Clock By Blog Tips

Friday, March 25, 2011

Waspadalah.....TBC Masih Terus Mengancam Meski Penderitanya Berkurang



Ancaman tuberculosis (TBC) diyakini masih akan terus meningkat beberapa tahun mendatang. Meski dari sisi jumlah penderitanya bisa makin dikurangi, namun dari sisi yang lain jenis penyakitnya akan semakin bervariasi dan sulit diobati.

"Tantangan ke depannya antara lain TBC sebagai co-infeksi (infeksi penyerta) pada penderita AIDS dan multiple drug resistant tuberculosis," ungkap Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih usai membuka Kongres Nasional Tuberculosis di Hotel Merlynn Park Jakarta, Jumat (25/3/2011).

Infeksi TBC pada penderita AIDS (acquired immune deficiency syndrome) dan pengidap HIV menjadi tantangan tersendiri karena dipastikan angkanya akan terus meningkat. Saat ini saja, Menkes memperkirakan 70 persen pengidap human imunnodeficiency virus (HIV) penyebab AIDS telah tertular TBC.

Pengidap HIV mudah tertular TBC karena virus tersebut menyebabkan daya tahan tubuh pengidapnya melemah. Akibatnya berbagai infeksi penyerta atau infeksi oportunis mudah menjangkiti, termasuk di antaranya TBC yang merupakan penyebab kematian tertinggi di kalangan penderita AIDS.

Selain itu, multiple drug resistant tuberculosis (MDR-TBC) juga menjadi ancaman berikutnya karena lebih sulit diobati dibandingkan TBC pada umumnya. Jika TBC biasa hanya butuh pengobatan rutin selama 6 bulan, MDR-TBC butuh pengobatan lebih lama antara 12-18 bulan.

Dengan pengobatan rutin selama 6 bulan saja, pasien kadang-kadang tidak patuh sehingga pengobatannya tidak tuntas dan penyakitnya tidak sembuh. Dikhawatirkan dengan durasi pengobatan yang lebih panjang, pasien makin tidak patuh karena merasa bosan minum obat.

Sementara dari sisi jumlah penderita, Menkes mengatakan Indonesia perlahan-lahan sudah berhasil menurunkannya meski belum mencapai target 221/100.000 penduduk dan masih menyumbang 6 persen jumlah kasus TBC sedunia. Menkes berdalih, angkanya masih tetap tinggi karena jumlah penduduknya memang sangat besar.




detik

Wednesday, March 23, 2011

Waspadalah.....Inilah Akibatnya Jika Hidup Selalu Terburu-buru

 
Beberapa orang ada yang memiliki perilaku selalu terburu-buru mulai dari bangun tidur hingga menjelang malam. Tapi kebiasaan ini sebaiknya dihindari karena bisa berdampak pada kesehatan.

Orang yang selalu terburu-buru didefinisikan sebagai perilaku action-emotion complex (The Type A behavior pattern/TABP) yang dirangsang oleh lingkungan tertentu.

Sifat yang hampir selalu muncul adalah ketidaksabaran, agresif, seperti dikejar-kejar waktu, gelisah dan melakukan kegiatan secara cepat.

Sebuah penelitian melakukan tes wawancara dengan orang yang memiliki perilaku terburu-buru. Diketahui orang tipe ini cenderung menunjukkan ketegangan di wajah, bicara cepat, kadang mengalami gangguan bicara serta sering tergigit lidahnya oleh gigi, seperti dikutip dari Workhealth.org, Selasa (22/3/2011).

Selain itu, perilaku terburu-buru ini juga mempengaruhi kesehatan jantung. Studi yang dilakukan tahun 1981 oleh National Heart, Lung, and Blood Institute menyimpulkan bahwa orang dengan perilaku tipe A ini dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner (PJK).

Perilaku suka terburu-buru saat ini diakui sebagai salah satu faktor risiko yang signifikan untuk serangan jantung, hal ini karena saat terburu-buru seseorang akan mengalami tingkat stres yang lebih tinggi.

Seperti diketahui tingkat stres yang tinggi dapat mempengaruhi nilai tekanan darah yang berhubungan dengan kesehatan jantung. Dan kondisi ini juga membuat seseorang kecanduan hormon adrenalin, yaitu hormon yang dilepaskan ketika seseorang mengalami stres.

Pada saat orang mengalami stres, hipotalamus dalam otak akan memicu hormon stres baik yang adrenalin maupun non-adrenalin, yang kemudian akan memicu peningkatan denyut jantung, peningkatan tekanan darah yang mengakibatkan cedera pada dinding arteri dan pembentukan bekuan dalam pembuluh darah, serta aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah arteri).

Selain mempengaruhi kondisi jantung, sering terburu-buru juga membuat seseorang rentan mengalami cedera seperti terjatuh atau tersandung akibat tidak memperhatikan lingkungan, tidak fokus dalam melakukan pekerjaan karena kurang konsentrasi seperti melakukan kesalahan atau mudah lupa, serta mengganggu proses metabolisme karena saat terburu-buru orang akan makan dengan cepat dan tidak mengunyah makanan dengan benar.

Untuk itu sebaiknya hindari perilaku selalu terburu-buru dengan cara belajar mengelola waktu lebih baik lagi seperti bangun lebih awal, menyiapkan segala keperluan besok pagi saat malam hari, serta jangan menunda-nunda pekerjaan sehingga bisa lebih fokus dan mengurangi stres.
 
 
 
 
detik

Monday, March 21, 2011

Waspadalah.....Minum Obat Penumbuh Rambut Berbuntut Hilang Gairah Seks


Dua masalah yang ditakuti pria masa kini adalah kebotakan dan disfungsi ereksi. Tapi hati-hati, bagi pria yang mengonsumsi obat penumbuh rambut karena efek sampingnya bisa bikin hasrat seks hilang.

Penelitian yang dipublikasikan Journal of Sexual Medicine seperti dikutip dari AOL, Minggu (20/3/2011) menemukan obat pencegah kebotakan yang mengandung bahan kimia finasteride

Dr. Michael Irwig dari fakultas kedokteran George Washington University's melakukan penelitian terhadap obat penumbuh rambut yang mengandung finasteride.

Hasilnya, 2 obat pencegah kebotakan yang populer dengan merek dagang Propecia dan Proscar,-- keduanya produksi Merck--, ternyata memicu penurunan libido dan orgasme pada pria. Efek samping tersebut masih dirasakan meski para pria itu tidak lagi meminum obat tersebut.

"Obat ini mengacaukan beberapa jalur hormon yang penting yang berkaitan dengan libido dan fungsi seksual lainnya," kata Dr Irwig.

Dr Irwig menemukan meski sudah tidak minum obat tersebut, pria-pria tersebut masih mengalami gangguan seksual minimal 3 bulan. Tapi beberapa kasus pada pria yang pernah minum obat tersebut mengalami gangguan seksual selama 5-10 tahun.

Efek samping yang muncul selain gangguan seksual adalah masalah kejiwaan mulai dari kecemasan berlebih, depresi hingga pikiran untuk bunuh diri.

"Partisipan yang diteliti adalah orang-orang muda yang sebelumnya tidak punya masalah medis dan masalah gangguan kejiwaan. Tapi hasilnya setelah minum obat ini mereka terkena efek sampingnya," ujar Dr Irwig.

Dr Irwig dan timnya meneliti 71 pria usia produktif berumur 21-46 tahun yang mengonsumsi Proscar dan Propecia. Sebelum mengonsumsi obat, partisipan adalah tipe pria bugar yang tak satu pun punya masalah gangguan seksual.

Hasil penelitian menunjukkan 94 persen pria mengalami penurunan hasrat seks dan 69 persen mengaku susah mencapai orgasme, ditambah munculnya efek masalah kejiwaan.

Partisipan yang diteliti adalah mereka yang mengonsumsi obat pencegah kebotakan selama 1 bulan hingga 28 bulan.

Atas efek samping yang dialami pria peminum 2 obat tersebut, Merck kini harus menghadapi sejumlah tuntuntan hukum di Kanada dan Connecticut AS.

Sebenarnya pihak perusahaan obat sudah mencantumkan efek samping dari minum obat tersebut. Hanya saja menurut Dr Irwig, perusahaan tidak mencantumkan efek samping tersebut masih bisa terjadi walaupun sudah tidak minum obat itu lagi.
memiliki efek samping serius bagi kejantanan pria.






detik

Waspadalah.....Jumlah Gigi Kurang dari 24 Rawan Kena Stroke


Jumlah gigi orang dewasa yang normal adalah sebanyak 32 buah. Ilmuwan menemukan orang yang memiliki jumlah gigi kurang dari 24 gigi berisiko terkena stroke.

Penelitian yang dilakukan Universitas Hiroshima menemukan orang yang mempunyai gigi kurang dari 24 buah punya peluang 60 persen terkena stroke.

Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan pasien stroke yang berusia 50 tahun ternyata sebagian besar punya gigi yang jumlahnya kurang dari 24.

Para peneliti juga memperhitungkan berbagai faktor risiko lain yang terkait dengan stroke seperti kebiasaan merokok, obesitas dan penggunaan alkohol.

Namun masalah gigi menjadi perhatian serius karena gigi yang tidak bersih terkait dengan kerusakan gigi yang nantinya akan mempengaruhi jumlah gigi.

Gigi tidak bersih karena pada sela-sela gigi menempel sisa makanan yang kemudian menjadi plak. Timbunan plak ini akan membuat gusi mudah sakit dan berdarah sehingga mempengaruhi kekuatan gigi. Gigi yang tidak kuat akhirnya banyak yang copot.

"Penemuan ini menunjukkan bahwa kehilangan gigi berhubungan erat dengan risiko stroke iskemik atau pun perdarahan," kata Dr Mitsuyoshi Yoshida, yang memimpin penelitian tersebut seperti dilansir dari dailymail, Minggu (20/3/2011).

Penelitian ini juga tidak berbeda jauh dengan penelitian sebelumnya yang menemukan adanya hubungan antara penyakit gigi dan mulut dengan risiko penyakit jantung.

Mulut yang menderita penyakit gigi dan gusi akan dipenuhi dengan bakteri yang mengakibatkan timbulnya plak yang lengket pada gigi.

Timbunan plak yang mengandung banyak mikroorganisme itu kemudian masuk ke pembuluh darah (arteri), yang jika terakumualsi akan mengganggu lapisan pembuluh darah.

Akibatnya darah yang mengalir ke otak atau jantung bisa terhambat karena plak-plak yang mengandung mikroorganisme dapat menyebabkan gumpalan darah sehingga aliran darah tidak lancar. Jika pembuluh darah tersumbat maka oksigen tidak sampai ke otak yang menyebabkan stroke.

"Bakteri di mulut akibat penyakit gusi dan gigi berkontribusi pada penyempitan dinding pembuluh darah yang dapat mengakibatkan stroke," kata Dr Sharlin Ahmed dari The Stroke Association.

Maka itu ilmuwan mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Munculnya penyakit

Selain menyikat gigi secara teratur, ilmuwan menyarankan untuk menggunakan benang gigi (floss) agar sisa-sisa makanan yang menyempil terlalu dalam bisa terjangkau. Dengan gigi yang bersih maka plak-plak juga tidak akan muncul.
gusi juga harus dihindari karena penyakit gusi mengakibatkan gigi mudah tanggal.





detik

Friday, March 18, 2011

Waspadalah.....Dapat Paket Mencurigakan, Kontak Polisi!


Setiap menerima paket mencurigakan, warga diminta melaporkan ke polisi. Ada dua nomor kontak yang bisa dihubungi masyarakat. Pertama, nomor Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sujarno: 0811547537. Kedua, nomor Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Djafar: 0811648978 .

"Bila terima paket mencurigakan, silakan kontak nomor Kabiro Ops Polda dan Kabid Humas Polda. Atau, laporkan ke polsek terdekat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar saat dihubungi wartawan, Jumat (18/3/2011).

Menurut Baharudin, kepolisian serius menanggapi laporan dari masyarakat yang melaporkan adanya paket mencurigakan. Warga dinilai sudah melakukan langkah benar ketika mendapat paket yang tidak jelas nama dan alamat pengirimnya.

Baharudin menjelaskan, paket di Condet sempat dicurigai karena ada unsur besi di dalamnya. Begitu pula di Pondok Indah, terdeteksi unsur logam yang ternyata ada di dalam VCD.

"Tiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti karena tugas polisi melayani masyarakat," ujar Djafar. Kabiro Ops Polda Metro Jaya Kombes Sujarno berencana menyiapkan tim Gegana di tiap polres. Langkah itu diambil untuk memudahkan tim penjinak bom menjangkau lokasi paket yang dipandang mencurigakan.

"Kami akan menempatkan Gegana di Polres-polres agar mempercepat penanganan laporan masyarakat," kata dia.




Kompas


Waspadalah.....Efek Buruk Masa Kecil Tak Bahagia


Masa kecil yang tidak bahagia berpotensi memicu trauma yang dapat mengganggu kesehatan mental saat dewasa. Banyak yang tak sadar bahwa kebahagiaan masa kecil memengaruhi tingkat kebahagiaan saat dewasa.

Sebuah penelitian pun dilakukan dengan menganalisis hubungan antara kehidupan bahagia di saat dewasa dan kebahagiaan masa kecil. Penelitian melihat tingkat kebahagiaan, pertemanan, dan energi 2776 siswa dengan umur rata-rata 13 sampai 15 tahun.

Kelompok penilaian pertama adalah anak yang memiliki popularitas di antara anak lain. Lalu, kelompok anak yang sangat senang dan puas, kelompok anak yang mudah bergaul, dan kelompok anak yang sangat energik, tidak kenal lelah. Setiap siswa mendapat poin positif untuk setiap kelompok yang termasuk penilaian.

Penelitian juga memerhatikan masalah yang terjadi pada anak-anak muridnya seperti gelisah, sering melamun, tidak taat pada peraturan, dan sering berbohong. Masalah emosi seperti kecemasan, ketakutan akan suatu hal, sifat pemalu, menghindari berbagai macam perhatian pun menjadi penilaian.

Hasil penilaian kemudian dihubungkan dengan kesehatan mental, pengalaman kerja, kehidupan percintaan, dan aktivitas sosial beberapa dekade setelahnya.

Hasilnya, remaja yang mendapatkan penilaian positif di masa kecil memiliki kehidupan yang lebih bahagia dibandingkan mereka yang tidak mendapatkan nilai positif. Kebahagiaan ini termasuk dengan kepuasan dalam bekerja, terjalinnya komunikasi dengan keluarga dan teman, dan banyaknya aktivitas sosial.

Remaja yang bahagia pun jauh dari kelainan jiwa. Telah tercatat 60 persen dari para responden memiliki kehidupan yang normal dibanding mereka yang tidak mendapatkan penilaian positif.

Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa orang dewasa yang bahagia pada masa remaja lebih berisiko mengalami perceraian dalam kehidupan percintaannya. Satu alasan yang mungkin terjadi adalah orang-orang yang bahagia memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dan memungkinkan mereka meninggalkan kehidupan pernikahan yang tidak bahagia.

Selain itu, penelitian ini juga mendukung pandangan bahwa walaupun dalam kesulitan ekonomi, para orangtua harus memberikan prioritas untuk mendukung kebahagiaan anak-anak mereka sehingga mereka memiliki permulaan kehidupan yang terbaik. 






• VIVAnews 

Tuesday, March 15, 2011

Waspadalah.....Ejakulasi Yang Mematikan


Kasus kematian mendadak saat menikmati orgasme seksual banyak terjadi. Beberapa pria diketahui langsung tewas setelah mengalami ejakulasi. Apa penyebabnya?

Kematian mendadak (sudden death) dipicu oleh banyak sebab, salah satunya adalah peningkatan tekanan darah yang tidak bisa ditoleransi jantung. Orgasme seksual bisa memacu denyut nadi yang membuat tekanan darah naik dan meningkatkan risiko serangan jantung.

Sejarah mencatat beberapa tokoh besar yang tewas ketika bercinta, misalnya raja terakhir Bangsa Hun di Eropa. Raja yang disegani oleh bangsa-bangsa lain pada masa itu tewas pada abad ke-5 bukan karena berperang melainkan justru saat bercinta dengan permaisurinya.

Kematian mendadak saat menikmati orgasme seksual juga bisa disebabkan karena sesak napas. Kematian aktor laga David Carradine di Thailand pada tahun 2009 juga disebabkan oleh sesak napas karena tercekik ketika sedang menikmati masturbasi.

Diyakini David mengalami autoerotic asphyxiation, yakni penyimpangan seksual yang membuatnya hanya bisa menikmati orgasme jika aliran darah ke otak dihambat. Caranya seperti yang ia lakukan di saat-saat terakhir, yakni melilitkan dasi di leher sehingga tidak bisa bernapas.

Lantas bagi yang tidak punya masalah jantung dan penyimpangan seks, apakah ejakulasi itu sendiri bisa menyebabkan kematian?

Pada manusia mungkin tidak, tapi beberapa spesies binatang menjadi lebih cepat mati jika terlalu sering mengalami ejakulasi.

Salah satunya adalah cacing, seperti yang dibuktikan oleh Dr Wyne Van Voorhies dari University of Arizona dalam penelitiannya pada tahun 1992.

Cacing jantan yang jarang ejakulasi bisa hidup hingga 14 hari. Sementara seperti dikutip dari zeenews, Senin (14/3/2011), cacing jantan yang sering ejakulasi untuk membuahi betina sehingga lebih sering memproduksi sperma hanya hidup rata-rata 8,1 hari, atau sekitar 50 persen lebih pendek usianya.

Diduga hal ini disebabkan oleh by product atau hasil sampingan dari proses produksi sperma di dalam tubuh. Enzim-enzim serta hormon yang terlibat membentuk senyawa toksik yang membuat umur cacing jantan menjadi lebih pendek ketika sering ejakulasi.

Van Voorhies memang tidak menyimpulkan bahwa hal yang sama juga dialami oleh manusia, khususnya pria. Namun karena cacing memiliki kesamaan karakteristik genetik dan komposisi biokimia dengan mamalia termasuk manusia, ia menduga hal yang sama juga terjadi pada pria.

Hingga kini belum ada penelitian lebih lanjut untuk membuktikan dugaan Van Voorhies. Yang jelas cacing jantan bukan satu-satunya spesies yang cepat mati karena ejakulasi, sebab ikan salmon jantan juga mati setelah melakukan sekali pemijahan pada salmon betina.





detik

Waspadalah.....Inilah Makanan / Minuman yang Merusak Tubuh Dalam Hitungan Detik dan Menit


Berbagai ancaman bagi kesehatan bisa ditemukan dalam makanan sehari-hari mulai dari gula, garam hingga lemak jahat. Masing-masing butuh waktu yang berbeda untuk menimbulkan kerusakan mulai dari hitungan detik hingga menit.

Kerusakan pada bagian-bagian tertentu di dalam tubuh bisa terjadi hanya dalam hitungan jam, bahkan menit. Bahan-bahan yang biasa dikonsumsi sehari-hari lewat makanan dan minuman akan memicu kerusakan, tentunya jika dikonsumsi secara berlebihan.

Seberapa cepat kerusakan itu terjadi, berikut perbandingannya seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (15/3/2011).

Rokok: 3 detik Untuk mencapai paru-paru, asap rokok hanya butuh waktu sekitar 3 detik dan langsung memacu jantung untuk bekerja lebih keras dalam memompa darah. Tekanan yang meningkat akibat kerja jantung yang berlebihan dapat memicu serangan jantung dan stroke bagi yang punya risiko. 



Gula: 2 menit Bahkan sebelum ditelan, gula sudah memicu kerusakan pada lapisan enamel gigi karena dalam 2 menit bisa memicu pertumbuhan bakteri jahat di rongga mulut. Begitu ditelan, 20 sendok teh gula bisa mengurangi kemampuan sel darah putih untuk membasmi bakteri jahat penyebab penyakit hanya dalam 2-5 jam sesudahnya. 



Alkohol: 6 menit Dalam waktu 6 menit, 1 liter bir atau 3 gelas anggur beralkohol sudah bisa menyebabkan kerusakan otak meski sifatnya reversibel alias tidak permanen. Jika dilanjutkan sampai mabuk dan dilakukan terlalu sering, maka kerusakannya akan menjadi permanen. 



Garam: 30 menit Makanan asin bisa memicu pengerasan pembuluh darah arteri alias nadi hanya dalam 30 menit setelah ditelan. Dampak lain dari kelebihan garam adalah terserapnya cairan ke pembuluh darah sehingga tekanannya naik lalu meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. 



Kafein: 30 menit Setengah jam setelah minum kopi, tekanan dan aliran darah ke otot akan meningkat sehingga menjadi lebih berstamina karena ada pelepasan hormon adrenalin. Sebaliknya, aliran darah ke organ lain selain otot akan berkurang, sehingga mengurangi kinerjanya. 



Lemak jahat: 45 menit Kandungan lemak jenuh pada keju, biskuit dan jenis makanan lainnya bisa meningkatkan risiko penggumpalan darah dalam waktu kurang dari 1 jam. Dampaknya tentu saja adalah penyumbatan pembuluh darah yang bisa memicu serangan jantung. Kabar baiknya, lemak tak jenuh dan asam lemak omega-3 pada kacang-kacangan dan minyak ikan bisa menetralisir efek lemak jenuh.







detik

Waspadalah.....Kebanyakan Duduk Bisa Memicu Ngorok Saat Tidur


Saat bekerja di kantor seharian, tinggalkan meja kerja sekali waktu untuk berjalan-jalan menghirup udara segar. Penelitian membuktikan, terlalu banyak duduk pada siang hari menyebabkan seseorang cenderung akan mendengkur saat tidur malam.

Direktur Toronto Research Institute’s Sleep Research Laboratory, Douglas Bradley membuktikan bahwa salah satu pemicu gangguan tidur di malam adalah duduk terlalu lama. Kondisi ini terutama dialami oleh pekerja kantoran yang jarang meninggalkan kursinya dalam waktu lama.

Dalam penelitiannya, Bradley mengungkap bahwa duduk dalam waktu lama memicu penumpukan cairan di kaki. Saat merebahkan badan untuk tidur pada malam harinya, cairan itu bergerak ke leher dan menyebabkan pembengkakan dan menekan jaringan di saluran napas.

Otot-otot dan jaringan lain di sekitar saluran napas mengembang akibat ada penumpukan cairan, lalu membuat saluran udara menjadi lebih sempit. Saluran yang menyempit saat tidur menyebabkan getaran ketika dilalui udara dan memicu suara dengkuran.

Selain menyebabkan tidur jadi mendengkur, penyempitan saluran udara juga bisa membuat saluran napas tersetumbat dan memicu henti napas sesaat atau sleep anpea. Terhentinya pernapasan membuat orang sering terbangun, sehingga secara umum kualitas tidurnya berkurang.

Bagi yang pekerjaannya menuntut untuk berada di kantor dan duduk seharian di meja kerja, Bradley menyarankan untuk sekali waktu beranjak dari meja kerja. Sekedar menyusuri lorong atau pergi ke toilet bisa jadi alternatif bila di kantornya tidak ada taman untuk jalan-jalan.

Apabila memang tidak memungkinkan untuk jalan-jalan, Bradley memberi solusi dengan menggunakan stocking. Dikutip dari New York Post, Selasa (15/3/2011), stocking yang ketat akan mencegah terjadinya penumpukan cairan di kaki ketika duduk dalam waktu yang lama




detik

Monday, March 14, 2011

Waspadalah.....Bahaya-bahaya Kesehatan Jika Terkena Radiasi Nuklir


Bencana di Jepang memicu kekhawatiran akan adanya kebocoran reaktor nuklir seperti yang terjadi di Chernobyl tahun 1986. Dampak radiasi bermacam-macam, ada yang bisa dirasakan seketika dan ada yang baru muncul dalam jangka panjang.

Kebocoran reaktor nuklir terburuk dalam sejarah terjadi di Chernobyl, Ukraina pada April 1986. Selain memicu evakuasi ribuan warga di sekitar lokasi kejadian, dampak kesehatan masih dirasakan para korban hingga bertahun-tahun kemudian misalnya kanker, gangguan kardiovaskular dan bahkan kematian.

Secara alami, tubuh manusia memiliki mekanisme untuk melindungi diri dari kerusakan sel akibat radiasi maupun pejanan zat kimia berbahaya lainnya. Namun seperti dikutip dari Foxnews, Minggu (13/3/2011), radiasi pada tingkatan tertentu tidak bisa ditoleransi oleh tubuh dengan mekanisme tersebut.
Editor kesehatan dari Foxnews Health, Dr Manny Alvarez mengatakan ada 3 faktor yang mempengaruhi dampak radiasi nuklir. Ketiganya meliputi total radiasi yang dipejankan, seberapa dekat dengan sumber radiasi dan yang terakhir adalah seberapa lama korban terpejan oleh radiasi.

Ketiga faktor tersebut akan menentukan dampak apa yang akan dirasakan para korban. Radiasi yang tinggi bisa langsung memicu dampak sesaat yang langsung bisa diketahui, sementara radiasi yang tidak disadari bisa memicu dampak jangka panjang yang biasanya malah lebih berbahaya.

Dampak sesaat atau jangka pendek akibat radiasi tinggi di sekitar reaktor nuklir antara lain sebagai berikut.
  1. Mual muntah
  2. Diare
  3. Sakit kepala
  4. Demam.

Sementara itu, dampak yang baru muncul setelah terpapar radiasi nuklir selama beberapa hari di antaranya adalah sebagai berikut.
  1. Pusing, mata berkunang-kunang
  2. Disorientasi atau bingung menentukan arah
  3. Lemah, letih dan tampak lesu
  4. Kerontokan rambut dan kebotakan
  5. Muntah darah atau berak darah
  6. Tekanan darah rendah
  7. Luka susah sembuh.

Dampak kronis alias jangka panjang dari radiasi nuklir umumnya justru dipicu oleh tingkat radiasi yang rendah sehingga tidak disadari dan tidak diantisipasi hingga bertahun-tahun. Beberapa dampak mematikan akibat paparan radiasi nuklir jangka panjang antara lain sebagai berikut.
  1. Kanker
  2. Penuaan dini
  3. Gangguan sistem saraf dan reproduksi
  4. Mutasi genetik.
  



detik

Belajar Al-Qur'an Online

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran