekarang sepertinya memiliki lebih banyak lemak dan massa otot yang lebih rendah dibanding generasi sebelumnya.






Kompas

Monday, May 23, 2011

Waspadalah.....Ngobrol di Ponsel Turunkan Kesuburan Pria


Bagi Anda pria yang hobi mengobrol di ponsel, mungkin Anda harus mengurangi kebiasaan Anda itu bila ingin memiliki keturunan.

Para peneliti dari Queen University, Kanada, menemukan bahwa penggunaan ponsel bisa menurunkan kualitas sperma dan mengantar pada penurunan kesuburan.

Tim itu menemukan bahwa gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh telepon genggam memiliki hubungan kesatuan dengan hormon pria.

"Penemuan kami sedikit membingungkan. Kami berharap menemukan hasil berbeda, tetapi hasil yang kami temukan menunjukkan bahwa bisa ada mekanisme menarik saat bekerja," kata Dr Rany Shamoul, pemimpin penelitian, seperti dikutip Daily Mail.

Tim peneliti menemukan bahwa para pria yang dilaporkan menggunakan ponsel memiliki tingkat sirkulasi tetosteron lebih tinggi tetapi mereka juga memiliki tingkat hormon pelutein (luteinizing hormone/LH) lebih rendah.

Hormon itu merupakan hormon reproduktif yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitari di dalam otak. Para peneliti berpikir bahwa gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel bisa memiliki dua aksi pada tingkat hormon dan kesuburan pria.

Gelombang elektromagnetik bisa meningkatkan jumlah sel-sel dalam testis yang menghasilkan testosteron, bagaimanapun juga itu juga bisa menurunkan tingkat hormon pelutein yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitari.

Hal itu bisa menghalangi perubahan testosteron yang lebih aktif, bentuk kuat dari testosteron yang dikaitkan dengan produksi sperma dan kesuburan.

Dr Shamloul menyimpulkan lebih banyak di penelitian mendalam yang dibutuhkan untuk memeriksa cara tepat di mana gelombang elektromagnetik mempengaruhi kesuburan pria.

Penelitian itu muncul hanya dua bulan setelah para pengguna ponsel di Inggris disarankan oleh pemerintah untuk mengirim SMS atau menggunakan perangkat "hands free" daripada menelepon.

Departemen kesehatan Inggris mengatakan hal itu akan mengurangi para pengguna dari paparan radiasi yang dipancarkan oleh perangkat itu.

Dalam pembaruan pertama untuk selebaran Ponsel dan Kesehatan Inggris sejak tahun 2005, dinas kesehatan menambahkan riset lebih lanjut diperlukan dalam pengaruh jangka panjang penggunaan ponsel.

Mereka menyatakan belum ada "bukti jelas mengenai efek merugikan kesehatan" dari penggunaan ponsel atau dari pemancar telepon.

Mereka menambahkan:"Sebagaimana orang hanya menggunakan ponsel selama bertahun-tahun yang relatif sedikit, HPA (Health Protection Agency) menyarankan dilakukan lebih banyak riset, terutama untuk menyelidiki apakah kemungkinan ada pengaruh jangka panjang." 
 
 
 
 
 
Wartakota

Thursday, May 19, 2011

Waspadalah.....Butuh Kalori Sedikit, Pekerja Kantoran Jangan Banyak Makan


Jika pekerjaan Anda saat ini lebih banyak duduk di balik meja, sebaiknya mulailah untuk mengatur kalori yang masuk dan keluar. Banyak pekerja kantoran yang mengeluhkan badannya makin gemuk tapi tidak menyadari kalau kalori yang dimasukkan terlalu banyak.

Pekerjaan kantoran memiliki aktivitas gerak yang sedikit, tapi tanpa disadari kegiatan mengemil atau makan yang dilakukan kadang terlalu sering. Akibatnya tubuh menimbun banyak kalori yang jika tidak digunakan dengan banyak bergerak akan menumpuk menjadi lemak.

Dibandingkan pekerjaan lain, seperti dilansir cfs.gov.hk, Kamis (19/5/2011), pekerjaan kantoran hanya memerlukan kalori yang sedikit. Maka itu, pekerja kantoran tifak bisa menyamakan porsi makannya dengan pekerja konstruksi misalnya.

Pakar gizi memasukkan pekerja kantoran sebagai aktivitas fisik yang rendah. Karena pekerja kantoran umumnya tidak banyak bergerak dan lebih banyak berada di satu posisi, sehingga energi yang dikeluarkan tidak terlalu besar.

Urutan aktivitas berdasarkan pekerjaan tersebut adalah:
  1. Tingkat aktivitas fisik rendah:pekerja kantoran, dosen dan petugas hotel
  2. Tingkat aktivitas fisik sedang: pekerja sekolah, petugas listrik dan pengemudi profesional
  3. Tingkat aktivitas fisik berat: atlet, penari dan pekerja konstruksi.

Dengan tingkat aktivitas pekerjaan tersebut, para pakar kemudian merilis berapa jumlah kalori yang dibutuhkan. Karena setiap individu membutuhkan jumlah kalori yang berbeda-beda, tergantung dari faktor usia, jenis kelamin, berat badan.

Jumlah kalori yang dibutuhkan berdasarkan aktivitas fisik dan usia adalah:

Usia 18-49 tahun
  1. Aktivitas rendah: laki-laki sebesar 2.420 kilo kalori dan perempuan sebesar 1.955 kilo kalori
  2. Aktivitas sedang: laki-laki sebesar 2.779 kilo kalori dan perempuan sebesar 2.055 kilo kalori
  3. Aktivitas berat: laki-laki sebesar 3.278 kilo kalori dan perempuan sebesar 2.280 kilo kalori

Usia 50-59 tahun
  1. Aktivitas rendah: laki-laki sebesar 2.404 kilo kalori dan perempuan sebesar 1.976 kilo kalori
  2. Aktivitas sedang: laki-laki sebesar 2.761 kilo kalori dan perempuan sebesar 2.079 kilo kalori
  3. Aktivitas berat: laki-laki sebesar 3.257 kilo kalori dan perempuan sebesar 2.306 kilo kalori

Secara umum laki-laki memang membutuhkan energi yang lebih banyak karena secara fisik ia lebih banyak bergerak dibandingkan dengan perempuan. Semakin tinggi aktivitas fisiknya maka kebutuhan kalorinya akan semakin besar.

Karena itu penting untuk memperhatikan keseimbangan antara kalori yang masuk dan keluar untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

Jika asupan kalorinya lebih besar dari yang dibutuhkan, maka ia akan menumpuk di tubuh dan bisa menyebabkan kelebihan berat badan tapi jika asupan kalorinya lebih kecil maka berat badan akan turun.

Jika seseorang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas maka akan meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit seperti penyakit jantung, diabetes melitus dan beberapa jenis kanker.
 
 
 
 
 
detik

Belajar Al-Qur'an Online

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran